NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 17

Alisha terdiam saat Rafi berdiri di depan mobilnya, segera Alisha mengaktifkan kamera agar nanti bisa dia jadikan bukti atas kejahatan Rafi dan Naya ini. Tubuh Alisha terkena pecahan kaca itu hingga berdarah, Rafi menarik Alisha keluar dari mobil secara paksa dan menjambak rambutnya dengan kuat. Di luar mobil, Alisha dihempaskan begitu saja lalu ia dikelilingi oleh Rafi dan anak buahnya.

“Padahal kami sudah berbaik hati untuk tidak menyekap dan menyiksamu lagi. Tapi kau malah menjadi madu dari adikku, dasar tidak tau diri.” Alisha tertawa mendengar pernyataan Rafi itu, hatinya begitu sakit karena selalu disalahkan seolah dia yang perebut.

“Tidak tau diri? Adikmu yang tidak tau diri, Rafi. Dia melakukan ketidakadilan padaku hanya untuk merebut kekasihku itu. Berbaik hati dari segi mana kau hah? Kebebasan adalah hakku yang sudah kau ambil.” Alisha benar-benar mengeluarkan uneg-uneg di hatinya.

Plak!

Satu tamparan melayang di pipi Alisha hingga darah mengucur dari sudut bibirnya. Alisha tersungkur di kaki salah seorang anak buah Rafi.

“Hajar dia!” titah Rafi pada anak buahnya sehingga mereka semua memukuli dan menghajar Alisha secara bergiliran. Tubuh Alisha terpental kesana kemari dan wajahnya juga sudah babak belur.

Terakhir di opor, Alisha berakhir di tangan Rafi, dengan satu tusukan di perutnya, Alisha mengeluarkan darah dari mulutnya. Rafi mendorong tubuh Alisha ke jalanan dan membiarkan perempuan itu kehabisan darah, Rafi sangat yakin kalau Alisha akan mati segera.

“Hilangkan jejak pembunuhan ini, buat dia seperti terkena perampokan.” Rafi kembali memerintah pada anak buahnya.

“Baik bos.”

Anak buah itu mengambil seluruh barang-barang berharga Alisha dan meninggalkan perempuan itu sendiri. Alisha berusaha bertahan saat semua orang itu sudah pergi, dia menyeret tubuhnya ke dalam mobil dan mengambil kamera kecil yang telah dia siapkan untuk bukti.

Alisha berusaha meminta bantuan tapi jalanan tersebut sangatlah sepi dan Alisha kembali terbaring di jalan. Sepuluh menit setelahnya Albiru datang, dia keluar dari mobil sambil berlari dan mendekap Alisha yang sudah tidak sadarkan diri. Albiru melihat sebuah kamera kecil di tangan Alisha, cepat saja dia simpan kamera itu dan membawa Alisha ke rumah sakit.

“Bertahan sayang, aku tidak akan memaafkan siapapun yang melakukan ini padamu. Aku bersumpah Alisha.” Albiru yang panik memacu mobilnya dengan cepat hingga sampai di rumah sakit, Alisha segera ditangani oleh tim medis.

Orang tua Alisha dan Albiru ikut menyusul ke rumah sakit, hanya Naya yang tidak diberitahu karena Albiru yakin kalau semua ini ulah Naya.

Hampir satu jam menunggu, akhirnya dokter memberitahu kalau kondisi Alisha sudah membaik. Tak ada luka serius karena tusukan itu, untung saja tidak mengenai organ vitalnya.

Alisha segera dipindahkan ke ruang rawat dan Albiru benar-benar menyesali semua ini. Saat sadarkan diri, Alisha melirik sendu pada Ibnu yang ada di samping Albiru.

“A-ayah.” Ibnu langsung mendekat dan mencium kening putrinya.

“Ayah sudah tidak bisa lagi menahan semua ini, Nak. Ayah sangat benci dengan pelaku kekerasan padamu. Ayah harus menuntut mereka.” Alisha menggeleng lemah.

“Ayah gak apa-apa kan?”

“Ayah baik-baik saja sayang. Siapa yang melakukan ini padamu?”

“Tadi... saat aku di rumah, Naya mengatakan kalau ayah diculik oleh Rafi, lalu dia memberikan sebuah alamat dan aku ke sana Yah. Lalu di jalan, aku dicegat dan dipukuli.” Alisha mengatakan semuanya, yang membuat Ibnu, Dhevi, Adipati, Irma sangat emosi terlebih lagi Albiru.

“Dia sudah sangat keterlaluan, sayang. Ini tidak bisa dibiarkan.” Albiru menggenggam tangan Alisha.

“Tadi aku ada pasang kamera, sekarang entah di mana.”

“Aku amankan.” Albiru menjawab.

Mereka semua memeriksa isi kamera itu dan jelas di sana wajah Rafi menghadang Alisha serta semua penyerangan tersebut terekam dengan baik.

Albiru tidak bisa lagi menahan emosinya. “Jagain Alisha di sini, aku akan kembali.” Albiru berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke dalam rumah.

...***...

Albiru disambut hangat oleh Naya tapi pria itu malah mencekik Naya dengan kuat. “Brengsek, kau berani mencelakai istriku hah? Kalau sampai ini terjadi lagi, aku yang akan membunuhmu sialan. Wanita iblis.” Naya berusaha melepaskan cekikan Albiru dan terlepas.

Naya terbatuk setelah tangan Albiru lepas dari lehernya. “Kamu kenapa Mas? Aku salah apa?”

“Jangan pura-pura kau sialan, aku tau kalau ini ulahmu. Apa maksudmu mengatakan pada Alisha bahwa kakakmu menculik ayahnya hah? Apa kau dan kakakmu itu penculik?” Naya membulatkan matanya mendengar pertanyaan Albiru. Dia mengira kalau Alisha sudah mati karena tadi Rafi mengatakan kalau dia sudah membunuh Alisha dan tidak meninggalkan jejak apapun di lokasi kejadian.

“Aku tidak paham apa yang kamu katakan Mas.”

“Kalau begitu, ikut denganku.” Albiru menarik Naya masuk ke dalam mobilnya dan merebut ponsel Naya begitu saja, setidaknya dia mengetahui sandi dari ponsel itu. Naya diikat di dalam mobil dan dibawa ke tempat yang menurut Albiru adalah tempat yang pas dan cocok.

“Kita mau kemana Mas? Aku mau dibawa kemana sampai diikat begini?” seru Naya dengan panik.

“Kita akan ke kantor polisi.” Naya membulatkan matanya, dia tidak menyangka kalau Albiru akan bertindak sejauh ini.

“Aku gak salah Mas. Aku gak tau apa-apa, kenapa kamu nuduh aku yang bukan-bukan sih?”

“Jelaskan saja di kantor polisi nanti.”

Mobil melesat cepat hingga sampai di kantor polisi, Naya bahkan belum sempat memberitahu Rafi atas semua ini. Di kantor polisi, Albiru menyerahkan semua bukti yang telah dikumpulkan oleh Alisha dan terakhir sebuah video penyerangan atas Alisha yang dilakukan oleh Rafi.

Naya tidak menyangka kalau semua itu memberatkan dirinya dan juga Rafi, dia tidak mengira kalau Alisha serta Albiru akan menjebak dirinya dengan mengumpulkan semua bukti itu.

“Mas, tolong maafkan aku Mas. Jangan masukkan aku ke dalam penjara.” Naya berlutut di kaki Albiru tapi tak ada lagi rasa iba pada pria itu.

“Kau sudah memisahkan aku dengan Alisha, dan kau sudah menyakiti kekasihku itu sialan. Maaf kau bilang? Tidak ada maaf untukmu. Kau berlagak seolah seorang korban dari hubungan kami padahal kau pelakunya.” Albiru melepaskan kakinya dari pelukan Naya hingga Naya terpental.

“Mas, aku lakuin ini karna aku sayang sama kamu Mas. Tolong beri aku kesempatan memperbaiki semuanya. Jangan begini.” Naya sampai meraung menangis karena perbuatannya sudah ketahuan.

Albiru berjongkok dan menjambak rambut Naya dengan kuat seperti apa yang dilakukan oleh Rafi pada Alisha. “Dengar baik-baik brengsek. Naya Relamia, aku talak 3 kau detik ini juga.” Albiru menjatuhkan talak 3 pada Naya yang membuat Naya melotot kaget serta semakin menangis histeris.

“Gak mau Mas, aku gak mau kehilangan kamu. Gak. Gak mungkin, aku gak mau berpisah. ENGGAAAKKK!!!” Polisi membawa Naya ke dalam sel untuk mengamankannya dan sekarang mereka akan mencari Rafi yang juga menjadi tersangka utama.

“Saya ingin mereka semua ditangkap, Pak.” Albiru berkata.

“Kami akan menangkap mereka secepat mungkin Pak Albiru, semua bukti sudah cukup untuk menangkap mereka.”

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!