NovelToon NovelToon
Dinikahi Konglomerat Sejagat

Dinikahi Konglomerat Sejagat

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhiy Navya

Sudah direvisi lebih bagus, silakan dibaca dari awal. Terima kasih!

Tidak kenal, tapi menikah. Nadin menyetujui surat perjanjian karena ditolong oleh tuan muda, saat hendak dijual dengan temannya sendiri. Nadin tidak menyia-yiakan kesempatan, dia berusaha membuat Argan jatuh cinta padanya. Akankah dia berhasil mencapai tujuannya, disaat banyak rintangan yang menghalangi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Romantis

Nadin dan Sahara pergi ke dapur berdua. Sesuai dengan rencana mereka akan memasak sendiri hari ini.

"Nona muda mau ngapain di dapur?" tanya Bibi Ingke.

"Kami mau memasak Bi." jawab Nadin.

"Jangan nona, nanti tuan marah."

"Tapi Bi, kami mau membuat soto Padang." Sahara ngotot.

"Nanti kalau Kakak kamu marah bagaimana?" tanya bibi Ingke.

"Biar aku yang tanggung sendiri." jawab Sahara dengan santai.

Bibi Ingke mengangguk, akhirnya Sahara dan Nadin sibuk di dapur. Mereka kompak sekali dalam memasak.

Mulai dari potong-potong ayam, mengiris sayur kol, membuat bumbu dan mencampurkan semua bahan ke dalam masakan. Tak berselang lama, akhirnya mereka selesai juga memasak.

"Ummm... enak." Sahara mencicipi kuah soto, saat sudah masak.

Di dalam kamar, dua orang tengah berbincang. Mereka berdua memang lucu, ada Argan yang gengsi akan perasaannya. Sedangkan Nadin tidak mau mengungkapkan perasaannya.

"Kenapa beberapa hari ini kamu tidak jualan es jagung?"

"Dari mana kamu tahu?" tanya Nadin.

"Asisten Dera yang melaporkan semua kegiatanmu, dari awal masuk rumah ini sampai sekarang." jawabnya. "Kenapa kamu diam? Kamu belum menjawab pertanyaan ku."

"Karena ini musim penghujan. Aku tidak ingin anak-anak beli, kalau mereka sakit orangtuanya yang akan kerepotan." jawab Nadin.

"Atau karena aku menyuruhmu berjualan menggunakan masker?" Argan belum puas dengan jawaban tadi.

"Tidak Argan, bukan karena itu. Aku ingin melamar kerja di sebuah perusahaan, bila kamu mengizinkan."

"Itu lebih baik, daripada kamu berjualan es jagung. Tapi aku tidak mengizinkan, apa kata orang nanti bila melihatmu bekerja." jawab Argan.

"Kami tenang saja, aku tidak akan bilang bahwa aku ini istrimu."

”Kalau aku izinkan, pasti Nadin akan mengumpulkan uang, meninggalkan aku saat semuanya sudah terganti.” batin Argan.

"Aku tidak akan menceraikan mu, jangan pernah berpikir untuk pergi." Argan memegang kedua pipi Nadin.

"Aduh... aduh sakit, jangan terlalu kuat." Nadin memegangi pipinya, seraya menggosoknya pelan.

"Maaf, habisnya aku terlalu ketagihan memainkan wajahmu." Argan mencubit pelan kedua pipi Nadin, hatinya merasa tenang memandang wajah itu.

Argan terus melakukannya, tanpa berbicara apapun juga. Nadin berganti mencubit-cubit pipi Argan, lalu tertawa bersamaan. Argan beralih ke jilbab Nadin, lalu mengusapnya lembut.

Tok! Tok! Tok!

Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.

"Shitt, mengganggu saja." Argan berdecak kesal, namun tetap membuka pintu.

"Maaf tuan, ada hal penting yang ingin aku bicarakan." ujar Heru.

"Apa itu?" tanyanya.

"Bisakah kita berbicara di luar."

Argan mengangguk dan segera keluar kamar. "Hmmm..."

"Tuan, ada masalah dengan perusahaan yang ada di Jepang. Wakil tuan muda yang biasa mengurus, tidak bisa untuk menyelesaikannya."

"Baiklah, aku akan pergi keluar negeri untuk melihatnya besok. Siapkan dengan baik helikopter pribadiku, supaya aku berangkat tanpa kendala." titah Argan.

"Baik tuan muda." Heru menundukkan kepala.

Setelah selesai dengan hal yang disampaikan, Heru segera berlalu dari hadapan tuan mudanya.

"Nadin, besok bersiap lah. Aku ingin kita pergi ke luar negeri."

Nadin diam saja, otaknya berpikir terlalu jauh. Ada apa dengan Argan, kenapa tiba-tiba mengajaknya untuk ikut ke luar negeri.

"Apa kamu dengar aku bicara?"

"Iya Argan."

"Kenapa diam saja?" tanyanya.

"Aku bingung." jawab Nadin. "Untuk apa kita pergi ke sana?"

"Aku mau mengurus masalah perusahaan ku, yang ada di Jepang." ujarnya.

"Baiklah Argan." Nadin mengangguk.

"Sekarang temani aku keluar." ajaknya.

"Kemana?"

"Jangan banyak tanya, ayo ikut saja."

Nadin mengangguk lalu mengambil tas sandangnya, dan mengikuti Argan sampai keluar kamar. Ternyata sudah ada motor di depan pintu kamar. Memang luar biasa konglomerat sejagat itu, sudah disiapkan kendaraan ketika ingin pergi. Seperti raja saja Argan ini iya.

"Kemana?" tanya Nadin, masih penasaran.

"Sudah aku bilang, laksanakan tanpa bertanya kenapa." Nada tegas.

Sepanjang perjalanan, mereka diam saja. Hingga Argan mengerem motornya secara mendadak, dan Nadin memeluk pinggang Argan.

"Argan, tolong pelan-pelan mengendarai motornya, jangan mengebut." pinta Nadin yang cemas.

"Jika takut jatuh, peluk saja aku." Menjawab dengan enteng, sekaligus percaya diri.

Nadin ragu-ragu melingkarkan tangannya di pinggang Argan, namun ditarik oleh tangan Argan. Nadin merasa deg-degan, tatkala pelukan itu semakin erat. Jantung Argan juga berdegup kencang, karena Nadin sangat dekat dengannya. Mereka pergi menuju sebuah cafe, lalu tidak lama kemudian sampai di tempat.

"Kenapa kamu mengajakku ke tempat ini?" tanya Nadin.

"Menghabiskan waktu bersamamu." jawabnya.

Wajar Nadin bertanya, karena cafe itu terlihat romantis. Penuh gemerlap lampu malam yang indah. Argan melepaskan helem, dan begitu juga dengan Nadin. Mereka masuk ke dalam dan duduk di kursi, di depannya terdapat meja yang berbentuk love.

”Apa maksudnya Argan berbuat seperti ini. Aku masih tidak mengerti, maksud niat hatinya.” Nadin masih mengingat saat Argan memberikan bunga, pada Dera di dalam mobil.

Pelayan sudah datang, karena Argan memanggilnya. Dia mencatat pesanan Argan, yang sangat banyak. Nadin terkejut dan bingung, bagaimana mungkin dia makan semua makanan sepenuh meja.

"Kenapa kamu memesan makanan banyak sekali?" tanya Nadin.

"Aku tidak tahu kamu suka apa. Jadi aku pesankan semuanya, dan kamu tinggal memilih makanan yang kamu suka." jawabnya datar.

"Kamu tidak perlu repot-repot. Kenapa tidak bertanya padaku saja."

"Aku tidak ada waktu untuk membuyarkan lamunanmu."

Tak berselang lama, makanan sepenuh meja sudah ada di hadapan mereka berdua.

"Kalau tidak habis, makanan ini kita beri ke panti asuhan iya tuan." Nadin mengusulkan ide.

"Iya, terserah kau saja." jawabnya acuh.

Nadin tersenyum sendiri. Akhirnya dia bisa memberikan makanan enak, untuk orang-orang yang lebih membutuhkan.

"Kenapa kamu tersenyum sendiri?"

"Tidak apa-apa Argan." jawabnya singkat dan jelas.

"Kamu jangan senang dulu. Aku mengajakmu makan di luar, karena aku tidak mau terlihat seperti suami yang pelit." ujar Argan.

"Bukankah makan di rumah dengan di luar sama saja." jawab Nadin.

"Iya sama saja, tapi malam ini aku ingin di luar." ujar Argan.

"Oh gitu." jawab Nadin.

Membaca doa terlebih dulu, kemudian Nadin dan Argan melahap makanan masing-masing. Ntah mengapa, Nadin malah menjadi teringat dengan kedua orangtuanya.

"Argan, bisakah kita singgah ke rumah orangtuaku malam ini. Aku rindu dengan mereka, 'kan besok kita akan ke luar negeri."

"Baiklah, kita akan singgah ke sana nanti."

"Terima kasih, karena kamu sudah mengizinkannya."

"Mereka 'kan kedua orangtuamu, aku tidak mungkin sejahat itu untuk membatasi." Masih dengan suara yang dingin.

"Hmmm... aku mau membawa makanan ini untuk panti asuhan dan orangtuaku."

"Pesan yang baru saja." Argan mengangkat tangan, memanggil pelayan.

Beberapa menit kemudian, mereka sudah selesai makan. Makanan pesanan sudah siap dibungkus, hendak dibawa ke panti asuhan serta ke rumah orangtua Nadin.

1
Hj Hasmiati
Biasa
Rahma Inayah
gila ja rumh sdh spt hotel bintg 5 aja ..es jagung lgi viral.skrg ..ya..
Rhiy: Lebih dari fasilitas bintang lima hhh
total 1 replies
Yuniati Widya Amastuti
thor perbaiki kosa kt dlm penulusan ..contohnya..oermisi dl ya..bkn permisi dulu iya..🙏🙏🙏
maaf krn sukak dg ceritax,semiga makin sukses..💪💪💪
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Rhiy
Jangan lihat komentar masa lalu, namun baca isi novelnya sekarang. 👍
Meity Manoppo
Lantai berlian, dinding emas, stap kristal...seribu kamar, seribu toilet, seribu pelayan, yg tinggal di situ hanya tuan muda...halu nya tingkat dewa..thor, tp lanjut baca aja deh namanya jg novel 😆😆😆
Lisma Wati
jangan kebanyakan ngmng dlm batin Thor ,cerita nya jd ga seru ,udah serius baca ujung2 nya batin yg ngomong ,jd ky di prank .
Besse sumarniekarani Ekarani
knp banyak bahasa dlm hati si nadin
Besse sumarniekarani Ekarani
aku suka crt ceo
yg jahat tp nanti bucin
walau crt sama tp beda nama doang
tp aku suka crt ceo
tiya amelia
suara nada ponselnya itu loh
mbek mbek mbek 😂😂😂
achie puspita
seru
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Amanah Amanah
kucing dn tikus
Amanah Amanah
suka dh dg kejailn Sahara dn argan
Amanah Amanah
👍👍🥰🥰👍
Amanah Amanah
katanya nadin sudh tidur thooor koq Sling pndng SMA dera
Amanah Amanah
ga ada insyapnya ya vahisa dn niken
Amanah Amanah
tooobbat vahisa ,,,nikeen
Amanah Amanah
semoga happy smuanya
Amanah Amanah
semoga g ada lgi yg mengganggu nadin dn argan
Amanah Amanah
suka thooor
Amanah Amanah
syukur dh argan waspada thdp minuman itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!