Raka Atmadja adalah pewaris tunggal Keluarga Atmadja.
"Ambillah, anggap saja itu ganti rugi dariku atas hilangnya keperawananmu!"
"Dasar Kau pria brengsek!!! Tidak aku sangkah di muka Bumi ini ada pria brengsek seperti dirimu!"
"Kau pikir dengan Uang itu, Kau bisa mengembalikan keperawananku yang sudah Kau nikmati! Tidak akan pernah sebanding dengan uang mu Tuan!!! Jangan berpikir uang Anda bisa membeli segalanya! Anda salah besaaar Tuan!"
"Jangan berteriak di depanku!! Kau pikir kau itu siapa? Kesalahan terletak pada dirimu sendiri. Datang dalam keadaan mabuk ke kamarku lalu membuka seluruh pakaianmu sendiri dan meminta sesuatu yang harusnya nggak akan aku lakukan. Coba Kau berpikir sejenak Pria mana yang akan menolak? Apa lagi saya memang Pria normal yang tertarik dengan lawan jenis. Wajar saya menerima kemauan panas Anda!"
Kisah Raka menemukan sang pujaan hati bernama Eva, saat melakukan one night stand yang membuatnya hamil. Apakah Raka akan menerimanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM19 : BELAJAR
Maaf sedikit Terlambat , buat saudara - saudari yang merayakan Natal .Saya Pribadi , mengucapkan Merry Christmas.
Semoga damai Natal menyertai kita semua. Dan selamat menyongsong Tahun Baru.
---------------------------------
Ting... Tong...
Suara Bel berbunyi. Segerah Eva berdiri dan membuka Pintu. Tidak berpikir siapa yang sepagi itu datang.
" Permisi Bu , saya diperintahkan Pak Raka , mengirim barang - barang ini , kesini. " ucap seorang Pria yang masih terbilang muda. Ada 4 orang Pria yang membawakan semua barang-barang Eva.
Eva melihat sekilas kearah kardus , dia menduga itu yang dimaksud Raka barusan.
" Tolong dibantu Pak , kelantai atas. " ucap Eva , memberikan arah jalan ke Kamar tamu.
Tidak mungkin kan dia tidur di kamar Raka. Meletakkan barangnya di kamar pemilik Apartemen itu.
Raka yang baru siap mandi , melihat Eva yang masih menggunakan piyamanya , menata barang - barangnya. Dia yakin menolak dengan perintah Raka hal yang sangat sia-sia.
Raka pun menghampiri Eva , saat melihatnya terdiam mematung memegang sebingkai Photo. Tampak Jelas , sebutir air mata jatuh diatas kaca bingkai photo itu.
Dilihat Raka dari belakang , tampak seorang Ibu yang masih muda dengan menggandeng anak kecil berambut panjang. Raka yakin itu Eva bersama Ibunya.
Raka menyentuh Bahu Eva. Menyadari kedatangan Raka , Eva buru - buru mengusap air matanya.
" Pak Raka!" ucap Eva.
" Ibu kamu? " Tanyak Raka yang duduk disamping Eva.
Eva mengangguk pelan pertanda iya.
" Sangat cantik. Kecantikannya menurun sama gadis kecilnya. " ucap Raka sambil tersenyum.
" Terimakasih Pak. " ucap Eva , sambil memberikan senyuman kecil.
" Usai kita menikah , ada baiknya kamu perkenalkan saya dengan ibu mertua saya." ucap Raka jujur.
Eva Terdiam , benarkah Raka serius dengan yang barusan dibilangnya. Sudah lama sekali , Eva tidak kembali ke kampung Halamannya , dimana dia dilahirkan dan dibesarkan.
" Serius pak Raka? " ucap Eva senang.
" Saya serius. " Jawab Raka dengan senang juga.
" Terimakasih Pak Raka." ucap Eva dan memberikan pelukan pada Raka.
Raka kaget , karena Eva tidak pernah berani memeluk dia. Tapi Raka membalas pelukan hangat dari Eva itu.
" Baiklah , kamu yakin tidur di kamar ini? " Tanyak Raka melepaskan pelukannya.
" yakin Pak , kamar ini sudah sangat baik untuk saya."
" Baiklah , kamu boleh memakainya. Sebentar lagi , orang yang biasa bersih - bersih kamar akan datang. Minta dia bantu kamu , jangan terlalu lelah. Pikirkan kandungan kamu. Saya hari ini akan kekantor , dan menemui Nenek." ucap Raka beranjak dari kamar Eva. Eva menjadi penurut , dia mengiyakan ucapan Raka.
Tentu saja , Raka menjadi sedikit senang. Karena Eva mulai membuka hatinya. Mengikuti kemauan Raka.
Eva mengikuti Raka dari belakang , tanpa Raka sadari sesudah tiba dilantai bawah.
" Kenapa mengantarkan saya? Naiklah keatas , tunggu saya pulang. " ucap Raka tersenyum melihat gadis polos itu.
" Tidak apa - apa Pak , saya akan belajar dari sekarang. Melayani seorang suami. " ucap Eva sedikit malu.
Raka merasa aneh , begitukah nanti dia jika memiliki seorang Istri , yang menghormati suaminya?
" Baiklah , kalau begitu saya juga akan belajar jadi seorang suami yang baik. " ucap Raka , mendekati Eva dan mencium kening Eva dengan lembut.
Eva tersenyum dengan aksi Raka , bukankah dia Pria yang sangat baik hati? Pikirnya mulai merubah pendapatnya tentang Raka.
Usai mencium kening Eva , Raka memberikan tangannya. Eva mengerti , dia pun menyambut tangan Raka , mencium tangannya.
Raka yang sekarang Tersenyum .Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan , gumamnya dalam hati.
" Saya berangkat ." ucap Raka meninggalkan Apartemennya.
Eva yang merasa hatinya bergejolak , tapi masih di ambang sadar. Melanjutkan menata barang - barangnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
" Nek , saya akan menikahi Eva. " ucap Raka usai rapat , menghadap langsung ke neneknya , dikediaman neneknya.
Lusi tersenyum senang. " Pilihan kamu sudah benar nak. Nenek akan memberitauhkan pada papa dan mama kamu. " ucap Lusi kemudian.
" Baiklah Nek , Raka serahkan sama Nenek semuanya. Karena Raka yakin , papa dan mama lebih percaya pada keputusan nenek. "
" Iya benar begitu , kita akan mempersiapkannya secepat mungkin. " ucap nenek.
" Baiklah Nek , hanya itu yang Raka ingin kasi tauh ke nenek. Sekarang Eva sudah tinggal bersama Raka di Apartemen Nek. Dan sepertinya Eva lebih nyaman di Apartemen , ketimbang Rumah Raka. " ucap Raka lagi ke Nenek yang sangat bangga pada cucunya.
" Baiklah , sudah tugas kamu memilih yang terbaik buat anak dan Istri kamu. Nenek akan memberikan pembantu untuk Eva , selama dia tinggal di Apartemen kamu. "
" Tapi Nek , soal itu akan Raka diskusikan dulu ke Eva. Karena saat ini Eva masi cuti , dia masih berstatus Karyawan di perusahaan Raka Nek. " ucap Raka lagi.
" Begitukah? Eva bisa berhenti setelah dia menjadi Istri kamu. " ucap Nenek dengan senyum.
" Raka tidak mau mengambil keputusan sepihak Nek. Biarlah semua didasari kemaun Eva , dia juga punya hak kan nek? " Tanyak Raka.
Lusi tersenyum mendengarnya. " Nenek sangat bangga sama kamu Raka , semenjak kamu mengenal Eva , kepribadian kamu semakin baik. Eva berdampak baik terhadap diri kamu. Baiklah , soal itu bisa kita diskusikan pada Eva. " ucap Lusi lagi.
" Terimakasih Nek , sudah perduli sama Raka."
Lusi kembali tersenyum , sejak kapan dia pintar mengucapkan itu.
" Tidak usah sungkan nak , kembalilah keApartemen kamu. Kasihan Eva sendiri menunggu. " ucap Lusi.
Raka mendekati neneknya , memberikan ciuman dan mecium tangan neneknya untuk pamit. Dan bergegas untuk pulang .
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Raka tiba di Apartemennya , tidak menekan bellnya , karena masih sore , takut mengganggu Eva pikirnya. Dia pun mengeluarkan Card cadangannya , membuka pintu. Kemudian masuk dan mengganti sepatunya dengan sendal rumahnya.
Saat hendak berjalan , tampak wajah polos Eva yang putih , bersih itu tertidur nyenyak di sofa ruang tamu. Kemudian Raka berjalan menghampiri tubuhnya , dan mengangkat Eva sangat hati - hati keatas. Bukannya ke kamar tamu , Raka membawaknya kekamarnya. Meletakkan tubuhnya diatas Ranjang , dan menyelimuti tubuh mungilnya.
Tatapa Raka seolah merasakan perasaan Eva. Sungguh diluar nalarnya , gadis cantik itu akan menjadi Istrinya. Membelai lembut rambutnya , merapikannya dibalik kuping Eva. Sungguh pemandangan Indah pikirnya.
Raka beranjak kekamar mandi , dan membersihkan tubuhnya. Lalu perutnya terasa sangat lapar. Habis mandi dia turun kebawah dan kedapur. Di lihatnya ada tudung saji diatas meja. Biasanya tidak pernah , karena bibik yang mengurus rumah itu mendapat perintah Raka hanya memasak makanannya di pagi hari. Karena jarang sore dia dirumah.
Raka berpikir pasti Evalah yang mempersiapkannya.
Dibukanya tudung saji itu , dua macam menu sudah terhidang bersama buah , sisa dari belanjaan Raka kemarin.
Ada Kangkung belacan dan Ikan ditauco. Benaran masakan rumahan pikir Raka. Raka pun duduk , mengambil nasi serta lauk pauknya.
" Sungguh enak! seperti masakan mama." ucap Raka.
" Pak Raka." ucap Eva dari balik tubuhnya.
Tampak wajah Eva yang baru bangun dengan rambut yang masih berantakan.
" Iya ? kamu mengagetkan saya." ucap Raka kemudian memberikan isyarat agar Eva duduk didepannya.
" Maaf Pak Raka , saya ketiduran." ucap Eva.
" Tidak masalah. Apa kamu yang memasaknya? "
Eva mengangukkan kepalanya.
" Apa kamu tidak lelah? "
" Tidak pak , saya hanya ingin mempersiapkannya untuk Pak Raka. " ucap Eva.
" Terimakasih. Tapi ingat kamu jangan terlalu lelah. Dan jangan paksakan diri kamu." ucap Raka lagi.
" Tidak pak , saya sudah terbiasa." ucap Eva.
" Kamu sudah makan? "
" Belum Pak , tadinya saya masih kenyang , sekarang lapar. " ucap Eva tersenyum.
Raka pun mengambil piring , dan menyendokkan nasi ke piring Eva.
" Makanlah , kasihan anak kita jika mamanya kelaparan."
Eva yang mendengar kata Anak kita , menjadi Terharu. Dia pun langsung menyantap makanannya dengan bersukacita.
_______ BERSAMBUNG______
Mohon dukungan vote dan like nya ya kakak semuanya. Caranya Klik VOTE pada bagian bawah deskripsi sinopsis
NoveL ya. Vote bisa menggunakan poin atau koin.
Terima kasih untuk dukungannya ❤😍😍
👍👍🙏