Memilih hidup berpetualang karena ingin melupakan cinta masa lalunya yang kelam, justru membuat Grey Stone Robert menemukan cinta baru di sebuah penginapan yang bernama 'OZ INN' ketika dirinya ingin mendaki bersama teman temannya.
Bagaimana kisah cinta Grey Stone Robert dan seorang gadis bernama Ozira Olsen -- yang tak lain adalah pemilik penginapan OZ itu?
Yuuk simak ceritanya ...
FOLLOW INSTAGRAM @zarin.violetta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Oz inn 19
Malam itu, Grey mendapat kabar buruk mendadak dan membuatnya harus pergi dari penginapan lebih cepat dari jadwal.
Tom dan Toby pun ikut pulang juga karena mereka berangkat dengan satu mobil.
Bahkan Grey tak sempat pamit pada Ozira karena ia tak ingin mengganggu tidur gadis itu.
Jadi Grey hanya berpamitan pada Marco saja yang ketika itu masih membereskan sisa api unggun.
"Sebenarnya ada apa, Grey?" tanya Tom.
"Elsa dan Birdie kecelakaan. Kondisi Birdie lumayan parah," jawab Grey.
"Elsa yang meneleponmu?" tanya Tom.
"Hmm," jawab Grey sambil menyetir.
"Grey, seharusnya kau tak mendatangi mereka," ucap Tom.
"Birdie juga teman kita, Tom," sahut Grey.
"Mereka menghianatimu, Grey," ucap Tom.
"Hubungan mereka juga karena salahku. Aku terlalu sering membuat Elsa menunggu hingga celah itu terbuka lebar dan Birdie selalu mendampingi Elsa. Aku tak menyalahkannya karena itu," jawab Grey berusaha berpikir bijaksana.
"Bagaimana keadaannya, Grey?" tanya Toby yang duduk di bangku belakang.
"Dia masih di meja operasi dan Elsa keguguran," jawab Grey lirih.
"Oh God ... Semoga kondisi Birdie tak terlalu parah," sahut Toby.
"Bagaimana jika Birdie meninggal? Apa kau akan kembali pada Elsa?" tanya Tom.
"Hei, kau gila? Jangan menyumpahi Birdie yang tidak-tidak," sahut Grey.
"Elsa masih menyukaimu, Grey. Dan aku tak suka dengan sikap plin-plannya yang seakan mempermainkan kalian berdua. Pertemanan kita dan Birdie hancur karena Elsa," sahut Tom yang sebenarnya masih sangat marah pada Elsa.
Grey tak menjawab dan fokus menyetir.
"Tapi kita tak bisa mengabaikan Birdie karena hal ini, Tom," sahut Toby menengahi.
"Semoga saja tak ada drama lagi di antara kalian karena hal ini," ucap Tom pada Grey.
Grey sebenarnya masih separuh hati ketika berpisah dengan Elsa karena hubungan mereka terjalin cukup lama. Tapi ia tak bisa menerima penghianatan Elsa yang bermain belakang dengan temannya sendiri
Tapi lambat laun, Grey berusaha bersikap dewasa dan bijaksana bahwa semua yang terjadi juga tak luput dari kesalahannya yang membiarkan celah itu ada. Meskipun sebenarnya itu menguji kesetiaan setiap pasangan dan Elsa tak lulus dalam ujian itu.
Kini Grey sudah berdamai dengan keadaan dan lebih hati-hati dalam menjalin hubungan dengan seorang wanita, termasuk Ozira yang baru-baru ini sepertinya sudah mulai mengisi relung hatinya yang kosong.
Grey akan kembali ke penginapan setelah urusannya selesai dan mengajak Ozira ke New York sesuai dengan kesepakatan mereka kemarin.
*
*
Ozira tampak tak melihat Grey dan kedua temannya pagi itu ketika dirinya baru saja turun dari kamarnya. Ozira pergi ke dapur dan melihat Bianca tak menyiapkan banyak makanan untuk sarapan pagi seperti biasanya.
"Mengapa penginapan ini sepi? Apakah mereka sudah pulang, Bi?" tanya Ozira.
"Rombongan Alan sudah pulang tadi pagi sesuai jadwal. Sedangkan Tuan Grey dan kedua temannya sudah pulang semalam jam dua dini hari karena Tuan Grey ada urusan mendadak," jawab Ozira.
"Dia tak pamit padaku?" tanya Ozira.
"Kata Marco, Tuan Grey akan kembali kemari untuk menjemputmu setelah urusannya selesai," sahut Bianca.
"Oh begitu, oke," jawab Ozira dan kemudian duduk di meja makan minimalis yang ada di dapur.
Lalu Bianca memanggil beberapa pegawai yang lain untuk makan bersama.
"Nanti siang ada pendaki yang akan datang, Bi. Mereka sudah reservasi sebelumnya dan berjumlah sepuluh orang. Siapkan makanan karena mereka sudah membayar uang mukanya dan mereka hanya satu hari saja di sini," ucap Ozira.
"Baik, Sayang," sahut Bianca dan mereka pun makan pagi bersama seperti biasa.