NovelToon NovelToon
Status Janda, Rekening Miliaran

Status Janda, Rekening Miliaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yance 2631

Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkenalan

Malam ini Hanin dan Amel pergi pesta ulang-tahun salah satu teman Amel, dengan menggunakan motor maticnya mereka tiba di sebuah hotel mewah di kawasan Dago Pakar, setelah menempuh 1 jam perjalanan.

Hanin memarkirkan motornya di lobby bawah hotel, Amel kemudian mengajak Hanin menemui temannya yang berulang-tahun lalu memperkenalkan Hanin kepada teman-temannya yang sedang berkumpul,

Teman Amel yang berulang tahun ini bernama Indri, Indri adalah seorang blasteran.. ibunya adalah warga negara Indonesia, dan ayahnya seorang warga Qatar, timur tengah.

Setelah berkenalan dengan Indri dan kedua orang tuanya, Amel dan Hanin tampak mengambil minuman di salah satu stand,

Dari kejauhan datang seorang pria berwajah timur tengah yang sangat tampan, tubuhnya tinggi besar, ia memakai pakaian khasnya jubah panjang longgar berwarna putih atau Thawb serta memakai penutup kepala yang di ikat atau Ghutra ia terlihat berjalan ke arah Hanin..

"Assalamualaikum, Ukhti.. boleh saya berkenalan?" tanya pria itu sambil menangkupkan kedua tangannya di dada.

"Mbak, mbah Hanin.. itu di tanya sama dia" ujar Amel yang melihat Hanin seperti mematung.

"Oh, boleh.. boleh.." ujar Hanin sambil menundukkan kepalanya, Hanin seperti terhipnotis dengan ketampanan pria di hadapannya.

Pria tadi pun kembali menangkupkan kedua tangannya, dan tidak bersalaman dengan Hanin, "Kenalkan.. namaku Salman, Salman Al Farisi, aku adik bungsu dari papanya Indri, nama kamu siapa?" tanya Salman dengan bahasa indonesia yang belum terlihat lancar.

"Namaku Hanin, Hanin Kirana.. dan ini temannya Indri, namanya Amel" ujar Hanin sambil menunjuk ke arah Amel.

Mereka bertiga pun berbincang hangat, Salman diketahui mempunyai usaha batu bara di Qatar, tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 22:00 malam, Amel dan Hanin pun berpamitan kepada Indri dan kedua orang tuanya.

Hanin dan Amel juga berpamitan pada Salman setelah mereka saling bertukar nomor Hp, ada yang berbeda malam itu.. saat Hanin meninggalkan pesta ulang tahun.

Malam ini Hanin tampak masih merenung di kamarnya, dia begitu terpesona dengan ketampanan 'Salman' .. yang menurutnya luar biasa, wajah Salman tampan khas laki-laki timur tengah.

Hanin pun sadar dari lamunannya,

"Astagfirullah hal adzim.. ya Allah, ampuni hambamu ini yang mengagumi ketampanan mahlukMu ya rabb, kok dia bisa setampan itu ya rabb.." gumam Hanin, sambil memejamkan matanya.

Hanin berusaha untuk tidur, matanya mulai terpejam.. tapi tiba-tiba bunyi notifikasi pesan di ponsel membuatnya terbangun, dengan mata yang berat terlihat nama Salman mengirim pesan padanya,

Salman : Selamat malam tuan putri, apakah tuan putri Hanin Kirana sudah sampai?

Hanin : Malam juga kak Salman, alhamdulillah.. saya baru sampai dan selamat di rumah.

Salman : Alhamdulillah.. ,saya bahagia mendengarnya Hanin, well selamat tidur ya semoga mimpi indah, good night.

Hanin : Terima kasih kak Salman, doa yang sama buat kakak.

Chat selesai.

POV SALMAN / SALMAN AL FARISI

Namaku Salman Al Farisi, saat ini aku berusia 33 tahun, aku masih bujangan, aku mempunyai usaha di bidang batubara dan penambangan di Qatar dan sebagian berada di lepas pantai (lepas laut) seperti minyak dan gas di ladang Al Shaheen dan Id El Shargi.

Aku sebenarnya sudah mengajukan ijin untuk usaha di Indonesia demi mengurangi pengangguran di negeri ini.

Awalnya aku dibawa ke Indonesia oleh kakak laki-lakiku hanya untuk berwisata atau travelling, tanpa sengaja aku sangat menyukai dengan keramahtamahan penduduknya.

Walau pun hanya 2 bulan tinggal di Bandung aku sedikit-sedikit belajar dan mengerti bahasa Indonesia dari keponakanku Indri, bahkan saat kembali ke Qatar aku selalu ingat alam Indonesia ini dengan warganya yang humble.

Hingga pada suatu hari, aku terpikir untuk memiliki istri orang Indonesia, karena itu aku berusaha membuka perusahaan batubara di sini.

Kota Bandung ini sangat membuatku nyaman, udaranya yang dingin membuatku menjadi betah dan ingin tinggal lebih lama lagi.. hingga malam itu saat keponakanku berulang tahun, aku melihat seorang wanita yang menarik perhatianku.

Aku pun memberanikan diri berkenalan dengan wanita itu, namanya.. 'Hanin Kirana', dia seorang pengusaha kosmetik, tapi sayang waktu kami berbincang terbatas oleh waktu.

Ada semacam perasaan aneh saat menatap mata perempuan itu, karena sebelumnya kami sudah bertukar nomor telpon aku memberanikan diri untuk mengirim pesan pertama padanya malam itu dan dia pun merespon baik.

Waktu pun berganti pagi, setelah sholat subuh aku mengirim pesan kepada Hanin.

Salman : Assalamualaikum ya jameela (cantik), apa kamu sudah bangun?

Hanin : Waalaikumsalam kak Salman, aku sudah bangun sejak tadi, baru selesai sholat subuh, aku lagi baca Al Qur'an sekarang.

Salman : Masya Allah, kamu rajin sekali.. apa kamu ada waktu siang ini ya jameela..

Hanin : Jam berapa kak?, atau gimana kalau kak Salman ke rukoku aja sekalian lihat usahaku mungkin..

Salman : Well, okay.. ba'da dzuhur aku kesana nanti shareloc lokasimu ya cantik, sekalian kita makan siang.

Hanin : Okay, sudah dulu ya kak..

(percakapan selesai).

Setelah selesai kami berkomunikasi lewat pesan, entah kenapa aku merasa bahagia, Hanin mau menerimaku sebagai teman.

"Mm, seandainya Hanin mau menerimaku lebih dari teman pastinya aku lebih bahagia, aku memang menyukainya sejak pandangan pertama malam itu, biarlah masalah ini aku tanyakan pada Allah saja" gumamku.

Tepat sebelum waktu suruk, aku sholat istikharoh memohon petunjuk, aku mengangkat tanganku dan berdoa..

"Ya Allah, ya Rahman ya Rohim, sungguh Engkau Maha Melihat, Engkau mengetahui yang terbaik untukku, ya rabb.. aku sedang menyukai, mencintai seorang akhwat Hanin Kirana namanya ya rabb jika Hanin adalah jodohku menurut ilmuMu yang Maha Luas, dia baik untukku, untuk agamaku, kehidupan dunia dan akhiratku maka dekatlah dia padaku ya rabb..

tapi jika dia bukan jodohku menurut ilmuMu yang Maha Luas maka gantikanlah dia dengan yang lebih baik untukku ya rabb.. Sesungguhnya Engkau tahu yang terbaik untukku, Aamiin.

Robbana wa taqobal du'aa.. "gumamku dalam doa, lalu aku bersholawat kepada Baginda Rasulullah.

 ------

Tanpa terasa waktu dzuhur pun tiba, setelah sholat aku pun pergi keluar untuk bertemu dengan Hanin dengan di antar sopir kakakku, setelah 1 jam perjalanan aku sampai di sebuah Ruko lantai 3 yang berlogo besar huruf 'HK' di sebuah jalan bernama Karapitan,

Tampak ramai sekali orang berbelanja di lobby bawah ruko, "Selamat siang.. ibu Haninnya ada?" tanyaku pada seorang perempuan muda.

"Oh, ada pak.. maaf dari siapa?" tanya perempuan tadi. "Salman .."ujarku singkat. Perempuan itu mengangguk.

Hanin tampak terlihat turun dari lantai 2, cara berjalannya elegan, dia cantik sekali dengan riasan tipis di wajahnya,

"Assalamualaikum kak.. "sapanya padaku, "Waalaikumsalam Hanin, cantik.. "ujarku, lalu Hanin mengajakku masuk dan duduk di ruang tamu yang sangat nyaman.

"Mau minum kopi kak?" ujar Hanin dengan senyumnya yang buat hatiku berdebar entah kenapa. "Mm, boleh Han.. syukran" ujarku sambil memperhatikan ruang tamu yang cukup cozy dan asri dengan nuansa taman di dalamnya.

"Han, ramai sekali ya customer kamu.. produknya apa saja." tanyaku. "Produk kosmetik wanita, tapi buat pria juga ada kok, skincare, serum wajah, perawatan tubuh, cream pemutih wajah.. banyak kak jenisnya" ujar Hanin.

Pesona Hanin sangat membuatku kagum, dia begitu humble dengan pegawainya, Hanin juga bercerita bahwa bisnisnya ini dulu hanya bermodalkan uang 300 ribu..

Aku salut dan sangat respect dengan usaha yang dibangunnya ini dari nol hingga menjadi seperti sekarang ini, tidak hanya untuk menghidupi dirinya sendiri, tapi juga bisa menghidupi orang lain yang bekerja dengannya.

Hanin juga berterus terang padaku, bahwa dia hanya seorang janda yang di ceraikan oleh suaminya karena selalu di bully

"Han, kita makan siang di luar.. kamu boleh pilih restonya karena aku belum hapal betul Bandung, 'ana asf jidana.. "ujarku yang kadang masih spontan menggunakan bahasa arab.

Wajah Hanin berubah menjadi semu pink setiap kali melihat Salman tersenyum, ia lalu pergi ke lantai 2 rukonya.

"Ada apa sih dengan senyumku ini?" gumamku dalam hati.

Di mobil kami berbincang hangat, Hanin juga menceritakan padaku jika dia baru membeli sebuah mobil tapi karena belum begitu bisa mengendarainya.. ia tetap memakai skuter maticnya kemana pun,

Hanin memperlihatkan foto mobil yang dibelinya beberapa hari lalu,

"Mm, Masya Allah.. Han, ini mobil berkelas kalau tidak salah MB S400 Luxury saya pikir kamu harus bisa segera menyetir" ujarku. Hanin pun mengangguk.

"Mm, iya kak.. insya Allah, nantilah kalau ada waktu, aku sibuk sekali di ruko" ujar Hanin.

Kami pun akhirnya sampai di sebuah resto yang ada di jalan Diponegoro, sebuah bangunan klasik peninggalan Belanda bernama Plataran.. tepat di depan Gedung Sate.

1
Dwi Agustina
Bagus Nin👍biar kapok👍👍👍
Dwi Agustina
Segala sesuatu yg berawal dr kebohongan akan menuai hasil yg tdk baik😁
Dwi Agustina
Amit2 ada y perempuan kyk Sita😅
Dwi Agustina
Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!