Nadia adalah gadis pintar, penurut dan ceria, tetapi sejak mama nya meninggal dunia, ketika nadia ditinggal papanya sebentar kejadian demi kejadian membuat nadia frustasi dan membuat kesalahan besar. sehingga ia harus menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Alif
Setelah makan siang, nadia pamit istirahat untuk kembali kerumah alif.
jam 2 siang alif datang dan langsung menuju kerumah umi.
"assalamu'alaikum umi" alif masuk rumah dan mencium tangan uminya
"waalaikumsalam salam nak, apa kamu sudah makan? tanya umi
" sudah umi, alif sudah mandi tadi di masjid. umi.. kenapa semua nya mendadak seperti ini. apakah semua nya baik-baik saja?"
"semua baik-baik saja nak, kamu jangan mengatakan apapun kepada abimu, bukan kah kamu juga menyukai nadia, bahkan kamu setiap hari mengirimkan suara ngajimu kepada papanya nadia"
"umi.." alif tersipu malu, wajah nya merona merah
"umi, bagaimana persiapan nya? alif bisa membantu apa?"
"dengar kan umi baik baik ya alif, persiapan sudah semua, undangan biar badrun dan zaka yang mengurusnya. untuk masalah gaun pengantin, dekorasi, nadia sudah memilihnya sendiri tadi. catering tadi papanya nadia san abimu sudah mencarinya. sekarang abimu dan papanya nadia sedang menyebar kan undangan ke teman-teman nya."
"sudah sematang itu ya umi persiapan nya" alif terlihat senang sekali wajahnya merona.
"alif... tugas kamu sekarang mendekat kan diri ke nadia, meski hanya sekedar mengobrol biar saling mengenalnya. besok hari minggu ajak nadia belanja buat isi rumah kamu. oh iya... nanto ba'da ashar temui nadia di rumahmu. katanya nadia ingin bicara"
"baiklah umi, alif akan rebahan dulu ya dikamar"
"iya, sudah pergilah"
___
setelah sholat ashar, alif berangkat menuju rumahnya untuk menemui nadia. kali ini alif akan sendirian karena teman nya yaitu badrun dan zaka lagi sibuk menyenarkan undangan.
"Assalamu'alaikum" alif langsung menyerobot masuk tanpa mengetuk pintu
"waalaikumsalam" nadia berbalik badan dan alif sudah didepan matanya
"Astaghfirullah" alif memalingkan wajahnya karena melihat nadia tidak memakai jilbab
"hei dasar tidak sopan, mengapa kamu tidak mengetuk pintu dahulu" nadia marah sambil segera memakai jilbab
"maaf nadia, aku benar-benar tidak tau, aku akan menunggumu di ruang tamu" alif bergegas menuju ruang tamu.
setelah memakai jilbab, nadia menghampiri alif dan duduk di bepan nya.
"Ada apa nadia, kata umi kamu ingin bicara kepada ku"
nadia "iya aku ingin tanya kepadamu"
alif "silahkan"
nadia "alif, apakah kamu benar-benar mau menikah dengaku, apakah tidak ada perasaan terpaksa atau ragu didalam hatimu?"
alif "tidak nadia, InsyaAllah aku percaya kepada orang tuaku, kepada om ardi dan kepada mu. aku juga tidak terpaksa. aku menerima nya sebagai takdir Allah yang sudah ditetapkan untuk ku"
pandai dan cepat sekali dia menjawab pertanyaan ku tanpa terbata-bata.
alif "apakah kamu terpaksa menikah denganku?"
nadia "tidak"
alif "apakah kamu sudah punya pacar di jakarta?"
nadia "tidak"
alif "baiklah, apakah kamu mau berjalan jalan menngelilingi pesantren"
Nadia "baiklah ayo"
mereka keluar rumah dan berjalan beriringan. membuat santriwati yang melihatnya iri. semua membicarakan alif dan nadia.
hmm.. kenapa aku sangat suka berjalan beriringan dengan alif, kenapa hati ini berdetak kencang batin nadia
alif "nadia apakah kamu suka ikan lele?"
nadia "suka, kenapa?"
alif "aku akan mengambil kan ikan lele untukmu, biar nanti dimasak sama mbak mbak di dapur"
nadia "mengambil dimana emang?"
alif "itu dikolam lele" sambil menunjuk kolam didepan nya
nadia "baiklah, ayo"
___
alif "nadia ambilah ember besar itu, taruh di dekat kolam" sambil nenunjuk ember dibelakang nadia
nadia "ambil yang besar ya lif, aku pengen makan yang besar" nadia menyemangati alif yang sedang mengambil ikan lele menggunakan jaring besar
alif "apakah kamu ingin yang ini atau kurang besar"
nadia "baiklah itu sudah cukup besar"
alif "baiklah, ayo kita bawa ke dapur biar mbak mbak yang masak"
nadia "aku ingin mengolahnya sendiri lif, boleh ya"
alif "baiklah, setelah selesai masak, bawa maskanmu kerumah, nanti aku akan makan bersamamu"
nadia "baiklah, apa kami suka pedas"
alif "suka, kenapa?"
nadia "gak papa.. heheh"
ternyata dia suka pedas, gagal aku mau jailin dia.
mereka berdua berjalan beriringan menuju ke dapur, mata semua pengguni pesantren terutuju kepada nadia dan alif. tetapi alif sangat cuek dan tidak memperdulikan mereka semua. sebenarnya nadia menyadarinya, cuma nadia berusaha untuk cuek juga.
ko lama up nya...🙃🙃