NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 22

Perjalanan menuju Puncak Pemurnian Pil adalah sebuah pendakian, baik secara harfiah maupun kiasan. Semakin tinggi mereka mendaki, semakin padat Dou Qi di udara, dan semakin elit murid-murid yang mereka temui. Murid Luar yang ramai dan kasar di kaki gunung digantikan oleh Murid Dalam yang berjalan dengan aura tenang dan percaya diri.

Puncak itu sendiri adalah sebuah mahakarya. Taman-taman herbal yang ditata dengan cermat dalam teras-teras hijau subur menutupi seluruh lereng gunung. Bangunan-bangunan paviliun yang elegan dihubungkan oleh jembatan awan yang melayang, dan aroma obat yang kuat namun menyegarkan meresap ke dalam tulang setiap orang yang menghirupnya. Ini adalah jantung kekayaan dan pengetahuan Sekte Langit Senja.

Di alun-alun utama puncak, di depan sebuah menara pemurnian pil raksasa, berdiri sebuah prasasti batu. Tingginya tiga meter, terbuat dari Giok Jiwa berwarna hitam pekat yang memancarkan hawa dingin yang menenangkan. Di permukaannya, terukir baris demi baris aksara kuno yang rumit dan diagram yang membingungkan.

Puluhan murid alkemis berkumpul di depannya, beberapa mengerutkan kening dalam konsentrasi, yang lain menggelengkan kepala dan pergi dengan putus asa.

"Itulah dia," kata Ling Yue, suaranya terdengar sedikit frustrasi. "Teka-teki Tetua Huo."

"Lihat istilah itu," katanya sambil menunjuk salah satu bagian. "'Fusi Tiga Esensi Kehidupan'. Dan diagram aliran panas ini, seharusnya tidak mungkin berhasil menurut teori alkimia modern. Itu akan membuat tungku tidak stabil dan meledak."

Tian Feng melangkah maju, matanya menyapu baris demi baris tulisan di prasasti itu. Para murid lain meliriknya, beberapa mengenalinya sebagai 'si jenius baru' dan menatapnya dengan rasa ingin tahu, yang lain mendengus meremehkan.

Saat mata Tian Feng membaca aksara kuno itu, sebuah perasaan aneh muncul di dalam jiwanya. Bukan kebingungan. Melainkan... nostalgia.

Ini bukan sekadar aksara kuno. Ini adalah dialek alkimia dari Era Kaisar Pil Bintang, sebuah peradaban alkimia agung yang telah musnah puluhan ribu tahun yang lalu. Sebuah era yang pernah ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri dari atas takhta surgawinya.

"Astaga..." suara Yao Ling di benaknya bergetar karena syok. "Ini... ini adalah metode 'Penyulingan Hati Langit'! Sebuah teknik legendaris yang dikabarkan hilang selamanya! Metode ini tidak menggunakan api eksternal sebagai sumber panas utama, melainkan menggunakan resonansi energi jiwa untuk menciptakan panas dari dalam bahan itu sendiri! Tentu saja diagramnya terlihat aneh bagi para amatir ini!"

Tian Feng terus membaca, pikirannya bekerja dengan kecepatan cahaya. Setiap istilah yang membingungkan bagi Ling Yue, menjadi sangat jelas baginya.

'Fusi Tiga Esensi Kehidupan' bukan berarti menggabungkan tiga bahan. Itu berarti membagi energi jiwa seseorang menjadi tiga aliran yang independen namun selaras, untuk memurnikan tiga bahan utama secara bersamaan dalam tungku yang sama, menciptakan keseimbangan dinamis yang mustahil dicapai dengan metode biasa. Sebuah ujian yang mengerikan bagi kontrol jiwa.

'Gerbang Kehidupan dan Kematian' bukan sebuah titik akupunktur, melainkan momen kritis saat kondensasi pil, di mana sang alkemis harus menyuntikkan sejumput energi kehidupannya sendiri ke dalam pil untuk membangkitkan 'roh' pil tersebut. Sebuah tindakan berbahaya yang bisa merusak vitalitas jika gagal.

Semakin dalam ia membaca, semakin jelas gambaran di benaknya. Ini bukan sekadar resep. Ini adalah sebuah filosofi alkimia yang berbeda, sebuah mahakarya seni yang telah hilang ditelan waktu.

Para murid di sekitarnya melihat Tian Feng berdiri diam di depan prasasti itu selama hampir satu jam penuh, matanya terpejam. Mereka mulai berbisik dan menggelengkan kepala.

"Sudah menyerah, rupanya."

"Bahkan Nona Muda Ling Yue tidak bisa memecahkannya, apalagi dia."

Ling Yue dan Han Xue menunggu dengan sabar, meskipun kecemasan mulai tampak di wajah Ling Yue. Mungkinkah ia terlalu melebih-lebihkan Tian Feng?

Tiba-tiba, Tian Feng membuka matanya. Di dalam pupil matanya yang gelap, seberkas cahaya keemasan kuno bersinar sesaat sebelum lenyap. Ia telah melihatnya. Seluruh resep, seluruh teori, dan bahkan tiga variasi penyempurnaan yang mungkin dilakukan, semuanya tersusun dengan rapi di dalam benaknya.

Ia berbalik dengan tenang dari prasasti itu.

"Bagaimana?" tanya Ling Yue dengan napas tertahan. "Kau mengerti sesuatu?"

Tian Feng menatapnya, lalu pada kerumunan yang meragukan di sekelilingnya. Wajahnya tenang seperti biasanya, tetapi matanya menyimpan kedalaman sebuah lautan kebijaksanaan kuno. Ia memberikan jawaban yang sederhana, namun cukup untuk mengguncang seluruh Puncak Pemurnian Pil.

"Aku sudah memecahkannya."

1
Putu Gunastra
Author iotaknya konslet makanya MC nya ..makin hari makin lemah..rugi punya tulang naga tingkat 9 apa namanya....gini dah kalo Hasil Karya Jiplakan..😄
Hoda Jattan
reinkarnasi dewa lagit tapi kog nggak ada harga dirinya kulihat ya
Anonymous
Di belahan bumi manapun usia 8 tahun itu masih anak-anak bahkan blm remaja. Menyebutnya anak muda kurang cocok di imajinasi pembaca
Anonymous
Walaupun ini fiktif, tp Terlalu lebay dan tidak relevan untuk ukuran murid yg baru berusia 8 tahun
purwono aji
bagus
Putu Gunastra
author Gblok...dah bintang 4. knp kembali lg ke bintang 3..gini kalo jadi author PENJIPLAK...👎👎👎
Kris Santo
maap... kapan dia dapet si pedang naga langit yak?? 😄
Kris Santo
Tian Feng kan masih bentuk bocah 8 apa 9 taun yah... orang2 sekitar udah dewasa dooong. Gak ada percakapan dari Sekte lawan ; ngapain ada bocil disinih?? (biar gak gantung aja, masa disamaratakan seumuran semuah!)
😪😪
Over all sejauh ini kisahnya OK banget. 👍
Kris Santo
krn saya br baca,,jangan melulu soal ambisi,kekuatan,persaingan... (mungkin sdh ada di chapter2 selanjutnya...) Diinfo jg perbedaan usia masing2 Jenius sama Tian Feng. biar berasa lebih idup jenjangnya...
👍👍👍
Kurniawan
Jadi rambut bendera indonesia dong
Agus Wahyudi
seperti misi B29 waktu mau menjatuhkan Bom Atom diHiroshima
Kurniawan
Authornya malas mikirin semua nama peran gak penting
EKO BUDI PRASETYO
tak ada sopan2nya SM Gurunya, hadewww.... nulis novel itu Yo mbok dijaga etika nya jg, ini walau fantasi tp jg bs dijadikan pembelajaran etika
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Harman Loke
sangat terharu sekali
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss Tian Feng
Harman Loke
Tian Feng dengan kejadian ini maka untuk itu tingkatkan terus kultivasimu yang lebih tinggi lagi agar orang tidak merendahkanmu
Harman Loke
yang berniat jahat sama Tian Feng bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh saja jangan beri ampun bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget Tian Feng atas peningkatan kultivasimu yang lebih tinggi lagi
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss Tian Feng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!