NovelToon NovelToon
Chef Do

Chef Do

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Gadis Amnesia
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: originalbychani

Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 8 : Rasa dalam Hati

Bagi orang Korea, saat makan daging ataupun minum soju harus ada pendamping. Makanan ringan atau pendamping itu disebut anju.

Daun bawang prei Korea (daepa) tidak bisa ditemukan di negara Asia Tenggara, Asia Selatan, maupun Asia lainnya. Selain itu, rasa dan cara memasaknya juga berbeda dengan daun bawang prei negara Barat. Rasa manis alami dari daun bawang prei Korea cocok digunakan untuk makanan berkuah, dijadikan anju, lauk pauk, ataupun acar.

"Ali, beri aku daepa yang banyak," pinta Chef Do, saat dirinya sedang berada di kebun bersama dengan Ali.

Ali memetik sejumlah daepa dan memasukannya ke dalam keranjang. Lalu, mereka berjalan lagi untuk mencari bahan selanjutnya.

Hase menunggu di dalam rumah sambil menyiapkan camilan dan minuman. Karena hari mulai sore dan udara terasa dingin, dia menyalakan tungku api. Setelah beres, wanita itu duduk bersantai sambil menghirup udara bersih dan aroma dedaunan segar.

"Tak kusangka, ambisimu sangat besar hanya untuk membuat satu menu umum," komentar Ali, sembari menengok kepada Chef Do.

"Haha. Itu karena hasil cocok tanam Ali yang luar biasa," jawab Chef Do, sambil tertawa jenaka.

"Dan inilah salah satu sisi unikmu yang tak pernah kau tunjukan kepada orang lain. Padahal, kau bisa tertawa lepas dengan wajah selebritimu," gurau Ali.

"Aku sangat bersyukur bisa memasak gamjatang dengan bahan-bahan dari Ali!" seru Chef Do, masih memetik bahan, dan lanjut menyusuri area perkebunan yang luas itu.

"Jangan berjalan terlalu jauh, nanti aku akan meninggalkanmu seorang diri!" sahut Ali dengan suara kencang.

Ali memang sering tertawa melihat sikap Chef Do, yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Dua puluh tahun lalu, Ali dan keluarganya mulai menetap di Korea Selatan, yakni tempat bermigrasi keempat dan terakhir kali baginya.

Dulu, saat Chef Do masih berusia 17 tahun, dia dianggap serba bisa dengan kecerdasannya yang tinggi. Orang-orang yang lebih tua mengarahkannya belajar hukum, ilmu kedokteran, atau menjadi idola saat tren kpop mulai mendunia.

Berbeda dengan Ali yang hidupnya banyak berkelana atau melancong ke luar negeri hingga bertemu dengan Hase, kehidupan Chef Do hanya untuk berprestasi dan membosankan.

Ayah Chef Do yang bernama Do Gyung Nam, adalah mantan pasukan tentara nasional. Dia mendidik Chef Do dengan keras dan tanpa ampun, hingga tidak memperbolehkan putranya menyebutkan nama sendiri saat diperkenalkan dengan orang lain. Pada masa kenaikan pangkat Gyung Nam, semua orang menyebutnya 'putra jenderal.'

Walau dahulu Do Gyung Nam sangat dihormati sebagai pahlawan negeri, kini zaman telah banyak berubah dan kebanyakan orang berselisih pendapat dengannya. Kabarnya, Chef Do dibuang oleh ayahnya sendiri karena membangkang. Di usia 18 tahun, pemuda itu telah menetapkan impiannya menjadi seorang chef.

"Sungguh tak terbayang, kau benar-benar telah menjadi seorang chef," kata Ali, ketika mereka berkumpul kembali dan membicarakan kisah lampau.

"Benar. Aku ikut bangga padamu, Chef Do," ujar Hase.

"Terima kasih untuk kalian yang selalu mendukungku seperti ini," balas Chef Do.

Tak lama seusai bersenda gurau dan menikmati sajian rumahan Hase, Chef Do bersiap menyetir mobil kembali ke kota.

Sekitar dua jam kemudian, Chef Do sudah tiba di depan rumahnya, lalu melangkah masuk dengan membawa bahan-bahan berkualitas.

"Chef!"

Sambutan spontan dari Eun Chae langsung mengagetkan pria itu.

"Eun Chae? Kukira orang lain telah menerobos masuk ke rumahku," ucapnya dengan ekspresi datar.

"Eh, omong kosong apa itu? Aku hanya senang melihat Chef kembali--"

Sebelum menyelesaikan ucapannya, wajah Eun Chae memerah dengan sendirinya, lalu wanita itu langsung kabur.

"Kembali apa?" renung Chef Do heran, lalu mengabaikannya.

"Chef," panggil Eun Chae, semenit kemudian.

"Apa lagi?" sahut Chef Do.

"Kurasa, aku ingin belajar memasak darimu. Uhm.. Mungkin aku juga akan bisa membuat orang lain senang, seperti saat Chef memasak sesuatu yang lezat untukku," ungkap Eun Chae tulus.

"Begitu ya? Boleh saja," jawab Chef Do, tanpa berpikir rumit.

"Hore. Mulai sekarang, aku akan lebih tekun memperhatikan Chef memasak," sorak Eun Chae.

Walau Chef Do tidak pernah berminat mencampuri urusan pribadi orang lain, dirinya cukup peka.

"Eun Chae.. Kamu boleh berbicara santai denganku," usulnya tiba-tiba.

"Eh, sungguh?" respon Eun Chae, terkejut sekaligus nampak senang.

"Kenapa tidak? Bukankah kau bilang kita berteman?" kata Chef Do santai.

Mendengar ucapan Chef Do, wajah Eun Chae berseri-seri.

"Ok, Chef. Panggil saja aku dengan santai, karena aku adalah temanmu," ulang Eun Chae, seolah dunia mulai berpihak padanya.

"Kamu seperti anak kecil," tambah Chef Do.

Rupanya, kalimat pendek itu berpotensi melenyapkan senyuman manis Eun Chae.

"Huh," desis Eun Chae, lalu berhenti menghalangi Chef Do bersikap sibuk dalam rumahnya.

Chef Do tersenyum, walau tak diperlihatkannya lagi.

"Eun Chae-ya. Tolong simpan barang-barangmu dengan rapi. Jangan tidur di ruang tamu lagi. Tunggu sebentar, aku akan mengambil kunci kamar tamu."

Kalimat Chef Do membuat Eun Chae berpaling ke arahnya. Entah mengapa, perasaannya menjadi hangat dan air matanya mulai menetes.

Pria tinggi dengan kaki panjangnya itu bergerak luwes menuruni tangga dengan kunci di tangan kanannya, lalu mendekati Eun Chae.

"Kamu kenapa?" tanyanya, sedikit membungkuk untuk melihat wajah wanita itu.

"Tidak apa-apa.. Aku hanya senang," jawab Eun Chae pelan, walau sebenarnya ia merasa malu.

Chef Do menyerahkan kunci pada kedua tangan Eun Chae, lalu menyentuh kepala wanita itu dengan lembut.

Gerakan itu singkat dan tak disertai ucapan apapun, namun wajah Eun Chae semakin merona. Belum pernah jantungnya berdebar seperti itu.

Malam itu, Eun Chae tidur di kamar yang bersih dan ranjang yang nyaman. Semakin lama dirinya mengenal Chef Do, semakin hal baik mendatangi hidupnya.

"Ini aneh. Biasanya, aku hanya berbicara dengan Bam.. Apa dia juga suka kuajak berbicara? Tapi, sikapnya bisa sekeras itu kepada bibi penjual bibimbap. Sebenarnya, Chef Do orang yang seperti apa ya?" gumam Eun Chae dalam selimutnya, sebelum mulai mengantuk.

Saat matanya hampir terpejam, Eun Chae melihat sebuah bingkai foto usang di atas meja rias kecil.

Dalam sedetik, Eun Chae turun dari ranjangnya, lalu meraih benda itu.

"Anak ini.. Apa ini Chef Do sewaktu remaja? Lalu, pria ini ayahnya? Rupanya, dia memiliki keluarga," terka Eun Chae, lalu mengembalikan bingkai foto itu.

Walau sebelumnya pernah terpikirkan oleh Eun Chae, dia masih takut mencaritahu tentang asal usulnya. Apalagi, membayangkan bila ada seseorang yang menunggu agar kelak dapat bertemu dengannya.

Mengapa Eun Chae sebatang kara dan memiliki banyak keterbatasan? Benarkah kondisinya seperti ini semenjak semula?

Berbagai pikiran bisa saja mengusik tidurnya di malam hari, namun tidak untuk saat ini. Masih ada sedikit harapan dalam hati Eun Chae untuk menyambut hari esok bersama Chef Do.

- Bersambung -

1
henryy
Critanyaseru dan menarik +ga dangkal. jadi aku sukaa very good ideas /Good//Gift//Sun/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
strawberryjam
karya yg menarik krn bnyak yg bs dipelajari soal kehidupan, ga hanya satu aspek romantis aja,.. jg ada humor.. kebutuhan khusus manusia... blm lg ada kuliner koreanya tuh mantap &unik banget /Good/sukaa sm chef do, karakter dia tuh cool bangett😍
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Baru mulai baca ini, tapi sangat menarik, tulisan rapiii banget, suka sm jokes dlm series nya jg, sipp deh/Good//Heart/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Wow tulisan yg rapi banget aku smpe irii 👍 keren, semangat author
Panda CEO
ngakak lols baru aje makan nengg🤣/Heart/
Panda CEO
ini tuh ya Chae sma kyak kamu pas ngeliatliatin chef Do si cogan kesayanmuu🤭
ig@__02chani: hehe iya kak
total 1 replies
Panda CEO
Wajj menu barat/Chuckle/
Panda CEO
ini mirip gw 🤣👍 cepetan search trs lets goo
Panda CEO
asa salutt ama eun chae Waahhh 👍Klo yg ngomg ini si Chef Do bakalan beda reaksinya 👍😍
Panda CEO
Ge bru tau boots bhs indonesiany sepatu bot👍
lily lin 裏
Aq jg laparr 🤣
lily lin 裏
Waouu hongdae girl 👧/Chuckle/👍
lily lin 裏
Aigoo tuh astagaa ya ampun yah guyzz. kalau agassi tuh Non atau Nona gituu
lily lin 裏
hwanja bun tuh pas q nonton drakor artinyah manggil pasien yaa guyzz jgn lostt 👍
Valeria
Welehh pantesan laperr tadinya keselek pas makan ama tmen cwo lama 🤣 lagian cuman pasta ya kan chae ya
Yuyu
Aigoo eun chae yaa🤣
Yuyu
Pinter jadinyaa diajarin pacarr tersyang 😍😍🤪
ig@__02chani: benar kak🤭
total 1 replies
Sung Ara
ternyata eun chae tuh cerdas jg loh guys 🤭 liatin dia bedain reaksi ke cwo laen. cuman chep do di hatinya uhuuii🤭😍🤣
Yuyu: yes yess
total 1 replies
Penulis Soi
ide cemerlang, cocok dgn kesukaan & keahlian authornya thd budaya korsel./Good//Heart/
Penulis Soi
perhatian sekalii🤭/Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!