NovelToon NovelToon
Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Iblis / Kutukan / Hantu / Tumbal
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Aku tak ingat lagi apa yang terjadi padaku malam itu.

Saat terbangun, tiba-tiba saja diriku sudah berada di dalam sini. Sebuah kurungan berukuran 2x1 meter yang di susun oleh besi-besi, ada gelas air di sudutnya dan sebuah handuk kotor di pegangan pintu. Seperti kandang hamster berukuran manusia.

Tampak putung rokok di meja sana mengepulkan asap. Beberapa pakaian dan surban juga terlihat menggantung di tembok serta puluhan keris berdiri di lemari.

"Tutupi tubuhmu!!" Tiba-tiba seorang kakek tua mengejutkanku dari arah yang lain dengan melemparkan selembar kain jarik.

Aku baru sadar kalau sedari tadi tubuhku sudah tak mengenakan apa pun.

Kemana perginya pakaianku?

Hijabku?

HP ku?

Ya, tuhan.

Apa mereka benar-benar menghabisiku pada malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Klien

"Tapi, Ma. Si Mbah bilang kalau kita harus menjaga dia." mohon Bahlil, ketika sebuah percekcokan terjadi beberapa saat yang lalu, "kita harus rawat dia, di rumah!"

"Halah,  Papa jangan percaya sama dukun-dukun lagi, lah! Toh papa udah aman buat 5 tahun ke depan!" sahut Istrinya yang di panggil Puan itu sambil melempar pandangan kepadaku. "Mama, yakin kalau klien-klien kita terpuaskan sama gadis ini, Papa bakal cepet dapat rekomendasi naik pangkat!"

"Ma, nggak boleh gitu, dong! Kita bisa sampai sekarang ini juga berkat si Mbah!" Sekeras apa pun Bahlil merayu istrinya, tetap saja pintu kerangkengku berhasil terbuka oleh Udin yang sebelumnya sudah diperintahkan oleh Puan.

Aku ditariknya keluar, dibelai, diperiksa dari ujung kepala hingga kaki, kalau-kalau tubuhku ada cacat. Tapi dia tak menemukannya. Dia hanya melempar senyum puas. "Kamu bisa jadi aset kita yang paling mahal. Pintar juga suamiku cari tumbal seperti kamu."

"Ma, Kita cari perempuan lain, Ya! Tolong dengerin Papa, sekali aja!" Bahlil terus memelas. "Kita bakal celaka, Ma. Kalau nekat..."

"Udah, lah. Papa minggir! Mama sulap dia dulu!"

Aku dituntun menuju ke dalam rumahnya. Di sebuah ruangan rias, di depan meja dengan cermin besar aku didudukan. Sedangkan rambutku sibuk ditata oleh wanita berjakun.

"Jeng, tenang ajah. Nanti Yey bakal kaget," ucapnya sambil menghidupkan hairdyer.

"Kalau begitu, saya tinggal urus yang lain dulu, ya."

Begitu kata-kata terakhir itu terucap dan disambut setuju oleh wanita berjakun, Puan menghilang di balik pintu. Kini tinggalah aku dan dia di depan cermin yang menampakan wajah kita berdua.

"Kalau dilihat-lihat, Yey paling muda di antara ikan-ikan yang lain, ya?" ujarnya sambil menangani rambutku.

Entah apa yang dia lakukan, tapi sepertinya ada kotak semir yang sebelumnya dia buka.

"Beruntung, Yey. Udah cantik, masih muda, dadanya montok, bahenol... nggak kayak punya ekeh."

Hening.

Kegiatannya terhenti, dia mundur selangkah dan tiba-tiba,

"Waaargghhhh!!!" Ketika aku melihat cermin, wanita berjakun itu  sudah membuka bajunya, memperlihatkan bongkahan dada yang sebesar bola futsal. Tetapi ada yang mengherankan, banyak bulu-bulu tebal berserakan di sana.

"Ekeh, nyesel. Oprasi habis puluhan juta, eh hasilnya kurang maksimal! Kepengen, dech punya dada putih mulus kayak punya Yey. Huuh, ya ampun."

Dia lempar senyum kecut itu sambil menutup kembali bajunya, sesekali menyibak rambut dengan dua jari lalu kembali menangani rambutku.

"Arrghhh.... Eeeargghh Aiirgghhh.." Aku mencoba merespon tapi tetap saja susah. Entah apa yang terjadi pada suaraku, aku seakan tak bisa melafalkan sesuatu yang ada di dalam pikiranku.

"Ngomong apa sih, ah dasar orang gila! Tapi ekeh seneng, akhirnya di rumah ini ada wanita cantik, bersih, yah setidaknya nggak jorok. Hehehe. Nanananana." ujarnya sambil melantunkan nyanyian sembari merias tubuhku.

Tidak kehabisan akal, karena tidak ada alat untuk menulis di sini, aku pun menatapnya dengan tatapan serius, berharap cara ini berhasil.

Aku menunjuknya pada cermin, begitu pun matanya yang selalu mengamati. Kuminta dia untuk berbalik arah dan dia lakukan itu. Aku menulis beberapa huruf di punggungnya dengan jari. Untungnya dia bisa memahami apa yang kumaksudkan.

"Tolong?" katanya. Alisnya mulai naik. Aku kembali menyuruhnya berbalik dan menuliskan maksudku di punggungnya kemudian menunjuk diriku sendiri.

"Culik?" jeritnya lagi. Kali ini dia sungguh penarasan. "Nggak mungkin! Wanita-wanita di sini itu semuanya gangguan jiwa, dan mereka ditemukan oleh si Bos di jalanan, mereka terlantar dan kelaparan!"

Aku suruh dia berbalik lagi dan belum sempat aku menuliskan kata "Penjahat" tiba-tiba,

...Kkklaaakkk Kkkkloookk...

Puan masuk, ada atasan seksi warna putih dan rok mini warna biru muda di genggamannya, "Yoona, udah selesai, kan? Tolong pakaikan dia setelan ini! Kita mau jemput customer pertama kita." Senyum bangga terpancar di wajahnya.

1
arif didu
sadiiiiiis
arif didu
ndaru kesambet apaan thor
arif didu
sadis si thor
arif didu
gak kebayang gimana bentuknya si nur
arif didu
emg kades bejat
arif didu
mbak kunti jgn2
arif didu
sakti bener mbahnya
arif didu
duh temennya bejat pisan
arif didu
duh bisa kabur ga nur
arif didu
bisa2nya si nur malah basah
arif didu
emg knp si pada benci bgt sama kamis wage
arif didu
panca ga ingat?
arif didu
disini setannya Bahlil kah thor
arif didu
miris bgt nasibmu nur
arif didu
human trafikking
arif didu
perna juga ngalami ini...
arif didu
saking saktinya thor
arif didu
ni si bos gmna si tadi anak bua nya ga boleh nyentuh eh malah Muis suruh main sama nur
arif didu
bener2 ga pnya hati
arif didu
duhh nur km diperawanin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!