NovelToon NovelToon
Terpaksa Kawin Muda

Terpaksa Kawin Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rani

Dijebak oleh kakak tiri dengan seorang pemuda pada malam ulang tahun teman. Siapa sangka, orang yang satu kamar dengan dia ternyata seorang tuan muda yang paling berpengaruh di kota itu.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Ikuti terus kelanjutan kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Merlin mengikuti apa yang Dicky katakan. Ia langsung duduk berhadapan dengan Dicky tanpa berucap sepatah katapun terlebih dahulu. Karena saat ini, perutnya memang sedang sangat lapar. Yang ada dalam pikiran Merlin sekarang adalah, makan dengan lahap sesegera mungkin.

"Ayo makan! Maaf, cuma bisa kasi kamu makan nasi goreng saja sekarang. Nanti, kita akan makan di luar."

Merlin tidak berucap. Dia langsung menyantap nasi goreng yang ada dihadapannya tanpa pikir panjang. Tidak pula ia hiraukan tatapan Dicky yang melihatnya sekarang.

Tidak butuh waktu lama, Merlin melahap sarapannya tanpa tersisa. Dia merasa lega karena perutnya sudah terisi dengan nasi goreng yang baru saja dia makan.

"Enak nasi gorengnya?" tanya Dicky setelah Merlin selesai minum.

"Lumayan. Tapi ... rasanya berubah enak karena aku sedang lapar. Jika aku tidak lapar, mungkin rasanya tidak enak."

Dicky tersenyum. Dia merasa sedikit kagum dengan sikap gadis yang ada dihadapannya saat ini. Gadis yang bergelar istrinya itu benar-benar perempuan yang apa adanya. Bicara tanpa sandiwara dan tanpa pikir panjang tentunya.

"Kenapa? Ada yang lucu dengan apa yang aku ucapkan barusan?"

"Tidak ada. Hanya saja, aku merasa sedikit geli hati dengan penuturan mu yang terlalu apa adanya itu. Kamu bicara tanpa berpikir panjang dulu. Tidak memikirkan hati orang yang sudah memasak nasi goreng itu dengan susah payah."

Merlin melebarkan matanya. Dia kini menatap Dicky dengan tatapan tak percaya.

"Jangan bilang kalau nasi goreng ini kamu yang memasaknya ya."

"Tapi ... jika pun ia, maka aku akan tetap jujur padamu."

Mendengar kata-kata yang Merlin ucapkan barusan, Dicky malah tertawa lepas. Hal itu membuat Merlin memperlihatkan wajah kesal dengan apa yang Dicky lakukan padanya.

Tidak ingin memperkeruh lagi suasana yang memang sudah keruh sekarang, Dicky menghentikan tawanya. Ia malah beralih menatap Merlin dengan tatapan yang Merlin sendiri tidak mengerti apa maksud dari tatapan itu.

"Kenapa? Kenapa berhenti tertawanya, hem? Lanjutkan saja terus! Ejek aku ini," ucap Merlin dengan wajah kesal.

"Kenapa kamu begitu gampang ngambek sih jadi cewek? Aku tertawa karena kamu itu terlalu polos jadi perempuan. Bukan karena aku sedang mengejek kamu."

"Lagian ... kalo kamu mikir itu harusnya pakai logika dong. Masa aku yang masak. Kamu gak ingat siapa aku?"

Merlin menatap lekat Dicky dengan tatapan tajam selama beberapa saat.

"Aku ingat siapa kamu. Aku sangat ingat," ucap Merlin sambil beranjak bangun dari duduknya.

'Ya Tuhan ... kenapa dengan gadis ini? Kenapa dia terus-terusan memperlihatkan sikap galaknya padaku?' Dicky berucap dalam hati.

Melihat Merlin yang ingin meninggalkan dirinya di meja makan, Dicky segera menahan tangan Merlin agar tidak pergi. Hal itu membuat Merlin semakin terlihat kesal, bahkan marah pada Dicky.

"Dicky lepas!"

"Tidak akan. Aku tidak akan melepaskan kamu. Lagian, aku heran sama kamu sekarang. Kenapa coba, kamu terlihat seperti orang yang begitu memusuhi aku? Kamu terus saja mengibarkan bendera perang mu setiap bicara padaku."

"Itu karena kamu. Kamu yang menginginkan aku memusuhi mu. Kamu juga yang memancing peperangan antara kita berdua. Aku hanya melayaninya saja."

"Eh ... kenapa malah menyalahkan aku sih? Bukankah aku sudah mengaku salah. Aku juga sudah minta maaf padamu atas kesalahan yang telah aku perbuat. Tapi kenapa kamu terus saja marah padaku, Merlin?"

"Memangnya, aku memaafkan mu?" tanya Merlin dengan nada acuh.

"Apa? Kamu tidak bersedia memaafkan aku?" tanya Dicky dengan wajah dan nada tak percaya.

"Tidak. Kenapa? Kaget? Tak percaya? Ya terserah padamu."

"Ya Tuhan ... kamu perempuan pertama yang begitu berani padaku. Aku salut padamu Merlin."

"Heh ... harus dengan cara apa lagi aku bisa mendapatkan maaf dari kamu sekarang? Katakan saja! Jika bisa, maka aku akan lakukan."

'Tunggu! Aku ngomong apa sih barusan? Kenapa malah bicara seperti orang yang benar-benar sedang mengharapkan maaf dari seorang kekasih? Ya ampun ... yang benar saja kamu, Dicky. Hubungan antara kamu dengan perempuan yang ada dihadapan kamu ini itu cuma sebatas perjanjian. Ingat itu,' kata Dicky mengutuk dirinya sendiri dalam hati.

Dicky terdiam dengan mata melihat ke bawah. Benaknya terus berkelana dengan apa yang sedang dia pikirkan sekarang. Sementara itu, Merlin melihat wajah Dicky. Perlahan, dia merasa tidak pantas memperlakukan Dicky dengan cara yang dia lakukan barusan. Karena status dan kedudukan dirinya, sangatlah berbeda. Ditambah, apa yang telah orang tuanya lakukan padanya. Hal itu membuat Merlin semakin merasa tidak pantas berlaku tidak baik pada Dicky.

"Dicky. Aku sudah memaafkan kamu," ucap Merlin sambil menundukkan wajahnya.

"Dan sebenarnya ... kamu tidak butuh kata maaf dari aku. Karena aku ini, memang pantas kamu perlakukan seperti apapun. Karena .... "

"Lupakan soal itu. Jangan pernah ungkit soal apa yang telah terjadi selain apa yang telah sama-sama kita sepakati," ucap Dicky sambil menggenggam tangan Merlin dengan erat.

Merlin mengangkat wajah saat Dicky menggenggam erat tangannya. Dia melihat Dicky dengan tatapan tak percaya. Lalu, dia melihat tangan Dicky yang sempurna menutup tangannya.

"Ee ... maaf." Dicky berucap sambil melepaskan tangan Merlin dengan cepat.

"Gak papa," ucap Merlin dengan perasaan sedikit kecewa. Entah apa alasannya, dia juga tidak tahu soal rasa kecewa yang tiba-tiba saja muncul dengan sendirinya itu.

"Aku sudah makan. Aku ingin ke kamar mandi sekarang. Permisi," ucap Merlin sambil beranjak meninggalkan Dicky.

Baru beberapa langkah Merlin berjalan, Dicky kembali menghentikan langkah Merlin.

"Merlin. Bisakah kita berteman?"

Merlin tidak langsung menjawab. Dia mencoba mencerna setiap kata yang Dicky ucapkan barusan dengan diam mematung membelakangi Dicky. Teman? Satu kata yang menurutnya ... entahlah, dia juga sulit untuk menguasai hati saat ini.

Terlalu naif jika dia bilang, dia benci Dicky setelah apa yang Dicky lakukan padanya. Yang ada, dia malah merasa bahagia saat bersama Dicky. Hatinya sulit untuk dia kuasai meski akal sehatnya masih terjaga dengan baik.

"Merlin. Apakah kamu tidak bersedia berteman dengan aku? Aku rasa, kita bisa menjalin hubungan baik dengan berteman, bukan? Tentunya, selain hubungan pernikahan kontrak yang sama-sama kita sepakati ini, kita bisa dekat sebagai teman."

Merlin memutar tubuhnya menghadap Dicky. Senyum kecil dia perlihatkan sekarang.

"Kamu yakin ingin berteman dengan aku?"

"Tentu saja. Kenapa tidak? Aku yakin, kita bisa saling berbagi."

"Berbagi apa?"

"Berbagi ... ya macam-macam. Selain berbagi keuntungan yang saling kita dapatkan dari status pernikahan kita tentunya."

Merlin terlihat memikirkan apa yang Dicky ucapkan barusan. Hatinya membenarkan dan ingin sekali menyetujui apa yang Dicky tawarkan padanya saat ini. Meski sebenarnya ... ada rasa kecewa yang entah mengapa bisa muncul di sana.

1
Santi
Luar biasa
Rani: makasih buanya💕💕💕🥰🥰🥰
total 1 replies
Uwie Yanti
cerita yg bagus buat remaja, Sama sekali tidak ada adegan fulgarnya.... cocok buat remaja. sesuai umur ceritanya....
Rani: uhuk.... makasih banyak yah
total 1 replies
Uwie Yanti
cih.... pengen ku bejek2 si Tora...😤😤😤😤😤
Uwie Yanti
jangan2 itu intan lagi si Mak mertuanya si Merlin...
Uwie Yanti
teman tidur Merlin.....
Uwie Yanti
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qorie Izraini
roman2 ny kang Tio bakslan jd nech
nikah muda ny
dpt jodoh putri cengeng lagi 😁😁😁
Qorie Izraini
o..oo..
siapa dia...
Qorie Izraini
ingat batasan mu Inta..
wlu pun kau serang nyonya,
tapi kau terlalu Egois, ingin ter lalu mengatur hidup nak mu
Qorie Izraini
owalah Tora...
picik sekali pemikiran mu
toh yg buat kepurltusan dan bunuh diri kan adek mu sendiri.
tich dicky blom nogmong ke adk mu.
kenapa hrs dicky yg di salah kan atas kematian ny .
Qorie Izraini
holang kaya klu ngomong suka benar y..
uang 20 M, gak ada apa2 ny buat mereka...
ah..awaq wong misqin iki 100 rebu sdh sangat berarti 😁😁😁
Qorie Izraini
ngarep banget y ..
klu hdp Meelyn bakal sengsara
dasar emak sana anak sama aja.
sama2 gak tau diri
ini lg papa Merlyn kok bisa nuta y mata hati ny, pada anak kandung Sendiri
Qorie Izraini
kacian y...siluman eubah.
target ny salah sasaran ..😀😀😀
Dewi Ruli
baguuus...👍👍👍 bikin penasaran...semoga happy ending yaaa..😘🥰❤🌷
Ida Yato
ceritanya g monoton
pipi gemoy
waduh anak SMP Lo ini
malah bunuh diri 😱
Qaisaa Nazarudin
Kamu gak perlu merasa berdosa seperti itu Merlin,Orang seperti mereka itu mmg harus kamu lawan,Jangan jadi lemah..Ayo Merlin kamu pasti bisa..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus menyalahkan orang lain atas kekonyolan dan kebegoan adek kamu sendiri..!!🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Astaga hanya karena cinta ditolak dan hanya karena lelaki sampai segitunya,Kamu itu masih kecil dek,harusnya kamu itu mengejar impian dan cita2 kamu,Bukan malah mengejar cinta 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Noh ternyata bukan salah Dicky nih,udah ditolak secara halus,Tora dan adeknya yg ngenyel dan maksa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!