Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Setelah menekan tombol merah di hp miliknya, Dave langsung menekan line telepon ke ruangan Rio.
Tetttt...tetttt....tetttt
"Iya pak" jawab Rio.
"Ke ruangan saya sekarang" pinta Dave.
"Siap pak" Rio menjawab.
Emang anak tengil satu ini bisa di andalkan dalam segala hal.
Biar kadang menjengkelkan tetapi tetap di perlukan dalam segala situasi.
Tidak lama pintu di depan ruangan Dave pun terbuka.
Cekreeek *pintu terbuka*
"Ada apa pak? ada yang bisa saya bantu?" Tanya Rio.
"Pesenin dua tiket pesawat kelas bisnis buat aku dan Alena ke Bali, untuk keberangkatan dua hari lagi" pinta Dave pada Rio.
"Asiiiiap pak" jawab Rio sambil tersenyum meledek.
"Beneran nih pak? ternyata pak Dave jago juga udah seperti pembalap formula 1 di Sentul" ledek Rio sambil cengengesan.
"Saya cuma ikutin ajaran kamu aja, biar Dave selalu terdepan" canda Dave.
"Gitu dong pak, jangan serius aja kali-kali becanda biar gantengnya gak luntur" balas Rio.
"Ketularan dari kamu ini, saya bisa kayak gini" timpa Dave sambil melempar kertas ke arah Rio.
"Hahahaha berarti imun bapak belum kebal masih gampang tertular. Ngomong-ngomong lagi pedekate nih pak ceritanya" selidik Rio sembari tertawa meledeknya.
"Maybe yes, maybe no" Jawab Dave sambil mengerutkan keningnya.
"Yang penting bisa membuat dia nyaman dekat aku dan aku nyaman sama dia" sahut Dave.
"Oke la kalau begitu, saya permisi segera laksanakan. Selamat berjuang pak". pamit Rio sambil berlalu pergi.
**********************
Saat yang di nanti pun tiba hari ini Dave dan Alena akan berangkat ke pulau Dewata Bali.
Dave terlihat begitu bersemangat mempersiapkan semua keperluan selama mereka berada di sana.
Bahkan kemarin dia menyempatkan untuk membeli sebuah cincin untuk ia berikan pada Alena saat mereka berada di Bali.
Apa saja yang akan ia lakukan selama di Bali nanti sudah di persiapkan dengan matang oleh orang kepercayaannya yang ada di Bali.
Dave tidak ingin menyia-nyiakan waktu liburannya dengan Alena.
Setelah mandi dan berganti pakaian ia akan menjemput Alena ke apartemen milik Alena menuju bandara.
Mereka sepakat berangkat bersama dan di antar pak Eko sampai bandara.
Dave memakai celana panjang Jeans berwarna biru dan kaos polo berwarna putih, memakai jaket jeans berwarna biru senada sebagai luarannya, lengkap dengan topi dan kacamata hitam, sepatu kets berwarna putih, dari segi penampilan boleh di bilang sempurna apalagi memang Dave memiliki bentuk wajah yang tampan.
Dave keluar apartemen di bantu pak Eko untuk membawakan koper miliknya.
Mobil pun melaju meninggalkan apartemen milik Dave menuju apartemen Alena.
Tidak berapa lama mobil pun sudah berada di depan Apartemen milik Alena.
Wanitanya sudah menunggu di depan lobby dengan sebuah koper yang menunjukkan bahwa sang pemilik siap berangkat.
Mobil berhenti dan pak Eko segera turun membantu untuk mengangkat koper Alena dan meletakkan di bagasi mobil.
Alena masuk dan duduk di kursi penumpang tepat di sebelah Dave.
Dave tersenyum manis dan di balas senyum oleh Alena saat ia masuk ke dalam mobil milik Dave.
Keduanya nampak bahagia dari raut wajahnya.
Sekarang mobil siap menuju ke bandara.
Sampai di bandara keduanya langsung turun dan pak Eko membantu menurunkan koper mereka berdua.
Dave langsung check in dan Alena menunggu di belakangnya.
Setelah itu mereka langsung menuju VIP lounge untuk menunggu pesawat.
Dave dan Alena berjalan sambil bergandengan tangan, sumpah Dave tidak akan melepaskan tangan Alena dari genggamannya.
Tunggu aja kelanjutannya di bab selanjutnya.
Bersambung....
**************************
Tangan author pegel ngetiknya biar semangat lagi jangan lupa kasih komen, like dan jadikan novel ini favorit dong.
Kasih bintang yang di depan di pencet dong
thanks you buat dukungan kalian semua...lope-lope pokoknya.
Tunggu aku kembali lagi ya 😘
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2