Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.
"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menelusuri masalalu
Cassandra berjalan dengan langkah pelan di sekitar kolam berenang, entah kenapa disore hari yang cerah, Cassandra ingin berjalan-jalan dirumahnya. Dalam langkahnya Cassandra selalu berfikir, apa lagi yang harus dia lakukan. Karena tujuan awalnya masuk ke dunia ini untuk mengambil hati Georgio, membuatnya mencintai Cassandra. Dan itu sudah tercapai, mencegah akhir tragis Georgio karena ulah Jordan juga sudah tercapai. Cassandra tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan
Mau bagaimana pun, ini bukan dunianya, dia pasti akan kembali ke dunia asalnya. Tapi, rasanya juga berat meninggalkan Georgio. Jujur saja Cassandra sudah jatuh cinta padanya, bukan Cassandra asli, tapi Selin. Niatnya hanya ingin membuat Georgio mencintainya, tidak disangka Selin pun juga terjerumus kedalam pesona seorang Georgio.
Lama memikirkan tentang Georgio, tanpa sadar langkah pelan Selin terhenti karena secarik kertas terjatuh dihadapannya. Selin berjongkok meraih kertas itu, beralih memandang sekelilingnya mencoba mencari tau dari mana asal kertas itu. Karena tidak menemukan jawabannya, Selin memilih membacanya.
"Annabella dan Jordan adalah pameran utama, ending dari ceritanya mereka hidup bahagia. Jadi tugas terakhir kamu, buat mereka bersatu dan perbaiki hubungan Georgio dan Jordan."
"Cari tahu masalalu ibu Georgio dan ayahnya, begitu bertemu kamu akan lebih mudah menyatukan mereka. Konflik antara Georgio dan Jordan akan berakhir."
"Setelah semuanya selesai, kamu bisa kembali ke dunia asalmu."
Selin butuh jawaban, tapi setelah menemukan jawabannya entah kenapa hati Selin tiba-tiba berat, jujur saja Selin lebih bahagia di dunia ini. Tapi mau bagaimana pun ini memang bukan tempatnya.
Kertas yang Selin pegang tiba-tiba terbakar perlahan, membuat Selin terkejut dan refleks melempar kertasnya, dengan sekejap kertas itu sudah berubah menjadi abu.
Selin menghela nafas kasar, tidak menghiraukan kertas itu. Tapi yang ada dipikirannya sekarang bagaimana cara mencari tahu masalalu ibu Georgio, jelas itu sangat sulit. Dia bisa saja bertanya kepada Georgio, tapi yang sebenernya dibutuhkan itu bukti, bukan hanya cerita. Dengan bukti itu pasti keretakan antara Georgio dan Jordan berakhir.
Selin melangkah mendekati kursi yang tersedia didekat kolam berenang. Selin duduk disana dengan masih memikirkan cara mencari bukti masalah ibu Georgio, bukti kalau dia tidak bersalah.
Selin menjentikkan jarinya, seakan baru saja mendapatkan ide. "Di kediaman Immanuel pasti ada jawabannya."gumam Selin.
Selin harus mencari cara agar bisa masuk kerumah Adrian tanpa ada yang curiga. Mengingat Georgio sudah lama tidak pernah kesana, orang memikirkan hal aneh kalau sampai Cassandra, istri Georgio tiba-tiba datang.
Dia harus punya alasan yang jelas agar tidak dicurigai. "Apa pun alasannya, yang penting harus kerumah itu dulu."ujar Selin dan setelah itu berdiri dari duduknya, berjalan masuk kedalam rumahnya.
★★★
Cassandra memandangi rumah besar dari pinggir jalan. Dia diam-diam datang kerumah Adrian. Cassandra mengetuk jarinya di stir mobil. Jordan sudah menghancurkan usaha yang dibangun Adrian. Tapi Adrian masih aman damai dirumahnya. Jordan sudah hancur, rumahnya, vila, apartemen semua miliknya habis terjual. Tidak ada kabar mengenai Jordan lagi setelah ke hancuran nya. Apakah Adrian tidak berniat menolongnya?
Cassandra menghela nafas panjang dan menjalankan mobilnya menuju pintu gerbang kediaman Adrian, terlihat satu orang scurity menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu, Bu?"ucapnya.
"Saya istri Gio, anak dari pak Adrian. Saya mau bertemu mertua saya, boleh?"Scurity itu tampak berfikir sejenak.
"Tapi pak Adrian dan Bu Sonia lagi keluar kota bu."mendengar itu Cassandra tersenyum miring, ini kesempatan yang bagus untuknya. Dia bisa dengan leluasa menggerayangi rumah Ardian.
"Kalau Jordan ada dirumah?"scurity itu menggeleng.
"Tuan muda sudah lama tidak pulang."Cassandra mengangguk mengerti.
"Saya mau mengambil barang Gio yang masih tertinggal disini. Tenang saja, saya sudah minta izin mertua saya kok."bohongnya. Karena raut wajah Cassandra yang begitu meyakinkan akhir nya Scurity itu percaya dan membukakan gerbang untuk Cassandra.
Cassandra tersenyum kemenangan, mudah sekali membohongi scurity ini, pikirnya.
Cassandra memarkirkan mobilnya di lobby, matanya memandangi sekitar, rumah ini terlihat indah dengan banyak tanaman bunga. Tidak menunggu waktu lama, Cassandra membuka pintu rumah itu yang memang tidak dikunci, karena masih ada pembantu yang bekerja disana.
Saat memasuki rumahnya, mata Cassandra langsung disambut beberapa foto keluarga Immanuel, tapi satupun tidak ada foto Georgio disana, tapi pandangan Cassandra terfokus pada satu bingkai foto kecil, terlihat disana foto dua orang anak kecil yang terlihat hampir seumuran. Cassandra menebak itu Jordan dan Georgio, ternyata dari banyaknya foto, masih ada satu tanda kehidupan Georgio dirumah itu.
Tidak mau ambil pusing, Cassandra memilih menelusuri rumah itu lebih dalam, pandangan Cassandra tidak sengaja menangkap seorang wanita paruh baya di tepi kolam berenang, wanita itu tampak tengah menyiram tanaman disana. Cassandra berjalan menuju pintu samping rumah, dia langsung keluar dan mendapati pemandangan taman, kolam berenang dan gazebo yang dibawahnya ada kolam ikan. Sederhana tapi terlihat indah.
Cassandra menghampiri wanita itu, membuat wanita paruh baya itu sedikit terkejut dengan kehadiran Cassandra.
"Maaf, Anda siapa?"tanya nya.
"Saya istri Georgio."ucap Cassandra yang membuat wanita paruh baya itu terbelalak, tanpa sadar dia langsung menjatuhkan slang yang di genggam. "Saya mau nanya sesuatu boleh."ujar Cassandra lagi.
"Mau nanya apa, Non?"
"Ibu sudah lama kerja disini?"wanita itu mengangguk.
"Sudah Non, sebelum nyonya Clara datang."Cassandra terdiam sejenak, Clara adalah ibu kandung Georgio.
"Ibu pasti tau kan, masalah pak Adrian dan mama Clara?"wanita paruh baya itu diam. Seperti bingung harus menjawab apa. "Ibu katakan saja, tujuan saya baik kok, saya ingin menyatukan Georgio dan Jordan. Saya yakin semua ini pasti salah paham."
Wanita itu menghela nafas lalu mengambil slang yang tadi dia jatuhkan, dia berjalan sedikit untuk mematikan air yang sejak tadi mengalir dari slang. Cassandra mengikuti langkah wanita itu, seakan menunggu jawaban nya.
"Saya tau, sudah lama saya menunggu tuan Georgio menanyakan ini, tapi dia selalu bungkam, seakan tidak berniat mengungkit masalalu ibunya."ucapnya, lalu menatap Cassandra. "Sebelum meninggal nyonya Clara meninggal sesuatu pada saya, dia ingin saya memberikan pada anaknya."
"Apa itu Bu?"tanya Cassandra penasaran.
Wanita itu menggeleng. "Saya tidak tau, Non. Saya tidak berani membukanya, nyonya Clara minta saya berikan itu kalau tuan Georgio sudah memahami segalanya. Karena dulu tuan masih terlalu kecil."
"Jadi ibu tau kan cerita sebenarnya? Tentang mama Clara yang jadi selingkuhan."wanita itu mengangguk.
"Sini non. Saya akan menceritakan semuanya."ucap wanita paruh baya itu, dia membawa Cassandra duduk di gazebo tidak jauh dari sana.
Cassandra mengikuti dan ikut duduk didekat wanita itu. "Sebelum nyonya Sonia dan tuan Jordan datang, keluarga kecil pak Adrian dan nyonya Clara baik-baik saja. Bahkan bisa dibilang mereka keluarga yang paling bahagia. Tuan Georgio mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya."ucap wanita itu, matanya sayu memandang lurus kedepan dimana ada kolam ikan dihadapan nya, dengan jembatan kecil untuk berjalan menuju Gazebo.
"Tapi kebahagiaan itu sirna saat nyonya Sonia datang dan mengaku kalau dia istri pertama tuan Adrian. Saat nyonya Clara bertanya tentang kebenarannya, tuan Adrian tidak menyangkal. membuat nyonya Clara hampir pingsan karena syok."
"Kemana Sonia itu selama ini, Bu? Kenapa dia datang saat keluarga Adrian dan mama Clara baik-baik aja?"tanya Cassandra penasaran.
"Awalnya saya tidak tau, karena yang saya tau cuma nyonya Clara yang ada didekat tuan Adrian dari waktu dia merintis usahanya. Tapi tidak sengaja saya pernah mendengar pertengkaran mereka, sehari setelah nyonya Sonia meninggal."
"Mereka bertengkar Bu?"wanita itu mengangguk.
"Iya, karena saat itu tuan Adrian sedih atas meninggalnya nyonya Clara yang tiba-tiba, jadi nyonya Sonia marah. Dan berakhir tuan Adrian ungkit semuanya."Cassandra mengangguk memahami semua cerita wanita paruh baya itu.
"Jadi kenapa Bu?"
"Saya dengar kalau beberapa minggu setelah menikah dengan nyonya sonia, dia pergi meninggalkan tuan, karena saat itu usaha yang tuan bangun lagi di ujung tanduk. Hingga dia bertemu nyonya Clara, dia yang membantu dan support tuan sampai sukses lagi."mendengar itu Cassandra kembali mengangguk mengerti. Berati yang salah disini jelas Sonia. Adrian juga bodoh, jelas sekali Sonia pernah mencampakkannya malah diterima lagi kehadirannya.
"Bodoh banget pak Adrian, dia mau menyakiti istri yang sudah membantunya demi wanita yang jelas meninggalkannya saat susah."ucap Cassandra dengan nada kesal.
"Sepertinya tuan Adrian tidak punya pilihan lain. Saat itu nyonya Sonia membawa Jordan dan mengaku kalau itu anak tuan Adrian, katanya nyonya Sonia dulu menderita mengurus anak taun Adrian sendirian, sedangkan nyonya Clara berkecukupan disini, karena itu tuan kasihan."
"Kasihan sih kasihan, tapi harusnya dia ingat juga doang istri yang selalu ada saat susah senang dia."sinis Cassandra kesal dengan kenyataan hidup Clara. Memang benar dia yang korban disini.
"Makasih bu, udah mau menceritakan semuanya sama saya. Kalau boleh, saya minta barang yang di titipin mama Clara."wanita paruh baya itu mengangguk.
"Tentu boleh, non. Sebentar saya ambilkan dulu." Cassandra mengangguk kecil.