NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Terima kasih crew atas semua kerjasamanya." Sutradara di lokasi syuting drama itu mengucapkan terimakasih kepada seluruh pemain serta cree yang terlibat dalam drama itu.

"Rion, Renata, Terimakasih juga atas kerja keras kalian dalam drama ini. Kalian memang aktor dan aktris yang hebat."

Keyvandi tersenyum, "Bukan kami yang hebat sutradara, tapi semua tim juga sangat hebat, jika saja tidak ada bantuan dari semua tim, pasti syuting drama ini tidak akan berjalan."

"Benar apa yang dikatakan Rion Tuan Sutradara, syuting ini berjalan lancar juga karena kerjasama semua crew tanpa terkecuali." Renata membenarkan ucapan Keyvandi, wanita cantik berambut coklat dan panjang itu juga tersenyum menatap keyvandi.

"Baiklah, baiklah, kalian ini memang sangat rendah hati sekali ya, maka dari itu, untuk merayakan hari terakhir syuting drama ini kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan, aku harap kalian semua harus ikut dan tidak boleh ada yang pulang duluan."

Semua orang di sana bersorak senang, sedangkan Keyvandi, lelaki itu melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Sekarang waktu menunjukkan pukul 10 malam, pikiran Keyvandi tidak tenang sama sekali, tapi ia juaga tidak mungkin untuk menolak. Keyvandi menghembuskan napasnya pakan, lelaki itu tampak begitu gelisah.

Keyvandi memanggil Lia sang manajer sekaligus asistennya itu, Lia pun menghampiri Keyvandi.

"Ada apa Rion?"

"Lia, di mana ponselku? Aku ingin menghubungi seseorang," Ujar Keyvandi, lelaki itu sangat ingin menghubungi Despina, ia yakin pasti Despina merasa kesepian seorang diri di apartemen, dan juga, Keyvandi memikirkan apa yang sedang gadis itu lakukan sekarang, apakah gadis itu sudah makan ataukah belum, Keyvandi sama sekali tidak tau.

"Halo."

"Er bisakah kau ke apartemenku?" Tanya Keyvandi, lelaki itu sekarang sedikit menjauh dati gerombolan orang-orang ataupun dari Lia. Ia tidak ingin ada yang mencurigainya.

"Kenapa?"

"Tolong lihat, bagaimana keadaan Despina disana, aku masih ada hal lain yang harus dikerjakan."

Terdengar helaan napas dari orang di seberang sana, "Kenapa kau tidak menghubunginya saja Van?"

"Huh, aku lupa memberinya ponsel, Despina tidak memiliki ponsel sekarang."

"Astaga, kau ini, baiklah, aku akan ke apartemenmu, kau tenang saja, jika nanti sudah berada di apartemen, aku akan mengabarimu."

"Baiklah, terimakasih, kau memang sahabat terbaikku." Setelahnya Keyvandi mematikan panggilannya pada Erlando, kemudian lelaki itu berkumpul bersama yang lain.

"Rion, aku boleh ikut semobil denganmu?" Tanya Renata tiba-tiba, gadis itu mendekati Keyvandi dan bergelayut di lengan lelaki itu.

Keyvandi menjadi tidak nyaman akibat perlakuan agresif dari Renata itu, lelaki itu menoleh ke arah Lia, Lia menatap lelaki itu datar.

"Bagaimana Lia?"

"CK, terserah kau saja."

Tapi kemudian Keyvandi berusaha melepas gelayutan Renata padanya, "Maaf Re, aku agak tidak nyaman jika harus semobil dengan wanita."

"Lalu asistenku itu, dia juga wanita."

Keyvandi menatap Lia lagi, fan Lia hanya acuh saja, "Dia berbeda, dia manajer sekaligus asistenku, jadi dia harus ada bersamaku." Jelas Keyvandi, ia benar-benar tidak nyaman dengan sikap Renata, apalagi meskipun diam-diam, Keyvandi tetaplah seorang lelaki yang memiliki kekasih, ia ingin menjaga perasaan Despina, meskipun Despina tidak tau.

"Huh, baiklah, aku akan menumpang di mobil Baskara saja." Baskara Alnando, lelaki yang merupakan lawan main Renata juga Keyvandi, lelaki itu berperan sebagai second lead di drama yang dimainkan oleh Renata dan juga Keyvandi.

"Baskara!" Panggil Renata pada lelaki yang baru saja keluar dari rumah tempat syuting drama itu. Lelaki yang dipanggil Baskara ini adalah tipe lelaki tampan yang melokal, lelaki itu berdarah Sunda, ia memiliki kulit putih dan juga wajah Indonesia asli. Berbeda dengan Keyvandi yang memang memiliki darah campuran, dari sang ayah maupun sang ibu, maka dari itu rambut keyvandipun berwarna coklat.

Baskara yang merasa namanya dipanggil itu menoleh, lelaki itu kemudian berjalan menghampiri Renata dan juga Keyvandi.

"Ada apa Re?" Tanya Baskara kepada Renata, tidak lupa juga lelaki itu menyapa Keyvandi yang masih berada di sekita mereka.

"Ini, aku ingin menumpang di mobilmu apa boleh? Soalnya Rion tidak bisa memberiku tumpangan, ia tidak terbiasa semobil dengan wanita yang tidak memiliki hubungan dengannya," Ujar Renata dengan nada dibuat-buat, wanita itu juga melirik ke arah Keyvandi.

"Oh, tidak masalah jika kau ingin menumpang di mobilku, mobilmu kemana Re?"

Renata memasang wajah sedihnya, "Mobilku tadi mogok, jadi harus di bawa ke bengkel, supirku sedang mengurusnya."

Baskara menganggukkan kepalanya mengerti, "Baiklah, kau boleh menumpang, lagipula aku juga sendirian, asistenku dan supirku sudah aku suruh pulang duluan."

"Terimakasih Baskara."

"Rion, kau juga ikutkan makan bersama?"

"Ya, tentu saja,"

Baskara menganggukkan kepalanya, kemudian lelaki itu pamit untuk menuju mobilnya.

"Rion, aku menyusul Baskara dulu, sampai ketemu di sana."

Keyvandi hanya menginyakan saja, lelaki itu sedang dalam keadaan tidak terlalu mood untuk banyak bicara, pikirannya masih tertuju pada Despina, gadisnya itu.

"Wanita itu sepertinya modus padamu, berhati-hatilah Rion, takutnya nanti kau mendapatkan gosip yang buruk, dan itu tidak akan baik untuk karirmu." Peringat Lia pada Keyvandi.

"Aku tau, lagipula hubunganku juga hanya privacyku, jadi aku tidak akan sembarangan. Sudahlah, kau masuk saja dahulu ke mobil Lia, aku sedang ingin menunggu Call dari Erlando."

Kalau kalian bertanya mengenai apakah Lia tau mengenai Erlando jawabannya iya, karena Lia, Keyvandi, maupun Erlando memang teman satu sekolah. Hanya saja dulu Lia teman Keyvandi dalam ekstrakurikuler kesenian, sedangkan Erlando memang sahabat Keyvandi dari masih kecil hingga sekarang.

Tidak lama kemudian, panggilan video masuk dari Erlando membuat Keyvandi segera mengangkatnya.

"Van, aku sudah sampai di dwoan apartemenmu." Erlando mengarahkan kamera belakang lelaki itu pada pintu apartemen Keyvandi, lelaki itu kemudian mengetok pintu apartemen milik keyvandi itu.

Beberapa detik berlalu, akhirnya pintu dibuka, menampilkan sesosok gadis dengan baju tidur panjangnya berwarna pink.

"Loh, siapa?" Terdengar jelas ucapan gadis itu, Despina, ia merasa was-was dengan lelaki yang ada di depannya itu.

"Oh, Nona, perkenalkan aku Erlando, sahabat dari Keyvandi."

"Kak Vandi?"

"Ya, ini, Keyvandi ingin berbicara denganmu."

"Oh baiklah, tapi lebih baik kakak masuk dulu, aku merasa takut kak berbicara di luar seperti ini."

Erlando menganggukkan kepalanya, lelaki itu kemidian ikut masuk ke dalam apartemen Keyvandi.

"Ini, bicaralah."

Erlando menyerahkan ponselnya pada Despina dan diterima gadis itu dengan senang hati.

"Kak Vandi."

"Sayang, aku merindukanmu, maafkan aku karena terlalu lama pergi." Lelaki itu tampak menyesal karena meninggalkan Despina seorang diri di apartemennya.

Despina menggelengkan kepalanya, "Jangan mengatakan hal seperti itu kak, aku tidak apa-apa, kakak fokus saja dengan kegiatan kakak, aku baik-baik saja di sini."

Keyvandi yang mendengar ucapan menenangkan dari Despina itu merasa lega. Ia pikir Despina akan kenapa-kenapa, tapi ternyata pikirannya salah, Despina ternyata baik-baik saja.

"Baiklah, aku lega mendengarnya sayang. Oh ya, aku ingin meminta izin padamu untuk menghadiri perayaan selesainya syuting drama yang aku bintangi, apa tidak apa-apa?"

Despina tersenyum, gadis itu menatap layar ponsel yang menampilkan Keyvandi. "Kakak laniutkan saja kegiatannya, aku baik-baik saja tenanglah."

"Bagaimana aku bisa tenang sayang, aku tidak bisa mengabarimu, besok kita akan pergi membeli ponsel untukmu, agar aku mudah menghubungimu," Ujar Keyvandi menggebu.

"Lebay sekali kau Van, dasar bucin." Itu gadis suara Erlando yang menyauti sahabatnya itu, bagaimana tidak, seorang Keyvandi gengafa sangat bucin ketika sedang jatuh cinta.

"Kau diam saja monyet, cerewet sekali."

Erlando mengejek Keyvandi, huh, dasar sahabatnya itu padahal jika bukan karena Erlando mungkin lelaki itu tidak aia bisa berbicara dengan Despina.

"Sayang, aku lanjut kegiatanku dulu ya, setelah ini aku langsung pulang, tunggu aku, aku bersama asisten sekaligus manajerku Lia, dan juga pak Tomo dan Pak Jo, tenanglah."

Despina tersenyum,"Iya kak, Have fun."

Setelahnya video call dari Keyvandi mati, kemudian Despina mengembalikan ponsel milik sahabat dari Keyvandi itu. Erlando tapi malah diam, lelaki itu bingung kenapa Keyvandi tidak panik saat seorang wanita mengatakan "Have Fun" jika saja itu Aruna, mungkin Erlando sudah kalang kabut, karena setiap kalimat yang keluar dari mulut wanita biasanya berarti beda, seowryinya nanti Erlando harus mengajari Keyvandi tentang itu.

"Kak, Terimakasih ponselnya, maaf merepotkan kakak."

Erlando tersenyum, "Tidak masalah Despina, aku ikhlas melakukannya, kalau tidak nanti si kambing itu akan mengomeliku dan mengganghu hidupku terus sampai dia puas."

Despina meringis, ia membayangkan jika Keyvandi ternyata selalu mengganggu hidup Erlando sampai apa yang di inginkan lelaki itu terlaksana. Kasihan sekali Erlando, memiliki sahabat yang suka merepotkan seperti Keyvandi.

"Baiklah, Terimakasih ya kak, sudah kemari."

"Sama-sama, sepertinya aku harus pulang sekarang, pacarku pasti menungguku."

Setelahnya Erlando pamit pada Despina, lelaki itu ingin menemui Aruna kekasihnya itu.

Despina duduk seorang diri ruang tamu apartemen Keyvandi. Gadis itu hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Despina mengambil remote televisi yang ada di atas meja, kemudian gadis itu menyalakan televisi. Waktu saat ini sudah menunjukkan jam 11 malam, Despina asik mencari acara televisi apa yang akan ia tonton, lalu, fokus gadis itu pada sebuah tayangan televisi yang sedang ditayangkan. Di tayangan itu menampilkan Keyvandi yang sedang di wawancarai tentang drama terbarunya yang sedang ia mainkan, Keyvandi bersama seorang gadis cantik bernama Renata Alhera, Despina melihat itu membatin jika mereka berdua sangat serasi, jika dibandingkan dengan Renata, Despina tidak ada apa-apanya.

"Seharusnya Kak Vandi tidak bersama denganku, aku tidak pantas untuknya."

Disisi lain, Keyvandi sudah berada di sebuah restoran mewah bersama para tim drama dan juga pemain drama saat itu. Mereka semua berkumpul untuk merayakan berakhirnya syuting drama pada hari ini.

"Aku sangat puas dengan hasil kerja kalian semua, semoga saja drama ini memiliki rating yang bagus ketika ditayangkan nanti."

"Drama ini pasti akan memiliki rating yang bagus produser, karena aktor dan aktris yang kita dapuk juga memiliki bakat yang luar biasa, Orion Key, Renata Alhera, Baskara Alnando, mereka adalah Aktor dan Aktris yang saat ini banyak digandrungi oleh banyak kalangan saat ini."

Keyvandi, dan juga Baskara hanya tersenyum menanggapi perkataan dari sutradara itu.

"Pak sutradara terlalu berlebihan dalam memuji kami, semua ini juga berkat dari para crew dan kerja keras yang lain," Ujar Renata, hal itu juga dibenarkan Oleh Keyvandi dan Baskara.

"Orion, Renata, dan juga Baskara, aku harap nanti ketika drama sudah ditayangkan, kalian harus menyiapkan penampilan terbaik kalian untuk promosi drama ini."

"Kami pasti akan menunjukkan penampilan terbaik kami produser, drama ini harus menjadi drama nomor satu di bulan depan," Ujar Keyvandi, ucapan lelaki itu membuat yang lainnya bersorak.

"Lia, kau juga harus memastikan jika artismu ini dalam keadaan selalu sehat, jangan sampai ia jatuh sakit karena terlalu banyak kesibukan yah dikerjakannya."  Yaz Keyvandi memang memiliki banyak kesibukan yang membuat lelaki itu harus bangun pagi buta dan pulang menjelang subuh, kesibukan-kesibukan itu mulai dari syuting drama, konser musik, syuting iklan, syuting talkshow dan masih banyak lagi.

Lia sambil menyesap minumannya, bukan minuman beralkohol, tapi Coca cola, karena di negara ini sangat dilarang untuk meminum minuman beralkohol secara terang-terangan, sehingga mereka hanya memesan Coca cola.

"Kau tenang saja Produser, aku selalu memastika jika artisku ini dalam keadaan sehat, aku juga setiap bulan rutin membawanya kerumah sakit untuk cek kesehatan, jadi Orion akan jarang sakit."

"Bagus sekali, oh ya, aku mendengar kemarin ibumu sedang sakit ya Rion?"

"Mampus," Batin Orion, dalam hati lelaki itu lagi dan lagi memohon ampun kepada sang ibu karena telah membawa nama sang ibu untuk menjadi alasan, padahal ia tidak bisa syuting karena harus menjaga Despina, kekasihnya, dan Keyvandi tidak bisa mengatakan itu, karena jika sampai mereka tau, maka akan ada gosip buruk yang juga akan menjadi heboh.

"Ah ya prosduser, Mamiku sedang sakit, jadi aku harus menjaganya, smeua saudaraku sedang tidak di negara ini, dan juga ayahku sedang ada di negara lain untuk perjalanan bisnis."

Produser itu menganggukkan kepalanya, "Kau memang putra yang berbakti ya, Nyonya Keana sangat beruntung memilikimu."

Produser itu memang mengenal Keana, karena Keana adalah wanita yang hebat, kemana adalah wanita yang memiliki perusahaan sendiri dan bergerak di berbagai bidang, untuk itu siapa yang tidak mengetahuinya.

"Sepertinya keluargamu bukan keluarga sembarangan Rion," Ujar Renata pada Keyvandi, lelaki itu hanya menanggapi sekedarnya. Ia tersenyum.

"Ya, memang keluarga dari Orion Key bukan keluarga sembarangan, sang Ayah adalah CEO dari Eduardo Company, sedangkan sang Ibu adalah CEO diperusahaan besar nomor satu kalian pasti sudah tau itu perusahaan apa."

"Wow, aku tidak menyangka jika keluargamu adalah orang yang sangat berpengaruh Rion." Sekarang giliran baskara yang mengatakannya. Lelaki itu juga merasa takjub dengan seorang Keyvandi.

"Tidak usah berlebihan, itu semua milik keluargaku, ayah dan ibuku, bukan milikku."

"Nah, lihatlah, dan hebatnya Rion selalu merendah."

Tapi memnag benar, meskipun Keana dan Kelvin kedua orangtuanya adalah orang-orang yang hebat, tapi Keyvandi tidak pernah ingin menggunakan nama kedua orangtuanya, ia lebih suka berhasil dengan namanya sendiri.

"Sudahlah, lebih baik sekarang kita melanjutkan pesta ini, bagaimana jika kita bersulang." Keyvandi mengajak orang-orang di sana untuk bersulang, merayakan selesainya syuting drama yang mereka kerjakan selama ini.

"Aku pasti akan mendapatkanmu Orion Key."

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!