Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17: Malam Berdarah di Kediaman Cabang Klan Liu
Ucapan "Tuan Muda Xuan" yang menantang Kepala Klan Liu secara terbuka langsung menyebar bagaikan api yang membakar padang rumput ke seluruh penjuru Kota Kabut Hitam!
Para kultivator di kota itu gempar. Sebagian besar menganggap pemuda bertopeng rubah itu sudah gila karena berani menantang Liu Zhen—seorang kultivator Ranah Pembangunan Fondasi Awal yang telah mendominasi bagian utara Kota Kabut Hitam selama sepuluh tahun dan memiliki puluhan pengawal elit di kediamannya!
Malam pun tiba. Bulan purnama yang dingin menggantung tinggi di balik kabut tipis di atas Kota Kabut Hitam.
Di dalam aula utama Kediaman Klan Liu yang luas dan dijaga ketat oleh lima puluh pengawal bersenjata lengkap serta formasi pertahanan rumah, Liu Zhen—seorang pria paruh baya berjubah brokat merah tua dengan kumis tebal dan tatapan mata selicik ular—sedang berdiri dengan wajah gelap menahan amarah. Di kursi sampingnya, Liu Haoran duduk merintih dengan lengan yang diperban tebal.
Paman! Bocah bertopeng yang menyebut dirinya 'Xuan' itu pasti hanya menggertak karena takut Paman memburunya!" gerutu Liu Haoran penuh dendam. "Tapi tiga jam yang lalu, keponakan Paman—Kakak Ruyan—telah mengirim surat pesan bahwa besok pagi dia dan Tetua Wang dari Sekte Pedang Awan Biru akan tiba di Kota Kabut Hitam untuk menghadiri pelelangan Paviliun Bulan Bintang! Begitu kita menangkap bocah bertopeng itu malam ini, aku ingin mengulitinya hidup-hidup!"
Liu Zhen mendengus dingin, aura Qi cair khas Ranah Pembangunan Fondasi berputar di sekeliling tubuhnya, membuat lantai aula bergetar. "Seorang kultivator liar yang baru punya sedikit kekuatan fisik saja sudah berani menginjak wajah Klan Liu kita! Aku sudah menyebar tiga puluh pemanah racun di balik atap dan mengaktifkan Formasi Jaring Besi. Kalau dia berani menginjakkan kaki satu langkah saja ke gerbang kediaman kita malam ini—"
BOOOOOOOOOM!
Belum selesai Liu Zhen mengucapkan kalimatnya, pintu gerbang besi seberat tiga ribu kati di depan Kediaman Klan Liu tiba-tiba meledak hancur dari luar dan terbang melintasi halaman sejauh lima puluh tombak, langsung menghantam tiang depan aula utama hingga runtuh!
Dari balik kepulan debu dan kabut malam di ambang gerbang yang hancur, sesosok pemuda berjubah hitam dengan Topeng Perunggu Rubah Malam melangkah masuk dengan tenang.
Di tangannya, tergenggam sebilah pedang berwarna abu-abu gelap bertabur bintik bintang kuno—Pedang Pemutus Takdir!
"Dia... dia benar-benar berani datang sendirian?!" Liu Haoran melompat mundur karena terkejut.
"Cari mati! Pemanah, tembak! Pengawal, aktifkan formasi dan cincang dia!" teriak Liu Zhen murka!
SWUSSH! SWUSSH! SWUSSH!
Tiga puluh anak panah baja berlumur racun hitam melesat dari atas atap bagaikan hujan lebat, sementara empat puluh pengawal elit Klan Liu (Pemurnian Qi Lapisan 6 hingga 8) menyerbu maju bersama-sama sambil membentangkan jaring besi spiritual!
Namun di mata Lin Xuan malam ini, tak seorang pun di kediaman ini layak mendapatkan belas kasihan—karena setiap batu bata kemewahan Klan Liu ini dibangun di atas darah dan penderitaannya!
"Langkah Bayangan Senja — Seribu Langkah dalam Sekedip Senja!" "Pedang Pemutus Takdir — Sapuan Abu Malam!"
SRAAAAANG!
Lin Xuan mengayunkan Pedang Pemutus Takdir satu kali secara melingkar.
Gelombang Niat Pedang Senja yang bercampur dengan lidah Api Abu Senja meledak menyapu halaman kediaman Klan Liu bagaikan badai sabit kematian!
Tiga puluh anak panah beracun di udara langsung meleleh menjadi abu sebelum sempat menyentuh jubahnya. Detik berikutnya, jaring besi spiritual milik para pengawal terbelah sepuluh bagian, dan garis cahaya pedang abu-abu itu menembus barisan empat puluh pengawal elit Klan Liu!
"AAAARGH!"
Darah menyembur membasahi taman batu Kediaman Klan Liu. Hanya dalam tiga kali kilatan pedang dan langkah bayangan Lin Xuan, lebih dari tiga puluh pengawal elit Klan Liu telah tumbang tak bernyawa, sementara sisanya lari tunggang-langgang menjerit ketakutan melihat iblis pencabut nyawa berwujud manusia tersebut!
Di tengah halaman yang kini bersimbah darah, Lin Xuan menghentikan langkahnya. Ujung Pedang Pemutus Takdir-nya menunjuk lurus ke arah Liu Zhen dan Liu Haoran di teras aula utama.
Niat Pedang?! Kau menguasai Niat Pedang di usia semuda ini?!" wajah Liu Zhen berubah pucat pasi, akhirnya menyadari mengapa keponakannya bisa dikalahkan dalam satu gerakan tadi sore. Namun sebagai seorang kultivator Ranah Pembangunan Fondasi, Liu Zhen segera menggertakkan giginya dengan ganas.
"Jangan sombong dulu, bocah! Meskipun kau memiliki Niat Pedang, fluktuasi Qi di tubuhmu masih berada di Ranah Pemurnian Qi Lapisan Kesembilan! Antara Pemurnian Qi dan Pembangunan Fondasi terdapat jurang pemisah bagai langit dan bumi! Hari ini akan kutunjukkan padamu kekuatan sejati seorang kultivator Pembangunan Fondasi!"
BOOM!
Liu Zhen melompat turun dari teras aula. Dari dalam Dantiannya, Qi cair berunsur api merah menyala meledak keluar dan menyelimuti sebilah Pedang Terbang Api Merah (Artefak Roh Tingkat Tinggi) yang melayang di depannya!
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....