Mami mami,dimana papi?
mami mami, bawa kami kepada papi..
..
..
Melelahkan menjadi orangtua tunggal.
apalagi harus mengasuh dan merawat dua anak kembar.
mereka sudah tumbuh besar,aku harus siapkan banyak jawaban untuk mereka.
mereka selalu bertanya dimana papi? siapa papi? dan kenapa papi pergi?
sungguh aku bingung,mau jawab apa..
..
..
aku terkejut saat aku mendengar,anak anakku berdoa dan meminta agar papinya kembali kerumah hidup bersama sama dengan bahagia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAD - CLYDK S2
PRANCIS
~RUMAH ALBERTO~
☆Alberto☆
Alarm ponsel ku berdering, aku buka mataku. Bangun perlahan dari tidurku dan merenggangkan otot otot bahu ku. Akhirnya setelah sekian lama aku bisa tidur nyenyak. Aku sudah di Prancis sekarang. Dan si rubah tua licik sudah aku amankan di markas besarku di Inggris. Di ruang isolasi.
Aku berdiri dan merapikan tempat tidurku, kebiasanmu tidak pernah luntur. Aku melangkah perlahan ke kamar mandi untuk mandi.
Hari ini aku ada banyak pertemuan, setelah menyelesaikan kantor cabang Han, aku akan mengunjungi Nice Entertaiment dan Ethan. Dan aku akan melihat anak anakku.
Aku keluar dari kamar mandi berjalan cepat ke arah lemari, aku mengambil pakaian ganti ku dan berganti. Aku bercermin msrapikan sedikit rambutku.
Masih terlihat oke lah di usia ke 38 tahun. Jika tidak oke bukan Alberto namanya, aku tersenyum kilas.
Aku bersiap turun, aku harus bergegas menuju kantor cabang Han. Saat aku akan masuk dalam mobil ku, aku melihat mobil asing masuk dalam halaman rumahku. Seseorang keluar dan berteria
"Alberto" (berlari menghampiri)
Aku kaget, lalu tersenyum
Alberto: Hai Et, kau baik??
Ethan memeluku dan manangis haru.
Ethan: Kau masih hidup?? kau bukan hantu kan??
Alberto: Jika aku menjadi hantu, kau orang pertama yang aku hantui (mengeratkan pelukan)
Ethan: (melepas pelukan) kau kembali, ingin menemui Jane dan si kembar??
Alberto: Ya, tapi aku harus selesaikan tugasku dulu. Aku tidak akan lega menemui mereka jika tugasku belum terselesaikan.
Ethan: kau masih mencari Patrick? masih haruskah kau menyambut malaikat pencabut nyawa??
Alberto: Patrick ada di markas, sudah aku isolasi. Aku akan ke kantor cabang Han, kau mau ikut??
Ethan: baik, naik mobilku saja, kau pasti lelah
Aku dan Ethan masuk dalam mobil. Mobil bergerak meninggalkan rumah menuju perusahaan Han.
Ethan: kau kemana saja selama ini??
Alberto: tinggal dengan paman Han
Ethan: kau tega tak memberi kabar?? kau tidak kasian pada paman, bibi, aku, Jane, dan si kembar??
Alberto: setiap tahun aku datang kesini bodoh! Aku merindukan Jane dan si kembar.
Ethan: kau sudah tau wajah si kembar??
Alberto: Tentu, Darren sangat mirip denganku, tampan dan mempesona. Karren juga sangat cantik, semua anakku mirip denganku.
Ethan: kau tau mereka sekokah SMA sekarang?? mereka lompat kelas. Aku bangga pada mereka.
Alberto: aku tidak kaget, anak anak seorang Alberto tidak akan diragukan lagi. Kau sudah menikah? berapa anakmu?
Ethan: kau mengejekku?? Aku tak bisa menikah karena menjaga anak anakmu, mereka memanggilku papa
Alberto: thanks Et, kau bantu aku menjaga mereka.
Ethan: itu sudah tugasku, aku senang kau kembali.
Ponsel Ethan berdering,aku melihat panggilan dari Karren.
Alberto: angkatlah, jangan katakan aku kembali.
Ethan: Hallo sayang, selamat pagi..
Karren: pagi.. papa dimana?? kita jadi ke rumah oma opa tidak??
Ethan: ada masalah??
Karren: tidak tidak, aku hanya ada tugas saja. jika kita pergi ke rumah oma opa tunggu aku selesaikan tugas.
Ethan : baik lah sayangku, love you..
Karren: love you too papa(meemutus panggilan)
Aku senang bisa mendengar suara gadis kecilku. Dia pandai bicara seperti maminya. Mendengar suaranya jantungku berdetak kencang.
♡♡♡♡
☆Darren☆
Kami dalam perjalanan menuju perusahaan Han.
Aku Karren dan paman Alex. Aku ingin cepat selesaikan misiku agar cepat bisa pergi ke Inggris.
Aku penasaran ingin bertanya hal penting pada opa.
Darren: hubungi papa, tanyakan apa kita jadi ke Inggris?
Karren: ya aku coba
Aku mendengar karren berbincang dengan papa.
Papa tidak ada masalah soal waktu, aku lega.
Kami pun sampai di parkiran kantor. Aku dan Karren turun dari mobil, Aku mengeratkan topi di kepalaku.
dengan menggendong tas berisikan laptop, aku berjalan mengikuti paman Alex.
Paman Alex bertemu dengam kepala bagian informasi dan keamanan. Kami di persilahkan masuk.
Alex: apa boss kalian sudah datang?
"tunggu sebentar saya tanyakan resepsionis"
Kepala bagian pergi keluar ruangan, tak lama kembali
" boss kami baru datang, sekarang sudah diruangan"
Alex: baik, sampaikan pada nya kami siap mengakses jaringannya.
"baik"
Kepala bagian menghubungi lewat telepon kantor.
"tuan, sistem jaringam akan segera di jalankan"
Alberto: lakukan! (menutup panggilan)
"mulai lah,semua jariangan sudah diaktifkan"
Alex: D
Darren: ok
Aku mengeluarkan laptopku dari dalam tas, aku membuka dan menyalakan laptopku.
Aku sambungkan kabel penghubung sistem utama pada laptopku dengan cepat aku mengakses, jari jariku menari nari dan bergerak cepat di atas keyboard. Semua tak butuh waktu lama bagiku.
Darren: perisksa sistem jaringanmu tuan kepala.
" ya aku sudah masuk ke jaringan"
Darren: 3,2,1.. selesai.
Kepala bagian kaget, semua data sudah kembali.
"kau, bagaimna bisa semudah itu?? bahkan tidak sampai 5 menit"
Dareen: mereka hanya seorang peretas level rendah. Aku sudah buat akses anti retas juga. semua data akan aman.
Alex: Good Job boy!! (bertepuk tangan)
Karren: kau memang hebat pangeranku(merangkul)
☆Alberto☆
Aku sampai di kantor cabang, aku dan Ethan langsung berjalan menuju ruang Presdir. Aku dapat laporan jika tim khusus itu sudah datang dan sekarang berada di ruangan informasi.
Aku buka komputerku aku buka kamera pengawas di bagian informasi. Telepon kantor berdering, kepala bagian memberi informasi soal pengaksesan jaringan. Aku memerintahkan untuk memulai.
Ethan: eh bukannya ini si kembar?? bagaimana bisa ada di perusahaan Han??
Aku dengan cepat mendekat, Ethan sudah memperbesar gambar. Mataku serasa mau lepas, anak anakku bagaiman bisa ada di perusahaan Han??
Alberto: Coba kau hubungi Karren.
Ethan mengambil ponselnya, panggilan terhubung. Terlihat di monitor Karren meraba sesuatu di kantong jaketnya dan menerima panggilan
Karren: ya pa??
Ethan: Dimana sayang??
Karren: Di rumah teman.
Aku memberi isyarat untuk memutus panggilan.
Ethan: oke sayang, jika sudah selesai kabari papa ya. papa akan jemput kalian kita akan ke rumah oma dan opa.
Karren: oke papa \(memutus panggilan\)
Ethan: Darren seorang peretas??
Alberto: Tidak mungkin Et, dia masih sangat muda.
Ethan : kenapa kau tak mengujinya?? kau kan juga ahli dalam meretas data data.
Alberto: ah benar juga,kenapa tidak terpikir olehku.
Aku duduk di kursiku, aku mengakses data masuk perusahaan dengan Laptop pribadiku. Jari jariku terus berkeliaran diatas keyboard aku berusaha mengakses namun selalu gagal,aku sempat kesal. Alberto tidak pernah kalah soal meretas, kenapa sekarang sangat sulit, aku terus berusaha, jari jari ku dengan cepat mengetik dan akhirnya berhasil masuk.
Aku berhasil meretas sistem,dan mengunnduh data perusahaan. Aku senang dan tersenyum tipis.
Alberto: lumayan juga kemapuan anakku, dia berhasil memblock ases masukku, tapi kali ini dia pasti akan kesulitan.
Aku kaget, pengunduhanku gagal dan data penggunaku di block! bahkan seluruh dataku telah diretas. Aku menepuk pelan dahiku.
Etham: hahahaha\(tertawa\) kau gagal
Alberto: bagaimana bisa?? aku tak pernah gagal dalam hal ini.
Ethan: mungkin sudah waktunya kau untuk pensiun di dunia peretasan.
Aku sungguh tidak percaya ini, jangan bilang jika agen khusus yang dikatakan asisten kim juga mereka.
Mereka menjadi agen khusus?? tidak tidak, pasti ini hanya kebetulan saja. mereka masih dibawah umur untuk melakukan hal berbahaya.
☆Darren☆
Aku sangat kesal, ada yaang mencoba masuk tanpa ijinku, aku berhasil memblock. berulang ulang aku gagalkan dia berhasil masuk dan mengunduh data.
aku berusaha tenang dan berpikir jernih. Aku menunggu kesempatam saat kesempatan datang aku berhasil menggagalkan pengunduhan dan meretas data datanya.
Darren: akhirnya
Karren: ada apa?? datamu di retas??
Darren: ada yang menginginkan data perusahaan.
Aku sudsh tangani. Ayo kita kembali.
"ini sungguh sudah berhasil?? tidak akan ada peretas lagi?"
Darren: tidak akan ada
Alex: ada masalah?? beberapa kali sistem error.
Darren: perentasnya sangat mahir, tapi dia lengah, dia tidak memberi anti retas pada datanya. Aku akan pelajari datanya nanti dirumah.
Karren: ayo cepat pulang, kita akan ke Inggris.
Alex: kami permisi tuan, tugas kami telas selesai.
Aku masukan kembali laptopku pada tasku, dan aku menggendongnya di punggung.
Aku berjalan keluar bersama Karren dan paman Alex.
Kami pergi meninggalkan perusahaan Han. Sepanjang jalan aku masih penasaran dengan si peretas, dia sangat mahir, bukan seperti peretas peretas amatiran yang aku temui.
♡♡♡♡
Ethan dan Alberto meninggalkan perusahaan.
Alberto: kau akan ke Inggris dengan anak anak??
Ethan: Ya, Darren dan karren sudah siap.
Alberto: pesankan satu tiket untukku.
ponsel Ethan berdering, panggilang dari Jane.
Ethan : Hallo Jane??
Jane: Pesankan satu tiket untukku, aku akan ke inggris dengan anak anak. aku akan segera kembali kerumah, apa kau sudah di rumah??
Ethan: (kaget) ah aku masih di jalan,kau hati hatilah. Aku akan pesankan tiket untukmu.
Jane: oke, thankyou(memutus panggilan)
Ethan: ckckckck.. apa ini yang namanya ikatan batin?? sepertinya akan ada reuni keluarga.
Alberto: kau akan pulang atau langsung ke rumah anak anak??
Ethan: aku masih harus kondisi rumah sakit dulu.
Aku akan suruh asistenku carikan tiket.
Ethan menghubungi asistennya.
Asisten: Ya dok, ada apa??
Ethan: carikan 5 tiket ke inggris untuk hari ini.
Asisten: baik, akan segera saya carikan. mohon tunggu sebentar dok.(memesan tiket secara online)
..
..
Asisten: Dok, maaf tiket untuk hari ini sudah kosong.
(tiba tiba mendapat laporan dari perawat)
Dok, pasien kamar VIP 02 kejang,kami sudah lakukan tindakan suhu tubuh terus meningkat.(panik)
Ethan: baiklah, aku akan ke rumah sakit sekarang. Dan kau siapakan laporan hari ini di mejaku(menutup panggilan)
Alberto: jet ku ada di inggris, apa aku minta mereka ke kesini? Bagaimana menurutmu??
Ethan: kau aku turunkan di rumah Janice saja. aku sibuk, pasienku sedang dalam bahaya, soal ke inggris nanti aku hubungi lagi. oke??
Mobil berhenti,Alberto turun dari mobil Ethan. Secepat kilat Ethan pergi meninggalkan Alberto.
Alberto bingung, antara masuk atau tidak.
perlahan Alberto masuk ke dalam halaman rumah dan menekan Bel rumah. Alberto berjalan bersembunyi di balik pilar rumah.
Pintu terbuka. Karren mengintip. melihat kekiri kekanan tidak ada orang, Alberto perlahan keluar dari balik pilar rumah memegang bahu Karren. Dengan cepat karren memutar tangan Alberto dan menendang kaki Alberto bagian belakang sehingga berlutut.
Alberto: aduh.. ini papi sayang(merintih)
Karren: eh,(mendekat dan kaget) astaga.. papi??
Alberto: sepertinya kaki papimu patah (menggoda)
Karren: benarkah?? Dao cepat kesini (berteriak)
Darren berlari dari dalam rumah ke teras, Darren kaget melihat Alberto.
Darren: papi??
Alberto: Darren (tersenyum)
Darren: papi kenapa?? (membantu berdiri dan memapah ke sofa ruang tamu)
Alberto: tidak, papi hanya jatuh.
Karren: aku menendang nya(sedih) papi maaf(memeluk erat)
Alberto: sudah sudah, papi baik baik saja sayang.(menepuk punggung Karren perlahan)
Karren melepas pelukan, Karren berlari mengambil air minum di dapur. Darren menatap Alberto. Alberto tersenyum.
Alberto: Darren tak ingin peluk papi??
Darren tersenyum dan mendekati Alberto, Darren perlahan memeluk Alberto.
Alberto: Maaf, papi selalu mengecewakan kalian.
Darren: (menangis) papi, papi baik baik saja?? aku sangat takut saat papi tidak ada kabar. Mami selalu menangis setiap malam. Opa dan Oma juga.
Alberto: Papi harus selesaikan apa yang seharusnya diselesaikan. Sekarang papi tak akan pergi lagi. (melepas pelukan) Dimana mami??
Darren: (Menyeka air mata) sedang keluar.
Karren datang dengan membawa air minum, memberikan kepada papinya. Alberto menerimanya dan tersenyum.
Alberto: Terimakasih sayang.
Karren: sama sama papi(tersenyum cantik)
☆Alberto☆
Ethan sungguh keterlaluan, bisa bisanya aku di usir dari dalam mobilnya. Meski aku sudah mengatakan jika aku akan ikut ke rumah sakit. Apa dia sengaja??
Aku bingung saat berdiri luar rumah. Ingin pergi, tapi hatiku tiba tiba terasa sesak. Aku sangat merindukan mereka, Ingin memeluk mereka. Kaki ku perlhan melangkah masuk ke halaman, sampai di depan pintu aku menekan bel beberapa kali lalu bersembunyi di belakang pilar.
Aku masih merasa gugup. Jantungku berdetak kencang. Aku mengitip seorang gadis kecil membuka pintu, kepalanya mengintip ke kiri dan ke kanan.
Dia berdiri di depan pintu, saat dia akan masuk kedalam rumah aku mendekati dan memegang bahunya.
Siapa sangka reaksinya begitu cepat, dia memutar tanganku dan menendang sisi belakang lutut ku sehingga aku jatuh bersimpuh dengan posisi berlutut.
Lututku terasa mau lepas, aku merintih kesakitan dan langsung berrtiak jika aku papinya. Karren melepasku dan kaget, ekspresinya sangat menggemaskan.
Aku menggodanya, dia berteriak memanggil Darren, Darren muncul dan panik, Aku menatapnya, Darren kaget dan secepatnya membantuku masuk ke dalam.
Darren dan Karren memapahku. Aku duduk di sofa, Karren terlihat sedih dan merasa bersalah. Dia langsung memelukku.
Detak jantungnya berdetak kencang, aku tenangkan Karren dalam pelukanku, aku menepuk perlahan punggungnya. Jantungnya sudah berdetak normal, Karren melepas pelukan dan berlari ke arah dapur.
Aku menatap jagoanku, mata elangnya menatapku penuh tanda tanya. Aku menatapnya dan mengembangkan senyumanku.
"Darren tak ingin peluk papi?"
Mendengar kata kataku, dia tersenyum. Dia berjalan mendekat, duduk disampingku. Dia perlahan memelukku. Aku merasakan getaran kuat saat memeluk ke dua anakku. Darren menangis dalam pelukanku, dia merasa sangat cemas saat aku tidak pernah muncul dihadapan mereka.
Hatiku terasa sakit saat menginggat betapa jahaynya aku sebagai seorang papi, meninggalkan anak anakku. Dari Jane hamil hingga anak anak berusia 6 tahun. Dan pergi lagi sampai anak anaku tumbuh besar seperti sekarang. Aku merasa kecewa dengan diriku sendiri. Apakah aku masih pantas di panggil papi?? Bahkan saat aku mengunjungi mereka di setiap Ulang tahun mereka, aku tak berani menampkakan batang hidungku dihadapan mereka, hanya bisa menatap mereka dari jauh saja.
Aku takut jika aku datang, aku akan pergi lagi dan berpisah dengan mereka. Tekat ku sudah bulat saat itu, aku akan selesaikan urusan ku dengan rubah tua licik terlebih dulu. Tuhan memang sungguh baik, semua yang aku rencanakan berhasil! Misiku menangkap rubah tua licik berhasil. Aku berniat mempertemukan Patrick Dominic besok, tapi tidak di sangka malah aku yang bertemu dengan keluargaku terlebih dulu.
Aku menatap rumah sepi, Jane tidak ada. Darren mengatakan Jane sedang keluat. Karren dan Darren menyuruhku beristirahat di kamar mami mereka. Aku sudah menolak dan ingin di kamar tamu. Mereka begitu kompak, mereka memaksaku naik ke atas tangga. Kakiku dan tanganku masih terasa sakit.
Di dalam kamar, si kembar pergi meninggalkan aku. mereka bilang aku tak boleh kemana mana sebelum maminya datang, aku di penjara?? Astaga, anak anakku sudah bisa mengancamku sekarang. Aku mengangguk, mereka menutup pintu kamar.
Aku berjalan perlahan masuk, aku melihat kamar Jane. Seperti biasa ruangannya rapi tapi tidak serapi ruanganku, aku membuka jasku dan aku letakan di sofa. Aku duduk di tepi ranjang, mataku menatap ke arah foto. Foto kami 8 tahun lalu, itulah hari terakhir aku bersama mereka sebelum insiden di Amerika.
(Selamat Membaca😉)
novelnya bagus tapi yang kurang lagi2 susah benar buat pemeran utama wanita yang berjuang untuk dapat maaf dan kesempatan pada pemeran utama dalam pria
kebanyak novel pemeran utama pria dibuat kayak karakter bodoh ditolak dan disakiti tapi terus saja kejar pemwran utama wanita kayak tidak ada wanita lain saja