NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DAY 1 JADI PASUTRI

Sinar matahari pagi menerobos masuk lewat celah jendela, langsung mengenai wajah Ara. Gadis itu menggeliat pelan, lalu terduduk di atas ranjangnya sambil mengumpulkan kesadaran.

"Hoam... sudah pagi saja, jam berapa ini," gumam Ara, menguap.

Seketika otaknya langsung teringat kejadian semalam.

"Ah, benar juga, aku kan sudah menikah," gumam Ara sambil mengacak rambutnya yang agak berantakan.

Ara mendengus malas, merasa situasi hidupnya sekarang benar-benar di luar prediksi, dia segera merapikan pakaiannya, membuka pintu kamar, dan berjalan menuju ruang tengah.

Pandangannya langsung tertuju pada sofa kayu panjang di sudut ruangan, tempat itu kosong, hanya menyisakan selimut kain yang terlipat rapi.

"Kemana si pria pemarah itu?" tanya Ara pada diri sendiri, mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru rumah sederhananya yang sepi.

Suara hantaman benda keras yang berasal dari halaman belakang langsung menjawab pertanyaan Ara.

BRAKK

Ara mengernyitkan kening nya, lalu dia segera melangkah menuju pintu belakang dan membukanya.

Begitu sampai di luar, mata bulat Ara langsung melotot sempurna melihat pemandangan di depannya.

Di sana, Lucian sedang berdiri bertelanjang dada dengan keringat yang membasahi otot-otot tubuh tegapnya, di bawah kakinya, sebilah kapak kayu milik Ara sudah patah menjadi dua bagian, tidak hanya itu, tunggul kayu tempat memotong pun sudah hancur berkeping-keping.

"Apa yang kamu lakukan pada kapak dan kayu-kayu ku?!" seru Ara, langsung berjalan menghampiri Lucian dengan berkacak pinggang. Wajah cantiknya langsung mendung seketika.

Lucian menoleh dengan santai, menatap Ara tanpa dosa sambil membuang gagang kapak yang sudah patah ke tanah.

"Aku berniat membantumu memotong kayu bakar sebagai bayaran karena sudah menumpang di sini," jawab Lucian, tanpa merasa bersalah.

"Membantu katamu?!" ucap Ara, suaranya naik satu oktaf.

"Itu bukan memotong kayu, Ian! Kamu menghancurkannya! Dan lihat kapak ku, itu satu-satunya kapak yang kupu nya!" lanjut Ara menunjuk puing-puing kayu yang hancur berantakan.

Lucian sedikit tertegun mendengar omelan beruntun dari istri nya, sebagai seorang Duke Muda yang terbiasa menggunakan tenaga serigalanya untuk bertarung di garis depan militer, di tidak menyangka, kapak gadis itu ternyata sangat rapuh.

"Aku tidak sengaja, memang kapak mu saja yang jelek," jawab Lucian datar, mencoba membela diri dengan wajah lempeng andalannya.

Ara menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan diri agar tidak melempar bongkahan kayu ke wajah tampan suaminya itu.

"Setelah merusak barang ku, kamu juga menghina nya? Kamu itu manusia atau monster, sih? Lain kali jangan menyentuh barang-barangku kalau tidak tahu cara memakainya," ucap Ara, kesal.

Lucian menyipitkan mata nya, merasa harga dirinya sedikit tersentil karena diomeli perkara kapak murah.

"Aku hanya ingin berguna, dari pada aku diam saja di dalam rumah mu," ucap Lucian, menatap Ara.

Ara mendengus jengkel, lalu berjalan menuju sumur di dekat kebun untuk mengambil air.

"Kalau mau berguna, ambil ember itu dan isi bak mandi di dalam. Jangan sampai embernya patah juga!" ucap Ara, melirik suami nya sinis.

Lucian tidak membantah, dia meraih ember kayu berukuran besar yang ditunjuk Ara dengan sebelah tangannya yang kekar, lalu berjalan mengekor di belakang gadis itu menuju sumur.

Lagi-lagi indra penciumannya kembali menangkap aroma segar dan menenangkan yang menguar dari tubuh Ara di pagi hari ini.

Wangi yang sangat menenangkan, seolah-olah semua rasa lelah di tubuh Lucian menguap begitu saja.

"Kenapa kamu terus menatapku seperti itu? Mau protes?" tanya Ara ketus begitu menyadari pandangan intens dari Lucian saat dia sedang menimba air.

Lucian langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, berdeham pelan untuk menutupi kegugupannya.

"Tidak. Aku hanya berpikir, wajahmu saat marah terlihat jauh lebih jujur dibanding senyum manismu kemarin di depan warga desa," jawab Lucian, padahal dia ingin mengatakan bahwa wajah marah Ara, terlihat menggemaskan.

Ara menghentikan gerakannya sejenak, menatap Lucian dengan senyum miring yang penuh arti.

"Oh, jadi kamu memperhatikan senyumanku? Jangan salah paham, Tuan Ian, senyuman ku kemarin itu adalah cara termudah untuk membuat orang-orang bodoh itu tutup mulut," ucap Ara, tersenyum miring.

"Aku tahu. Kamu bukan gadis desa polos seperti yang mereka pikirkan," ucap Lucian, menarik sedikit garis senyum nya.

"Baguslah kalau kamu tahu," jawab Ara santai sambil berbalik menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.

"Cepat selesaikan tugasmu, suami miskin. Aku tidak suka makan bersama orang yang malas bergerak!" perintah Ara, tanpa menoleh lagi.

Lucian menatap punggung Ara yang menjauh, lalu melihat ember kayu di tangannya, sebuah lengkungan tipis yang sangat langka muncul di bibir sang Duke Muda.

Hidup menyamar sebagai suami dari gadis kebun yang galak ini ternyata jauh lebih menarik daripada yang dia bayangkan sebelumnya.

Setelah mengisi bak mandi hingga penuh tanpa merusak ember satu pun, Lucian melangkah masuk ke dapur dengan tubuh yang lebih segar.

Di atas meja kecil, sudah tersedia dua mangkuk bubur sayur hangat dengan potongan wortel yang terlihat sangat segar.

Aroma gurih langsung menggelitik indra penciuman tajam Lucian.

"Duduk dan makanlah," ucap Ara tanpa menoleh, sibuk mengelap permukaan meja dapur dengan kain bersih.

Lucian menarik kursi kayu, duduk dengan kikuk karena kakinya yang panjang terasa kesempitan di bawah meja kecil itu, dia menatap mangkuk buburnya dengan kening berkerut.

"Kamu hanya makan sayur setiap hari?" tanya Lucian, memicingkan mata nya.

Ara menaruh kain lapnya, lalu duduk di hadapan Lucian dan mulai menyendok buburnya sendiri.

"Di desa perbatasan seperti ini, sayur adalah makanan termewah yang bisa kamu dapatkan secara gratis, kalau mau makan daging, berburu saja sendiri ke hutan sana," jawab Ara, memutar bola matanya malas.

Lucian menyendok bubur itu ke dalam mulutnya, detik berikutnya, matanya sedikit melebar, rasa bubur ini sangat enak, bahkan rasa hangatnya menjalar ke seluruh tubuhnya, membuat aliran energinya yang sempat tersumbat terasa makin lancar.

"Bagaimana bisa makanan ini terasa..." ucap Lucian menggantung kalimatnya, bingung harus mendeskripsikannya seperti apa agar tidak terdengar aneh.

"Terasa enak?" potong Ara dengan senyum miring, menopang dagunya dengan sebelah tangan sambil menatap Lucian.

"Tentu saja enak, aku memasaknya dengan resep khusus. Jadi, habiskan saja dan jangan banyak protes," lanjut Ara, menyuapi bubur nya sendiri.

Lucian mendengus pelan, namun tangannya tetap bergerak menyendok bubur itu hingga tandas tanpa sisa dalam waktu singkat.

"Masakanmu lumayan," ucap Lucian, gengsi.

"Hanya lumayan?" tanya Ara menaikkan satu alisnya, berpura-pura tersinggung meski di dalam hati dia tertawa geli.

"Keras kepala sekali, susah ya mengakui kalau masakan istri dadakanmu ini luar biasa?" lanjut Ara, tersenyum miring.

"Aku hanya tidak ingin membuatmu besar kepala, Nona kubis," jawab Lucian meletakkan sendoknya, lalu bersandar pada kursi sambil menatap Ara lekat-lekat.

"Terserah kamu saja," ucap Ara acuh tak acuh, berjalan menuju tempat cucian piring.

"Setelah ini, temani aku ke kebun belakang. Ada beberapa tanaman yang harus dipindahkan, dan karena kamu sudah merusak kapak ku, tenagamu yang besar itu akan kupakai untuk mencangkul," lanjut Ara, sambil mencuci mangkuk milik nya dan juga milik Lucian.

Lucian ikut bangkit, berdiri tepat di belakang Ara.

"Mencangkul? Kamu sedang memerintah suamimu, Hem?" bisik Lucian, dengan suara berat nya.

1
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
MomRea
kuli kebun dan nona kubis 😄😄😄
IG : hofi03_skrniii: couple goals 💅🏻
total 1 replies
ryuka
yaahhh kepisah sonl ian sma ara 🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: konflik tipis-tipis dulu ahh😁
total 1 replies
kaylla salsabella
wuhaaaaaa..... cari penyakit cari gara " lo Michelle🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭 bentar lagi bakal hancur dirimu🤣🤣🤣🤣
IG : hofi03_skrniii: takut banget si wanita licik itu berulah😣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah nanti bakal gak ketemu Ian dan ara
IG : hofi03_skrniii: kangen-kangenan dulu, biar mereka sadar kalau udah saling sukaaa😆
total 1 replies
kaylla salsabella
ayo bawa ara Ian biar obati mine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!