NovelToon NovelToon
Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bulan Madu

Gio dan Lusi sudah tiba di Thailand, mereka menginap disalah satu hotel mewah yang mempunyai pavilun di pinggir pantai. Karene kelelahan Lusi sampai di pavilun itu langsung tertidur. Padahal Gio suaminya ingin sekali menyentuhnya. Akhirnya hasrat itu di tahan. Dia pun mencoba untuk tidur dengan cara menutup matanya, namun tidak bisa.

Karena sudah hampir dua jam Lusi istrinya tertidur, maka Gio pun berencana untuk membangunkannya. Aksi itu pun dilanjarkan Gio dengan sengaja mencium istrinya dari atas kepala sampai di kebawa, namun ketika sampai di organ sensitif istrinya, Lusi mulai terganggu. Betapa kagetnya dia melihat suaminya seperti bayi.

"Mas geli tahu."

"Biar aja." Gio tamba menjalankan aksi mesumnya itu. Sampai akhirnya Lusi pasrah dibawa kungkungan tubuh suaminya. Penyatuan pun mulai di laksanakan. Terdengar rintihan Lusi karena perih yang dia rasakan. Gio melihat istrinya menahan sakit. Kemudian dicium lagi bibir istrinya.

"Nanti sayang akan terbisa ya."

"Iya mas."

"Tahan ya sayang."

Penyatuan pun terjadi, Gio pun merasa puas karena dia bisa sama - sama dengan wanita yang dia cintai mencapai suatu puncak kenikmatan bersama - sama. Gio dan Lusi tidak menunda untuk mendapat momongan, mengingat umur mereka yang sudah tidak muda lagi. Gio sudah tiga puluh tahun sedangkan Lusi dua puluh delapan tahun. Gio bahagia sekali, karena dia laki - laki pertama yang bisa mendapat perawan istrinya. Meskipun itu bukan menjadi standar dalam mencari istri. Apapun tentang Lusi Irene Pong dia sudah jatuh cinta kepada perempuan itu.

Sore hari, mereka menikmati susana sore hari di pantai sampai matahari terbenam. Sambil menikmati cemilan. Perempuan berdarah Makassar Dili ini sangat menarik perhatian para turis lain.Mereka mengira Lusi adalah orang Portugal.

"Really your Indonesian."

"Yes i am."

"She is my wife." Gio pun memperkenalkan Lusi sebagai istrinya kepada semua orang yang lewat dan melihat istrinya.

"Sayang besok kita kepantai kamu pakai baju tertutup sayang."

"Mas... Kapan lagi, ini kan di pantai."

"Lusia Irene."

"Sebel deh, masa di pantai harus pakai baju tertutup."

"Harus sayang."

"Tetapi adek ngak bawa baju tertutup ini semua baju pantai."

"Kita beli disini."

"Mas posesif."

"Biar aja, atau kamu mau di kamar aja mas setubuhi."

"Buat apa bulan madu di pantai kalau ngak boleh pakai baju seperti ini. Mendingan kita ketimur tengah aja." Gio tersenyum melihat istrinya ngomel. Dia tahu Lusi marah, karena tidak bebas. Makanya Lusi langsung jalan pulang ke pavilun. Gio mengejarnya dan membawa tubuh istrinya kedalam pelukan. Dipeluk istrinya sangat erat. Lusi sampai bisa mendengar bunyi jantung suaminya berpacu sangat cepat.

"Sori.... Mas mohon maaf....maafkan mas ya. Mas cemburu sayang."

"Banyak orang di pantai pakai bikini, ade ini masih sopan loh bajunya."

"Mas ngak mau tubuh ade di lihat orang lain."

"Yang penting hatinya ade buat mas. Masa adek berang pakai daster, lucukan mas."

"Nanti kita pikirkan bagaimana caranya. Yang pasti mas ngak mau tubuh kamu di lihat orang lain."

Mereka menyusuri tempat - tempat wisata di negara ini, menggunakan kapal kecil, karena pantai - pantai indahnya di kelilingi oleh tebing - tebing, namun keindahan pantai dan lautnya, terutama bawa lautnya. Selain itu mereka keliling pusat perbelanjaan dan kulineran. Dan mereka juga mengunjungi satu kuil yang viral. Mereka hanya empat hati di bulan madu di Thailand.

"Kita balik ke Jakarta, kita tinggal di apartemen mas."

"Iya. Ade kira kita akan tinggal di asrama."

"Ade mau tinggal di asrama???. Tetapi nanti jauh dari tempat kerja. Biar mas saja yang jarak ke kantor jauh, kamu jangan."

"Oke mas. Ade ikut apa kata mas."

"I love you."

"I love you too."

"Besok kita sudah pulang ke Jakarta. Liburan kita sudah selesai. Sayang tidak masalah kan."

"Tidak mas. Terima kasih buat liburan indah ini. Ade bahagia mas."

Besoknya Gio dan Lusi sudah berada di bandara pagi - pagi sekali. Di Thailand ini, Lusi benar - benar bisa menikmati alam yang indah, berbelanja, kulineran. Baju - baju disini bagus - bagus dan murah juga tasnya. Lusi sempat berbelanja buat usaha mamanya di Papua, untuk edisi natal nanti. Dan barang - barang itu sudah di kirim, Lusi dan Gio lewat kargo langganan mama Wiske.

Di bandara Soekarno Hatta, Gio dan Lusi sudah di jemput oleh Dion asisten Gio di antara menuju apartemen mereka.

"Mas kita mampir apartemenku dulu."

"Buat apa sayang. Apartemen adek sudah di rapikan. Barang - barang adek semuanya sudah mas perintahkan untuk di pindahkan ke apartemen kita."

"Ooo sudah. Kapan dan siapa yang mas minta tolong."

"Maaf sayang mas lupa beritahu kamu. Dion yang mas minta tolong."

"Oooo.... Terima kasih ya Dion."

"Sama - sama ibu bos." Gio langsung memperlihatkan vidio Dion bersama agen bersih - bersih yang melakukannya. Lusi bahagia setidaknya apartemennya terawat. Biar kalau mama, atau saudara sepupunya dari luar negeri bisa nginap disana sebelum pulang ke Papua.

Sampai di apartemen Lusi langsung mandi, namun Gio tidak melepasnya begitu saja. Karena dari pagi tadi dia belum menyentuh istrinya. Maka kamar mandi di kamar mereka menjadi saksi betapa Gio sangat mencintai Lusi istrinya. Di sentuh tubuh istrinya semua bagian dari kamar mandi menjadi saksi penyatuan mereka. Lusi begitu lemas, karena Gio membuat dia terbuai dalam ke nikmatan berkali - kali. Selesai mandi, Gio langsung membantu istrinya mengeringkan rambut dan mengoleskan salep anti perih di organ intim bagian bawah istrinya. Setelah menggunakan baju. Lusi di gendong ke tempat tidur.

"Bobo, biar mas yang masak buat makan malam kita berdua."

"Mas......"

"Kamu kelelahan, akibat ulah mas."

"Adek bantu saja ya. Biar selesai makan malam baru tidurnya."

Akhirnya kolaborasi cantik antara suami istri ini di dapur pun terjadi. Jadilah makan malam nikmat buat mereka berdua. Selesai makan, Gio bukannya tidur, tetapi masih olahraga. Sedangkan Lusi sedang membaca buku, sampai tertidur.

Ketika Gio ke kamar mereka melihat buku istrinya masih ada di atas tubuh Lusi. Dia tersenyum dan merapikan buku itu, kemudian mengatur posisi ternyaman buat istrinya dan di cium bibir manis istrinya.

"Kamu tahu sayang, melihat kamu dan mengetahui kamu sudah menjadi milikku adalah kebahagiaan terbesar bagi diriku."

"I love you Lusia Irene Pong. Kamu akan tetap menjadi ratu dalam rumah ini."

"Aku berjanji akan membahagiakan kamu. Meskipun trauma penghianatan papamu masih membekas di hatimu sayang."

"Aku sangat mencintai mu."

Kembali Gio mencium istrinya, setelah puas melihatnya. Gio pun tidur disebelah istrinya. Di bawa tubuh istrinya masuk dalam pelukannya. Gio hanya menggunakan celana dalam saat tidur, itulah kebiasaannya. Sekarang dia sudah tidak sunkan lagi. Dan sudah tidak tersiksa lagi. Karena Juniornya sudah mendapatkan tempat ternyaman pada istrinya.

1
r111
lanjut
Ceisye: ok. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan sarannya silahkan🙏🙏🙏
total 1 replies
serana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!