Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain
Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai
Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?
bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
" ini "
Afkar mendongak saat sebuah tas di berikan padanya, tas milik Hanin
" mending lo antar dia pulang " Sabrina mengambil posisi duduk di samping Afkar mereka ada di bangku depan UKS. " Hanin tidak bakal kenapa, ini makanan perempuan tiap bulannya. "
" sakit banget ya? " tanya Afkar dia memangku tas Hanin
" tergantung, bahkan ada yang lebih parah dari Hanin "
" hah? "
" kami para perempuan hebat bukan? " Sabrina tersenyum kecil " Gi, mau gue kasih saran? "
" apa? "
" gue kasian sama Hanin, dia memang cepat tentang pelajaran tapi lamban mengenai perasaan. lo jangan terlalu ngegas biarkan dia terbiasa sama lo dulu. " ucap Sabrina " dia tidak akan kayak Vanya, hanya saja dia memang lamban "
Afkar menghela nafas panjang " gue ketemu Arlan beberapa hari lalu, bareng Hanin " Sabrina menoleh ke arahnya " dia sempat ngobrol dengan Hanin "
" Hanin nanggapin? " Afkar menggeleng " lo harus percaya Hanin, Gi. gue ngerti ketakutan lo tapi Hanin bukan cewek yang gampang di paksa. dan lagi kalian masih punya banyak waktu untuk mencocokkan diri, Hanin punya lo dan lo berhak atas Hanin dan hatinya "
Afkar terkekeh kecil, dari dulu Sabrina memang teman yang paling bisa di ajak mengobrol.
" Thanks cupid " Sabrina hanya mengacungkan jempolnya. " ah ngomong ngomong lo sama dia bagaimana? "
" jangan dibahas " Sabrina berdiri " lo antar Hanin nanti gue yang izinin lo berdua. " Sabrina menepuk nepuk puncak kepala Afkar " Gio nya Mama semangat ya nak " ledek Sabrina sebelum kembali ke kelas. " ah satu lagi, kasih tau ke anak lo yang namanya Kevin... hati hati baper sendiri "
Afkar kembali masuk ke UKS dia mendapati Hanin sudah tidur meski tangannya masih memegang perut.
" loh... kamu belum kembali ke kelas " Sri penjaga UKS terkejut melihatnya
" mau ngantar Hanin pulang, mbak "
" kamu bangunkan dulu dia " ucap Sri " hati hati "
" iya. " ucap Afkar " Hanin... Nin... bangun, gue anterin pulang " Afkar menepuk pelan pipi Hanin "
" perut gue sakit.. " lirih Hanin " ngak bisa jalan "
" gue gendong " bujuk Afkar
" malu " cicit Hanin, Afkar hampir saja terbahak sedangkan Mbak Sri yang masih di sana sudah tersenyum kecil
" gue pikir malu lo udah putus " gumam Afkar yang mendapat tatapan tajam Hanin. " sorry, beberapa hari lalu juga gue gendong lo kan "
" beda "
" apanya yang beda? " decak Afkar " ngak usah keras kepala, sini "
Afkar dengan cepat membawa Hanin ke gendongannya dengan reflek Hanin melingkarkan tangan di pundak Afkar, wajahnya dia sengaja sembunyikan dengan membenamkannya di dada Afkar agar tidak kelihatan.
" Ih... malu "cicit Hanin saat merasakan beberapa mata melihat ke arahnya.
" ngak usah sok imut. " bisik Afkar yang terlihat biasa saja meski tatapan mata siswa yang ada di koridor tertuju padanya.
" HUAAAA... GUE MALU FA... " teriak Hanin begitu pintu tertutup
" berisik " Afkar menutup sebelah telinganya " perut lo bagaimana? "
" masih sakit. "
" mau ke rumah sakit? "
" NGAK, Gila apa? " Hanin langsung menyandarkan kepalanya di jok mobil. dia kembali menutup matanya.
Afkar mengulurkan tangannya mengusap pipi Hanin dengan ibu jarinya begitu melihat Hanin mengernyit bibirnya meringis kecil. Dalam hati dia benar benar mengagumi perempuan, tiap bulan mendapat menstruasi yang membuatnya sakit perut. saat sudah menikah mereka akan melahirkan anak yang ia tau pasti sangat sakit setelahnya mereka harus menyusui merawat anaknya dan beberapa dari mereka juga harus kerja keras menjadi tulang punggung keluarga, Afkar yang laki laki yang mempunyai tenaga lebih kuat merasa kecil kalau berhadapan dengan perjuangan perempuan.
tanganya turun meraih tangan Hanin yang tidak memegang perutnya membawa tangan Hanin yang terasa dingin itu ke pangkuannya sementara dia juga harus fokus menyetir.
Begitu sampai di apartemen Hanin langsung ke kamar dan berbaring di sana tentunya setelah berganti pakaian.
" lo butuh sesuatu? "
" ngak, balik gih ke sekolah. mobil yang lo bawa tadi punya siapa? "
" Aryan " jawab Afkar dia mengusap rambut Hanin " serius ngak apa lo sendirian? "
" hm " gumam Hanin
" telfon gue kalau ada apa apa. "
" bawel, iya " sungut Hanin.
" ya udah gue pergi ya " Afkar melangkah keluar tapi sebelum membuka pintu dia berbalik jalan ke arah Hanin
" Apalagi si Fa... sana balik ke sekolah "
Afkar hanya diam, dia menatap Hanin cukup lama sebelum dia merunduk dan mencium kening Hanin, gadis itu terdiam masih kaget tapi...
"WOI... NGAPAIN LO HAH? " Hanin mengambil bantal di sampingnya melempar Afkar yang sudah berjalan keluar kamar mereka.
Begitu sampai di luar kamar Afkar langsung jongkok menyembunyikan wajahnya di lengannya
" gue tadi ngapain sih? " gumamnya
Di dalam kamar Hanin berusaha mengatur nafas, jantungnya berdegup kencang dia bisa merasakan wajahnya memanas. Dengan cepat dia meraih selimut dan menyembunyikan wajahnya
" Malunya..... " cicit Hanin " akh... perut gue sakit "
tbc
kangen sama karya baru nya mak 😂