"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.
Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"
"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 4
Pagi harinya Yuki kesiangan.
Cringg----
“Hmm.”
“Apaa!! Aku harus bersiap.”ucap Yuke dengan tergesa-gesa.
Yuki berlari dengan membawa roti krim sebagai sarapannya, tetapi di tengah jalan Yuki menabrak seseorang.
Brukk
“Ah..maaf.”yuki menundukkan kepalanya
“Ya. Tidak apa apa.”“Eh?...Yuki?.”
Dan ternyata orang itu ternyata kinta yang kesiangan.
“Ah kinta, ayo cepat atau kita akan di hukum!.”Ucap Yuki sambil berlari memegang tangan kinta.
Mereka berdua menuju sekolah, tetapi sesampainya di sekolah ternyata mereka telat dan di hukum guru untuk berdiri di luar kelas sampai pelajaran kedua.
Suasananya jadi canggung dan mereka berdua saling berdiam diri, tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Setelah pelajaran pertama selesai mereka berdua masuk ke kelas dan memulai pelajaran selanjutnya.
Waktu berlalu, bel istirahat berbunyi dan semua orang yang di kelas menuju kantin, meninggalkan Yuki dan kinta berduaan di kelas.
“kinta.”
“yuki.”
Mereka berdua bicara bersamaan secara tidak disengaja.
“Maaf~.”ucap Yuki dan kinta.
“Yuki kenapa kamu terlambat?.”kinta mencoba mencairkan suasana.
"Aku-semalam tidak bisa tidur" ucap Yuki dengan nada lembut.
“Ah kita sama, Aku juga tadi malam tidak bisa tidur.”
“Kinta... Kamu mau ke kantin bersama aku?.”ucap Yuki dengan menatap wajah kinta.
“A-Ayo.”
Yuki dan kinta berjalan berdua menuju kantin. Mereka berdua di lihat beberapa orang yang di kantin ada juga yang berbisik tentang mereka berdua kalau mereka sangat cocok.
Setelah makan di kantin bel pelajaran selanjutnya berbunyi dan mereka semua menuju kelas.
Sore harinya Yuki dan kinta pulang bersama.
“Anu yuki.”Ucap kinta dengan malu “Apa kamu mau ke pantai sebentar?.”
“Emm~Okei.”
Sesampainya di tepi pantai.
“Pemandangan nya sangat indah.”Ucap Yuki sambil menatap ke arah laut.
“Hahaha...Iya sangat indah.”Ucap kinta sambil menatap Yuki, kecantikan dan keindahan rambut Yuki membuat kinta tersanjung. “Cantik.”
“Apa tadi kamu bilang sesuatu kinta?.”
“Aku bilang laut nya indah.”
Tiba tiba seseorang menyapa dari belakang mereka.
“Yuki!.”
Yuki dan kinta menoleh melihat seseorang yang memanggil Yuki, betapa kaget nya Yuki ketik melihat seseorang itu ternyata adalah kakaknya.
“Kakak?.”ucap Yuki
“Ciee kalian sedang kencan?.”ucap kakak Yuki dengan nada meledek.
“BUKANNN!!.”Yuki berteriak ke kakaknya
“Perkenalkan aku kinta teman sekelas yuki.”
“Eh? Tunggu...Bukan kah kamu adalah teman masa kecil nya Yuki?.”
“Tunggu..Apa maksud kakak?.”ucap Yuki dengan penuh pertanyaan.
“Kalian dulu sering bersama sampai pada saat itu adikku pergi bersama ku.”kakak Yuki mulai bercerita.
Jawaban tersebut membuat Yuki dan kinta terdiam, tidak bisa berkata apa apa.
“Ahh ayo pulang ibu sudah menunggumu yuki.”ucap kakak Yuki sambil berjalan menuju ke mobil bersama Yuki dan kinta.
kakak Yuki mengantarkan kinta dekat rumah.
“Terima kasih kak.”ucap kinta.
“Selamat malam kinta.”
malam harinya Yuki dan kinta masih memikirkan apa yang kakaknya Yuki bilang, kalau mereka berdua adalah teman masa kecil.
Kinta
“Kalau yang dibilang nya benar, berarti Yuki adalah...”
Yuki
“Jadi selama ini kinta adalah....”
Mereka berdua rebahan dan di dalam pikiran mereka berkata:
“Jadi kinta adalah orang yang dulu pernah aku CINTAI.”Ucap Yuki
“Jadi Yuki adalah seseorang yang selama ini aku TUNGGU?."
pagi hari yang cerah di hari Minggu, Yuki dan ayase (kakaknya Yuki) sedang berbelanja di supermarket untuk belanja bahan untuk membuat omuraice.
“Yuki kamu sudah mempunyai teman berapa.”ucap ayase dengan wajah yang serius.
“Aku cuman berteman dengan kinta.”ucap Yuki dengan nada pelan.
“Huhh kamu masih seperti dulu....”
“Anu kak... Boleh mampir beli sesuatu dulu sebelum pulang?.”
“iya boleh.”
Yuki dan ayase membeli telur dan lain lain, setelah selesai membeli bahan bahan ayase dan Yuki langsung ke toko yang Yuki bilang.
“Toko roti?.”ucap ayase.
“Ayo masuk.”Dengan semangat Yuki masuk ke toko roti tersebut.
“permisi.”
“Selamat datang...Kakak dan yuki.”ucap kinta
“Oh pantas tadi Yuki bersemangat untuk masuk kesini.”gungam ayase dengan tersenyum kecil ke arah Yuki.
Yuki memukuli pundak kakak nya berulang kali.
“Heee totalnya 95 yen”ucap kinta yang berusaha bersikap normal.
Sehabis membeli roti di toko nya kinta, sebelum pulang ayase mengajak Yuki membeli handphone untuk berkomunikasi.
Sesudah membeli handphone mereka pulang.
Dan pada malam harinya Yuki setelah makan langsung menuju ke kamar sambil memegang handphone pemberian kakak nya...
“Sekarang Aku bisa mengabari kinta walaupun dari rumah....”Ucap Yuki dengan semangat.
Ayase memanggil Yuki kebawah.
“Yuki ayo kita begadang liat film.”
Yuki turun dan menghampiri Ayase, dan ternyata ayase sudah menyiapkan cemilan untuk begadang melihat film bersama Yuki.
“Kak mau lihat film apa?.” penasaran dengan apa yang akan di liat.
Dan ayase sudah menyiapkan 3 film horor dan romantis untuk dilihat, film horor pertama.
“Aaaa.”yuki ketakutan.
“Hahaha.”ayase tertawa kecil karena Yuki yang ketakutan dan memutuskan untuk menakut-nakuti. “Yuki hati hati kalau kamu tidur sendirian.....”merubah wajah nya menjadi menyeramkan.
“Kakakk!!!.”Yuki sangat ketakutan dan mematikan tv. “Hmm romantis....”Yuki memasukan film romantis dan melihatnya bersama ayase.
“Apa kamu sudah pernah berc1uman?.'' ucap ayase sambil sedikit m4buk karena meminum.
“C1uman pertama.....”Yuki memegang bibirnya.
Mereka berdua melanjutkan menonton film sampai keduanya tertidur dengan lelap.