♡LOVE IN VALMOR♡
2 Hati
2 Kutukan
2 Jiwa
2 Galaxi
Semuanya sangatlah berbeda dibandingkan dengan Cinta dan Benci...
sehingga aku merasa bahwa Cinta itu adalah Benci dan Benci itu adalah Cinta...
Karena keduanya mengalir dalam darahku...berhembus dalam nafasku...dan berdetak dalam jantungku...
Namun...seluas jagat raya dan dengan jarak 300 juta tahun cahayalah aku mencintaimu...hingga pada akhirnya salah satu galaxi kita menyerah akan Cinta kita...
Menyatukan kita dengan kebencian, air mata dan bahkan kutukan yang berubah menjadi sebuah Cinta abadi...karena Valmor dan Bumi...adalah bukti Cinta kita...
"Bumi atau Valmor?...dimanakah tempatku yang sebenarnya?...begitu banyak Benci yang kuterima namun hanya ada 1 Cinta yang kuterima...Cinta yang berubah menjadi Benci akan selalu menjadi momok yang menyakitkan dan memunculkan sebuah kutukan atas hancurnya hati seorang Cinta...begitulah aku terlahir...Alena Vins seorang gadis terkutuk yang membenci kutukannya" (Alena Vins)
"Kita berbeda dan tak akan mungkin bersama...2 dunia dan 2 kutukan yang sulit disatukan...yang hanya akan berakhir air mata...jangan berlari...jangan menghilang dan jangan pergi...biar aku yang berlari...menghilang dan pergi...seperti angin yang berhembus tanpa meninggalkan jejak...agar penyesalan tak lagi meliputiku dengan gelapnya kutukan" (Avan Valmor)
⚠️Jangan lupa Bintang 5, Like, Komen & Vote nya ya🤗💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NAHDA_SHANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epilog page 9
♡LOVE IN VALMOR♡
Avan pun menuntun Alena untuk memasuki sebuah ruangan yang ternyata ruangan tersebut adalah ruangan indah yang telah disiapkan oleh Ratu Valerin untuk Makan malam antara Avan dan permaisurinya...
"Yang mulia...ada yang ingin kuberitahukan kepada yang mulia...tentang Alena..." (Ujar tabib Nars dengan hormat)
Raja Velix dan ratu Valerin pun saling menatap dan tersenyum...
"Tentu saja...ada banyak hal yang harus kau ceritakan kepada kami...tentang Alena...kita akan membahasnya dengan santai diruang Mawar...ikutlah dengan kami..." (Ujar raja Velix dengan tersenyum)
*(Ruang Mawar : biasa digunakan keluarga kerajaan untuk berbincang santai didekat danau Xeverania)
Tampak canggung tabib Nars duduk dihadapan raja Velix dan juga ratu Valerin yang kini tampak penasaran menatapi dirinya...
"Yang mulia...sebenarnya...Alena...Alena adalah putri angkatku yang dulu pernah kuceritakan kepada yang mulia..." (Ujar tabib Nars dengan hormat)
"Ya Syaro jadi!...Alena adalah anak yang kau selamatkan dulu?!" (Terkejut raja Velix mengatakannya)
"Benar...Alena adalah anak yang dulu pernah kutolong saat wabah melanda kota Alkansa...saat itu seluruh keluarganya mati karena wabah itu...sedangkan gadis itu...dia terlantar pada tenda bantuan dari karajaan Valmor...tanpa berfikir...saya pun berniat untuk merawat dan membawanya ke kota Valmor...namun sayangnya saat itu kerajaan mengeluarkan peraturan baru bahwa warga Alkansa tidak boleh keluar dari kota tersebut...dan akhirnya saya memutuskan untuk membesarkannya dikota itu"
"Lalu...bagaimana bisa dia tumbuh menjadi gadis yang sangat sehat dan cantik dikota itu?"
"Saya mengirimkan tabib kepercayaanku untuk merawatnya disana...dan bahkan mengajarinya untuk bisa berjalan...berbicara....dan tumbuh dengan sehat seperti saat ini...namun...sebenarnya...yang ingin kubicarakan sedari tadi adalah...Alena sudah terlalu lama besar di kota Alkansa yang sangat tertutup itu...dia...pasti memiliki sifat atau karakter yang cukup unik atau aneh bagi wanita Valmor lainnya..."
"Nars...ini kah yang kau khawatirkan sejak tadi?...itu tidak perlu kau khawatirkan lagi...melihat bagaimana akhirnya Avan bisa memilih permaisurinya saja...itu sangat membuatku bahagia...kau tau sendiri...sejak Amera tiada...Avan benar-benar tertutup dengan wanita...dan bahkan dia masih terlihat membenciku...tapi lihatlah sekarang...sepertinya...putrimu Alena...telah meluluhkan hati Avan yang sempat beku oleh kenangan buruknya tentang Amera...itu adalah keberkahan yang Syaro berikan kepadaku...mungkin inilah yang Syaro gariskan untuk mereka...kau dengan kebajikan pada hatimu menyelamatkan seorang gadis kecil...yang rupanya kini gadis itu adalah cahaya bagi negeri Valmor...terutama bagi Avan...itu adalah takdir...kau tidak perlu mengkhawatirkan yang lainnya!" (Ujar raja Velix dengan tersenyum menatap tabib Nars dan ratu Valerin)
"Ya..yang mulia!!...terima kasih...atas pengertian dan restu ini kepada putriku!!...ini adalah kehormatan terbesar yang...yang mulia berikan kepadaku dan juga putriku...terima kasih yang mulia...terima kasih!!" (Ujar tabib Nars dengan harunya menatap raja Velix dan ratu Valerin)
"Aku bisa melihatnya bagaimana Avan memberlakukan gadis itu saat dihadapan para putri lainnya...Avan terlihat sangat lembut kepada gadis itu...saya semakin penasaran dengannya...bisakah tabib mengatakan hal lain tentang gadis itu?" (Ujar ratu Valerin dengan tersenyum)
Tabib Nars pun kembali mengarang cerita untuk membuat raja Velix dan ratu Valerin takjub dengan Alena...
"[Mereka mempercayai semua yang kukatakan...apakah semuanya berjalan sempurna?...haruskah aku mempercepat rencanaku?...agar semuanya berakhir!...aku benar-benar muak melihatnya tersenyum dan bahkan tertawa!!]" (Ujar tabib Nars didalam hatinya dengan tersenyum menatap raja Velix dan ratu Valerin yang tersenyum dan tertawa mendengar kisah Alena)
》》》》》》》
jangan 2 2 nya di embat dong.
serakah banget
berasa anak dan orang tua muka muda semua
apa lagi anak nya
oh..akuu irii