NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 17

... kurang dari setengah hari."

Kaisar Tian menengadah, menatap sepasang mata jernih Anran dengan pendar ketertarikan yang kian dalam di bawah temaram pendar cahaya lilin. "Tindakanmu sangat cepat, tegas, dan tak berbelit-belit. Aku sungguh penasaran... dari mana permaisuriku yang dulu penakut dan selalu berderai air mata mempelajari ketajaman logika serta keahlian medis sehebat ini?"

Anran mengulas senyum tipis yang amat memikat. Dengan gerakan yang begitu tenang dan anggun, ia melangkah mendekat ke meja kayu jati, lalu meracikkan secangkir teh herbal hangat beraroma bunga krisan untuk sang kaisar.

"Setiap manusia yang pernah mengetuk gerbang kematian akan membawa pulang sesuatu dari sana, Yang Mulia," bisik Anran halus seraya menyerahkan cangkir porselen putih tersebut. "Dan bagi Saya... kematian adalah guru terbaik yang mengajarkan bagaimana cara bertahan hidup di antara para serigala."

Kaisar Tian menerima cangkir porselen itu. Jemarinya yang hangat secara sengaja menyentuh kulit jemari halus Anran, menciptakan ketegangan manis yang tak terucapkan di antara mereka. Sang kaisar menyesap teh tersebut perlahan, meresapi rasa hangat dan keharuman herbal yang menenangkan saraf-saraf kepalanya yang selama ini kerap tegang.

"Racikan teh ini..." Kaisar Tian memiringkan kepalanya, menatap Anran dengan alis terangkat samar. "Nyeri berdenyut di pelipisku mendadak mereda."

"Teh krisan dengan campuran akar licorice dan serbuk bunga lavender," terang Anran santai seraya mendudukkan tubuhnya di kursi seberang Kaisar Tian. "Sederhana, namun sanggup menetralkan sisa-sisa uap racun yang sempat dihirup oleh Yang Mulia selama dua minggu terakhir."

Kaisar Tian meletakkan cangkir tehnya di atas meja. Sepasang mata elangnya menatap wajah cantik Anran dengan intensitas yang dalam—sebuah tatapan yang tak lagi dipenuhi oleh kecurigaan, melainkan oleh rasa hormat dan keinginan kuat untuk memiliki hati wanita jenius di hadapannya.

"Kau tahu, Anran," ujar Kaisar Tian dengan suara bergaung rendah, "dengan tumbangnya Selir Mei dan dicopotnya Menteri Kebudayaan, posisi faksi politik di istana belakang sedang terguncang hebat. Para ibu suri dan keluarga bangsawan lainnya pasti sedang mengamatimu dengan penuh kewaspadaan."

Anran menyandarkan punggungnya secara anggun, menyilangkan jemari tangannya di atas pangkuan. "Biarkan mereka mengamati, Yang Mulia. Sepanjang mereka tidak mengusik Istana Fengyi atau mencoba bermain-main dengan racun di Balai Pengobatan, Saya tidak memiliki alasan untuk membalas. Namun, jika ada yang berani melangkah melewati batas..."

Anran sengaja menggantungkan kalimatnya, mengulas senyum dingin yang amat memikat.

Kaisar Tian terkekeh rendah—sebuah tawa hangat yang teramat jarang terdengar di seluruh penjuru istana. "Kau sungguh telah berubah menjadi sosok yang sangat berbahaya, Permaisuri."

"Saya hanya menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat Saya berdiri, Yang Mulia," sahut Anran dengan binar mata jernih. "Di istana ini, kelembutan tanpa taring hanyalah undangan bagi musuh untuk merobek tenggorokan kita."

Kaisar Tian bangkit dari duduknya. Tubuh tegapnya yang tinggi menjulang menciptakan bayangan hangat yang membungkus Anran. Sang kaisar melangkah mendekat, mengulurkan jemarinya untuk mengusap lembut helai rambut hitam Anran yang terurai di bahu.

"Mulai malam ini, pengawal pribadi kerajaan dari Skuadron Naga Hitam akan berjaga di sekeliling Istana Fengyi," bisik Kaisar Tian tepat di dekat telinga Anran, aroma kayu cendana dari jubahnya terasa begitu pekat. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh satu helai rambut

1
Murni Dewita
👣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!