"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Sampai didepan ruang rawat Aurel, Excel langsung masuk kedalam.
"Ceklek".
"Permisi" ucap Excel dengan sopan.
"Iya, siapa ya?" tanya mommy Alisa yang memang tidak mengenal Excel.
"Kak Excel" ucap Aurel langsung tersenyum.
"Kamu kenal sama dia princess?" tanya mommy Alisa.
"Dia teman aku mom, dia juga yang udah tolongin aku" ucap Aurel.
"Oh jadi dia Excel yang kamu ceritain itu" ucap mommy Alisa.
"Iya mom" ucap Aurel.
"Wah jadi kamu yang namanya Excel, sini duduk" ucap mommy Alisa.
Daren yang melihat kedatangan Excel langsung memasang wajah tidak sukanya.
"Dia lagi, dia lagi. Ngapain si dia datang ke sini. Tunggu, tadi princess bilang dia itu temannya. Gak bisa, aku gak akan biarkan dia dekat-dekat dengan princess" batin Daren.
Excel sendiri langsung duduk di samping Aurel.
"Gimana keadaan kamu?" tanya Excel.
"Aku baik-baik aja kak. Oh iya wajah kak Excel kenapa?. Kok memar-memar gitu?" tanya Aurel.
"Oh ini gak papa" ucap Excel.
"Tunggu, jangan-jangan ini karena keluargaku ya. Mereka pukulin kamu karena salah paham sama kamu" ucap Aurel.
"Udah gak papa, mereka kan gak tahu. Lagipula aku juga gak luka yang berat kan. Beberapa hari juga akan sembuh" ucap Excel.
"Ya ampun, aku benar-benar minta maaf ya kak. Mereka gak tahu kalau kakak itu yang udah nolongin aku. Karena kesalahpahaman kakak jadi korbannya deh".
"Padahal kak Excel itu orang baik, tapi malah kena tuduh karena aku" ucap Aurel.
"Udah gak usah diingat lagi. Lagipula kejadian itu juga udah terjadi kan" ucap Excel.
"Tapi tetap aja kak, aku jadi gak enak sama kak Excel" ucap Aurel.
"Iya Excel, maafkan suami dan anak-anak Tante ya. Mereka terlalu menyayangi Aurel jadi timbullah kesalahpahaman seperti ini".
"Tapi tenang aja, semua biaya berobat kamu akan ditanggung keluarga Xavier. Nanti Tante dan om juga akan bicara langsung sama kedua orang tuamu untuk meminta maaf" ucap mommy Alisa.
"Eh gak usah Tante. Gak perlu sampai seperti itu. Lagipula aku juga udah melupakan kejadian itu kok".
"Aku tahu semua ini cuma kesalahpahaman aja" ucap Excel.
"Wah kamu benar-benar anak yang baik ya" ucap mommy Alisa.
"Iya mom, kak Excel emang benar-benar orang baik" ucap Aurel.
Excel langsung tersenyum saat Aurel memuji dirinya. Daren yang melihat ekspresi Excel merasa sangat kesal.
"Cih, dia benar-benar pintar cari simpati" batin Daren.
Selain Daren, Daniel dan Dean juga langsung saling tatap.
"Kok aku merasa dia lagi mendekati princess ya" bisik Daniel.
"Iya benar, lihatlah ekspresinya tadi saat princess memujinya" bisik Dean.
"Wah gak bisa kita biarkan ini. Jangan sampai princess didekati sama dia" bisik Daniel.
"Ehem...".
"Princess, ini udah waktunya kamu istirahat. Jadi buat kamu siapa nama kamu tadi Excel ya. Iya Excel maaf ya princess harus istirahat jadi sebaiknya kamu pulang".
"Lagipula kondisi kamu yang seperti ini juga harus banyak istirahat loh. Biar cepat sembuh" ucap Daniel.
"Oh iya benar tuh kak, sebaiknya kak Excel pulang terus istirahat. Biar luka-luka kak Excel cepat sembuh" ucap Aurel.
"Nah benar tuh kata Aurel. Kamu sebaiknya cepat pulang biar bisa istirahat" ucap Dean.
"Mereka sengaja ya. Huft .. Kayanya kedepannya gue akan susah mendekati Aurel. Gak bisa, gue gak boleh langsung nyerah gitu aja" batin Excel.
"Yaudah deh, kalau gitu aku pulang dulu ya. Kamu juga harus banyak istirahat biar cepat sembuh".
"Oh iya, boleh aku minta nomor kamu. Biar kita bisa saling kasih kabar" ucap Excel.
Para pria keluarga Xavier langsung menatap tajam Excel mendengar dia meminta nomor Aurel.
"Apa maksudnya dia meminta nomor princess" batin Daniel.
"Buat apa dia minta nomor princess" batin Daddy Dion.
"Tuh kan semakin kesini semakin kelihatan kalau dia punya niat lain sama princess" batin Daren.
"Berani-beraninya dia minta nomor princess" batin Dean.
Suasana ruang rawat Aurel langsung terasa dingin setelah Excel mengatakan ingin meminta nomor ponsel Aurel.
Mommy Alisa yang melihat reaksi suami dan anak-anaknya saat ada yang meminta nomor Aurel langsung menyunggingkan senyum.
"Huft.... mulai deh keluar sifat posesif mereka" batin mommy Alisa.
"Em maaf kak, aku gak punya ponsel" ucap Aurel.
"Oh gitu ya, em gini aja apa nanti aku boleh main ke tempat kamu?" tanya Excel.
"Boleh" ucap Aurel.
"Gak boleh" ucap Daddy Dion dan semua kakak Aurel.
"Jadi boleh atau enggak nih?" tanya Excel lagi.
"Gak boleh" ucap Daddy Dion.
"Eh boleh kok Excel, kalau nanti kamu mau main tinggal datang aja" ucap mommy Alisa.
"Sayang kok kamu izinin dia si" bisik Daddy Dion.
"Emangnya kenapa kamu larang Excel main ke rumah. Lagipula dia kan udah menolong putri kita. Masa iya kita larang dia mau main ke rumah" bisik mommy Alisa.
"Tapi sayang, aku gak suka sama dia. Karena aku yakin dia pasti punya niat lain sama putri kita" bisik Daddy Dion.
"Astaga mas kamu gak boleh berprasangka buruk gitu dong" bisik mommy Alisa.
"Bukan berprasangka buruk sayang, tapi ini kenyataan. Kamu gak lihat apa gimana sikap dia sama princess" ucap Daddy Dion.
"Shut... Udah deh mas lebih baik kamu diam aja. Gak usah bikin putri kita sedih. Lagipula kalau dilihat-lihat Excel itu anak yang baik kok".
"Aurel juga kelihatan nyaman sama Excel" ucap mommy Alisa.
"Tapi sayang....".
"Mas...." ucap mommy Alisa menatap tajam suaminya.
"Huft... Oke" ucap Daddy Dion yang takut melihat istrinya menatapnya dengan tajam.
Diego yang sejak tadi berdiri didepan ruang rawat Aurel langsung merasa kesal mendengar ucapan Excel.
"Excel mau main ke rumah gue. Wah gak bisa dibiarin nih. Excel terang-terangan mau deketin princess" batin Diego.
"Ceklek".
"Wah ada apa nih ramai-ramai" ucap Diego yang langsung masuk kedalam.
"Kak Diego. Sini kak aku kenalin sama teman baru aku" ucap Aurel.
"Teman baru?".
"Siapa?" tanya Diego.
"Ini kak, namanya kak Excel. Dia teman aku, sekaligus orang yang udah nolongin aku" ucap Aurel.
"Sejak kapan mereka jadi seakrab ini. Wah gak bisa dibiarin nih" batin Diego.
"Oh kalau dia kakak udah kenal princess. Dia teman sekolah kakak" ucap Diego.
"Wah jadi kak Excel ini teman kak Diego. Kebetulan banget ya" ucap Aurel.
"Iya princess" ucap Diego.
"Kebetulan yang menyebalkan. Kenapa juga harus Excel si. Pokoknya apapun yang terjadi gue gak akan biarkan Excel deketin adik gue" batin Diego sambil menatap Excel dengan kesal.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄