NovelToon NovelToon
Alana : Wounds And True Love

Alana : Wounds And True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa Fantasi / Perjodohan
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hee_Sty47

Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

***

Sinar mentari pagi masuk dari celah gorden. Sepasang suami-istri masih terlelap dengan posisi berpelukan di atas ranjang mereka.

Setelah semalam habis mengungkap perasaan masing masing, keduanya terlelap lantaran sudah mengantuk.

Pasangan itu sudah berkomitmen dalam hubungan mereka. Memulai semuanya dari awal.

Alana menggeliat kecil, berlahan kelopak mata itu terbuka perlahan. Sebuah lengan melingkar di atas tubuhnya.

Alana tersenyum tipis, lantas ia mendongak guna menatap suami nya yang masih terlelap.

Sepertinya Rayan sangat lelah.

Wanita itu memindai wajah itu begitu intens. Sangat tampan, meski pria itu sedang tidur sekalipun.

Alana dengan pelan dan hati hati memindahkan tangan sang, yang malah justru membuat pria itu semakin memeluk erat tubuh Alana.

Dia sudah bangun ternyata. Batin Alana

"Mas."

"Iya sayang. " Sahut Rayan dengan suara serak khas bangun tidur. Membuka kedua matanya yang terasa lengket, jujur saja dia masih lelah. Dan mengantuk. Namun pergerakan Alana membuat nya terusik.

Wajah Alana memanas mendengar sahutan sayang itu. Bahkan semburat merah sudah mulai menyembur di wajah nya.

"Sudah siang, aku mau mandi mas. " Kata Alana pelan.

"Mau mandi bareng." Sahut nya sedikit berbisik, membuat jantung Alana kembali berdisko.

Mandi bareng, ahhh tubuh Alana kian memanas seketika. Dia bukan wanita yang tak mengerti hal hal seperti itu.

"Enggak." Tolak Alana seraya berusaha meloloskan diri tadi Rayan, sementara pria itu tergelak. Apalagi melihat wajah Alana yang sudah bersemu seperti ini.

Alana sudah turun dari atas kasur dan langsung ngacir ke kamar mandi, meninggalkan suaminya yang geleng kepala dengan senyum yang terukir di kedua sudut bibir pria itu.

Rayan merasakan kehangatan yang luar biasa sejak semalam. Tidur nya bahkan lelap sekali, setelah hampir seminggu dia kurang tidur. Pria itu kembali memejamkan kedua matanya. Ia ingin bermalas malasan saat ini, mumpung hari libur.

Sementara Alana bersandar di pintu lamar mandi sambil menyentuh dada nya yang naik turun, dengan di dalam sana berdetak tak menentu.

Rayan memang mengatakan jika dia belum siap, Rayan tak akan menyentuh nya. Namun pria itu meminta jangan terlalu lama, lantaran dia pria yang normal. Mana bisa menahan diri, di saat Alana bersamanya. Untuk sementara dia berusaha untuk menahan diri tapi tidak tahu besok besok. Begitulah ungkapan suaminya semalam.

Alana lantas memulai membersihkan diri lebih dulu, baru menyiapkan sarapan untuk nya Rayan dan Kevin.

Beberapa saat kemudian wanita itu keluar dari kamar mandi. Di lihat nya Rayan kembali terlelap.

Alana memilih untuk masuk ke dalam walk in closet untuk mengenakan pakaian nya terlebih dulu.

Alana tak akan menganggu Rayan, wanita itu memilih keluar dari kamar, dengan pelan pelan menutup pintu. Ia membiarkan Rayan istirahat lebih dulu, menikmati waktu liburnya.

"Morning sayang. " Sapa Alana kala Kevin menuruni anak tangga. Putranya itu masih menggunakan piyama tidur nya. Wajah bantal masih tercetak jelas di wajah tampan itu. Alana bergeming di tempat, guna menunggu sang putra.

"Morning mom. " Sahut Kevin dan langsung memeluk tubuh sang mommy dengan manja. Tidak lupa memberikan kecupan di pipi wanita yang sudah melahirkan nya kedunia ini.

Alana mengusap pucuk kepala putranya dengan penuh kasih sayang.

"Gimana tidurnya nyenyak. " Kevin mengangguk. Alana membawa Kevin ke area kitchen. Kehadiran keduanya langsung di sambut oleh bi Ningsih dan mbok Darmi.

"Bahan nya sudah saya siapkan bu. " Kata mbok Darmi.

"Makasih mbok." Alana memang semalam meminta mbok Darmi menyiapkan bahan makanan yang ingin di masaknya. Jadi dirinya tinggal mengesekusi saja bahan yang ada.

"Sama sama bu."

"Den Kevin mau susu? " Tanya bi Ningsih pada Kevin yang sedang menarik kursi bar.

"Boleh bi, tapi pengen yang rasa coklat ya bi."

"Ok siap den. Tunggu sebentar ya. " Kevin mengangguk dan tidak lupa mengucapkan terima kasih pada bi Ningsih.

Alana mulai berkutat dengan alat dapur nya. Wanita itu dengan cekatan membuat  eggs benedict .

Beberapa saat kemudian Alana menyelesaikan kegiatan nya. Dan menghidangkan untuk Kevin.

"Kamu sarapan duluan, mommy mau bangunin daddy dulu." Kata Alana.

"Daddy pulang nya malam ya mom." Alana tersenyum dan mengangguk. Wanita itu lantas meninggalkan sang putra yang sedang menikmati sarapan nya usai pamit.

Alsna masuk ke dalam kamar, bersamaan Rayan yang baru bangun.

"Baru bangun? " Tanya Alana basa basi sekali, wanita itu menutup pintu. Rayan dengan muka bantal mengangguk kepala. Pria itu menginterupsi agar dirinya naik ke atas kasur.

"Tolong pijitin kepala mas sayang, sakit." Keluh nya.

Alana berdehem dan mengangguk. Lantas ia naik ke atas kasur dan langsung mengambil posisi memijit kepala Rayan.

Rayang dengan mengubah posisi dengan berbaring di atas pangkuan sang istri, wanita itu tak protes karena ingin membangun hubungan mereka.

Tangan Alana mulai bergerak menyentuh kepala Rayan, dan mulai memberika pijatan pijatan lembut nya.

"Enak nggak ? " Tanya Alana menunduk , menatap suami nya yang sedang memejamkan kedua mata nya. Seakan menikmati pijatan itu.

"Enak." Kata nya menikmati pijatan lembut dari tangan sang istri . Wanita itu tersenyum tipis. Sambil menatap wajah Rayan yang tampan seperti ini. Seketika rasa gugup menyelimuti perasaan Alana lagi dan lagi.

Rayan membuka kedua matanya, pria itu melempar senyuman manis nya yang menampilkan lesung pipi. Alana merasa tertangkap basah sedang menatap suami nya.

"Morning kiss nya mana sayang. " Mata Alana mengerjap, dengan rona merah terlihat di kedua pipinya.

"Emang harus. " Kata Alana pelan, nyaris berbisik. Rayan mengangguk dengan mengulum senyum nya.

Menggemaskan. Wajah Alana yang baby face itu nampak imut saat ini karena sedang tersipu malu.  "Kita harus membiaskan mulai pagi ini." Sambung Rayan langsung menarik tengkuk Alana membuat istrinya itu semakin menunduk.

Cup! 

Satu kecupan terjadi, Alama masih syok. Wanita itu seperti linglung.

Rayan terkekeh melihatnya. Pria itu langsung membenamkan wajahnya di perut sang istri, membuat wanita itu semakin tak terkendali kan.

"Mas." Suara Alana sedikit bergetar. Rayan lantas menoleh.

"Hem. Kenapa? "

"Aku tegang. " Aku Alana dengan polosnya membuat Rayan menahan tawanya dengan melipat bibirnya ke dalam. Tak ingin Alana nanti kesal jika ia menertawakan kejujuran wanita itu.

"Makanya kita harus sering skinship sayang "

"Itu mau nya kamu mas."

"Loh kenapa, nggak papa lah sama istri sendiri. Wajar malah, bahkan bisa lebih dari itu. Seperti membuat adik buat Kevin. "

Blush

Wajah Alana semakin memerah mendengar ucapan suaminya . Wanita itu meraih bantal dan menutupi wajahnya. Karena malu dan juga gugup.

Haishh

Bisa bisa nya Rayan secara frontal seperti itu bicara.

Rayan bangun, lantas merebut bantal yang menutupi wajah Alana. Hingga membuat wanita itu pasrah.

Rayan menatap nya lekat sambil membelai pipi. "Mas akan menunggu jika kamu sudah siap kok." Alana mengangguk dengan patuh. "Tapi jangan lama lama, soalnya kamu sayang untuk di anggurin. " Sambung Rayan dengan berbisik usai mencondongkan kepala nya. Usia mengatakan itu Rayan ngacir dari sana usai mengecup pipi Alana.

Meninggalkan Alana dengan jantungnya yang jedag jedug di buat sang suami.

"Haisssh... Dia mulai suka menggoda ku. " gumam Alana.

1
tia
kasihan nasib u rayan 😁
Ameliaputri Putri
pepet terus ray pasti tdk lama lg aluna akan jtuh d pelukanmu krn dia udah cinta kamu
tia
lanjut thor ,,,jgan sampe ada pelakor
Ameliaputri Putri
makin seru lanjut thor
Ameliaputri Putri
komunikasi suami istri itu penting, begitulah jadinya kalau miscom, alana salah knp g terus terang aja selalu kalau ada apa² d pendam d hati g mau ngungkapin
RnStar
Salah paham lagi pasti nih. Yang satu lemot, yang satu cepat menyimpulkan
Dwi Retno
lanjuutt thorrr
RnStar
gas Alana.
RnStar
Sweet, lanjut dong Thor 🙏
RnStar
bouwlehh🤣
RnStar
ulat bulu mulai nongol nih huh
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
RnStar
Alana kalau nggk mau sama Rayan, biar sama aku aja 🤣
RnStar
Bagus, seru
RnStar
lanjut Thor double 🙏
RnStar
Sepertinya Alana mulai ada perasaan.
RnStar
seneng deh, Rayan mode sat set
RnStar
Ketebak kan, ktmu ma Bian. Move on Alana, ada Rayan yang sudah cinta sama kamu
RnStar
Curiga nanti ktmu ma Bian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!