Lin Fan, seorang pekerja kantoran yang tewas karena kelelahan bekerja (tipes dan lembur), bereinkarnasi ke Benua Langit Azure sebagai murid rendahan di Sekte Awan Mengalir. Saat dia bersumpah untuk tidak pernah bekerja keras lagi di kehidupan keduanya, "Sistem Kemunculan Pemalas" aktif. Semakin malas dan santai dia, semakin kuat kultivasinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Malam merayap di atas Sekte Awan Mengalir dengan keheningan yang lebih pekat daripada biasanya. Di area Dapur Luar, bulan yang hanya sepotong perak di langit seolah-olah enggan memancarkan cahayanya terlalu terang, seakan takut mengusik ketenangan yang bernaung di sana. Kabut tipis yang dingin merayap di antara lantai batu, namun saat kabut itu mendekati sudut barat laut, ia mendesis dan menghilang, digantikan oleh hawa hangat yang stabil dan menenangkan.
Di dalam paviliun mini yang tertutup tirai sutra, Batu Giok Api-Es Yin Yang yang kini berfungsi sebagai ganjalan kaki Lin Fan memancarkan pendaran cahaya merah redup. Cahaya itu memantul di permukaan lantai yang berminyak, menciptakan bayangan yang bergerak mengikuti ayunan ritmis kursi goyang.
Kreeet... kreeet...
Namun, di balik bayang-bayang pilar dapur yang besar, sebuah kegelapan yang lebih hitam dari malam mulai terbentuk. Sesuatu yang tidak seharusnya berada di sana.
Sesosok pria berpakaian serba hitam, dengan kain penutup wajah yang hanya menyisakan celah sempit untuk matanya, menempel di langit-langit dapur bagai seekor cicak raksasa. Namanya adalah Han Ye, seorang pembunuh bayaran dari Sekte Gagak Hitam, rival bebuyutan Sekte Awan Mengalir. Han Ye bukan petarung sembarangan; ia adalah ahli Pendirian Fondasi (Foundation Establishment) tingkat awal yang dikenal karena teknik 'Napas Hampa'-nya yang mampu membuat keberadaannya tidak terdeteksi oleh indra spiritual.
Misi Han Ye malam ini sangat spesifik: Menyelidiki "Ahli Misterius" yang kabarnya menghancurkan mental Jian Chen hanya dengan tidur. Jika memungkinkan, ahli tersebut harus dilenyapkan sebelum ia menjadi ancaman bagi rencana invasi Sekte Gagak Hitam.
Han Ye menatap ke bawah, ke arah tirai sutra biru. Matanya yang tajam menyipit. Sebagai seorang profesional, ia telah menghadapi banyak jebakan dan formasi pertahanan, namun tempat di hadapannya ini memberinya firasat yang sangat tidak enak.
Kenapa auranya begitu kacau namun selaras? batin Han Ye.
Ia bisa merasakan energi dari Batu Giok Yin Yang—harta karun yang bahkan pemimpin sektenya pun akan mendambakannya. Namun, saat ia melihat bagaimana benda suci itu diletakkan secara sembarangan di bawah kaki seorang pemuda yang sedang mendengkur, Han Ye merasakan kemarahan yang bercampur dengan ketakutan murni.
Dia menggunakan pusaka Pendirian Fondasi sebagai ganjalan kaki?! Han Ye nyaris melepaskan cengkeramannya di langit-langit karena terkejut. Keangkuhan macam apa ini? Ataukah... ini adalah jebakan? Ya, pasti ini adalah Formasi Pemikat! Siapa pun yang tergiur mengambil batu itu akan langsung dihancurkan oleh energi tersembunyi!
Han Ye menarik napas dalam-dalam, menstabilkan detak jantungnya. Ia tidak akan terjebak. Ia akan menyerang dari jarak jauh. Dengan gerakan yang sangat halus, ia menarik sebuah jarum beracun berwarna hitam pekat dari balik lengan bajunya. Jarum itu dilapisi racun 'Layu Jiwa' yang mampu melumpuhkan meridian dalam hitungan detik.
Ia membidik tepat ke arah leher Lin Fan yang terlihat sedikit dari balik selimut.
Tepat saat ia hendak melepaskan jarumnya, Lin Fan mendengus dalam tidurnya.
"Hmm... terlalu panas di sebelah kanan..." gumam Lin Fan samar.
Tanpa sadar, kaki Lin Fan yang berada di atas sisi merah (api) Batu Giok Yin Yang sedikit bergeser menuju sisi biru (es). Pergeseran ini menyebabkan aliran energi di ruangan itu berubah secara drastis dalam sekejap.
Bzzzt!
Efek pasif 'Aura Bantalan Awan' yang kini telah menyerap properti Batu Giok Yin Yang bereaksi terhadap perubahan suhu tersebut. Gelombang Qi dingin yang sangat padat tiba-tiba menyapu seluruh paviliun mini, menciptakan dinding tekanan udara transparan yang bergerak dengan kecepatan luar biasa.
Han Ye yang masih menempel di langit-langit merasakan udara di sekitarnya tiba-tiba membeku. Jari-jarinya yang memegang jarum beracun menjadi kaku seketika.
Apa?! Serangan balik otomatis?! Han Ye panik. Dia bahkan tidak bangun, tapi auranya menyerangku hanya karena aku memiliki niat membunuh!
Han Ye segera mengerahkan seluruh energi Pendirian Fondasi-nya untuk melepaskan diri. Ia melompat turun, melakukan putaran di udara, dan mendarat tanpa suara di atas meja talenan. Namun, keberuntungan tidak berpihak padanya. Meja talenan itu adalah tempat di mana sisa-sisa energi dari 'Mata Persepsi Malas' Lin Fan sering berkumpul.
Begitu kaki Han Ye menyentuh talenan, ia merasa seolah-olah sedang menginjak permukaan air yang sangat dalam. Ia kehilangan keseimbangan.
Di atas kursi goyangnya, Lin Fan yang masih tertidur merasa ada lalat yang terbang di dekat telinganya. Suara gerakan Han Ye, sekecil apa pun, tetap terdengar seperti guntur bagi indra Lin Fan yang sudah berada di puncak Tingkat 9 Pemurnian Tubuh.
Lin Fan mengangkat tangannya dengan malas. Ia bermimpi sedang mengusir nyamuk yang sangat gigih.
"Pergi... jangan ganggu mimpiku..." gumam Lin Fan.
Ia melakukan sebuah gerakan mengibas yang sangat loyo. Tangannya hanya bergerak beberapa inci di udara, layaknya gerakan orang yang sedang menghalau asap rokok.
Namun, di mata Han Ye, gerakan itu adalah kiamat.
Saat Lin Fan mengibaskan tangannya, teknik 'Langkah Bayangan Malas' yang aktif secara bawah sadar menyebabkan ruang di sekitar tangan Lin Fan terdistorsi. Udara di depan Han Ye tiba-tiba memadat menjadi sebuah telapak tangan Qi raksasa yang tidak berwarna, namun membawa tekanan yang mampu meremukkan tulang.
PLAAAK!
Suara hantaman itu sebenarnya tidak keras, namun efeknya luar biasa. Han Ye, sang pembunuh bayaran kelas elit, terlempar ke belakang seolah-olah ia baru saja ditabrak oleh banteng spiritual yang sedang mengamuk. Tubuhnya menghantam dinding kayu dapur dengan keras, namun berkat 'Aura Bantalan Awan' yang menyebar di ruangan itu, dinding kayu tersebut mendadak menjadi seempuk kasur, menyerap seluruh momentum Han Ye dan memantulkannya kembali ke lantai dengan cara yang sangat memalukan.
Han Ye jatuh tersungkur di genangan air kaldu yang dingin. Masker hitamnya terlepas, memperlihatkan wajahnya yang kini biru karena kedinginan dan ketakutan. Ia terbatuk-batuk, mengeluarkan darah yang langsung membeku karena hawa dari Batu Giok Yin Yang.
Ia menatap ke arah tirai sutra dengan mata yang membelalak horor.
Lin Fan masih tidak bangun. Ia bahkan sudah kembali mendengkur halus.
Dia... dia mengalahkanku dengan satu kibasan tangan sambil tetap tidur? Han Ye gemetar hebat. Bahkan dia tidak repot-repot menoleh padaku! Baginya, seorang ahli Pendirian Fondasi hanyalah seekor nyamuk! Tingkat kultivasinya... ini pasti bukan Alam Pendirian Fondasi... ini pasti Alam Nascent Soul (Jiwa Baru Lahir)!
Ketakutan menyelimuti jiwa Han Ye. Ia merasa jika ia tinggal satu detik lagi di ruangan ini, Master misterius itu mungkin akan "menguap" dan secara tidak sengaja menghapus keberadaannya dari dunia ini.
Dengan sisa-sisa tenaganya, Han Ye merangkak menuju pintu dapur yang terbuka miring. Ia tidak berani berdiri, karena ia takut postur berdirinya akan dianggap sebagai tindakan provokasi baru. Ia merangkak keluar bagai seekor anjing yang dipukuli, darahnya tercecer di lantai, dan segera menghilang ke dalam kegelapan malam dengan satu pikiran yang tertanam di kepalanya: Sekte Gagak Hitam tidak boleh menyentuh tempat ini! Master Dapur ini adalah monster sejati!
Di pagi hari yang cerah...
Lin Fan terbangun saat sinar matahari mulai menyengat ujung kakinya. Ia menguap lebar, mengucek matanya, dan merasakan sensasi hangat yang sangat nyaman di tumitnya berkat ganjalan batu gioknya.
"Ah... tidur yang berkualitas," gumam Lin Fan, meregangkan tubuhnya hingga tulang punggungnya berbunyi riuh.
Ia menyibakkan tirai sutranya dan hendak memanggil Zhao Er untuk sarapan. Namun, matanya tertuju pada lantai batu di dekat meja talenan. Ada bercak cairan merah kehitaman yang sudah membeku menjadi kristal es, serta sebuah jarum hitam kecil yang tertancap di kayu talenan.
Lin Fan memiringkan kepalanya, menatap noda itu dengan pandangan malas.
"Hmm? Apakah ada pelayan yang menumpahkan sirup stroberi semalam?" batin Lin Fan. Ia melihat jarum hitam itu. "Dan siapa yang meninggalkan tusuk gigi sembarangan? Sangat tidak higienis."
Pada saat itu, Zhao Er dan Wang Ta masuk ke dalam dapur dengan wajah yang sangat pucat. Mereka membawa nampan sarapan, namun tangan mereka gemetar hebat.
"T-Tuan Lin!" seru Wang Ta, suaranya hampir hilang. "Tadi pagi... saat kami membersihkan halaman luar... kami menemukan jejak darah dan aroma 'Gagak Hitam' di dekat pintu! Dan... dan jarum ini!"
Wang Ta menunjuk jarum hitam di talenan dengan jari yang gemetar. "Ini adalah Jarum Layu Jiwa! Senjata pembunuh dari Sekte Gagak Hitam! Tuan Lin... semalam ada pembunuh yang menyelinap!"
Lin Fan menatap jarum itu lagi. Pembunuh? Ah, jadi nyamuk yang kugebuk dalam mimpi semalam itu ternyata orang sungguhan?
"Oh," jawab Lin Fan datar. Ia mengambil jarum beracun yang mematikan itu dengan tangan telanjangnya, sama sekali tidak peduli pada racunnya karena pertahanan tubuh Tingkat 9 Puncak-nya sudah terlalu kuat bagi racun kelas bawah tersebut.
Lin Fan menggunakan jarum itu untuk mengorek kuku jarinya yang kotor karena debu batu giok.
"Ternyata ini bukan tusuk gigi," gumam Lin Fan, lalu membuang jarum itu ke tempat sampah. "Lain kali, kunci pintunya lebih rapat. Suara orang merangkak di lantai sangat mengganggu waktu istirahatku."
Wang Ta dan Zhao Er berdiri mematung.
Mereka baru saja melihat Master Lin menggunakan senjata paling mematikan di wilayah selatan sebagai alat pembersih kuku, dan mengeluhkan suara pembunuh elit yang sedang sekarat sebagai "suara yang mengganggu".
[Ding! Misi Tersembunyi Selesai: Mengusir Pembunuh Sambil Bermimpi.]
[Penyelidik Sekte Gagak Hitam telah trauma secara permanen. Reputasi Host sebagai 'Monster Tidur' meningkat pesat.]
[Menerima Pengalaman Kultivasi +3000.]
[Inisiasi Terobosan Otomatis: Selamat! Host telah menembus penghalang alam fana!]
[Selamat! Host telah mencapai Alam Pendirian Fondasi (Foundation Establishment) Tingkat 1!]
BZZZZTT!
Seketika, seluruh Dapur Luar bergetar. Sebuah pilar cahaya putih keperakan meledak dari tubuh Lin Fan, menembus atap dapur dan melesat tinggi ke langit, membelah awan-awan pagi. Energi spiritual di sekitar Puncak Awan tersedot dengan ganas menuju Dapur Luar, menciptakan pusaran angin yang membuat ribuan murid sekte luar jatuh terduduk karena tekanan aura yang luar biasa.
Lin Fan merasakan perubahan drastis di dalam tubuhnya. Dantian-nya yang semula hanya berisi kabut Qi kini telah berubah menjadi sebuah danau energi cair yang berkilauan. Panca indranya tajam hingga ia bisa mendengar detak jantung semut di luar bangunan.
Namun, Lin Fan hanya merintih dan menutup wajahnya dengan bantal.
"Sialan... kenapa cahayanya terang sekali?" keluh Lin Fan, suaranya teredam. "Aku baru saja bangun, dan sekarang tubuhku terasa sangat ringan... aku pasti akan sulit tidur lagi siang ini."
Terobosan Lin Fan ke Alam Pendirian Fondasi secara otomatis memicu alarm lonceng besar di Puncak Utama. Sembilan dentuman lonceng bergema, menandakan lahirnya seorang ahli Pendirian Fondasi baru yang memiliki fondasi yang sangat kokoh.
Dalam hitungan menit, seluruh petinggi Sekte Awan Mengalir, dipimpin oleh Pemimpin Sekte Linghu yang wajahnya dipenuhi kegembiraan liar, terbang menuju Dapur Luar. Mereka yakin bahwa sang 'Master' telah menyelesaikan meditasinya dan siap untuk menunjukkan kekuatan aslinya kepada dunia.
Sementara itu, Lin Fan sedang duduk di kursi goyangnya, menatap nanar ke arah atap dapur yang baru saja berlubang karena cahayanya sendiri.
"Siapa yang akan membayar biaya perbaikan atap ini?" gumam Lin Fan sedih. "Sepertinya aku benar-benar harus mulai memungut biaya tiket masuk bagi siapa pun yang ingin melihatku tidur."