Chu Chen, seorang Kaisar Api mati dibunuh oleh kekasihnya hanya karena sebuah Pagoda. Dia ternyata Bereinkarnasi ketubuh seorang pemuda yang memiliki nama sama dengannya. Dengan ingatan dimasa lalu, Chu Chen kembali menapaki jalan kultivasi. Kembali melakukan perjalanan yang penuh dengan tantangan, saat Chu Chen mengira semuanya berjalan lancar. Konspirasi lama muncul kembali, membuatnya harus meningkatkan kekuatan secepat mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 : Menerobos Earthly Yuan
Tubuh Chu Chen perlahan perlahan mengeluarkan Energi Dao Qi, menyelimuti seluruh tubuhnya. Beberapa saat kemudian, didalam Lautan Qi nya. Tubuh Chu Chen perlahan melayang, diatas kepalanya ada Api Surgawi yang sedang mengeluarkan Energi nya dan mengalirkannya kepada Chu Chen.
Saat itu, Chu Chen membuka matanya, berteriak dengan keras. "Patahkan! "
Bammm..
Bammm..
Diluar Lautan Qi, tubuh Chu Chen meledakkan Energi Dao Qi sekitar 2 kali. Membuat seluruh anggota Klan yang melihat hal itu kaget. 2 kali! Artinya Tuan Muda mereka menerobos 2 Tahap dengan mudah, bukankah ini terlalu gila. Mereka saja harus menunggu lama untuk menerobos 1 Tahap saja, sedangkan Tuan Muda mereka malah menerobos 2 Tahap dalam 2 tarikan nafas.
Saat itu, kedua mata Chu Chen perlahan terbuka, dia mengambil nafas pelan. Lalu menghembuskannya kembali, saat ini dia merasakan tubuhnya dapat menyerap Dao Qi Alam yang lebih murni dalam jumlah banyak.
Ini adalah keuntungan setelah memasuki Earthly Yuan, dapat menyerap Dao Qi yang lebih murni. Bagi Chu Chen saat ini, hal terpenting yang harus dia lakukan adalah menguatkan fondasinya. Karena, jika hanya bergantung pada Ranah dan Tahap, semua itu hanya sia-sia.
Dikehidupan sebelumnya, fondasi Chu Chen sudah kokoh karena dia terus berlatih fisik sejak kecil. Sedangkan sekarang, pemilik tubuh sebelumnya hanya berfokus pada kultivasi. Tidak kepada fondasi yang seharusnya sangat penting dalam dunia Praktisi.
Chu Chen berdiri perlahan, memandang seluruh anggota Klan dengan wajah tersenyum bangga. "Selamat, kalian semua naik Tingkat! " Ucapnya memberikan selamat.
"Tuan Muda begitu sungkan! "
"Ya, jika bukan karena Pil buatan Tuan Muda! Kami semua pasti akan sulit untuk mencapai kekuatan saat ini! "
"Tuan Muda memang hebat! "
"Hanya dalam beberapa hari saja sudah mencapai Ranah Earthly Yuan! "
"Dengan begini, akan sangat mudah mengalahkan Lie Bei! "
"Selamat Chu Chen, kau naik ke Ranah Earthly Yuan! " Chu Nan berkata sambil memberikan hormatnya.
"Apa yang kalian katakan, aku hanya beruntung saja! Ini masih awal dari kebangkitan Klan Chu! " Ucap Chu Chen percaya diri. "Aku akan membawa nama Klan Chu hingga ke puncak Dunia Praktisi! " Lanjutnya.
"Hidup Tuan Muda! "
"Hidup Tuan Muda! "
"Hidup Tuan Muda! "
"Hidup Tuan Muda! "
Chu Chen hanya tersenyum mendengar teriakan itu, teriakan tersebut jelas adalah teriakan dari keluarganya sendiri. Dikehidupan sebelumnya, orang-orang hanya memuji dirinya, sedangkan dikehidupan saat ini, anggota keluarganya menaruh harapan besar kepadanya.
Dia menatap kedua orang tuanya silih berganti, lalu berjalan perlahan menuju kedepan mereka. "Ayah, Ibu, besok Chen'er akan pergi kehutan Monster! " Ucap Chu Chen.
Kedua orang tuanya menatap silih berganti, lalu kembali menatap Chu Chen dengan anggukan kepala, tanda mengiyakan dan memperoleh kan putra mereka untuk pergi kehutan Monster.
Hari pun terus berlarut hingga malam hari tiba.
Dikamar Chu Chen, Chu Chen terlihat berada dalam posisi lotus. Dengan kesadarannya yang memasuki lautan Qi, didalam lautan Qi nya sendiri, Chu Chen terlihat sedang memainkan sebuah Pagoda.
"Aku penasaran apakah Pagoda ini memiliki kegunaan? " Gumamnya lirih.
Dia mengeluarkan Api Surgawi nya ditelapak tangan, lalu membakar Pagoda tersebut dengan suhu tinggi. Cahaya Emas yang begitu terang langsung terpancar, membuat kedua mata Chu Chen tertutup karena cahaya emas tersebut begitu menyilaukan.
Saat membuka kedua matanya kembali, Chu Chen dikejutkan dengan Pagoda yang melayang tanpa adanya goresan ataupun rusak sedikitpun.
"Ternyata Pagoda ini begitu keras, bahkan setelah ku bakar dengan Api Surgawi! " Ucapnya terkekeh. Bagaimanapun, Api Surgawi miliknya bukanlah Api biasa.
Sedangkan Pagoda itu hanya terbuat dari sebuah Kayu, bagaimana mungkin sebuah kayu bisa tidak terbakar oleh Api Surgawi miliknya. Hanya ada satu alasan, bahwa kayu tersebut bukanlah kayu biasa. Chu Chen berfikir apakah ini adalah Kayu Duniawi yang sangat langka itu?
Kayu Duniawi adalah Kayu murni yang berdiri selama Jutaan tahun, terkondensasi oleh Energi Dao Qi Alam serta Dao Qi Langit dan Bumi. Kayu tersebut sangatlah kuat dan begitu langka, sangat sulit untuk menemukannya. Bahkan dikehidupan sebelumnya, Chu Chen belum tentu bisa menemukannya jika dia berusaha sangat keras.
Karena Kayu Duniawi memanglah sangat langka, hanya orang-orang tertentu dan berjodoh lah yang mungkin bisa menemukannya.
"Sudahlah, aku akan mencari tahunya nanti. Sekarang harus memperkuat fondasi ku terlebih dahulu! " Ucap Chu Chen lirih.
Diluar lautan Qi, kedua mata Chu Chen terbuka, pemandangan pertama yang dia lihat adalah Kamarnya yang berantakan. Dengan kicauan burung yang merdu serta angin sepoi-sepoi yang masuk kedalam kamarnya melalui jendela dan celah-celah yang ada.
Chu Chen mengambil nafas dalam, ternyata hari sudah berganti menjadi pagi hari. Dia turun dari ranjang, membersihkan kamarnya dalam beberapa menit hingga dia menyelesaikannya.
Chu Chen berjalan menuju depan pintu kamarnya, memegang gagang pintu tersebut lalu menariknya kebelakang. Begitu pintu terbuka, ternyata seorang pemuda yang tidak lain adalah Chu Nan telah menunggunya didepan pintu tersebut.
"Chu Nan, kau ternyata telah menunggu disini! " Ucap Chu Chen sedikit kaget dengan kedatangan Chu Nan yang begitu awal.
"Tentu saja, aku juga ingin melatih fondasiku agar lebih kokoh. Kita akan berjuang bersama-sama dijalan kultivasi, menuju puncak tertinggi bersama! " Kata Chu Nan dengan mimik wajah penuh harap.
Chu Chen tersenyum, dia menepuk pelan pundak Chu Nan dan berkata. "Chu Nan, apakah kau yakin? Dunia Praktisi begitu kejam, yang kau lihat sekarang hanyalah sebagai kecilnya saja! " Ucap Chu Chen menggertak Chu Nan.
Sebenarnya semua orang bisa menjadi apa saja jika dia berusaha dengan keras, namun itu tergantung apakah bakatnya ada dibidang tersebut atau tidak. Jika bakatnya tidak ada disana tapi dia tetap berusaha, itu layaknya dia sedang makan makanan yang dia suka namun tetap dipaksakan hingga habis. Dan akhirnya akan memuntahkan makanan itu kembali.
Chu Nan terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab. "Apakah kau pikir aku takut? Bahkan jika nyawa adalah taruhannya! Aku akan terus maju untuk menjadi yang terkuat! " Katanya penuh percaya diri.
"Bagus, sangat bagus. Itu adalah semangat Klan Chu! Mari kita pergi sekarang! " Ucap Chu Chen senang.
Kediaman Klan Chu..
Halaman depan Klan..
Saat ini seluruh anggota Klan terlihat kembali berkumpul, namun ditempat yang berbeda. Mereka menantikan Tuan Muda mereka yang akan pergi menuju hutan monster, mereka juga ingin ikut. Karena mereka juga ingin meningkatkan fondasi kekuatan mereka terlebih dahulu.
Begitu Chu Chen dan Chu Nan sampai disana, mereka berdua hanya bisa tertawa riang. "Kalian semua bisa ikut, tapi ingat! Jangan pernah jauh dariku, kita harus tetap bersama hingga kembali ke Klan! " Ucap Chu Chen memperingatkan.
"Baik, Tuan Muda! " Ucap seluruh anggota Klan kompak.