NovelToon NovelToon
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Pernikahan Kilat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sanayaa Irany

Aku membencinya begitu aku tahu dia seorang janda! Tapi, seiring berjalannya waktu, dia mengubah kebencian itu jadi cinta yang luar biasa. Saat cinta hadir ditengah-tengah kami. Suami pertama nya yang kata nya hangus terbakar saat kecelakaan dulu, kembali dengan sehat walafiat. Yang paling membuat dada ku sakit, ternyata selama ini dia...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanayaa Irany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Puluhan wartawan dari berbagai media hiburan dan bisnis saling berdesakan, mengarahkan mikrofon dan kamera lurus ke arah Arya dan Gea yang duduk berdampingan.

"Selamat siang rekan-rekan media," Arya membuka suara. Nadanya berat, tegas, dan menggema lewat pengeras suara.

Suasana ballroom seketika mendadak hening.

"Terkait pemberitaan skandal yang beredar luas beberapa hari terakhir ini, saya ingin menegaskan satu hal," lanjut Arya, tatapannya menyapu seluruh ruangan tanpa berkedip. "Isu mengenai adanya pemaksaan atau hal-hal tidak beretika itu sama sekali tidak benar. Namun, bagaimanapun juga, situasi malam itu terjadi di bawah kendali kami berdua."

Arya jeda sejenak, menelan ludahnya yang terasa kaku sebelum mengucapkan kalimat penuh kepalsuan demi menyelamatkan nama baik perusahaan dan wanita di sampingnya.

"Saya dan Gea memang sudah menjalin hubungan dekat cukup lama. Oleh karena itu, sebagai bentuk tanggung jawab penuh saya atas nama baik Gea dan reputasi keluarga Bratadikara, kami telah sepakat untuk meresmikan hubungan kami ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat."

Riak riuh langsung pecah. Kilatan kamera makin menjadi-jadi memburu ekspresi Gea yang langsung mengukir senyum puas, seraya menyandarkan jemarinya halus di lengan jas Arya.

Arya tak membalas sentuhan itu. Dadanya justru mendadak terasa sesak dan hampa. Kata-kata yang baru saja keluar dari mulutnya terasa bagai jebakan yang ia pasang untuk membelenggu lehernya sendiri.

Setelah meladeni pertanyaan terakhir dan meluruskan rumor panas yang beredar, Arya memberi isyarat kepada pihak keamanan untuk menutup sesi tersebut. Mereka menepi di lorong privat menuju area kantor utama, suasana disana jauh lebih tenang.

Gea menghentikan langkahnya, menatap Arya dengan binar lega yang terpancar jelas dari matanya.

"Arya..." panggil Gea pelan.

Arya menoleh. "Hmm?"

"Terima kasih ya," ucap Gea tulus, suaranya sedikit bergetar membayangkan apa yang baru saja ia lewati. "Terima kasih banyak sudah menyelamatkan hidupku dari ejekan orang-orang. Kalau Kamu nggak turun tangan di depan wartawan tadi, aku nggak tahu harus sembunyi di mana lagi dari amukan netizen dan ejekan massa."

Arya hanya tersenyum tipis, senyum biasa yang tenang dan tak berlebihan, seolah aksi heroiknya tadi memang sudah menjadi kewajibannya.

"Sudah kewajibanku menjaga nama baik tim dan orang-orang di dalamnya, Gea. Kamu nggak usah pikirkan lagi omongan orang di luar sana. Sekarang masuklah, istirahat dulu," jawab Arya tenang sebelum berbalik menuju ruangannya.

Sementara itu, pintu kaca otomatis kantor utama bergeser terbuka. Gendis melangkah masuk dengan anggun. Hijab segi empat berwarna lembut terpasang rapi membingkai wajah cantiknya, dipadukan dengan busana kerja yang santun namun tetap memancarkan aura profesional.

Begitu kakinya melintasi area meja kerja, para staf langsung berdiri dan menyapa penuh hormat.

"Selamat pagi, Bu Nissa," sapa resepsionis sambil menganggukkan kepala.

"Selamat pagi, Bu Nissa. Jadwal rapat pagi ini sudah saya siapkan di meja Ibu, sesuai dengan permintaan ibu di telepon tadi malam," tambah salah satu staf operasional saat Gendis melewati divisinya.

Gendis mengangguk ramah dan mengukir senyum hangat di bibirnya. "Selamat pagi semuanya. Terima kasih ya, langsung kita bahas lima menit lagi."

Ia terus melangkah menuju ruangannya dengan keanggunan seorang pimpinan yang disegani, tanpa ada satu pun orang di kantor itu yang memanggilnya dengan nama kecilnya. Di tempat ini, ia sepenuhnya adalah Bu Nissa.

Pintu lift eksekutif berdenting terbuka. Arya melangkah keluar sambil merapikan kancing jasnya, berniat menuju ruang kerjanya. Namun, pandangannya seketika terkunci pada sosok wanita berhijab lembut yang baru saja selesai memberi instruksi singkat kepada tim operasional.

Langkah kaki Arya terhenti seketika. Matanya membelalak tipis.

Gendis? Kenapa dia sudah ada di sini?

Seingat Arya, sesuai surat dokter dari rumah sakit dan pengajuan yang masuk ke divisi HRD, jatah cuti Gendis masih tersisa beberapa minggu lagi. Tubuhnya yang kemarin baru saja terkulai lemah karena trombosit drop dan tipes seharusnya masih beristirahat di rumah, bukannya berdiri tegap di tengah ruang produksi seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

"Bu Nissa, untuk materi promosi episodenya sudah siap di folder," ucap salah satu staf yang lewat.

"Oke, makasih ya. Nanti saya periksa," sahut Gendis ramah sebelum membalikkan badan.

Saat itulah tatapan mata Gendis beradu dengan pandangan Arya yang masih berdiri kaku tak jauh dari sana.

Arya melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Raut wajahnya tak bisa menutupi rasa terkejut sekaligus jengkel yang bercampur aduk.

"Bu Nissa," panggil Arya dengan nada suara berat dan menuntut. "Bisa bicara sebentar di ruangan saya?"

Gendis menghentikan langkahnya, menatap Arya dengan raut tenang yang sangat berjarak. "Apa ada hal mendesak terkait pekerjaan yang harus dibahas sekarang, Pak Arya?"

Nada bicara yang begitu formal dan dingin dari mulut istrinya sendiri membuat dada Arya mendadak berdenyut panas. Tanpa menjawab, Arya memutar badan dan memberi kode keras agar wanita itu mengikutinya masuk ke dalam ruang kerja bertuliskan Chief Executive Officer.

Begitu pintu ruangan kayu jati itu tertutup rapat dan kedap suara, Arya langsung berbalik. Ia menatap Gendis tajam dari atas sampai bawah.

"Kamu gila ya?" cetus Arya tanpa basa-basi, suaranya tertahan agar tidak terdengar sampai luar. "Kenapa kamu sudah masuk kantor? Surat cuti kamu itu masih berlaku sampai beberapa minggu ke depan, Nissa!"

Gendis menatap Arya lurus tanpa sedikit pun keraguan atau gentar.

"Kondisi fisik saya sudah membaik, Pak Arya," jawab Gendis singkat, suaranya datar bagai air tenang. "Lagipula, berada di rumah hanya membuat pikiran saya tidak produktif. Pekerjaan di divisi saya jauh lebih membutuhkan kehadiran saya daripada saya harus berdiam diri di kamar."

"Tapi kamu baru keluar dari rumah sakit!" tegur Arya keras, rasa khawatirnya yang tertutup gengsi tinggi membuat nadanya terdengar seperti bentakan. "Kalau kamu pingsan lagi di kantor, nanti orang-orang mikir apa? Ibu saya juga pasti bakal nyalahin saya!"

Gendis mengulas senyum tipis.

"Anda tidak perlu khawatir, Pak Arya. Saya tahu batas kemampuan tubuh saya sendiri," potong Gendis lugas. "Dan soal reputasi Anda... bukankah Anda baru saja berhasil menyelamatkannya di depan wartawan bersama perempuan itu tadi siang? Jadi, tidak akan ada orang yang menyalahkan Anda atas urusan pribadi seorang bawahan seperti saya."

Bersambung...

1
Nar Sih
semoga gk berhasil niat jht mu gea🤣
Nar Sih
terkejutt kan kmu gea ,org yg kmu hina dgn sombong nya kmu ternyata dia lah yg berkuasa atas nasib mu
Nar Sih
wah...👍gendis kta,,mu buat arya
Nar Sih
nah lo arya kesindir ngk kmu dgn kta,,gendis
Nar Sih
sebaiknya kmu pergi aja gendis,dan bnr kta alex
Nar Sih
bnr yg dikatakan ibu mu arya kmu pasti nyeseell
Nar Sih
smoga sgra terungkap kasus kecelakaan alm suami mu ya gendis
Nar Sih
gendis sakit parah ,semoga sgra sembuh
Nar Sih
wah...kta,,gendis mantap bikin arya gk bisa ngomong
Nar Sih
kini kmu nyesell arya🤣
Nar Sih
seperti nya gendhis sedang sakit ya kak ,moga ngk parah
Nar Sih
semagat gendhis💪
Nar Sih
maaf kak bru bisa lanjut bca ,sibuk dunia nyata🙏
Nar Sih
lanjutt kak
Nar Sih
hadir kak ,udah lama menghilang kakak hadir lgi karya terbaru nya👍
Sanayaa Irany: hihihi iya kak, doain lancar lancar nulis yang ini ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!