Serena adalah mantan bodyguard namun karena sebuah insiden Serena di pecat dan berakhir menjadi seorang pelayan di sebuah restoran untuk bertahan hidup.
Wanita berusia 28 tahun itu juga suka membaca novel yang bergenre SCI-FI dan juga novel-novel tentang hari kiamat.
Sebuah hal ajaib terjadi pada nya setelah dia membaca novel tentang hari kiamat yang dia temukan di atas meja salah satu pengunjung yang tertinggal. Serena malah menjadi salah satu tokoh yang tak penting dalam cerita.
Menjadi seorang tokoh yang di jual suami dan sahabat nya untuk menjadi salah satu bahan ekperimen bersama tokoh utama di dalam cerita itu.
Apa yang akan di lakukan Serena saat membuka mata dan menemukan dirinya terikat di atas meja laboratorium sebagai kelinci percobaan.
Apakah Serena berhasil melarikan diri atau bahkan menyerah dan mati di halaman pertama?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DI PAKSA IKUT
Saat ini Serena sudah duduk di kursi penumpang di dalam kereta api yang akan membawa nya ke kota Zeshland. Dari kota tersebut Serena akan melanjutkan perjalanan dengan kereta gantung super cepat ke kota Grizel.
Sebenarnya dari kota Bastone ke kota Grizel akan memakan waktu yang cukup lama. Karena kota itu saling berjauhan. Maka dari itu sejak awal Serena tidak ingin merepotkan Archie untuk membantu nya menemukan anak nya yang berada di kota Grizel.
Serena kini menyandar kan tubuh nya ke kepala kursi dan mencoba untuk menenangkan diri sementara kereta kini mulai berjalan. Kali ini dia akan benar-benar berjalan sendiri tanpa siapapun sampai ke kota Grizel.
"Sungguh hari yang berat. Menjadi orang ketiga di hubungan pasangan yang sudah ditakdirkan bersama oleh penulis. Bagaimana pun cara nya aku tidak akan bisa menjadi pemeran utama. Jadi lebih baik aku berjalan sendiri". Ucap Serena sambil memandangi jendela yang menampilkan pemandangan beberapa bangunan yang megah di kota Bastone.
Serena kembali menghelakan nafas nya pelan. Ingatan demi ingatan tentang kebersamaan nya dengan Archie kembali terlintas. Lalu rasa bersalah pun kembali menyeruak masuk ke ingatan nya.
"Sudah lah Serena jangan ingat itu lagi l. Kembalikan kesadaran mu!!". Ucap Serena lagi sambil memukul-mukul kepala nya dengan pelan.
Kembali dia melihat ke arah jendela kursi nya pemandangan yang tadi nya di hiasi dengan gedung-gedung tinggi di kota Bastone kini berpindah ke sebuah desa yang rusak dan hancur. Desa yang penuh dengan asap dan juga banyak orang-orang yang terlihat kelaparan dan juga tergeletak di tanah.
Pemandangan itu menarik perhatian Serena lalu dia bergeser mendekat ke arah jendela yang menyatu dan tidak bisa di buka.
"Apakah desa itu yang akan menjadi akar permasalahan di kota Bastone. Dari desa itu akan ada beberapa orang yang terkena sebuah virus aneh lalu masuk ke kota Bastone tanpa di ketahui. Tak lama dari itu badai salju akan muncul". Ucap Serena lagi pada diri nya sendiri saat mengingat kembali alur cerita yang dia baca tentang keadaan dunia ini dan perjalanan Archie juga Estelle.
"Saat kejadian itu Archie dan Estelle berhasil menyelamatkan kota Bastone dengan keberuntungan yang mereka miliki. Huh.. menjadi spesial di dalam dunia ini sungguh anugrah".
Serena kembali menyenderkan tubuhnya. Lalu melihat ke langit-langit kereta yang sedang bergerak saat ini. Dia duduk sendiri di kursi tersebut tanpa ada penumpang lain nya.
"Dan aku tidak perlu memikirkan hal-hal itu lagi. Aku punya kehidupan sendiri dan mereka juga memiliki kehidupan sendiri. Jadi biarkan saja".
Serena mencoba untuk memejamkan mata nya karena lelah. Berusaha mengusir semua pemikiran tersebut. Lalu tanpa di duga seorang wanita dan juga seorang pria dengan penampilan yang cukup formal ikut bergabung di kursi Serena.
Hal tersebut membuat Serena membuka mata nya seketika dan duduk dengan waspada.
"Halo subjek 357. Ikut dengan kami dengan suka rela atau kami akan memaksa dengan kekerasan yang mungkin tidak akan pernah kau ingin kan". Ucap pria tersebut dengan wajah yang cukup garang.
Serena mengeratkan genggamannya pada tas nya. Lalu berusaha mencoba untuk tenang dan tidak melakukan pergerakan yang tiba-tiba. Jika tidak dia akan tertangkap dan itu akan mempersulit nya.
Dari panggilan tersebut Serena tau jika dua orang ini pasti berasal dari laboratorium di mana dia pertama kali terbangun. Serena melirik dua orang yang duduk di depan nya dengan waspada.
"Huh... Baik lah... Seperti nya aku sudah tertangkap.... Baiklah... Aku tidak akan melakukan perlawanan". Ujar Serena dengan nada yang cukup tenang namun dalam hati memikirkan bagaimana cara nya untuk terbebas.
Serena tau jika mungkin tidak hanya dua orang ini saja yang menunggunya nya di luar. Pasti ada orang lain nya lagi.
Melawan saat ini akan merugikan nya, dia tidak akan selamat jika lari sekarang. Serena akan memikirkan cara nya untuk lepas dari mereka.
"Pakai ini".
Pria itu melemparkan sebuah gelang aneh ke arah Serena. Sebuah gelang yang akan mengikat tangan Serena seperti borgol namun lebih canggih dan juga berbahaya.
Serena tau borgol ini juga di gunakan orang-orang ini untuk menangkap Archie dan Estelle. Kini malah dia lah yang memakai nya bukan kah ini termasuk kesialan dalam hidup nya di tempat ini.
Serena masih memandangi gelang itu dengan wajah yang tenang. Sekali lagi dia tidak akan menunjukan jika dia sedang takut saat ini. Belum lagi keberuntungan nya pasti tidak ada. Dia hanya akan mengandalkan kekuatan dan kemampuan nya a saja sekarang. Tanpa ada Archie di sekitar nya maka keberuntungan tidak akan berkeliaran di sekitar nya.
"Cepat pakai!!! Apa kau mau kami memaksa mu??".
Kini giliran wanita yang berbicara dengan nada yang kesal dan juga tidak suka menatap ke arah Serena.
"Baik aku akan memakainya dengan suka rela".
Mau tak mau Serena memakai gelang tersebut dengan gerakan perlahan. Dia akan mencari cara untuk melepaskan nya. Dan Serena tau ada bagian titik lemah dalam gelang ini yang bisa di hancurkan.
"Berdiri sekarang dan ikut dengan kami!!". Perintah si pria yang mencoba untuk memaksa Serena untuk mengikuti mereka.
"Kan sudah ku katakan jangan memaksa ku!!. Aku bisa jalan sendiri!!". Balas Serena dengan kesal menepis tangan pria itu yang mencoba untuk menyeret nya.
Serena berjalan mengikuti dua orang itu. Entah kemana mereka akan membawa Serena di tengah kereta api yang melaju cukup cepat ini. Serena kini berjalan dia melirik ke kanan dan ke kiri. Benar saja yang dia duga ada beberapa orang yang mengawasi nya di antara penumpang. Dan mereka terlihat cukup sangar.
"Apa mereka gila!! Hanya untuk menangkap ku mereka membawa begitu banyak orang!! Huhh aku sudah seperti seorang kriminal tingkat atas!!". Teriak batin Serena sambil berjalan mengikuti mereka.
Namun saat Serena berjalan dengan perlahan wanita yang berjalan di belakang nya kini mendorong Serena untuk membuat langkah nya berubah cepat. Namun hal tersebut malah membuat Serena hampir tersandung kaki nya sendiri.
"Hey!!!! Aku sudah mengatakan pada kalian kalau Jangan memaksa ku!!".
"Jalan mu terlalu lambat bos kami tidak bisa menunggu lama!!".
Serena hanya diam tak membalas jika dia membalas maka waktu nya akan terbuang sia-sia karena meladeni mereka. Yang terpenting saat ini mencari jalan keluar.
Saat mereka sampai di depan pintu pembatas gerbong Serena menyunggingkan senyuman nya. Dia akan mencoba peruntungan nya kali ini untuk bebas dari kejaran para pengganggu tanpa bantuan keberuntungan yang di miliki Archie.
"Ini kesempatan ku!!".
ditunggu updatenya
semoga Thor sehat sehat terus
semangat
semangat