NovelToon NovelToon
Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: YeJian

Terlahir dengan bakat rendah dan tubuh lemah, Ren Tao hanya dianggap sebagai murid sampah di Sekte Awan Hitam. Ia dihina, dimanfaatkan, dan diperas tanpa henti. Di dunia kultivasi yang kejam, orang sepertinya seharusnya mati tanpa meninggalkan nama.

Namun tak ada yang tahu Ren Tao tidak pernah berniat melawan dengan kekuatan semata.

Berbekal kecerdasan dingin, ingatan teknik kuno, dan perhitungan yang jauh melampaui usianya, Ren Tao mulai melangkah pelan dari dasar. Ia menelan hinaan sambil menyusun rencana, membiarkan musuh tertawa… sebelum satu per satu jatuh ke dalam jebakannya.

Di dunia tempat yang kuat memangsa yang lemah, Ren Tao membuktikan satu hal
jika bakat bisa dihancurkan, maka otak adalah senjata paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YeJian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 – Langkah yang Terbuka

Zona aman tinggal sepotong tanah sempit di antara dua tebing batu. Qi di sekitarnya berputar kasar, menekan siapa pun yang mencoba bertahan terlalu lama. Udara terasa berat, seolah paru-paru diperas pelan.

Ren Tao berdiri di tepi zona itu.

Di depannya, hanya tersisa tiga orang.

Dua murid inti yang terluka, dan satu yang berdiri paling depan posturnya tegak, aura qi-nya stabil dan padat. Wajahnya tenang, tapi tatapannya tajam.

Murid inti teratas angkatan ini.

Nama tidak perlu disebut.

Semua orang tahu.

“Menarik,” katanya datar. “Murid luar bisa sampai sejauh ini.”

Ren Tao mengangguk kecil. “Aku juga heran.”

Dua murid lain tertawa pendek, tapi jelas gugup. Mereka tahu ini bukan lagi soal jumlah.

Ini soal siapa yang tersisa.

Wei Kang mengamati dari kejauhan. Tangannya di balik lengan jubah bergerak sedikit.

Formasi bergetar.

Tekanan qi naik sepersekian.

Ren Tao merasakannya.

Dia memaksa.

Zona aman makin sempit. Waktu makin pendek.

Murid inti teratas melangkah maju. “Kalau kau menyerah, aku tidak akan mengejarmu.”

Ren Tao tersenyum tipis. “Kalau aku menyerah, aku tidak akan keluar hidup-hidup.”

Itu kebenaran.

Serangan datang tanpa aba-aba.

Pedang murid inti teratas bergerak cepat, bersih, tanpa emosi. Ren Tao mundur, menghindari tebasan pertama, tapi tebasan kedua memotong udara terlalu dekat.

Lengannya tergores.

Darah menetes.

Ren Tao tidak membalas.

Ia membaca.

Setiap ayunan, setiap jeda napas, setiap perubahan tekanan qi. Lawannya kuat tapi bermain aman.

Dia tidak mau terluka, pikir Ren Tao. Berarti dia takut kalah.

Ren Tao bergerak ke arah tebing.

Dua murid lain melihat peluang dan ikut menyerang, berharap menjatuhkan Ren Tao lebih dulu.

Kesalahan.

Ren Tao mengubah arah mendadak.

Ia memanfaatkan satu tebasan murid inti teratas untuk memotong jalur dua lainnya. Serangan mereka bertabrakan.

Qi meledak.

Satu murid terpental ke luar zona aman dan langsung tersingkir.

Yang satunya jatuh berlutut, napas kacau.

Tinggal dua.

Murid inti teratas berhenti sejenak, menatap Ren Tao lebih serius. “Kau sengaja.”

Ren Tao mengangguk. “Dari awal.”

Wei Kang menyipitkan mata.

Formasi bergetar lebih kuat.

Tekanan qi menghantam Ren Tao dari samping. Ia terlempar dan menghantam tanah, napasnya terputus sesaat.

Ini sudah keterlaluan, pikir Ren Tao. Tapi bagus.

Ia bangkit perlahan, tubuhnya gemetar, tapi senyum kecil muncul di bibirnya.

Murid inti teratas menyerang lagi, kali ini lebih agresif. Ren Tao menghindar tipis, lalu masuk ke jarak dekat dan menghantam dada lawan dengan siku.

Tidak kuat.

Tapi cukup mengganggu ritme.

Ren Tao sengaja membuka sisi kirinya.

Pedang menembus bahunya.

Rasa sakit menyambar.

Namun Ren Tao tidak mundur.

Ia mengunci lengan lawan dan berbisik, “Kau tidak biasa bertarung kotor.”

Murid inti teratas terkejut.

Ren Tao memanfaatkan momen itu.

Ia menjatuhkan tubuhnya sendiri, menarik lawan ke arah tepi zona aman. Tekanan qi langsung menghantam mereka berdua.

Murid inti teratas panik dan melepaskan diri.

Terlambat.

Kakinya menginjak area terlarang.

Qi menghantam tubuhnya dan melemparkannya keluar.

Hening.

Ren Tao terjatuh berlutut, darah menetes deras. Tapi ia masih di dalam zona aman.

Cermin formasi berhenti bergerak.

Di luar lembah, beberapa tetua terdiam.

Wei Kang mengepalkan tangan.

Ren Tao mengangkat kepala perlahan.

Langkahku terbuka, pikirnya. Dan aku menang.

Langit bergemuruh sekali lagi.

Ujian selesai.

Dan semua orang tahu—

hasil ini bukan kebetulan.

Ren Tao bukan lagi murid luar biasa.

Ia adalah masalah.

1
Zan Apexion
salam sesama penulis novel Kultivasi.☺️👍

semangat terus ya...
YeJian: siap terimakasih bro atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!