NovelToon NovelToon
Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:959.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: AdindaRa

Zella, mahasiswi baru di Universitas Swasta Indonesia telah membuat Leon, ketua BEM yang tegas dan penuh wibawa jatuh cinta pada pandangan pertama saat OSPEK Mahasiswa.

Tidak hanya itu, Levi, seorang dosen jutek, galak, dan tidak banyak bicara yang juga putra pemilik Universitas tersebut juga ternyata diam-diam menaruh hati pada Zella.

Zella yang belum menginginkan untuk berpacaran harus terus menerus mendapatkan teror dari mahasiswi yang mengidolakan Leon dan Levi.

Leon dan Levi pun terus berjuang dengan cara mereka masing-masing untuk mendapatkan hati Zella.

Siapakah diantara mereka berdua yang mampu memenangkan hati Zella?

Adakah Leon atau bahkan Levi yang memenangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Setelah malam di perpustakaan Levi, kini Zella menjaga jarak dengan Levi maupun Leon. Zella selalu membuat alasan setiap kali Levi ataupun Leon memintanya untuk membantunya.

Winda, saudara tiri Zella sudah tidak sering menemui Zella di rukonya. Winda juga terlihat berteman dengan Carina dan Luna karena mereka memang satu kelas.

Sudah satu bulan Zella mengacuhkan kedua pria yang sedang berlomba mendapatkan hatinya. Pagi ini, Zella terpaksa ke kampus sendiri karena Nay terkena diare.

Setelah memarkirkan motornya, Zella langsung menuju ke kelasnya. Silla sudah duduk menunggunya di dalam kelas.

"Nay kok gak kelihatan?" tanya Silla.

"Sakit dia. Dari semalem diare sampe lemes banget." jawab Zella.

"Udah dibawa ke dokter? Salah makan atau gimana bisa diare gituh." tanya Silla.

"Udah aku panggilkan dokter juga. Salah makan dia." jawab Zella. "Oh iya, La. Aku kayaknya gak ikutan baksos deh."

"Kenapa? Kamu lagi diemin Kak Leon ya?" tanya Silla yang sudah hampir setiap hari diburu Leon karena diacuhkan Zella. "Sebenernya ada apa sih Zell. Cerita dong ama aku."

"Nothing problem Silla sayang. Aku cuma mau fokus kuliah aja. Aku tuh gak mau diribetin cewek cewek yang naksir berat sama Kak Leon." jawab Zella. "Lagi pula kan kita baru mulai kuliah."

"Kamu acuhin Kak Levi juga ya?" tanya Silla yang terus ditanya kakaknya perihal Zella.

"La, aku males aja banyak masalah sama kakak kamu. Ribet juga." jawab Zella.

"Emang waktu di perpustakaan kalian ngapain aja? Bertengkar ya? Soalnya aku lihat habis malam di perpustakaan kamu tuh jadi acuh gitu sama kak Levi." tanya Silla.

"Aku cuma ngerjain tugas, disitu juga aku diem diem aja sama Pak Levi." jawab Zella. "Yah intinya aku males ribet, La."

Tak lama kemudian dosen pun datang dan memulai pembelajaran. Satu mata kuliah, dua mata kuliah dan tiga mata kuliah yang berturut-turut akhirnya selesai juga. Reza terlihat di depan kelas sedang menunggu Silla.

"La, ditunggu doi tuh." ucap Zella menunjuk ke arah Reza.

"Aku duluan gak papa nih Zell? Kak Reza minta dianter ke toko buku soalnya."

"Santai aja, La. Aku juga langsung balik ke ruko. Kasihan kalo ninggalin Nay lama-lama." jawab Zella.

Silla langsung keluar kelas bersama mahasiswa yang lain. Zella masih meneruskan catatannya sedikit dan menata bukunya di dalam tas.

Kelas Zella sudah sepi, Leon langsung masuk dan menutup pintu.

"Zella, kamu kenapa sih selalu menghindar dari aku?" tanya Leon yang langsung duduk di hadapan Zella. "Aku salah apa sama kamu?"

"Gak ada apa-apa kak. Aku balik dulu ya. Nay lagi sakit soalnya." jawab Zella yang langsung beranjak pergi. Tapi Leon langsung menahannya.

"Please Zella. Aku minta waktu kamu sebentar aja." pinta Leon.

Zella menarik nafasnya dan berbalik ke arah Leon. "Aku mau fokus kuliah aja Kak." jawab Zella.

"Apa aku mengganggumu selama ini hingga membuatmu tidak fokus kuliah?" tanya Leon dan Zella menggelengkan kepalanya.

"Kak Leon terlalu diidolakan di kampus. Aku males harus ngeladenin penggemar berat kakak. Aku lelah." jawab Zella. "Sekarang aku boleh pergi kan?"

"Aku akan bilang pada semuanya untuk tidak mengganggumu. Carina, Luna, Winda, sebutkan siapa lagi yang suka membuat masalah denganmu, Zella!" Leon masih menahan Zella untuk pergi.

"Jangan lakukan semua itu, kak. Itu akan membuatku semakin susah nantinya. Let me go!" pinta Zella dan Leon masih tetap menahan Zella.

"Aku akan membiarkanmu pergi, asal kau berjanji untuk tidak mengacuhkan aku lagi, Zella. Kumohon." pinta Leon. "Aku juga akan jaga jarak denganmu saat di kampus agar kau tidak diganggu oleh Carina."

"Baiklah, aku setuju." jawab Zella dan Leon mempersilahkan Zella pergi.

Zella menuju ke ruko dan mengecek kondisi sahabatnya. Nay sudah lebih baik daripada tadi pagi. Zella beristirahat sebentar di ruang kerjanya, setelah itu ia akan mengecek kinerja karyawan dan hasil perolehan bisnis kecilnya.

Hampir 2 bulan Zella menjalankan bisnisnya, ia sudah memperoleh keuntungan yang besar. 1 bulan lagi dia pastikan dapat mengembangkan bisnisnya. Zella berkutat di depan komputernya sampai tidak sadar Levi sudah berdiri di sampingnya.

"Zella, ikut denganku sekarang!" perintah Levi memegang tangan Zella.

Zella langsung menarik kembali tangannya karena terkejut Levi datang tiba-tiba. Dilihatnya Nay dan Winda sudah berdiri di belakang Levi.

"Zella, biar aku yang handle laporannya. Ikutlah Pak Levi." ucap Nay menarik tangan Zella dan mengambil alih tempat duduk sahabatnya.

"Ini ada apa sih sebenarnya?" tanya Zella yang masih belum beranjak mengikuti Levi.

"Papa Green memintaku mengantarmu ke rumah sakit. Azel sedang dirawat disana." ucap Levi yang paham dengan Zella. Ia tidak akan ikut Levi tanpa alasan yang pasti.

Ucapan Levi membuat mata Zella bekaca-kaca dan langsung menarik tangan Levi.

"Ayo Pak, kita harus segera kesana." ucap Zella. Winda mengikuti keduanya ke mobil.

Zella langsung mengambil tempat duduk di samping Levi sedangkan Wimda duduk di belakang.

"Kenapa kak Azel bisa masuk rumah sakit? Kenapa Papa tidak langsung memberi tahu aku?" tanya Zella menuntut jawaban dari Levi.

"Papa tidak mau kamu panik dan langsung pulang sendiri." jawab Levi.

"Kak Azel kenapa?" Zella mengulang lagi pertanyaannya. Ia berharap sakit kakaknya tidak terlalu serius.

"Nanti kamu bisa lihat sendiri kondisi kakakmu." jawaban Levi membuat Zella geram. Sedangkan Winda tampak tenang dan santai duduk di belakang dengan headset di telinganya.

"Pak Levi tolong beritahu aku, apa yang terjadi dengan kakak?" desak Zella dan memberanikan dirinya memegang lengan tangan Levi.

Levi yang selama ini diacuhkan Zella, jadi salah tingkah lengannya dipegang Zella. Winda tidak mau melewatkan kesempatan itu langsung memotret Zella dan mengirimkan pada Laluna yang notabenenya sangat menyukai Levi.

"Zella, kau ingin cepat sampai bukan? Lepaskan tanganmu agar kita bisa cepat sampai." ucap Levi.

Zella langsung melepaskan tangannya dan mencoba menghubungi papanya berkali-kali. Setelah puluhan kali menelfon papanya dan tidak diangkat, akhirnya Zella menutup ponselnya dan berharap cepat sampai di rumah sakit.

"Pak Levi, ada apa dengan kakakku?" tanya Zella. "Jawab pak. Tolong jangan acuhkan pertanyaanku." pinta Zella melihat Levi yang masih fokus mengemudi.

Levi tetap tidak menjawab hingga Zella menyerah bertanya pada Levi. "Pak Levi, aku minta maaf sudah mengacuhkanmu beberapa hari ini. Kumohon jawab aku dan aku tidak akan mengacuhkanmu lagi hari ini." ucap Zella.

"Hei, kau mengacuhkan aku sebulan Zella." ucap Levi kesal. "Lalu kau tidak akan mengacuhkanku sehari ini saja? Kau keterlaluan Zella." ucap Levi.

"Kalau begitu beritahu aku." Zella terus mendesak Levi. "Atau aku akan mengikat kembali rambutku di depan . . . " belum selesai Zella melanjutkan ancamannya, Levi sudah memotong ucapan Zella.

"Jangan mengancamku. Aku akan menjawabnya. Azel kecelakaan." jawab Levi membuat Zella terdiam. Air mata yang sudah ditahan dari tadi akhirnya tumpah.

"Ini yang tidak aku inginkan, jika aku memberitahumu sekarang." ucap Levi yang sebenarnya tidak tega melihat Zella menangis.

30 menit lagi mereka akan tiba di rumah sakit. Levi meminta Zella agar tidak menangis lagi dan Zella pun menuruti Levi.

1
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
janah bibah
Biasa
Indah Setyorini
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Waaahh outhor Nakal ya ngeprank semua para Riders,Bikin aku sempat kecewa td sama outhor 🙏🏻🙏🏻😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Silla kalo sampai menikah dgn Dion..
Qaisaa Nazarudin
Loh kok Silla malah segitu aja berjuang demi Leon..Kecewa deh aku..🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Loh kok gitu sih??Leon dn Dion kan sama2 Anaknya,Tetap juga akan jadi menantu nya papa Leon kan..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Om Bayu nikah juga, Sama Naya lagi, Sahabat jadi sodara ya Silla 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Pasti yg ke 4 itu Levi kan,,Kan 60 itu Siswa dan juga termasuk Dosen nya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leon suka sama Silla ya?? Kapan Silla putus sama Reza??
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Leon apa Levi sih?? Kan Leon masih dikamar, pingsan tuh dia..
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Zella, hal kapok2 nya baikin musuh..
Qaisaa Nazarudin
Heran aku makin lama makin menampakkan kebodohan Zella, Sekarang dia malah mengumpulkan musuh2 nya dlm satu tim,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkw Rasain tuh, Senjata makan tuan 👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Greget aku sama Levi,masih sok jual mahal aja, bikin Zella cuekin Levi thor dan jaga jarak dgn Levi,Biar levi kelimpungan..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Green dan keluarganya terlalu lembut dgn Winda, Walaupun udah nikah lain tapi itu tetap papa kandungnya, Winda tanggungjawab nya, Green cuman papa tiri, Sekarang udah cerai dgn Maya, Jadi Winda bukan siapa2 lagi dgn keluarga Green,,Hadeeuuh jangan sampai nyesel nanti saat Winda bertindak,,
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Winda dibiarin bebas?? Winda juga gak benar tuh,udah mamanya di tangkap,pasti dia akan balas dendam mamanya..
Qaisaa Nazarudin
Bodoh aja kalo Green takut dgn ancaman Maya,Kalo aku langsung jeblos dia ke penjara..
AdindaRa: makasih banyak dukungannya kaak. aku sendiri sampai lupa sama ceritanya 😘
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
BODOH memberikannya pilihan adalah pilihan yg salah, kalo Maya milih cerai dan pergi jauh, Dia tetap akan bisa menghancurkan kalian Green 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!