HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Di dalam minimarket Hazel yang sedang memilih cemilan mendapat pesan dari Ronald kalau hendak di jemput, karna nanti malam calon mertuanya mengundangnya untuk makan malam, dan Hazel segera membalas pesan dari Ronald, mengatakan kalau dirinya sedang ada di minimarket yang tak jauh dari rumah David.
''Cla, sepertinya aku enggak pulang ke asrama'' ujar Hazel.
Clara yang juga sedang memilih cemilan seketika menoleh. ''Loh, memangnya kamu mau kemana?'' tanya Clara.
''Ibu Kak Ronald minta aku makan malam bareng di rumahnya, nih Kak Ronald udah di perjalanan mau jemput aku'' jawab Hazel sembari menunjukkan pesan yang di kirim oleh Ronald.
Clara menghela nafasnya. ''Terus aku gimana?''
''Biar aku minta Kak Kenzo anterin kamu ke asrama, enggak papa kan?''
Clara menganggukkan kepalanya. ''Iya enggak papa, nanti kalau Kak Kenzo berani jahil, aku tarik aja telinganya'' sahut Clara.
Hazel menggelengkan kepalanya sembari terkekeh.
Sedangkan di depan minimarket, Kenzo bergegas menghampiri Luna yang terduduk di tepi jalan.
''Lun, kamu baik baik saja?'' tanya Kenzo.
''Iya aku enggak apa apa, hanya lecet saja'' jawab Luna sembari memperlihatkan sikunya yang terluka karna bergesekan dengan aspal.
Barusan entah bagaimana kejadiannya, yang jelas lampu penyebrangan sudah berwarna hijau, jadi Luna bergegas menyebrang, tapi tiba tiba ada mobil yang menerobos, dan untungnya Luna bisa menghindar dengan cepat walaupun tetap keserempet body mobil, yang membuat Luna terjatuh dan sikunya bergesekan dengan jalan.
''Kamu masih bisa berdiri?'' tanya Kenzo yang di angguki oleh Luna.
Jadi Kenzo membantu Luna berdiri, dan membawanya ke arah mobilnya, sedangkan orang orang yang berkerumun perlahan bubar, karna Luna sudah ada yang membantunya.
''Kamu di sini dulu, aku ke dalam sebentar'' ucap Kenzo dan berlalu masuk ke dalam minimarket, sedangkan Luna dia duduk di jok belakang mobil Kenzo.
Tidak butuh waktu lama, terlihat Kenzo keluar dari minimarket sembari menenteng kantong kresek berukuran kecil, dan menghampiri Luna yang duduk di jok mobilnya.
''Sini, biar aku obati lukamu'' ucap Kenzo sembari mengeluarkan cairan antiseptik, betadine dan kasa dari dalam kantong kresek yang di bawanya, karna luka di lengan Luna tidak terlalu parah jadi Kenzo tidak membawa Luna ke klinik.
''Memangnya kamu mau kemana?, kok bisa sampai di serempet mobil'' tanya Kenzo di sela sela membersihkan luka Luna dengan cairan antiseptik.
''Aku mau cari pekerjaan, Ronald sudah memecatku'' jawab Luna dengan expresi muram.
Kenzo terdiam dia sudah tahu prihal Luna yang tidak di terima kerja lagi di cafe oleh Ronald, Kenzo tidak menyalahkan keputusan Ronald, mungkin jika dirinya ada di posisi Ronald, saat wanita yang sangat kita cintai di lukai oleh orang pasti kita juga akan melakukan hal yang sama, tanpa perduli itu masalah pribadi ataupun pekerjaan, yang jelas kita tidak mau kalau orang yang kita cintai terluka.
''Apa orang tuamu tahu, kalau kamu sudah di pecat dari cafe?'' tanya Kenzo.
''Enggak, aku gak berani bilang sama mereka, aku takut mereka khawatir dan jatuh sakit'' jawab Luna dengan tatapan sendu.
Selama kuliah Luna tidak pernah meminta uang dari orang tuanya untuk keperluan sehari hari, Luna mengatakan kalau dia bisa memenuhi kebutuhan sehari harinya dengan bekerja di cafe milik Ronald, agar kedua orang tuanya bisa fokus membiayai pendidikan kedua adiknya, di tambah lagi Ayah Luna hanya bekerja sebagai scurity di sebuah perusahan dengan gaji yang hanya cukup untuk membayar sewa kontrakan rumah, dan biaya sekolah kedua adiknya, sedangkan untuk makan sehari hari mereka mengandalkan uang dari hasil kedai kecil kecilan yang di jalankan oleh Ibu Luna.
Kenzo menghela nafasnya mendengar jawab Luna. ''Kamu kan tahu sendiri, kalau Ronald tipe orang yang enggak pernah main main dengan omongannya, tapi kamu malah buat masalah lagi sama Hazel'' tukas Kenzo.
Wajah Luna seketika berubah masam. ''Iya, aku tahu aku salah'' sahut Luna ketus.
Kenzo bangkit setelah menempelkan plaster di lengan Luna yang terluka. ''Kalau kamu mau, kebetulan di perusahaan ayahku ada lowongan pekerjaan, tapi sebagai cleaning service'' ucap Kenzo menawari Luna.
Luna terdiam sejenak untuk berfikir, mungkin dulu dirinya bersedia bekerja menjadi barista di cafe milik Ronald karna tujuannya agar bisa dekat dengan Ronald, tapi kenapa sekarang ada lowongan pekerjaan yang tidak jauh beda dengan pekerjaan sebelumnya, dirinya merasa agak tidak nyaman bekerja sebagai cleaning servis di perusahaan, memangnya tidak ada pekerjaan yang layak lagi selain jadi pelayan pikirnya.
''Kalau kamu gak mau ya sudah, aku cuma nawari kamu saja'' tukas Kenzo melihat Luna yang diam saja, walaupun tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Luna, tapi Kenzo bisa menebak dari raut muka Luna yang seperti keberatan dengan tawaran pekerjaan darinya.
''Tapi kan aku masih harus kuliah'' sahut Luna.
''Itu urusan gampang, apa kataku nanti, tinggal kamu mau apa enggak'' tukas Kenzo.
Luna kembali terdiam, kalau menolak dirinya belum tentu akan segera mendapat pekerjaan, di tambah sisa uang yang di tabungnya sudah menipis, dan akhirnya Luna menganggukkan kepala.
''Baiklah, aku mau'' ucap Luna.
''Huft,, ok, nanti aku akan bicarakan sama pihak HRD'' tukas Kenzo.
''Terimakasih, Ken''
''Hem, sama sama'' balas Kenzo.
Selang beberapa saat kemudian Kenzo dan Luna sama sama menoleh, saat sebuah mobil sport masuk ke halaman minimarket dan berhenti di sebelah mobil milik Kenzo.
''Ronald'' gumam Luna.
Sedangkan Kenzo dia langsung bersandar di pintu mobilnya, lalu menatap Ronald yang keluar dari mobil, dan kebetulan bersamaan dengan Hazel dan Clara yang keluar dari minimarket sembari masing masing menenteng dua kantung kresek.
Luna agak kaget melihat keberadaan Hazel, kini dia baru sadar ternyata Kenzo sedang mengantar dua gadis itu ke minimarket.
''Sudah selesai belanjanya'' sapa Ronald menghampiri Hazel dan mengambil alih dua kantung kresek yang di bawa Hazel.
"Sudah'' jawab Hazel tersenyum.
''Loh, kalian mau kemana?'' tanya Kenzo.
''Aku mau ajak Hazel pulang, kamu antar Clara ke asrama'' sahut Ronald.
''Kak Kenz, ingat harus antar Clara sampai di asrama dengan selamat'' ucap Hazel berpesan.
Kenzo menganggukkan kepalanya. ''Iya ya, kamu tenang saja, kalau dia enggak sampai di asrama berarti ya di apartementku'' sahut Kenzo sembari melayangkan tatapan jahil ke arah Clara.
Dan benar saja sebuah pukulan dengan tenaga sedang mendarat di lengan Kenzo, dan tentu pelakunya adalah Clara.
Bukkk
''Kalau Kak Ken beneran bawa aku ke apartement Kakak, aku akan laporin Kakak ke polisi, dengan tuduhan penculikan'' ucap Clara dengan sengit.
Kenzo reflek tertawa terbahak bahak, membuat Clara bertambah kesal.
''Ih,, Kak Kenz diam, enggak usah ketawa'' omel Clara sembari menutup mulut Kenzo dengan telapak tangannya.
''Iya ya, sini belanjaan kamu, biar aku masukkan ke bagasi'' tukas Kenzo sembari tersenyum menahan tawa.
''Huh, ini'' Clara memberikannya dengan kasar.
Hazel dan Ronald hanya menggelengkan kepalanya, melihat Kenzo yang sangat suka menjahili Clara.
''Ya sudah, kami duluan'' ucap Hazel lalu masuk ke dalam mobil Ronald.
''Ok, kalian berdua hati hati'' balas Clara.
Setelah mobil sport milik Ronald sudah melaju ke jalan raya, Clara segera melangkah ke arah mobil milik Kenzo, dan Clara seketika kaget melihat keberadaan Luna duduk di jok belakang mobil.
''Luna'' beo Clara.
Menyadari reaksi kaget Clara, perlahan Kenzo menjelaskannya kenapa Luna bisa berada di mobilnya, Kenzo juga mengatakan untuk sekalian mengantarkan Luna ke asrama karna satu tujuan.
''Kamu enggak keberatan kan?, kalau Luna ikut sekalian?'' tanya Kenzo hati hati saat menyadari wajah masam Clara.
''Enggak sama sekali, ini kan mobil Kak Kenzo, jadi terserah Kakak mau bawa siapa saja'' sahut Clara tersenyum lalu masuk ke dalam jok depan mobil, sedangkan Kenzo memasukkan barang belanjaan Clara ke bagasi.
ikutn sdih...pdhl hazel lg bhgia,tp ada aja ujian dlm hdp....mga ayhnya hazel baik2 aja...
stlh kmrn klah sm hazel,skrng pun klh sm clara...abs ni d jmin bpknya kenzo lngsng ngsih rstu.....
kirain luna udh wras,taunya msih gila...
stlh d tndang sm ronald,skrng ngarep sm kenzo....emng ga tau malu....😫😫😫
Bhgianya kl jd hazel.....d syang clon suami,smp udhd siapin rmh buat msa dpn plus krtu jg....
luna kn ppb...😝😝