Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 19
Haikal masih terkekeh melihat ekspresi wajah bos nya yang mendadak polos untuk urusan seperti itu.
" makanya dulu Fatma cobain dulu, dijamin dia ga bakalan ninggalin kamu "
mendengar nama Fatma, Sulhan menarik nafasnya cukup dalam dan menatap Haikal dengan tatapan sinis.
" Hahahaha, biasa saja lihat nya Bos. ngeri sekali "
" Tuan Muda makan siang nya sudah siap " tiba - tiba Maya menghentikan percakapan mereka.
" panggil Juniar untuk makan bersama" ucap Sulhan sambil beranjak dari sofa nya menuju ruang makan diikuti Haikal.
------ " Nona, Nona Juniar " Maya mengetuk pintu kamar Juniar namun tidak ada jawaban dari Juniar.
"Nona, Apa Nona baik - baik saja?? kalau Nona tidak membuka pintunya, saya akan minta Mus buka pin.... " belum selesai Maya bicara pintu kamar Juniar terbuka dan dengan cepat Juniar menarik tangan Maya agar masuk ke kamar lalu dengan cepat Juniar menutup pintunya kembali.
" Nona ada apa???" ucap Maya sedikit kaget saat badannya tertarik dengan cepat kedalam kamar
" Maaf, Maya..." ucap Juniar
" apa bisa saya bantu??"
" Tolong ganti sepre dan selimut nya May "
Mendengar ucapan Juniar Maya tersenyum dan mengangguk lalu berkata. " Memang hari ini jadwal mengganti sepre dna selimut, hanya saja saya belum ada kesempatan menggantinya "
Juniar gugup saat maya mulai menyibakan selimut dan juga sepre nya
tak lama Maya melirik ke arah Juniar, Juniar menelan air liur nya dengan susah payah. wajahnya berubah menjadi pucat pasi.
" Nona ... "
Juniar hanya menunduk mendengar Maya menyebut namanya.
" Apa Tuan muda yang melakukannya???"
Juniar mengangguk, dan untuk pertama kalianya Juniar menumpahkan air mata yang selama ini dia tahan.
Maya mendekat ke arah Juniar lalu memeluk dan mengusap punggung Juniar.
" Semua akan baik - baik saja, Tuan akan menikahi Nona besok " ucap Maya mencoba menenangkan Juniar.
" Maya " ucap Juniar pelan
" Maya " ucap Juniar kembali.
Maya melepaskan pelukannya dan menatap bola mata Juniar
" Ada yang ingin Nona katakan??"
" Maya, Aku takut " ucap Juniar.
" Takut menikah???"
mendengar pertanyaan Maya, Juniar terdiam
" Takut tidak bisa menemukan daddy " gumam Juniar dalam hati.
" Nona tidak perlu takut, Tuan muda sangat baik. kalaupun semalam telah terjadi sesuatu antara kalian. bukannya Tuan akan bertanggung jawab dan besok akan menikah "
mendengar ucapan Maya, Juniar masih terdiam.
" Tuan Muda laki - laki baik, dulu Tuan Muda pernah pacaran dan gagal menikah. kata nya dia akan menikah setelah sukses. Nona beruntung menjadi wanita pilihan Tuan Muda. Tuan akan memperlakukan Nona dengan sangat baik."
" Sekarang Nona makan siang dulu, Tuan muda sudah menunggu " ucap Maya dan melanjutkan kembali aktivitasnya mengganti sepre tempat tidur Juniar.
" Boleh makan siang di kamar???"
" Tuan muda sudah menunggu " ucap Maya tanpa melirik Juniar.
----- di ruang makan
" mana sih calon istri kamu, boleh Aku makan siang duluan??? " tanya Haikal
" Makan saja " ucap sulhan dan masih menunggu kedatangan Juniar.
tak lama setelah Haikal menyantap makan siangnya. Juniar muncul berjalan menuju ruang makan dimana Sulhan dan Haikal duduk.
dia berusaha sekuat hati untuk terlihat biasa - biasa dan seperti tidak terjadi apa - apa.
Haikal melihat Juniar dari atas ke Bawah, tubuh molek dan ideal. betapa beruntung bos nya kendapatkan daun mudà seperti Juniar.
" Lama sekali, Aku menunggu kamu " ucap Sulhan.
Juniar duduk tanpa menjawab apa - apa dan mulai membalikan piring untuk mulai mengambil makan siangnya.
" Mari " ucap Juniar dan mulai makan siang di ikuti Sulhan.
Haikal menjadi pengamat keduanya. sesekali melihat ke arah Sulhan, kemudian ke arah Juniar.
Haikal menggelengkan kepalanya pelan.
tidak ada kata yang keluar lagi dari mulut Juniar begitupun Sulhan. mereka makan siang tanpa ada obrolan apa - apa.
Sulhan memberanikan diri menatap Juniar yang fokus dengan makan siangnya.
" Kamu siapa sih sebenarnya??" gumam Sulhan
" kenapa kamu bisa sebiasa ini, padahal apa yang kita lakukan semalam pertama kali buat kamu " lagi - lagi Sulhan bergumam.
Haikal yang melihat Sulhan menatap Juniar menahan tawanya.
" Jadi besok akad sekalian resepsi ya " ucap Haikal
yang membuat Juniar menghentikan kunyahammya sedangkan Sulhan mendadak tersedak.
" uhuk...uhuk.." Sulhan terbatuk karena tersedak mendengar ucapan Haikal. Juniar tanpa melihat ke arah sulhan mendekatkan gelas berisi air putih kepada Sulhan.
Sulhan pun menengak abis air tersebut.
" Kalian kenapa sih " ucap Haikal
" Aku sudah selesai makan nya, makasih ya. mau kembali ke melihat persiapan buat acara pernikahan kalian besok. " ucap Haikal dan meninggalkan Juniar juga Sulhan berdua.
" mulai hari ini panggil Mas " ucap Sulhan kepada Juniar
Juniar masih mengacuhkan Sulhan
" mau tidak mau besok kita akan menikah " ucap Sulhan kembali.
" kamu mau mahar apa untuk pernikahan kita?"
mendengar pertanyaan Sulhan, barulah Juniar melirik ke arah Sulhan.
" Mau apa??" tanya Sulhan Kembali
" 20 M " ucap Juniar.
mendengar ucapan Juniar, Sulhan hanya menyunggingkan sedikit senyumnya.
" ini kartu bisa kamu gunakan semau kamu " ucap Sulhan.
Juniar melihat blackcard yang pernah dia miliki dari daddy nya.
" Aku mau menikah tapi dengan satu syarat, setelah menikah aku boleh pulang ke Bandung kapanpun Aku mau "
" Asal jangan kabur, dan ingat jalan pulang "
mendengar ucapan Sulhan Juniar menatap ke arah Sulhan
" Apa Aku terlihat sepertu penipu??"
" Untuk ukuran usia kamu, sudah menghabiskan uang nominal 20 M. dan minta lagi 20 M. apa tidak mencurigakan??"
mendengar ucapan Sulhan, Juniar langsung menggeserkan kembali blackcard yang Sulhan berikan tadi.
" jangan baper, ambil. besok kamu sudah jadi istriku." ucap Sulhan.
Juniar hanya mendelikan mata nya kepada Sulhan sedangkan Sulhan hanya menggelengkan kepalanya sedikit.
" Aku sudah selesai " ucap Juniar dan beranjak dari duduk nya. tidak lupa dia mengambil blackcard yang diberikan Sulhan.
Sulhan menahan senyum nya dan menatap punggung Juniar dan meninggalkan Sulhan di ruang makan.
------ Juniar masuk ke dalam kamar nya dilihatnya sepre dan selimutnya telah di ganti oleh Maya.
Juniar mencoba menghubungi Miranda sahabatnya.
" Hallo Juniar, Aku sedang kuliah " ucap Maya pelan namun bisa didengar oleh Juniar.
" Oooh, maaf. kamu kirimkan nomer rekening kamu ya. Aku mau ganti bekas biaya daddy ke rumah sakit. " ucap Juniar
" Kamu sudah ada uang???" ucap Miran da pelan setengah berbisik
" Ada banyak " bisik Juniar ikut berbisik
" Ya udah Aku kirim nomer rekening Aku. sudah dulu ya. dosennya killer"
" iya " ucap Juniar
Juniar lalu duduk ditepi ranjang, membolak balikan kartu yang diberikan Sulhan.
" Pin nya apa ya ???" ucap Juniar dan menjatuhka tubuhnya ke ranjang
tak lama ponselnya berbunyi tanda pesan masuk, Juniar mengira pesan yang masuk dari Miranda ternyata dari nomer tidak dikenal.
" Pin nya 121291, save nomer calon suami kamu. dan ingat itu pin tanggal lahir Aku "
Juniar hanya mengertutkan keningnya membaca pesan masuk ke ponselnya.
" darimana dia tahu nomer ponsel Aku??" gumam Juniar.
" Akkkh Daddy, dunia hampir digenggamanku lagi. Daddy semoga kuat disana, Juniar akan segera menemukan daddy"
.
.
.
.
.
makasih dukungan kalian sanpai sejauh ini😬🙏
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr