Dilarang Spam Promo!
Basic: Xianxia, Xuanhuan
HAPPY ENDING!
Satu jiwa yang harus dipertanyakan kebenarannya. Satu jiwa yang harus menjelajah ke dunia asing.
Dengan bekal Blue Phoenix dan seorang pria misterius, dia harus mencari identitas sejatinya. Identitas yang bahkan masih dia pertanyakan.
Apakah dia memang terlahir di Bumi?
Atau dunia antah brantah ini yang seharusnya dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia rohana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Pamanku Atau Ibuku?
Saat Bai Yin Xue kembali kerumah, hari sudah siang. Dia tidak langsung ke kamarnya, tapi pergi menemui paman Wuqing.
Paman Wuqing ada diruang belajarnya. Dia sedang bermain guqin. Jari-jarinya yang panjang sangat lentur saat memetik senar guqin. Musiknya terdengar sangat nyaman ditelinga.
(Guqin atau qin, adalah alat musik tradisional Tiongkok yang bersenar tujuh. Alat musik ini termasuk kerabat dari keluarga kecapi, dan memiliki sejarah panjang di Tiongkok sekitar 5.000 tahun)
Bai Yin Xue duduk di kursi diseberang pamannya. Dia diam sambil mendengarkan permainan musik itu, menunggu pamannya selesai.
Tiba-tiba nadanya berubah menjadi sangat tajam. Lalu petikan senar itu mengeluarkan kondensasi qi serangan kearah Bai Yin Xue. Paman Wuqing menyerang Bai Yin Xue!
Bai Yin Xue tidak panik menghadapi ini. Dia mengangkat tangannya dan mengumpulkan energi spiritual ditelapak tangannya. Kemudian menebaskan tangannya kearah serangan paman Wuqing. Serangan itu segera dibubarkan.
Paman Wuqing berhenti. Bibirnya melengkung menjadi senyuman manis. "Level 9 alam mortal. Keponakan, bagaimana kamu bisa menyembunyikan ini?"
"Bagaimana paman tahu?" Bai Yin Xue kaget. Ayahnya sendiri tidak dapat melihat ranah kultivasinya.
"Bukan masalah besar."
"Kamu baru saja menyinggung Wei Yuzhen." Paman Wuqing berkata dengan tenang. Ini sebuah pernyataan bukan pertanyaan. Ternyata dia sudah mengetahui apa yang terjadi saat berada di perserikatan alkemis.
"Dia menghina ibuku." Bai Yin Xue cemberut. Entah kenapa saat didepan pamannya dia merasa menjadi gadis yang manja.
Paman Wuqing tertawa melihat ekspresi Bai Yin Xue. "Kamu melakukannya dengan baik."
Bai Yin Xue mengangguk. "Tentu saja. Keluargaku tidak bisa direndahkan seenaknya. Kalau begitu, bisakah paman mengajakku makan siang? Aih sangat lapar."
"Baiklah, mari makan bersama." Paman Wuqing berdiri kemudian menarik tangan Bai Yin Xue lalu menggandengnya. Paman Wuqing masih muda, kalau dilihat mereka lebih seperti kakak beradik.
Mereka duduk berdua dimeja makan. Didepannya ada banyak hidangan yang memikat lidah. Bai Yin Xue menjilat bibirnya. Matanya sudah berbinar sejak lama. Paman Wuqing tertawa melihat penampilan Bai Yin Xue yang seperti anak-anak.
Phoenix "..."
Sejak kapan tuannya menjadi sangat imut ? "..."
Bai Yin Xue mengambil sumpitnya kemudian akan mengambil lauk. Tapi paman Wuqing memasukkan lauk kedalam mangkuknya.
"Makan ini, udang sangat baik untuk mu."
"Sayur ini juga baik untuk kesehatanmu."
"Emm ini juga baik untukmu."
"Lalu ini jangan lupa."
Paman Wuqing memasukkan berbagai hal kedalam mangkuk Bai Yin Xue sampai menumpuk banyak.
Bai Yin Xue "..."
Phoenik "..."
"Paman Wuqing, kamu pamanku atau ibuku?" Bai Yin Xue menggerutu. Ini terlalu banyak, bagaimana dia akan menyelesaikannya?
"Ah, aku hanya takut kamu kelaparan he he." Paman Wuqing tertawa canggung.
"Aih baiklah aku akan menyelesaikan ini. Tapi ini juga baik untuk paman, nah udang ini juga, lalu sayur ini..." Bai Yin Xue mulai meniru tindakan pamannya.
Paman Wuqing "..."
Kemudian mereka makan bersama dengan banyak percakapan. Setelah selesai Bai Yin Xue akan berpamitan untuk pergi. Tapi seorang utusan tiba-tiba datang dan membisikkan sesuatu kepada paman Wuqing.
Paman Wuqing mengerutkan keningnya. Lalu dia menyuruh utusan untuk pergi.
"Yin Xue, apa pendapatmu tentang perjodohan dengan Putra Mahkota?" Tiba-tiba paman Wuqing bertanya pada Bai Yin Xue.
"Aku tidak menginginkannya lagi. Dia bukan sosok yang baik." Bai Yin Xue berterus terang kepada pamannya.
Paman Wuqing terkejut mendengarnya tapi kemudian dia menghela nafas lega. Dia memang tidak pernah setuju dengan hal ini tapi Bai Yin Xue sangat menyukai Putra Mahkota. Jadi dia hanya bisa pasrah. Sekarang setelah mendengar jawaban ini dia merasa sangat senang.
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
dah lama tidak muncul
Ayok kak Ana seger up lagi ceritanya, bnyak yg sudah menunggu😊
ayolah beri kabar pada kami semua
Sekarang mertahanin apk ny cuma buat nungguin ini cerita update😭
Kak ana udah setaun kakkkkkk, udah lumutan akuuuu😭😭
aq menantikan selanjutnya