Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akira Terang-terangan
Akira mendatangi ruang rawat inap Amina dengan ditemani Jake Hamm dan dua pengawalnya. Jalil dan Fatiyah sudah kembali ke rumah karena mereka juga harus bekerja. Zinnia dan Violet sudah mengirimkan seorang pelayan yang fasih bahasa Jerman untuk menemani Amina.
"Selamat sore my Prince. Nona Amina sudah mandi dan minum obat. Dokter yang memeriksanya, bilang semua akan baik-baik saja. Sementara nona Amina harus bedrest total satu Minggu," lapor Marthe, pelayan yang dikirim Violet.
"Bagus. Kamu tidur sini kan Marthe?" tanya Akira.
"Iya my prince. Queen Violet dan Queen Mother meminta saya disini selama nona Amina harus istirahat total."
Akira mengangguk. "Aku masuk dulu. Ada tugas sekolah supaya Amina bisa lulus bersama." Remaja tampan itu masuk ke dalam ruang rawat inap bersama Jake. Dua pengawalnya di luar bersama Marthe.
"Bagaimana jika kita makan malam dulu. Kantinnya masih buka dan aku yakin, my prince dan master Jake akan lama di dalam." Marthe mengajak dua pengawal Akira ke kantin.
"Benar juga."
Ketiganya pun ke kantin yang hanya beda satu lantai dengan ruang rawat inap Amina.
***
"Hai Mina ... Masih sakit? Kamu sudah tiga hari tidak masuk kelas jadi banyak ketinggalan." Akira datang dengan membawa banyak makanan untuk mereka bertiga.
"Sedikit, my prince. Tapi kata dokter sudah mulai membaik. Alhamdulillah, aku bisa merasakan kedua kakiku," senyum Amina.
Akira mengangguk. "Maaf, Mina. Boleh aku pegang kakimu? Biar aku yakin?"
Jake Hamm mendelik. "Akira!"
"Buat meyakinkan. Aku tidak mau ada kebohongan!" jawab Akira tegas. "Maaf Mina, boleh kah?"
Amina hanya bisa mengangguk. "Bo ... Boleh my prince."
Akira menyibakkan selimut yang menutupi kedua kaki Amina dan mengulurkan tangannya. Akira mencubit sedikit kaki Amina baik kiri dan kanan lalu menggeliat telapaknya hingga membuat gadis remaja itu cekikikan geli.
"My Prince ... Akira ... Geli!" kekeh Amina.
"Benar kamu merasa geli?" tanya Akira.
"Benar My Prince."
Akira mengangguk lalu menutup kaki Amina dengan selimut lagi.
"Oke. Sekarang kita waktunya buat tugas sekolah. Aku sudah bilang pada kepala sekolah supaya kamu bisa ikut sekolah online. Jadi kamu bisa lulus bareng." Akira duduk di sebelah brankar Amina sementara Jake Hamm duduk di sisi yang lain.
"Tugas apa My Prince?" Amina membenarkan posisi tempat tidurnya agar bisa setengah duduk.
"Kamu tidak apa-apa setengah duduk begitu?" tanya Akira.
"Tidak apa-apa My Prince. Tadi saya juga makan dengan posisi begini."
"Baiklah. Oke, kita mulai buat tugas."
***
Istana Brussels Belgia
"Akira tidak makan malam bersama kita?" tanya Arsyanendra yang tidak melihat putra sulungnya di meja makan.
"Akira ke rumah sakit. Katanya mau buat tugas bersama Amina dan Jake. Tugasnya buat dikumpulkan hari Jumat," jawab Violet. "Tadi sudah minta ijin padaku."
Arsyanendra menatap istrinya yang bermata ungu. Uniknya, dua anaknya memiliki warna yang berbeda. Akira mewarisi mata coklat Zinnia sementara Amira mewarisi mata biru kehijauan seperti Sean dan dirinya. Tidak ada yang mewarisi mata ungu Violet.
"Akira naksir berat Amina ya?" tanya Arsyanendra. "Apa ini cuma cinta monyet?"
"Aku tidak tahu, Sya. Hanya saja, Akira kan mirip kamu dan Papa Sean kalau sudah suka sama orang.'
"Apakah mbak Amina cantik?" tanya Amira yang lebih muda dua tahun dari Akira.
"Cantik khas gadis Palestina. Besarnya pasti lebih cantik." Violet tersenyum ke putrinya.
"Mas Kira naksir beneran kayaknya."
"Tapi Amina tampaknya masih ragu, Mira. Tahu lah rasanya ditaksir seorang pangeran," senyum Violet. "Rasanya kok sepi ya tidak ada papa dan mama."
"Mau gimana? Sha sudah pusing dengan Brayden jadi yang maju harus Mommy dan Daddy." Arsyanendra tidak habis pikir dengan keponakannya dari adiknya, Alisha Léopold dan suaminya pangeran Richard Carrington yang bandelnya minta ampun.
"Mama memang paling disegani semua cucunya," kekeh Violet.
"Tapi kalau mas Akira tetap ngeyel dengan mbak Amina gimana?" tanya Amira.
"Kalau memang mas kamu senang dan suka ... Ya biarin saja. Berarti mas kamu normal suka sama cewek," jawab Arsyanendra cuek.
"Astaghfirullah! Sya!" pendelik Violet.
***
Akira benar-benar membuktikan dirinya serius menjalin hubungan dengan Amina meskipun gadis itu menolak berulang kali. Hingga acara kelulusan dan Akira mengajak Amina sebagai partner prom night nya. Akira, Amina dan Jake lulus dengan nilai bagus.
Ferina von Zuylen hanya bisa menatap sebal ke arah Amina yang benar-benar diratukan oleh Akira. Akibat dari kelakuannya, Ferina tidak boleh ikut acara kerajaan hingga lima tahun ke depan. Keputusan Violet membuat ayah Ferina marah besar dan dia menambah hukuman dengan tidak bisa ikut debutante.
Note
Jika dahulu debutante adalah momen “perkenalan diri” secara resmi ke masyarakat bangsawan, kini maknanya lebih diarahkan pada pembentukan karakter, keterlibatan dalam kerja sosial, serta pembangunan jaringan internasional.
Sumber Google
"Kamu jangan menyerang Amina lagi, Ferina. Kamu sudah diskors dua Minggu dan tidak ikut debutante! Jangan macam-macam dengan pangeran Belgia itu!" ucap temannya.
Ferina hanya menatap Amina penuh kebencian.
"Aku akan buat Amina semakin menderita!" geram Ferina.
"Aku ingatkan kamu, Ferina. Akira adalah pria yang tegas dan dia bisa kejam padamu. Masih bagus kamu hanya diskors karena kamu bisa dikeluarkan dari sekolah dan diblacklist di semua sekolah di Belgia. Bahkan dengan pengaruhnya, King Arsya bisa meminta semua sekolah elit di Eropa tidak menerima kamu bukan? Ayahmu juga kena blacklist di acara kerajaan!" ucap temannya lagi.
Ferina menoleh ke arah sahabatnya. "Kamu itu sebenarnya memihak siapa sih, Anne? Kamu itu temanku! Sahabat aku! Harusnya kamu memihak aku! Bukan membela gadis imigran itu!"
"Aku memang sahabat kamu! Dan sebagai sahabat yang baik, wajar dong kalau aku menasehati kamu untuk tidak berbuat bodoh! Kamu itu masih beruntung, Ferina! Bisa saja kan kamu akan mendapatkan hukuman yang sama, dibuat jatuh dengan posisi sama dengan Amina!" balas Anne judes.
"Kamu memang menyebalkan!" Ferina pun pergi mendekati Akira dan Amina yang sedang makan bersama.
Melihat Ferina datang, Akira lalu berdiri untuk melindungi Amina. Sorot matanya tampak tidak bersahabat ke gadis manja itu.
"Ada apa Ferina?" tanya Akira.
"Maukah kamu berdansa denganku?" pinta Ferina tanpa malu di depan banyak orang.
Akira hanya menatap datar. "Tidak!" jawabnya tegas.
"Ayolah Akira! Satu kali ini saja!" ucap Ferina sambil melirik Amina yang duduk dengan wajah dingin. Bagaimanapun, Amina masih merasa kesal dengan kelakuan Ferina.
Masih bagus aku bisa jalan dengan baik meskipun tetap fisioterapi - batin Amina.
"Tidak! Aku tidak akan berdansa denganmu! Tidak malam ini dan tidak selamanya!"
***
Yuhuuu up malam yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu