NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Ibu susu / Pengkhianatan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Hidup Aulia Maheswari berubah dalam sekejap. Sebuah pengkhianatan merenggut kepercayaan, dan luka yang datang setelahnya memaksanya belajar bertahan.
Saat ia mengira hidupnya hanya akan diisi trauma dan penyesalan, takdir mempertemukannya dengan sebuah ikatan tak terduga. Sebuah kesepakatan, sebuah tanggung jawab, dan perasaan yang tumbuh di luar rencana.
Namun, bisakah hati yang pernah hancur berani percaya pada cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Batas sabar.

Di dalam mobil, raut wajah Archio tampak tidak sabaran membelah jalanan di siang hari yang macet. Mobil berasa melaju lambat, dan waktu menuju rumah sakit terasa begitu lama menurutnya.

Beberapa kali helaan napas kasar terdengar saat mobil tiba-tiba berhenti di lampu merah, atau ketika kemacetan menghadang di depannya.

“Bimo!” panggilnya kepada sang asisten yang menyetir.

“Iya, Tuan.”

Archio menatap Bimo dengan kening sedikit mengerut. “Yang di rumah sakit itu?” tanyanya saat mengingat kembali di mana di layar ponsel yang Bimo tunjukan barusan, terlihat seorang wanita yang mengendong putranya.

“Ouh, kata Bapak, dia juga pasien, Tuan. Kebetulan beberapa minggu lalu kehilangan anaknya, jadi tadi dia yang memberi ASI kepada Tuan muda Leonel,” jelas Bimo.

Archio mengangguk, lalu melanjutkan, “Soal Gracia…”

Membicarakan wanita itu lagi membuat amarah Archio yang belum sepenuhnya hilang kembali berkobar. Ada kilatan seperti api di manik matanya yang tajam.

“Hancurkan karier yang dia banggakan itu. Hancur sampai tidak tersisa apa pun!” ujarnya menggeram. Tangannya terkepal kuat. “Buat hidupnya jauh lebih menderita, buat kebebasannya terenggut tanpa sisa. Hingga saatnya dia datang memohon kepada saya, di saat itu saya akan menertawakan kehancurannya!” lanjutnya, seperti sumpah dari hati yang sudah lama bersabar. Namun kesabaran seseorang punya titik batasnya.

“Siap, Tuan!” jawab Bimo mantap.

Jujur saja, sudah sejak lama, sejak pertama wanita itu merendahkan bosnya, Bimo ingin menghancurkan segala karier yang dibanggakan oleh Gracia. Namun ia tidak memiliki alasan untuk melakukannya, selain jika itu merupakan titah dari atasannya.

“Sebar semua skandal yang dia lakukan. Pastikan tidak ada lagi media TV, tidak ada project film yang menawarinya lagi, tidak ada pihak brand yang menggunakan jasanya. Pastikan dia tidak mendapatkan job sama sekali karena skandal itu,” lanjut Archio tanpa ragu.

Hilang sudah bagian kecil dalam hati nuraninya. Mulai sekarang, ia menganggap Gracia sebagai musuh bisnis yang harus dihancurkan.

“𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢. 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘳𝘦𝘯𝘥𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯, 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯-𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘦𝘮𝘦𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶!”

“𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘴𝘬𝘢𝘯𝘥𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘦𝘯𝘥𝘶𝘴 𝘱𝘶𝘣𝘭𝘪𝘬. 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘵𝘶, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘵𝘪 𝘴𝘬𝘢𝘯𝘥𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨!” batin Archio dengan seringai licik di sudut bibirnya.

.

.

Mobil itu memasuki halaman rumah sakit besar. Archio bergegas turun, berlari kecil menyusuri lorong rumah sakit, hingga memasuki ruangan putranya. Ia berhenti di depan pintu, tatapannya melembut saat menatap semua orang yang berada di dalam sana. Namun pandangannya terhenti pada seorang wanita muda yang duduk di kursi roda, mengenakan pakaian pasien, sedang mendekap putranya.

Di sebelahnya berdiri seorang dokter wanita, Dokter Sera, yang terpaksa datang ke ruangan Leonel karena diminta Mama Kania, sebab Aulia enggan pergi ke ruangannya sendiri.

Kedatangan Archio yang membeku di depan pintu membuat orang-orang di dalam ruangan mengalihkan pandangan. Namun tidak dengan Aulia. Fokus wanita itu masih pada bayi kecil yang entah kenapa tidak tertidur, justru betah menatap wajah wanita yang menggendongnya.

“Ma… bagaimana keadaan putraku?” tanyanya setelah sadar beberapa detik berdiri terpaku. Kini langkahnya sedikit lebih cepat mendekat ke arah Aulia.

“Panasnya sudah menurun, Arch. Tapi masih hangat sih,” jelas Mama Sofia kepada putranya.

Archio langsung berlutut di depan kursi roda Aulia, membuat wanita itu membulatkan matanya sejenak. Mata pria itu menatap putranya yang tertawa kecil, dan hal itu menghangatkan hatinya.

“Sini, sama Papi, Boy,” ujarnya meminta bayi mungil itu.

Aulia dengan berat hati memberikannya. Namun baru saja berpindah ke gendongan sang ayah, tiba-tiba suara Leonel melengking, menangis histeris.

“Astaga… hei, ini Papi, sayang…”

Ia berdiri sambil menenangkan putranya. Namun apa mau dikata, bayi kecil itu sama sekali tidak berhenti, seolah hanya dekapan Aulia yang paling nyaman hari itu baginya.

Tidak ingin melihat putranya menangis lagi, Archio segera mengembalikannya kepada Aulia. Dan benar saja, tangis itu reda dalam sekejap.

“Oh God,” desis Archio, sedikit tak terima. Baru kali ini ia merasa cemburu pada orang asing. Bagaimana bisa putranya yang selalu ia dekap selama ini, hari ini menangis hanya karena diambil dari gendongan orang lain.

Plak!

“Datang-datang langsung main gendong, enggak sopan banget anak Papa ini!” ujar Mama Sofia sambil memukul kecil punggung putranya. Para suster dan asisten rumah tangga yang ikut berada di sana tertawa kecil. Jika sudah bersama keluarganya, wibawa seorang CEO itu seolah hilang dari diri Archio.

“Loh, anak kita, Ma. Bukan anak Papa doang!” protes Papa Haidar Bimantara.

Melupakan hal itu, Archio memilih berkenalan dengan Mama Kania. Setelahnya mereka mengobrol ringan, sebelum Mama Kania keluar mengikuti Dokter Sera yang memintanya berbicara mengenai kesehatan Aulia.

...----------------...

Di dalam ruangan Dokter Sera, Mama Kania duduk berhadapan, kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan, menunggu dokter cantik itu membuka pembicaraan.

Dokter Sera menghela napas kecil. Tangannya mencari-cari catatan perkembangan kesehatan Aulia selama dirawat di rumah sakit itu.

“Bu Kania, mengingat luka jahitan di perut Aulia sudah mulai mengering, dan luka di kepalanya juga perlahan sembuh, hari ini dia diperbolehkan rawat jalan. Akan tetapi, disarankan untuk rutin dibawa ke psikolog, ya, Bu. Dia mengalami trauma berat. Tolong usahakan hindari semua hal yang bisa membuat luka dan traumanya kambuh, misalnya orang-orang yang menciptakan trauma itu, dan hal-hal sejenisnya,” jelas Dokter Sera.

Mama Kania mengangguk paham. Namun kembali lagi, pulang ke Surabaya rasanya bukan pilihan yang tepat. Terlalu banyak luka di sana, dan ia tidak yakin Aulia bisa cepat pulih jika ingatannya terus berputar pada pengkhianatan mantan suami dan adiknya.

“Tapi… di rumah itu… di rumah itu terlalu banyak sakitnya untuk putri saya, Dok. Apa dia akan baik-baik saja saat kembali ke rumah?” tanya Mama Kania dengan nada getir. Jari-jarinya mengencang tanpa sadar. Sebenarnya ia tidak perlu bertanya, karena sudah tahu jawabannya.

“Bisa diakali, Bu. Mungkin ibu bisa menyewa kontrakan lain, atau mencari tempat yang ibu percaya tidak akan memicu trauma itu kembali,” kata Dokter Sera.

Mama Kania mengangguk pelan, seolah menimbang semua saran itu di kepalanya. Ia kemudian berdiri dan pamit keluar dari ruangan dokter itu dengan langkah yang terasa lebih berat.

☘️

☘️

“Sayang, kamu sudah diperbolehkan pulang sama dokter. Kita balik ke ruangan untuk kemas-kemas, ya.” Mama Kania membujuk putrinya dengan suara lembut.

Di dalam ruangan, semua orang seolah menahan napas, menatap ke arah Aulia yang masih betah menggendong Leonel.

Wanita itu mengangguk perlahan. Hatinya terasa sangat berat meninggalkan bayi mungil yang masih nyaman dalam dekapannya. Namun Aulia juga tahu, bagaimanapun ia harus pulang dan tidak bisa terus-menerus ada untuk anak itu, meski ia sangat ingin.

Mama Kania tersenyum hangat. Pandangannya kemudian beralih satu per satu ke arah keluarga Bimantara, seolah memberi isyarat bahwa mereka hendak pergi. Raut wajah Mama Sofia, Archio, dan Papa Haidar tampak keberatan melepaskan wanita itu. Terlebih setelah melihat Archio yang sejak tadi enggan berada bersama siapa pun selain Aulia.

Tapi apa boleh buat, Aulia tetap harus pulang, dan mungkin mereka pun tak lama lagi akan kembali ke rumah masing-masing. Hingga suster Leonel mendekat, berniat menggendong bayi kecil itu. Namun…

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
ayo double up thor/Scream//Scream/...rumahnya semoga cepet laku/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Di pasang harga murah rumahnya
total 1 replies
Mundri Astuti
baru ngisi rmhnya yg baru...tettottt ternyata hasil dari penggelapan yg Ardian lakuin...tarik lagi dehhh...

buruan jual Aulia, biar mereka ga bisa balik ...jadi gelandangan sekalian
cinta semu
mereka pergi bukan Krn merasa tak pantas tinggal di rmh u tapi Krn Adrian dah punya rmh baru .. Aulia gercep cari info akurat ...biar Adrian sm Arumi tdk semakin jumawa
Sunaryati
Sebelum Adrian dan Arumi mendapatkan hukuman di dunia ini emak belum ngasih 5 ⭐Ternyata Aulia punya usaha yang maju 👍👍
Lisa
Bersyukur Mama Kania selalu me dampingi Aulia..semangat y Aulia..
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mbuhhh sebelum 2 keong racun mendapatkan karma aku masih ngambek ke author nya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: ngambek kenapa lagi iniii😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
doubel tpi penuh bawang😐😐😐
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dihhh/Hammer//Hammer//Hammer//Facepalm/
total 2 replies
Mundri Astuti
terimakasih thor ❤️
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
bagus Lia, ayo keluar dari lingkaran sedih dan terpukulnya. kini waktunya kamu berkembang lagi/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wih keren auli mulai bangkitttt
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: biar kagak nangis mulu ah, kemarin-kemarin ampe migran di buat ama Aulia😭🤣
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Lanjutkan Up nya Thor jangan lama" nnt aku lupa alurnya dri depan ♥️♥️♥️♥️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Siyap kak👌
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Krn Kamu Egois Arumi..hrsnya dari awal kalian jujur dgn papa tentang hubunganmu dgn Andrian... jangan salahin Ibumu..Porsi beliau sdh tepat sbg seorang ibu dn yg jdi korban itu Aulia....Arumi bodoh egois 😡😡😡
cinta semu
lanjut Thor ... ugal2an q bacany g terasa hampir jam :03 .00 ...😁hampir subuh .
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: tidur kak😭
total 1 replies
cinta semu
biarkan trauma Aulia pindah ke Arumi,, sekalian trauma ny Arumi bikin tambah gila ..biar sempurna derita ny Arumi
cinta semu
ternyata rentetan kejadian dlm hidup Aulia saling terhubung ,,suami di bil adik ny terus mantan suami karyawan ny pak Archio ,,,
cinta semu
kelakuan mahasiswi bergelar pelakor g pantas dpt ijazah ...mending ajari cuci piring ,ngepel sm masak biar jadi istri rumahan ..kampus g pernah kasih pelajaran jadi pelakor ,,entah Arumi kuliah di mana ,,belum lulus kuliah dah dpt gelar pelakor ..🤔
cinta semu
ayo Papi Archio, pecat saja mantan suami mami Aulia ..Krn dah bikin mi Aulia trauma ...
cinta semu
g ada karma instan buat Adrian & Arumi ...nunggu undangan dulu kali ya😁😁 tapi smg aja Aulia mudah move on..bisa hidup bebas dari duo belatung nangka
cinta semu
asli gedek liat suami macam Adrian,,,buat Adrian menderita seumur hidup ,,jgn pelit2 kasih hukuman buat Adrian Thor...
cinta semu
awal baca aja biasa aja tapi pas bab 2 ..bikin emosi meledak .. lanjutkan sampai tamat thor
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih kak🥺🙏

Asiyapppp👌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!