Menceritakan tentang seorang wanita yang menyesal karena telah mengkhianati suaminya.
Penyesalannya berujung membuat dirinya mengejar kembali cinta mantan suaminya.
Bagaimana kisah selanjutnya? ayo ikuti terus ceritanya.
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Bertemu
"Hem.....kalau begitu yasudah Sania, lupakan saja. Sekarang jalani lah hidupmu dengan lembaran baru." Kata Sarah.
"Tapi Sarah, sebenarnya aku masih mencintai Rama. Aku tidak ingin pisah darinya dan aku juga tidak ingin pisah dari anakku."
"Jika begitu maka lebih baik kau temui lah Rama. Bicara baik-baik padanya dan ungkapkan saja semuanya tentang apa yang kau rasakan." Jelas Sarah membeli saran.
"Kau benar Sarah! aku akan menemuinya besok dan bicara baik-baik." Ujar Sania.
"Baiklah," Sarah tersenyum.
Tak terasa hari sudah malam, Sarah pun mulai berpamitan pada Sania untuk segera pulang.
"Aku pulang dulu. Kalau ada waktu aku akan main kesini." Tutur Sarah.
"Iya hati-hati dijalan. Oh ya terimakasih karena sudah membawakan ku makanan tadi." Ucap Sania.
Sarah pun kemudian berlalu begitu saja dengan mengendarai mobilnya. Kini tinggal lah Sania seorang diri.
Keesokan harinya.
Sesuai apa yang ia bicarakan tadi malam. Sania memutuskan untuk menemui Rama di kantornya.
"Selamat siang pak, ada yang mencari bapak!" Ucap salah satu karyawan yang baru saja masuk ke ruangan Rama.
"Siapa?" Tanya Rama.
Kemudian masuklah Sania dan karyawan tersebut pun undur diri untuk pergi.
"Sania, ka-kamu......" Lirih Rama.
"Mas Rama ......."
"Mau apa kamu datang kesini?" Tanya Rama sambil mendekat lalu berbisik pada Sania.
"Aku ingin bicara sama kamu mas!" Jawab Sania.
Rama menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan ya secara perlahan.
"Ngomong apa lagi sih Sania? apa semuanya kurang jelas?" Tanya lagi Rama.
"Bukan begitu mas," Pungkas Sania.
"Jika kamu ingin bicara lebih baik jangan disini." Ujar Rama. Rama lalu meraih lengan Sania dan membawanya pergi ke salah satu cafe yang tak jauh dari kantornya.
"Kenapa kamu seperti orang yang ketakutan saat aku datang?" Tanya Sania.
"Tidak apa-apa. Cepat katakan, apa yang ingin kau bicarakan? aku tidak punya banyak waktu untuk bicara denganmu!" Ucap Rama.
Sania menundukkan pandangannya lalu mulai berbicara.
"Mas.....maafkan aku yang sedalam-dalamnya mas." Ucap Sania.
"Ternyata kau hanya ingin membahas hal itu lagi?" Tanya Rama.
"Tolong dengarkan aku dulu mas!" Pinta Sania.
"Aku memang salah karena telah menyelingkuhi mu. Tapi tidak bisakah kamu memberikanku sebuah kesempatan?" Tanya Sania.
"Kesempatan? kesempatan apa?" Rama tertawa renyah.
"Jika kamu memberiku sebuah kesempatan maka aku akan berubah dan memperbaiki lagi rumah tangga kita." Jelas Sania.
"Kamu dengar Sania, walaupun aku memberimu kesempatan untuk kembali memperbaiki, tapi sama saja, rasanya sudah tidak sama lagi." Kata Rama.
"Tolonglah mas, ini semua demi Alif anak kita. Aku yakin pasti Alif merasa sedih jika jauh dariku." Pinta Sania.
"Saat kamu asik berselingkuh, apa kamu memikirkan anak kita?" Tanya Rama.
Pertanyaan dari Rama sungguh membuat Sania tak bisa berkata apa-apa.
"Sudahlah Sania, sekarang aku akan memaafkan mu tapi jangan harap akan kembali seperti dulu lagi." Ujar Rama.
"Mas....." Lirih Sania dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tolong lupakan semua ini. Aku sudah tidak ingin membahas hal ini karena aku sebentar lagi akan menikah!" Kata Rama.
Deeg.....
Sania begitu tercengang ketika mendengar perkataan Rama yang akan menikah lagi.
"Apa kamu bilang? apa aku tidak salah dengar?" Tanya Sania.
"Tidak, ku ulangi lagi. Sebentar lagi aku akan menikah!"
*murahan dan menjijikan
mereka membela istri selingkuh dan berhubungan badan dengan lelaki lain dengan alasan2 menjijikan
*munafik
dinovel2 suami selingkuh, mereka laknat habis2an suami selingkuh dan tidak ada pembenaran sama sekali
tapi giliran di novel istri selingkuh mereka bela mati matian dengan alasan munafik dan menjijikan
fakt koment kalian membuktikan siapa kalian sebenarnya
wanita baik2 dan normal akan melaknat kelakuan Sania dan tidak ada pembenaran sama sekali
wanita menjijikan dan munafik mereka akan membela dan membenarkan kelakuan menjijikan Sania alias kalian membenarkan kelakuan menjijikan kalian sendiri
...membosankan
kasih sania kebahagiaan dan jgn buat sania jadi kahat thor...kalau pun ada penyesalan jgn sania aja thor..rama juga harus ada penyesalan