Hidup memang sulit tapi aku tak pernah membayangkan hidupku hancur di tangan duda tak berhati
aku telah kehilangan kebahagiaanku setelah terjerumus ke dalam neraka milik duda beranak dua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JERE
Pernikahan yang tidak kusangka-sangka akhirnya ada didepan mataku.
subuh-subuh sekali beberapa orang datang ke apartemen dan mengatakan jika mereka dari tim organizer yang telah mengurusi pernikahanku, katanya mereka datang untuk membantuku mempersiapkan diri sebagai seorang mempelai wanita.
awalnya hal ini tentu saja membuatku binggung karena tidak mengerti apa - apa hingga telpon dari dimas tapi dia berkata
"diam dan biarkan mereka berkerja" hanya kalimat itu yang dia ucapka lalu seketika telpon dimatikan begitu saja.
jujur ada rasa bahagia juga kesal pada dimas namun tampa sadar aku sudah tersenyum begitu bahagianya karena hari ini tidak pernah kubayangkan akan terjadi dalam hidupku.
Dimas ternyata mempersiapkan pernikahan kami tanpa sepengetahuanku dengan sangat menakjubkan dan dengan waktu yang singkat.
ketika meminta dinikahi aku hanya berpikir jika kami layaknya pernikahan siri yang sah secara agama namun tidak terdaftar pada lembaga hukum tetapi ternyata perkiraanku salah.
pernikahan kami dirancang akan dilaksanakan dengan sangat megah meriah, banyak tamu undangan dan jangan lupakan tatanan bunga-bunga segar layaknya pernikahan yang begitu didambakan setiap wanita.
Semua berjalan dengan sempurna ketika aku telah didandani dan telah menggunakan gaun pernikahan yang begitu bagus juga terlihat mahal karena ditaburi banyak berlian hingga semakin indah saat terkena sinar matahari, kuperhatikan wajahku hingga seluruh tubuhku dicermin, betapa cantik wanita itu, wajahnya dilapisi make up tipis namun semakin menambah kecantikan dan semakin terlihat anggun, senyuman juga raut kebahagiaan semakin menambah nilai kecantikan sang wanita dalam cermin.
aku sempat terkesima sehingga melupakan jika wanita dalam cermin itu adalah AKU. kuangkat tangan dan merabah wajahku untuk meyakinkan diri jika benar wanita cantik itu aku.
belum puas aku menikmati power of make up tiba-tiba terdengar suara twins yang menanggis secara bersamaan dengan suara yang sangat keras.
hal itu tentu saja menarikku kealam sadar jika aku memiliki twins, aku segera berbalik dan segera menuju twins yang ternyata baru terbagun dari mimpi indahnya sejak semalam.
menyadari itu aku juga baru tersadar jika twins tidak dalam keadaan siap untuk merayakan pesta pernikahanku hal itu tentu saja membuatku kehilangan senyum setelah menerima kejutan dari dimas.
aku begitu terpesona akan perlakuan dimas tapi melupakan keberadaan twins, huhh ya lord hampuni rakyat jelata ini yang begitu terpesona dengan semua kekayaanmu, aku sangat terpukul ketika tahu dimas tidak memasukkan twins dalam daftar tamu dan dirinya tidak menyiapkan apa - apa untuk my twins.
hal ini sempat membuatku menanggis dan membuat orang yang mendandaniku frustasi karena harus mengulang pekerjaannya dari awal lagi.
Dengan terburu - buru aku menghubungi hendra dan memintanya mencarikan twins pakaian yang cocok, mengundang mereka kepernikahanku yang serba dadakan ini, serta meminta orang tuaku juga keluarga hendra menjadi saksi dari pernikahanku.
hendra sempat tidak percaya dan mengira aku prank namun setelah vidio call dengannya, membuatku harus menerima sumpah serapah dari hendra karena dirinya menggangap aku teledor dan dirinya baru dilanda rasa panik sama seperti yang kurasaka saat ini. dia berkata
"kau goblok, mentang-mentang bisa menikah kau melupakan alasanmu untuk menikah"
"iya hend aku khilaf sekarang bantu aku ya" kataku panik sambil kalang kabut melepaskan baju twins.
"ini masih sangat pagi gila, toko mana yang buka jam segini?" jeritnya padaku.
"hiks hiks hendr bukan waktunya menasehatiku yang jelas cari cara agar mereka bisa siap untuk dibawa tolong"
"kau memang menyusahkan awas saja kau"
"hendra cepatttt" jeritku
"kau gila"
"iya iya aku gila tapi tolong aku" rayuku manja
"aisss" katanya lalu tanpa sepengetahunku telpon berakhir begitu saja.
semua pernak-pernik itu dengan buru-buru kulepas hingga time organize itu mau menanggis melihat kelakuanku yang membuat mereka harus bekerja sekali lagi tapi aku tidak peduli.
kumandikan twins tidak lupa menyuapi mereka dan untungnya hendra dan keluarganya tiba sebelum jam sembilan tepat. bertepatan ketika aku sekali lagi benar - benar siap untuk berangkat.
dengan adanya hendra dan keluarganya sangat membantuku untuk menggurusi twins dengan secepat mungkin, dan untungnya pakaian yang hendra beli sangat pas untuk twins.
Orang tuaku datang tepat saat kami akan kegedung tempat acara akan diadakan dan orang - orang yang tidak kukenali ini kini telah mengarahkan kami ke salah satu hotel ternama di jakarta.
tidak butuh waktu lama kini kami telah tiba di ruangan khusus disiapkan untukku, sembari menunggu ijab kabul di laksanakan, dan baru diiring menemui dimas setelah ucapan SAH menggema memenuhi ruangan yang tak seberapa ini namun cukup menampung para undangan yang di isi dari keluarga dekat dimas juga keluargaku dan hendra yang menjadi wali dan saksi dari pihak perempuan.
Dimas mempersiapkan pernikahan kami dengan saat meriah, ada banyak orang yang bekerja dalam membantu kelancaran pernikahan ini, walaupun aku tak mengenal mereka tapi mereka telah mengerjakan tugasnya dengan sangat baik.
ijab qabul telah dilaksanakan dan akan dilanjutkan resepsi di luar ruangan dengan tema garden party, hal ini membuatku sangat terkesima.
siapa yang biasa menyangka permintaan bodohku pada dimas dikabulkan begitu saja?.
di bab bab tertentu ak sampe nangis baca nya ini ak bingung ak yg menjiwai buku ya atau terlalu drama wkww
pokok nya karya ini punya keunikan tersendiri semangat Thor:)
eh pas aku buka novelnya ... ternyata judul setiap bab nya bikin ngakak.
padahal belum baca, bisa aja Akak authornya