Bijak lah dalam memilih bacaan. Ada beberapa adegan yang berhubungan dengn Sugar Baby.
Harta tidak menjamin Kebahagiaan.
Justru membuat Mirany salah Jalan.
Saksikan kisah perjalanan Mirany
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanpa sengaja
BALI.
Seperti biasa Papi dan Mami selalu sibuk dengan pekerjaan nya. Sepertinya hari ini Papi sedang ada Urusan di Bali.
Suara tepuk tangan sangat Riuh menggema di setiap sudut ruangan Hotel yang di hadiri oleh pAra pengusaha dari berbagai kalangan. Ucapan Selamat atas keberhasilan Papi tak henti henti nya mengalir. Ya Papi adalah sosok Pria bertangan dingin dalam dunia Usaha.
" Selamat atas kemenangan nya Pak.. ?" ucap nya mendekati Papi sambil mengulurkan tangan.
" Terimakasih.. jadi Fikirkan dulu sebelum bermain main dengan ku Tuan Sultrani" jawab Papi tanpa mau membalas uluran tangan dari Dewa Sultrani.
" Saya mengakui kehebatan anda Pak Rahardi Purnomo.." balas nya tak kalah sengit.
" Saya tidak akan membiarkan siapa pun mengusik ketenangan Purnomo Group". jawab Papi santai tapi penuh penekanan.
" Lain kali pasti saya akan mengalahkan Anda Bapak Rahardi..." Ucap DewA meninggal Papi.
Perang dingin di antara mereka memang sudah terlihat.
Dewa sedang Sibuk berbincang dengan para kolega dan rekan bisnis dengan membawa segelas Wine di tangan nya. Namun ia dikejut kan dengan seorang perempuan yang menepuk pundak nya.
" Mas Dewa???".
Dewa menolah dan tercengang kaget melihat sosok yang sudah lama tak pernah di lihat nya.
" Selia????" Dewa langsung membalik badan nya.
" Ya..Aku Selia perempuan yang dulu pernah menemani hidup mu Mas hahah".
" Selia..Kamu masih saja seperti yang dulu You Are so Beautifull??" puji nya dengan senyum sinis nya.
Akhir nya mereka berdua berbincang bincang sambil meminum Wine bersama di sebuah meja yang hanya di tempati oleh mereka berdua saja. Selia sudah nampak Mabuk tak karuan. Berjalan pun sempoyongan hingga Akhirnya Dewa memapah dan mengantar Selia ke dalam kamar yang nya.
Saat hendak membuka pintu tiba tiba Selia mecumbu bibir Dewa dengan Ganas. Dewa hanya terdiam tanpa membalas. Dan tanpa sengaja Papi melihat nya karena tanpa di sengaja pula kamar Selia tepat berada di depan kamar Papi.
" Pantas saja Putriku menolak mu mentah mentah Tuan Muda? Kelakuan mu saja seperti itu.." ucap Papi menyindir Dewa dengan sinis lalu memasuki kamar nya.
Dewa tak menghiraukan ucapan Papi karena baginya Papi hanya ingin selalu mencari celah kesalahan nya karena rasa tidak suka padanya.
Dewa melepaskan pagutan dari Selia lalu mengistirahat kan tubuh Selia di atas Bad nya
"Kamu memang tidak pernah berubah Selia". Ucap Dewa dalam hati nya dan pergi meninggalkan kamar Selia.
Sekilas Wajah Mirany datang menghampiri nya.
" Damn it!" umpat Dewa kemudian bangun dari tidur nya dan berjalan menuju arah Balkon. Di lihat jam pada ponsel nya ternyata kini jam 01.25 WITA.
Ia memandangi Indah nya Malam Di Kuta Bali semilir angin sejuk menerpa nya. Hembusan Angin sungguh menenangkan jiwa .
" Kenapa Kamu selalu membayangi saya Mirany?" gumam nya Lagi.
Pagi menjelang Dewa baru bisa memejam kan mata nya. Baru saja ia merasakan lelap nya tidur ,tiba tiba pintu kamar nya seperti ada yang menggedor. Dewa bangun membuka kan Pintu dengan mata yang masih mengantuk
" Mas Dewa??" ucap Selia yang langsung memasuki kamar nya.
" Selia?? ada apa pagi pagi kemari.." menutup pintu kamar nya.
" Aku hanya ingin melihat mu saja.. Oh ya terimakasih semalam sudah mengantar ku sampai ke kamar."
" Semalam Kamu mabuk berat Lia??" jawab nya sambil meraih Minuman di Kulkas.
" Gimana kalau kita jalan jalan mengitari Bali Mas???".
" Seperti nya menyenangkan ..tapi aku tidak bisa Lia??" ucap nya bersender di pintu kulkas
"Oke.. Aku tidak akan memaksa mu. Tapi lain kali pasti kau yang akan mengajaku. Aku permisi dulu Mas" meninggal kan kamar Dewa.
nunggu dewa nyadar tentang latar belakang mira 😁