jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Waktu Kita
Taehyung menuruni tangga bersama jungkook di sebelahnya dengan tangan kiri menggandeng tangan mungil milik jungkook.
“Selamat pagi sayang, apakah tidurmu nyenyak hmm?" Sapa nyonya kim saat melihat atensi kedua anak muda tersebut.
“Nyenyak mah", kata jungkook sambil tersenyum.
“Duduk sini sayang, pasti tenaga kamu habis karena putra mama bukan", kata nyonya kim sambil tersenyum.
Mendengar perkataan nyonya kim jungkook tersipu malu dan hanya menundukkan wajahnya.
"Kenapa sayang?” Tanya nyonya kim saat melihat jungkook menundukkan wajahnya.
"Kookie malu mah”, kata taehyung sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Eeii kenapa harus malu, mama juga pernah muda”, kata nyonya kim sambil mengelus surai jungkook sayang
"Kim taehyung”, panggil tuan kim dan taehyung pun menoleh ke arah tuan kim.
"Iya pah, ada apa?”, tanya taehyung.
"Kamu sudah memiliki jungkook seutuhnya jadi jangan pernah kamu menyakitinya atau papa sendiri yang akan menghukummu”, kata tuan kim tegas.
"Tenang saja pah, tae tidak akan menyakiti jungkook”, kata taehyung tegas tanpa ada keraguan.
“Papa pegang perkataan kamu taehyung", kata tuan kim tegas dan diangguki oleh taehyung.
Disaat mereka sedang menikmati sarapannya tiba-tiba ponsel jungkook berdering dan terlihat di layar nama sang mama di situ.
“Halo mah", sapa jungkook.
“Halo sayang, lagi apa hmm?", tanya nyonya jeon.
“Kookie sedang sarapan dengan papa dan mama kim dan taehyung mah", kata jungkook.
"Mah kapan pulang?” Tanya jungkook lirih.
“Maaf ya sayang sepertinya papa dan mama akan lama di sini karena urusannya belum selesai", kata nyonya jeon.
“Kookie rindu mah", kata jungkook dengan air mata yang mulai mengalir di pipi putihnya.
“Jangan menangis sayang, mama dan papa jadi tidak tenang meninggalkanmu", kata nyonya jeon.
“Mama janji setelah selesai urusan kami mama dan papa akan segera pulang", kata nyonya jeon.
“Iya mah", kata jungkook lirih.
“Love u sayang", kata nyonya jeon.
“Love you more mah" balas jungkook.
Lalu setelahnya jungkook mengakhiri panggilannya.
“Ayo sayang kita jalan-jalan", ajak taehyung memecah keheningan setelah beberapa saat.
“Kemana?" Tanya jungkook.
“Terserah kamu ingin pergi kemanapun, aku akan menemanimu sayang", kata taehyung sambil memegang tangan mungil itu erat.
“Pergilah jalan-jalan sayang supaya kamu tidak bosan", kata nyonya kim.
"Tapi kookie tidak ingin pergi kemanapun mah”, kata jungkook.
"Apakah kamu tidak bosan sayang? Sejak kemarin kamu tidak keluar mansion hmm”, tanya tuan kim.
Jungkook menggelengkan kepalanya
"Tidak pah”, kata jungkook singkat.
*****
Saat ini keduanya tengah bersantai di balkon kamar taehyung dengan taehyung yang duduk selonjoran dan jungkook di pangkuannya dengan kepala yang bersandar di dada bidang taehyung.
Taehyung sesekali mencium pucuk rambut jungkook yang menguarkan aroma strawberry yang sangat manis.
“Taehyung", panggil jungkook sambil memainkan jemari taehyung.
“Yes sayang", kata taehyung lembut dengan tangan yang melingkar apik dipinggang ramping jungkook.
“Kookie rindu papa dan mama", kata jungkook lirih.
Taehyung menarik tubuh mungil jungkook untuk lebih dekat dengannya.
“Tunggu ya, bukankah papa dan mama masih ada urusan hmm", kata taehyung dan jungkook pun mengangguk.
“Ayo keluar jalan-jalan", ajak taehyung.
“Tapi kookie sedang tidak ingin keluar taehyung", kata jungkook lirih.
“Kamu akan bosan jika terus-terusan di mansion sayang, mungkin dengan keluar kamu bisa lebih baik", kata taehyung.
Setelah berpikir cukup lama akhirnya jungkook pun mengangguk pelan.
Saat ini keduanya sudah rapi dan bersiap ingin pergi.
“Ayo" ajak taehyung sambil mengulurkan tangannya dan disambut oleh jungkook.
Keduanya berjalan keluar kamar dengan taehyung yang menggenggam tangan mungil jungkook erat.
“Kita mau kemana taehyung?" Tanya jungkook saat mereka sudah di dalam mobil.
“Kamu akan tahu nanti sayang", kata taehyung dengan senyum misteriusnya.
Jungkook hanya diam sambil memandang keluar jendela tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya
Kookie kamu dimana? Aku dan yang lain ingin menjengukmu
Lisa
Aku sedang di luar bersama taehyung, tidak perlu menjengukku, aku sudah lebih baik.
Kookie
Oh iya kamu tahu kemarin tuan dan nyonya kim datang kesekolah dan memberi peringatan kepada irene selain itu irene di skorsing selama 1 minggu
Lisa
Benarkah? Aku tidak tahu hal itu, mereka tidak memberitahuku sama sekali.
Kookie
"Sedang mengirim pesan dengan siapa?” Tanya taehyung.
Jungkook yang sedang fokus pada ponselnya tiba-tiba meletakkan ponselnya di tas dan memandang lurus kedepan.
"Lisa yang mengirim pesan", kata jungkook singkat.
Hening sesaat dengan taehyung yang fokus menyetir dan jungkook yang fokus melihat jalanan.
“Taehyung, apakah benar papa dan mama kim kemarin ke sekolah?", tanya jungkook.
“Iya mereka memang kesekolah memberi peringatan kepada irene untuk tidak mengganggumu", kata taehyung.
"Kenapa taehyung?” Tanya jungkook lirih.
"Kenapa bagaimana maksudnya sayang?” Tanya taehyung.
"Kenapa harus diberi peringatan langsung oleh papa dan mama kim? Bukankah tidak harus seperti itu tae”, kata jungkook.
"Mereka tidak terima putri kesayangan mereka dihina dan dirundung oleh irene, bagaimanapun juga papa dan mama jeon menitipkan kamu kepada keluarga kim jadi sudah jadi kewajiban kami menjagamu”, jelas taehyung.
"Aku hanya takut akan banyak siswa yang membicarakanku nantinya apalagi dengan status aku merebutmu dari irene lagipula bagaimana jika akhirnya irene justru tambah membenciku” kata jungkook lirih.
"Tidak akan ada yang berani membicarakanmu sayang, aku akan pastikan itu”, kata taehyung lembut dengan sebelah tangan menggenggam tangan jungkook erat untuk menyalurkan rasa aman dan nyaman.
******
Mereka berdua sampai di pusat perbelanjaan milik keluarga kim.
“Kenapa kita kesini tae?" Tanya jungkook.
“Tentu saja bersenang senang sayang, hari ini kamu bisa menguras isi kartuku", kata taehyung sambil tersenyum.
“Aku juga punya kalau kamu lupa", kata jungkook sambil berjalan masuk ke pusat perbelanjaan.
Saat melewati sebuah toko perhiasan taehyung menarik pelan tangan jungkook untuk masuk kedalam.
“Ngapain kita kesini taehyung?" Tanya jungkook.
“Mengambil sesuatu", kata taehyung singkat.
“Selamat datang tuan kim", sapa salah satu pelayan dan diangguki oleh taehyung.
“Aku inginh mengambil pesananku", kata taehyung tegas.
Mendengar hal itu sang pelayan bergegas meninggalkan taehyung dan jungkook untuk mengambilkan pesanan taehyung.
“Kamu memang pesan apa tae?" Tanya jungkook penasaran.
“Kamu penasaran ya?" Goda taehyung.
“Tidak", jawab jungkook cepat.
Tak beberapa lama pelayan toko datang dengan membawa kotak yang berukuran sedang lalu menyerahkannya kepada taehyung.
“Ini tuan kim pesanan anda", kata sang pelayan dan diangguki oleh taehyung.
“Ayo sayang kita jalan-jalan lagi", ajak taehyung sambil menggandeng tangan jungkook dengan tangan yang satu membawa paperbag.
Mereka berkeliling dengan jungkook yang membeli beberapa cemilan saat di pusat perbelanjaan.
"Taehyung aku capek”, kata jungkook lirih.
Tanpa banyak kata taehyung berhenti dan menggendong jungkook ala koala yang tentu saja mendapatkan perhatian dari semua pengunjung.
"Turunkan aku taehyung”, kata jungkook lirih di ceruk leher taehyung.
"Bukankah tadi kamu bilang letih hmm?”, kata taehyung lembut sambil terus berjalan.
"Tapi bukan gendong juga maksud aku taehyung, lihatlah kita jadi pusat perhatian”, kata jungkook lirih.
"Biarkan saja mereka hanya iri melihat kita berdua”, kata taehyung sambil mengecup pelipis jungkook sayang.
Setelah jalan-jalan taehyung mengajak jungkook makan malam bersama di sebuah restoran untuk makan malam berdua.
Jungkook melihat sekeliling dimana tidka ada siapapun di dalam restoran tersebut.
"Jangan bilang kamu membooking restoran taehyung”, kata jungkook sambil menatap taehyung intens.
Taehyung tersenyum dan mengusap surai kekasihnya dengan sayang.
"Aku hanya ingin kamu merasa nyaman sayang”, kata taehyung lembut.
"Tapi tidak harus membooking satu restoran taehyung”, kata jungkook pelan.
"Sudah jangan memikirkan apapun, ayo masuk kita makan malam kebetulan aku sudah lapar", ajak taehyung sambil menggandeng tangan jungkook masuk ke dalam restoran.
Setelah selesai makan taehyung menyerahkan sebuah paperbag kepada jungkook.
"Ini bukankah perhiasan yang tadi taehyung, kenapa kamu memberikannya padaku?”, tanya jungkook.
"Aku memang sengaja memesannya untukmu sayang, bukalah semoga kamu suka”, kata taehyung sambil tersenyum.
Jungkook membuka kota itu sebuah kalung dan gelang dengan inisial nama mereka berdua ada di dua benda tersebut.
“Taehyung ini" perkataan jungkook terhenti saat taehyung dengan sigap mengambil kalung itu dari tangan jungkook lalu setelahnya taehyung berjalan ke arah belakang tempat duduk jungkook.
“Aku ingin kamu memakainya sayang, jangan pernah dilepas dari tubuhmu", kata taehyung lembut sambil memasangkan kalung di leher jenjang jungkook.
Taehyung membawa tubuh jungkook untuk berdiri dan membalik tubuh itu untuk menghadap ke arahnya.
"Cantik dan terlihat cocok di leher kamu sayang”, kata taehyung lembut sambil menyentuh kalung di leher kekasihnya.
Setelahnya taehyung membawa tangan kanan jungkook dan memasangkan gelang itu lalu mencium tangan itu sayang.
"Maaf aku baru bisa membelikan ini untukmu sayang”, kata taehyung lembut.
Jungkook menggelengkan kepalanya pelan dengan air mata yang mengalir di pipi putihnya.
"Tidak taehyung ini sudah lebih dari cukup”.
"Kamu pantas mendapatkan yang terbaik sayang”, kata taehyung lembut sambil mencium kening jungkook sayang.