NovelToon NovelToon
CINTA DI ANTARA DUA SAF

CINTA DI ANTARA DUA SAF

Status: sedang berlangsung
Genre:Karir / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Velyqor

Pulang bukan berarti kalah, tapi cara semesta memintamu membenahi arah.
Bayu kembali ke desa dengan bahu yang merosot dan harga diri yang hancur. Kegagalan bisnis di Jakarta tidak hanya merampas hartanya, tapi juga keyakinannya pada diri sendiri. Di tengah syahdu aroma Ramadan, ia bertemu kembali dengan Nayla, teman masa kecilnya yang kini menjadi jantung bagi sebuah panti asuhan sederhana.
Namun, cinta lama yang bersemi kembali justru menjadi duri. Ada Fahmi, sahabat mereka yang kini sukses dan mapan, berdiri di barisan depan untuk melindungi Nayla. Di hadapan kebaikan Fahmi yang tanpa cela, Bayu merasa kerdil. Ia terjepit di antara rasa minder yang menyesakkan dan ambisi untuk bangkit kembali.
Ketika sebuah tragedi kebakaran melanda panti dan mengancam nyawa Nayla, Bayu dipaksa memilih, terus bersembunyi di balik bayang-bayang kegagalannya, atau berdiri tegak sebagai pelindung yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Velyqor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Perhatian Fahmi yang Alami

Matahari perlahan mulai meninggi, menyinari halaman panti asuhan yang kini nampak sedikit lebih rapi berkat kerja keras Bayu sejak pagi buta tadi. Fahmi mulai ikut membantu Bayu menyiapkan tangga kayu besar untuk mulai memeriksa genteng di bagian atap yang semalam mereka catat kerusakannya.

Suasana di sekitar gudang masih menyisakan aroma semen basah dan debu kayu yang beterbangan tertiup angin pagi yang cukup kencang. Nayla berdiri tidak jauh dari mereka, nampak sedikit kelelahan setelah membantu memindahkan beberapa balok kayu yang menghalangi jalan tangga tersebut.

Fahmi menyadari butiran keringat yang mulai membanjiri dahi dan pelipis Nayla akibat aktivitas fisik yang cukup berat bagi seorang wanita. Tanpa ragu, Fahmi mengambil sapu tangan kain berwarna biru tua dari saku celananya dan memberikannya kepada Nayla dengan gerakan yang sangat natural.

"Pakai ini, Nay. Keringat kamu sudah sampai ke mata, nanti perih kalau kena debu kayu lagi," ujar Fahmi dengan nada suara yang sangat tenang.

Nayla menerima sapu tangan itu sambil tersenyum lebar ke arah Fahmi, sebuah senyuman yang terlihat sangat lepas tanpa ada beban kecanggungan sama sekali.

Bayu berdiri di pojok gudang sambil memegang sebuah papan kayu yang permukaannya masih kasar dan penuh dengan serat kayu yang tajam. Ia memperhatikan betapa luwesnya Fahmi bersikap perhatian kepada Nayla, seolah hal itu adalah rutinitas yang sudah biasa mereka lakukan setiap hari.

Fahmi tiba-tiba tertawa kecil sambil menunjuk ke arah noda hitam bekas debu arang yang menempel di pipi sebelah kanan Nayla.

"Nay, pipi kamu ada noda hitamnya. Kamu kayak anak kecil yang habis main di dapur kotor kalau dandanannya begini," goda Fahmi jenaka.

Nayla spontan meraba pipinya dengan panik, mencoba menghapus noda itu menggunakan sapu tangan pemberian Fahmi namun justru membuatnya semakin melebar ke mana-mana. Tawa Fahmi semakin pecah melihat tingkah laku Nayla yang nampak menggemaskan di tengah kepungan debu gudang panti yang sangat kotor tersebut.

Bayu hanya bisa terdiam membisu, merasakan panas yang menjalar di wajahnya bukan karena sinar matahari, melainkan karena rasa cemburu yang kian membakar. Ia merasa setiap tawa yang keluar dari mulut Fahmi dan Nayla adalah sebuah pengingat betapa jauhnya ia tertinggal dalam memenangkan kembali kepercayaan panti.

Ia mencoba membuang muka, menatap ke arah plafon gudang yang retak guna mengalihkan fokus batinnya yang mulai tidak stabil karena pemandangan itu. Namun, suara tawa mereka tetap terdengar nyaring di telinganya, menembus setiap lapisan pertahanan mental yang sudah ia bangun sejak subuh tadi.

Papan kayu di tangannya terasa semakin berat, seolah mewakili beratnya beban perasaan yang kini sedang ia pikul sendirian di sudut gudang yang pengap. Bayu menyadari bahwa selama sepuluh tahun ia pergi, Fahmi telah mengisi setiap ruang kosong yang ia tinggalkan dengan perhatian-perhatian kecil yang sangat berarti.

"Ayo, Mi. Tangganya sudah siap, mending kita cepet naik ke atas sebelum mataharinya makin panas dan bikin kita lemas," ajak Bayu dengan suara yang sedikit parau. Ia mencoba memecah kebersamaan Fahmi dan Nayla dengan cara yang paling sopan agar tidak nampak terlalu kentara kalau ia sedang merasa terganggu.

Fahmi menoleh ke arah Bayu dan segera menghentikan tawa kecilnya, ia nampak kembali profesional saat melihat raut wajah Bayu yang terlihat begitu serius. "Siap, Bay. Nay, kamu masuk ke dapur saja ya, biar urusan atap ini jadi bagian kami berdua saja yang ngerjain."

Nayla mengangguk patuh sembari mengembalikan sapu tangan Fahmi yang kini sudah kotor terkena noda hitam dari pipinya yang tadi sempat ia usap.

"Aku ke dapur dulu kalau begitu. Jangan dipaksakan ya kalau pusing, ingat kalian berdua sedang menjalankan ibadah puasa hari ini," pesan Nayla lembut.

Bayu memperhatikan Nayla yang mulai berjalan meninggalkan area gudang menuju bangunan utama panti asuhan dengan langkah yang sangat santai dan ringan. Ia merasa ada sesuatu yang hilang saat sosok wanita itu menghilang di balik pintu, namun di sisi lain ia merasa lega karena tidak perlu melihat kemesraan mereka lagi.

Fahmi mulai memegang kaki tangga kayu itu dengan sangat kuat, memberikan pijakan yang stabil agar Bayu bisa memanjat ke atas dengan aman dan tenang. "Hati-hati, Bay. Kayunya sudah agak lapuk, tumpuan kaki lo harus bener-bener pas di setiap anak tangga yang lo injak nanti."

Bayu tidak menjawab, ia hanya mulai menaiki anak tangga satu per satu dengan fokus yang dipaksakan sepenuhnya pada pekerjaan fisik yang ada di depannya. Ia merasakan tangan Fahmi yang kokoh menahan tangga tersebut, sebuah bantuan yang jujur namun terasa sangat pahit bagi egonya yang sedang terluka parah.

Saat sampai di tengah tangga, Bayu sempat menoleh ke bawah dan melihat Fahmi yang sedang menengadah menatapnya dengan pandangan yang sangat percaya diri. Fahmi nampak begitu tulus membantunya, sebuah ketulusan yang justru membuat rasa bersalah dan cemburu di hati Bayu semakin bergejolak menjadi satu.

"Gue nggak boleh kalah dari Fahmi. Gue harus buktiin kalau gue bisa kasih lebih dari sekadar sapu tangan buat Nayla dan panti ini," tekad Bayu dalam hati. Ia terus merayap naik hingga tangannya berhasil meraih pinggiran atap yang terasa sangat kasar dan panas karena mulai terpapar sinar matahari pagi yang terik.

Di atas sana, angin berembus lebih kencang, membawa aroma debu genteng yang sudah sangat tua dan rapuh saat tersentuh oleh ujung jari-jari Bayu. Ia mulai mengamati posisi genteng yang bergeser, menyadari bahwa pekerjaan ini akan memakan waktu jauh lebih lama dari yang ia bayangkan sebelumnya dalam catatan kecilnya.

Fahmi di bawah tetap diam, ia terus menjaga keseimbangan tangga dengan sabar tanpa sedikit pun mengeluh meski debu-debu kecil mulai jatuh menimpa wajah dan pakaiannya. Bayu merasa ada sebuah rasa hormat yang muncul di balik rasa cemburunya, sebuah pengakuan bahwa Fahmi memang pria yang luar biasa hebat dalam menjaga panti ini.

Namun, bayangan senyum Nayla kepada Fahmi tadi kembali melintas di benaknya, membuat Bayu harus memejamkan mata sejenak untuk menenangkan detak jantungnya yang kembali memburu. Ia menarik napas panjang, mencoba menghirup udara pagi yang segar guna membersihkan sisa-sisa emosi negatif yang sempat menguasai akal sehatnya beberapa saat yang lalu.

"Fokus, Bay. Lo di sini buat kerja, bukan buat drama perasaan yang nggak penting," bisik Bayu pada dirinya sendiri sembari mulai menggeser genteng pertama yang nampak miring.

Ia menyadari bahwa setiap genteng yang ia perbaiki adalah satu langkah lebih dekat untuk menebus segala kesalahan masa lalunya terhadap orang-orang yang ada di panti ini.

1
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..

‎🥰🥰🥰
Hary Nengsih
baru baca kayanya bagus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!