NovelToon NovelToon
Penjelajah Bintang

Penjelajah Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hening dalam keagungan

Di bawah terang cahaya lampu pijar yang berkedip di menara Sektor 13, Tang Yan duduk bersila, dikelilingi oleh aura keemasan yang berputar layaknya pusaran galaksi mini. Di dalam jiwanya, segel Buku Emas Kekacauan terbuka satu tingkat lagi, melepaskan aliran informasi yang begitu padat hingga membuat ruang di sekitarnya sedikit retak.

"Luna, Chu Ziyi... lihatlah," bisik Tang Yan. Suaranya tidak lagi terdengar seperti remaja konyol, melainkan gema dari masa lalu yang sangat kuno. "Dunia ini mungkin miskin energi, tapi ia kaya akan sisa-sisa kehancuran. Dan dari kehancuran, aku akan membangun keabadian."

Tang Yan merentangkan tangannya. Dari ujung jarinya, keluarlah teknik "Sentuhan Penciptaan: Membangunkan Besi yang Tertidur".

Seketika, tumpukan rongsokan logam di dalam menara mulai merayap layaknya ular. Kabel-kabel tembaga yang sudah berkarat menegang dan menjalin diri menjadi formasi yang rumit di lantai. Chip-chip memori yang sudah mati tiba-tiba menyala dengan warna biru elektrik, menyatu menjadi sebuah pusat kendali yang terintegrasi dengan kesadaran Tang Yan.

"Apa... apa yang sebenarnya Tuan lakukan?" Luna bertanya dengan suara gemetar. Ia bisa merasakan bahwa lantai yang ia pijak kini terasa hidup.

"Aku sedang memberikan 'nyawa' pada tempat sampah ini," jawab Tang Yan sambil menyeringai. "Mulai hari ini, menara ini bukan lagi tempat persembunyian. Ini adalah Menara Sembilan Langit Terbuang, markas utama dari Sekte Rongsokan kita."

Tang Yan menoleh ke arah Xiao Bai. Melalui warisan memori dari ras-ras suci purba, ia menemukan satu teknik yang cocok untuk binatang itu. "Xiao Bai, terimalah 'Transformasi Kilin Cahaya Kehancuran'!"

Tang Yan menjentikkan jarinya, mengirimkan seberkas cahaya perak ke dahi Xiao Bai. Binatang itu meraung, namun suaranya bukan lagi ringkikan, melainkan auman naga yang menggetarkan fondasi Sektor 13. Sisik putihnya berubah menjadi transparan seolah terbuat dari berlian, dan tanduknya kini memancarkan petir ungu yang bisa melelehkan baja dalam sekejap.

Chu Ziyi menatap Xiao Bai dengan perasaan campur aduk. Ia tahu, mantan binatang peliharaannya itu kini telah melampaui level binatang suci manapun di Alam Abadi.

"Dan untukmu, Luna," Tang Yan melemparkan sebuah botol kecil berisi cairan keemasan yang berpendar. "Ini adalah 'Cairan Reborn, Sumsum Naga Mengalir'. Minumlah, lalu aku akan ajarkan teknik pertarungan, Langkah Sembilan Langkah Menghapus Langit'. Di kota Neo-Ark ini, kecepatanmu harus melebihi kecepatan pelacakan sensor mereka."

Luna menerima botol itu dengan tangan gemetar. Ia tahu bahwa mulai saat ini, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

***

Namun, di tengah kemegahan itu, Tang Yan tetap waspada. Melalui Buku Emas, ia merasakan bahwa di pusat kota Neo-Ark, ada sebuah kekuatan yang sedang mengamati. Seseorang di sana memiliki alat yang bisa merasakan getaran "Seni Tabula Rasa" milik Tang Yan.

"Tampaknya penguasa sebenarnya dari kota ini tidak suka ada matahari baru yang terbit di tempat sampah mereka," gumam Tang Yan sambil menatap ke arah pusat kota yang berkilauan.

Di luar menara, ratusan drone siluman Cyber-Core mulai menyebar di Sektor 13, mencari sumber anomali. Namun, berkat formasi Tang Yan, mereka hanya melihat gunungan sampah yang membosankan.

Tang Yan berdiri, wajah remajanya kembali terlihat konyol namun matanya menyimpan api yang membara. "Ayo, teman-teman. Mari kita tunjukkan pada mereka bahwa kaisar ini tidak hanya pandai membuat bubuk cabai, tapi juga bisa merubah seluruh kota besi ini menjadi kuali alkimia terbesarku!"

Chu Ziyi memutar matanya, lalu mendengus,

"Hmph... Kau selalu menyebut dirimu kaisar. Aku ingin tahu, kaisar mana yang konyol sepertimu,"

***

Di tengah pusaran energi yang kian padat, kesadaran Tang Yan seolah ditarik paksa melewati lapisan realitas yang lebih dalam. Di dalam ruang jiwanya, Buku Emas Kekacauan mulai membuka halaman kedua yang terbuat dari lembaran nebula yang berputar. Di sana, ia tidak hanya melihat gambar, melainkan merasakan emosi dari milyaran ras yang telah punah. Ia merasakan keputusasaan Ras Titan saat bintang induk mereka meledak, dan ia menyerap ketenangan Ras Pohon Abadi yang bermeditasi selama jutaan tahun.

"Segala yang ada di alam semesta ini, baik organik maupun mekanik, memiliki frekuensi yang sama pada intinya," bisik Tang Yan dalam keheningan jiwanya.

Ia mulai memahami bahwa Seni Tabula Rasa: Peleburan Milyaran Jiwa bukan sekadar teknik meminjam kekuatan, melainkan teknik untuk menjadi "kosong" agar bisa menampung segalanya. Dengan pemahaman ini, Tang Yan mulai merajut kembali struktur atom di sekitarnya.

Di dunia nyata, Menara Sembilan Langit Terbuang mulai mengalami metamorfosis yang mengerikan sekaligus indah. Luna dan Chu Ziyi menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Tang Yan menggunakan teknik "Sentuhan Penciptaan, Membangunkan Besi yang Tertidur" secara ekstrem. Tang Yan menggunakan energi misterius yang mengandung perintah yang tidak bisa dibantah oleh materi.

Rongsokan sasis kendaraan anti-gravitasi yang tadinya menumpuk tak beraturan mulai mencair, mengalir seperti merkuri perak di sepanjang dinding menara. Logam cair itu membentuk ukiran-ukiran Rune kuno yang bersinar dengan warna hijau zamrud, menelan karat dan menggantinya dengan paduan logam suci yang belum pernah dilihat dalam tabel periodik Neo-Ark.

"Dia sedang mengubah tumpukan sampah ini menjadi sebuah Senjata Roh?" gumam Chu Ziyi, wajahnya yang dingin kini menunjukkan gurat ketakutan yang samar. "Jika dia menyelesaikan ini, menara ini akan menjadi pusat gravitasi energi yang bisa menyedot seluruh energi di Sektor 13."

Tang Yan kemudian bangkit berdiri, matanya memancarkan cahaya keemasan yang menembus atap menara. Ia mengangkat tangan kanannya ke arah langit-langit yang gelap, lalu mengeluarkan teknik alkimia yang mendominasi: "Metode Tanpa Kuali 'Tungku Alam Semesta".

Seketika, ruang di tengah menara itu terpelintir. Udara di sana memadat menjadi sebuah bola api hijau transparan yang berputar sangat cepat. Tang Yan mulai melemparkan berbagai bahan yang ia temukan di sekitarnya: inti plasma yang rusak, chip memori yang mengandung esensi kristal, dan beberapa mineral langka dari limbah industri.

"Dalam kehancuran ada kemurnian, dalam sampah ada permata!" seru Tang Yan. Suaranya bergema seperti guntur di dalam ruangan.

Di dalam Tungku Alam Semesta, bahan-bahan tersebut hancur menjadi partikel dasar dan disusun kembali oleh tangan-tangan energi Tang Yan. Dari dalam api hijau itu, keluarlah sebutir pil yang memancarkan aroma yang sangat kuat—aroma yang begitu suci hingga mampu menetralisir bau asam dan belerang di Sektor 13 dalam radius beberapa mil.

Alkimia tidak hanya bergantung pada ramuan, tetapi pada segala hal di alam semesta yang mengandung energi dapat digunakan sebagai bahan.

"Ini adalah 'Pil Esensi Bintang yang terbuang'," kata Tang Yan sambil memegang pil yang bersinar redup namun padat. "Pil ini bukan untuk dimakan, tapi untuk ditanam."

Ia menjatuhkan pil tersebut ke lantai menara. Begitu menyentuh logam, pil itu meresap ke dalam struktur menara dan seketika, sebuah denyut nadi energi menjalar ke seluruh pondasi bangunan. Menara yang tadinya miring dan rapuh kini berdiri tegak sekuat gunung abadi, dengan cahaya perak yang mengalir di setiap celah sambungannya.

Xiao Bai, yang merasakan lonjakan energi murni tersebut, mengeluarkan auman yang memecah kesunyian malam di Sektor 13. Cahaya biru dari tanduknya menyatu dengan aura menara, menciptakan kubah perlindungan tak kasat mata yang dikenal sebagai "Formasi Penjaga Sembilan Segel,".

Luna menatap pemandangan itu dengan mulut terbuka. Tempat yang tadinya adalah gudang sampah yang menyedihkan kini telah berubah menjadi sebuah istana bawah tanah yang megah, diselimuti oleh aura misterius yang membuat bulu kuduk berdiri.

"Neo-Ark membangun menara untuk mencapai langit," kata Tang Yan sambil menyeringai lebar, wajah imutnya kembali terlihat konyol namun matanya berkilat penuh rencana. "Tapi Sekte Rongsokan kita membangun menara untuk menguasai dunia dari bawah tanah. Luna, Ziyi... Selamat datang di rumah baru kalian."

"heiheihei... Apa maksudmu memanggilku seperti itu, apa kita begitu akrab?" Chu Ziyi berkacak pinggang sambil menunjuk Tang Yan.

Tang Yan tidak peduli dengan reaksi Chu Ziyi, ia hanya tertawa kecil melihatnya seperti ini. Menurutnya, Chu Ziyi terlihat sedikit lebih imut ketika dia tersipu.

Dengan selesainya pembangunan markas, Tang Yan tahu bahwa permainan baru saja dimulai. Ia bisa merasakan melalui Buku Emas Kekacauan bahwa tindakannya barusan telah mengirimkan riak kecil di kolam takdir, dan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar pasukan Mecha sedang mulai menoleh ke arah mereka.

1
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪
Mujib
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!