NovelToon NovelToon
JANJI AISYAH

JANJI AISYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Poligami
Popularitas:483.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kino alvian

Mengisahkan perjalanan seorang wanita yang bernama Aisyah yang di campakan dan di duakan oleh suaminya Zakir namun di angkat derajatnya oleh seorang CEO yang bernama Devan.

Bagaimanakah perjalanan hidup dan cinta antara Aisyah, Devan dan Zakir?

Apakah Aisyah akan menemukan kebahagiaan setelah tersakiti?

Ikutilah kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kino alvian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

awal mulai kebahagiaan

Saat di meja makan.

"Pagi ayah, pagi bunda," sapa Tiara pada kedua orang tuanya.

"Pagi anak gadis ayah." Sapa balik ayah Bram buat putri semata wayangnya.

"Loh ini hanya kita saja yang sarapan?" Tiara celingak-celinguk mencari keberadaan anggota keluarganya yang gak lengkap.

"Kakak dan kakak iparmu saja ini yang belum datang, coba kau panggil kakakmu, mana tahu mereka sudah bangun." Ucap ayah Bram sambil menyeruput kopi hitamnya

"Baiklah ayah, hai Zila mau ikut aunty gak panggil mereka?" Ajak Tiara.

" Iya Zila mau bibik." Jawab Zila cepat.

"Eits no bibi Zila panggil aunty!" Titah Tiara dengan jahilnya.

"Hehehe baik aunty." Zila hanya bisa menuruti ucapan Tiara.

Tiara langsung mendengus, sebab ponakan barunya ini susah di ajak biacara.

Tiara dan Zila langsung naik ke atas menuju kamar pengantin baru tersebut. Kini mereka sudah berdiri di depan pintu kamar Devan.

"Tok..,tok..,tok,...tok," Tiara mengetuk pintunya beberapa kali.

"Kakaaaaakkk, udah siang woii bangun! Lagi ngapain sih ini sudah siang, udah pada di tungguin sama ayah bunda woii!" Teriak Tiara yang membuat sedikit kegaduhan.

"Aunty salah manggilnya." Kata Zila yang sedari tadi menutup telinganya karena teriakan Tiara.

"Ooh salah ya? Lalu gimana caranya sayangku?"

"Begini aunty, hmm assalamu'alaikum ayah umi." Panggil Zila untuk kedua insan yang masih betah di dalam kamar itu.

Tiara yang melihat tingkah Zila menjadi malu sendiri.

Terdengar suara sahutan dari dalam kamar,

"wa'alaikumussalam salam anak ayah." Kata Devan sambil membuka pintu kamarnya.

"Apaan kamu dek, pagi-pagi sudaha buat rusuh. Kakak sengaja diemin kamu biar suara kamu habis!" Kata Devan yang kesal dengan ulah adiknya itu.

"Ayah sudah bangun? Umi mana? Ayo turun kita sarapan bersama." Ajak Zila pada ayah barunya itu.

"Iya sebentar ya sayang, umi lagi gosok gigi di kamar mandi. Jika Zila mau turun, turun aja dulu nanti ayah dan umi menyusul." Ujar Devan dengan lembut.

Tiara tersenyum bahagia karena melihat kakaknya telah bahagia dengan keluarga barunya.

"Oh kalau begitu Zila sama aunty Tia pamit dulu ya ayah."

Setelah mendapat anggukan dari devan, Zila dan Tiara langsung turun dan duduk di meja makan.

"Mana ayahmu Zila?" Tanya bunda Naila.

"Ayah lagi nunggu umi gosok gigi oma."

"Oh ya udah sayang duduk yang bagus ya biar kita mulai duluan untuk sarapan." Ucap bunda Naila.

"Baik oma," ucap Zila.

Selang berapa menit Aisyah dan Devan pun akhirnya turun.

"Acieee pengantin baru," goda Tiara.

Aisyah hanya tersenyum, sedangkan Devan biasa aja.

"Maaf bunda Aisyah telat bangun," ucap Aisyah dengan malu.

"Gak apa-apa sayang, besok juga gak papa mana tahu langsung dapat adek buat Zila." Ucap bunda yang ikut menggoda.

Aisyah hanya bisa terpaksa tersenyum karena bingung mau ngomong apa.

Sarapan pagi telah usai dengan lancar walaupun ada sedikit godaan dan candaan untuk si pengantin baru.

Setelah sarapan Aisyah, Devan dan lainnya duduk santai di ruang tamu sembari berbicang bersama keluarga barunya.

"Devan bagaimana pekerjaanmu? Apa sudah kau tarik orang dari kantor cabang buat bantu kita di sini?" Tanya Bram pada putranya.

"Alhamdulillah sudah ayah, mungkin mereka sudah sampai dan besok sudah mulai bekerja." Jawab Devan.

"Oh ya sudah, baguslah kalau begitu." Ucap Bram santai.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Sedangkan disisi lain,

"mas masak rumah kita kecil begini?" Ucap Vera sedikit kesal.

"Kamu tahu kan kita baru pindah, insyaallah bulan depan kita sudah menduduki rumah yang di fasilitasi oleh kantor. Jadi tolong bersabar Vera. Aku capek dengan kamu yang ngeluh terus. Kamu tidak seperti Aisyah, jika Aisyah tidak pernah mengeluh kaya kamu." Kata Zakir yang membandingkan Vera dan Aisyah.

"Aisyah Aisyah Aisyah terus, aku bukan Aisyah. Aku tidak suka kamu bandingkan aku dengan dia." Ucap Vera dengan marah.

"Terserahlah, yang pasti kamu harus terima semuanya dan ajarin mamamu untuk tidak ikut campur denga urusanku." Zakir yang kesal pergi meninggalkan Vera yang masih marah.

1
Moch Rayhan
idihhhh najissss padal punya abahnya aisyah jirr
Unnie Evi✅
Zakir,kamu jahat banget jadi suami
𝑫𝑬𝑲 𝑪𝑼𝑻: bunda
total 2 replies
➳βC᭄ ☠💤💤OFF💤💤(vika)
obat mujarab adalah do'a...
siippp zila🤗🤗🤗
➳βC᭄ ☠💤💤OFF💤💤(vika)
istri bodoh...aku tak akan bertahan dg semua perlakuan itu...kalo tak ingin pisah jadilah kuat. babat pelakoor dg cara licik..kalo tak kuat ya pisah aja...
➳βC᭄ ☠💤💤OFF💤💤(vika)
aku kalo anak dah dibentak sama siapa saja, tidak perduli itu ayahnya sekalipun...sudah pasti berubah jadi singa...
🔵Ney Maniez
di tunggu updatenya
🔵Ney Maniez
😲😲
🔵Ney Maniez
💪💪
🔵Ney Maniez
🙄🙄😡😡
🔵Ney Maniez
🤦‍♀️🤦‍♀️
🔵Ney Maniez
😡😡
🔵Ney Maniez
ttp ajj slh, kn bs slskn mslh tnp hrs ngtrin
🔵Ney Maniez
🙄🙄🙄🙄
🔵Ney Maniez
🥺🤦‍♀️🤦‍♀️
🔵Ney Maniez
😲😲😲😲di boongin🤦‍♀️🤦‍♀️
🔵Ney Maniez
🤔🤔
🔵Ney Maniez
😲😲🤭🤭🔥🔥🔥🔥
🔵Ney Maniez
🤭🤭🔥🔥🔥🔥
🔵Ney Maniez
👍👍
Melki
suka ceritanya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!