Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ISTRI CEO
Sebelum pukul enam tiga puluh, Desri sudah rapi dengan pakaian kantornya yang sopan.
Desri hari itu bangun lebih awal dari biasanya. Dia tetap menyiapkan sarapan untuk Arkhan, meski suaminya itu entah menganggap dirinya seorang istri atau tidak. Karena dia tahu Arkhan sudah terbiasa dengan masakan dirinya, dan hal itu sudah cukup membahagiakan baginya.
"Apa Nona telah siap?" Endro menghampiri Desri ke kamar Yuni. Semenjak menikah, Desri memang hanya tidur di kamar Yuni. Dan itu pun Yuni yang memaksa dan merengek agar Desri mau menemaninya.
"Sudah, End..." Sahut Desri berlalu meninggalkan kamar Yuni, lalu ia mengikuti langkah kaki Endro dari belakang.
"Kakaaaak.... Tungguuuu..." Panggil Yuni sedikit berteriak. Dia baru saja terbangun dari tidurnya.
Desri dan Endro menghentikan langkahnya sambil menoleh ke belakang.
"Ada apa, Yun?"
Yuni berlari kecil dan memeluk kakak iparnya itu. "Kakak pagi-pagi udah rapi gini, mau kemana?" Tanya Yuni seraya mulai mengendurkan pelukannya. Dia menatap tubuh Desri dari bawah hingga ke atas. Rambut Desri yang panjang dibiarkannya tergerai. Hanya sedikit poni sampingnya yang dijepit agar terlihat rapi. Hal itu membuat Yuni terheran-heran.
"Kata Endro, kakak harus ke kantor... Kakak juga belum tahu pasti, Sayang... Tadi kakak udah bikin sarapan. Sebelum berangkat kuliah, jangan lupa sarapan dulu, ya... Kakak pamit." Ujar Desri sambil mengecup kening adik iparnya itu.
Yuni hanya mengangguk dengan bibir mengerucut manja.
****
Ghani Group (pusat)
Semua karyawan kantor pusat telah berbaris rapi. Dua baris berjajar dengan mengosongkan tengah-tengahnya agar bisa dilalui CEO.
Mereka telah mendengar informasi, bahwa istri CEO perusahaan akan datang hari itu.
Di luar kantor, tepat di depan pintu masuk, sang sopir menghentikan mobil mewah yang menumpangi Desri. Endro turun dari bangku depan sebelah kemudi, dan kemudian ia berlari kecil membukakan pintu untuk Desri. Setelah mereka keluar, sang sopir kembali melajukan mobilnya meninggalkan mereka disana.
"Mari ikut saya, Nona..." Ajak Endro seraya berjalan terlebih dahulu dan segera diikuti Desri.
Ketika mereka memasuki kantor, tampak karyawan yang telah berbaris tadi melihat kearahnya dengan tatapan wajah kebingungan. Bagaimana tidak? Mereka diminta untuk menyambut istri CEO, tapi malah Desri yang mantan pegawai rendah datang bersama pengawal pribadi CEO.
Dalam barisan tersebut juga ada Rival, dia tak kalah bingung. Jantungnya berdetak kencang. Dan bahkan otaknya hampir dipenuhi berbagai pertanyaan dan terkaan.
"Perkenalkan ini-lah nona Desri Winandra, istri CEO perusahaan, Arkhan Ghani... Nona Desri untuk sementara ini akan bertanggung jawab menggantikan tuan Arkhan, karna tuan Arkhan sendiri sedang ada berkepentingan." Tutur Endro memulai perkenalan diri Desri sebagai pimpinan sementara perusahaan.
Semua pegawai dan staf terbelalak tak percaya, tak terkecuali Desri sendiri. Dia tak pernah menyangka akan diperkenalkan sebagai istri Arkhan Ghani, seorang manajer eksekutif peringkat tertinggi di kantor yang pernah menampungnya sebagai karyawan.
Dada Rival serasa ditancap pedang panjang nan tajam. Dia sedikit terhuyung akan pernyataan Endro yang memperkenalkan wanita pujaannya sebagai istri CEO di perusahaan tempat dia bekerja. Tapi dia berusaha menyikapi dengan santai dan kembali mengumpulkan kekuatan yang hampir merubuhkan pertahanannya tadi.
Desri menundukkan sedikit kepalanya dengan senyuman yang sebenarnya tak ingin dia tampakkan saat ini.
Jika bukan perintah dari Endro, mungkin dia hanya tetap dalam keterkejutannya.
"Semoga kita dapat saling bekerja sama untuk beberapa waktu ke depan." Ucapnya penuh rasa tidak percaya diri.
Semua karyawan dan staff juga membalas dengan menundukkan kepalanya hingga Desri berlalu melewati barisan yang mereka buat.
Desri terus mengikuti langkah Endro hingga ke ruangan CEO.
"Apa maksud semua ini, Endro???" Akhirnya pertanyaan yang disimpannya sedari tadi ia keluarkan juga. Napasnya menderu seolah tak mengerti, takut dan tak menentu.
"Saya rasa Nona sudah paham semenjak saya memperkenalkan Nona sebagai istri CEO di perusahaan ini tadi. Selamat bekerja, Nona... Saya harap, Nona bisa mengembalikan perusahaan yang sedang dilanda kekacauan ini kepada seperti semula lagi, Nona." Ucap Endro sambil berlalu meninggalkan ruangan yang akan ditempati Desri mulai dari sekarang.
"Tapii.... Endro... Endro..." Desri hendak protes. Namun panggilannya tak menghentikan langkah kaki Endro.
Dia menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan keras sembari mengacak-acak kasar wajahnya.
Lama dia duduk termangu dan menatap kosong ke sembarang arah. Sejenak ia menarik panjang napasnya dan di hembuskannya lagi dengan pelan.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.