NovelToon NovelToon
Sistem Pemburu Iblis

Sistem Pemburu Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Kacarealitas

Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.

Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.

Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.

Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.

Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Pertarungan 2 Roh Puncak

Setelah mereka bertiga selesai makan, Reyhan dan Asuna pergi pulang ke asrama mereka.

Akan tetapi Zahra belum pergi dari tempat duduknya, dia menatap tajam Seung-ho dan 2 bawahannya di luar pintu.

"Kau terus mengawasinya, apa kau punya masalah dengannya Seung-ho?" Tanya Zahra santai sambil memainkan pisau makan.

Seung-ho mendengus dingin lalu berjalan ke arah Zahra dan duduk di depannya. "Jika aku punya dendam lalu kenapa? Apa kau akan melawan ku Zahra?" Tatapannya menyipit.

Zahra memutar pisaunya dengan tenang. "Dia adalah orang hebat yang bertarung bersama ku di Gate level 8. Apa kau yakin bisa melawannya?"

Seung-ho terdiam sejenak lalu tertawa, wajahnya memandang dengan sinis. "Apa kau pikir dia memiliki kesempatan melawanku?" Seung-ho berdiri. "Jika dia kalah, kau harus menjauh darinya"

Zahra menancapkan pisaunya ke lantai dan api menyembur dari bekasnya. "Apa katamu? Apa kau punya hak mengatakan itu?"

"Ya aku punya hak, karena sudah kubilang aku tidak mau kau dekat dengan siapapun termasuk dia"

Wush!, Zahra berdiri dengan kobaran api di sekitar tubuhnya. Exorcist lainnya yang melihatnya langsung penasaran dan menunggu hiburan mereka.

"Jangan kelewatan Seung-ho, kau bukan apa-apa karena aku bertahan di Chengdu lebih lama darimu"

Wajah Seung-ho berubah jelek, Seung-ho menggeser Zahra untuk pergi. "Api lawan petir, api kalah panas dari petir dan kalah cepat" sindir Seung-ho lalu pergi.

Kedua bawahan Seung-ho menatap Zahra dengan tajam seperti ikut membencinya.

Zahra menarik kembali apinya, ia menghela nafas lalu kembali duduk. "Sekarang aku ikut campur, pasti ke depannya akan merepotkan"

.....

Ketika keesokan harinya, setelah 500 murid mengikuti pelajaran latihan pagi. Mereka ke kelas untuk mengikuti pelajaran Materi tentang roh.

Reyhan belum dengar sama sekali tentang roh, sebab itu Reyhan bersemangat mengikutinya.

Guru kali ini berbeda dari Kurama, dia adalah gadis yang tinggi dan cantik tapi berambut pendek.

"Aku akan mengajari kalian tentang roh, tapi sebelum itu aku akan memberi tahu apa itu roh" jelasnya.

"Roh adalah pendamping elemen kalian, roh di dapatkan dengan kerja keras dan pengakuan. Siapa yang memiliki hati bersih maka dia akan mendapatkan roh elemen masing-masing"

Salah satu murid mengangkat tangannya. "Bagaimana caranya?"

Guru itu menyeringai jahat. "Latihan keras, mengetahui maksud elemen kalian, sumber, dan perasaannya"

Reyhan terkejut, dia seperti sudah melewatinya karena itu dia mendapatkan pengakuan petir 2x.

Tapi Reyhan belum dapat roh sama sekali, artinya pengakuan petir 2x belum membuktikan dia layak.

"Kalau begitu aku harus berlatih nanti" gumam Reyhan.

....

Di lapangan latihan, Reyhan bersama Asuna tercengang jika lapangan ini penuh dengan orang yang berlatih.

"Tuan, apa tuan akan berlatih petir anda demi mendapatkan roh?" Tanya Asuna.

Reyhan mengangguk. "Karena itu Asuna, bantu aku bertarung seperti biasa"

Asuna mengangguk lalu dia melompat 10 meter ke belakang. "Saya akan membantu tuan melakukan nya"

Reyhan menarik nafas lalu memejamkan matanya, dia merasakan petir, emosi petir yang bercampur aduk, serta perasaan petir di dadanya adalah emosi.

Tiba-tiba langit gelap, seluruh tempat organisasi di tutupi awan mendung dan berpetir.

Semua orang termasuk instruktur dan Jenderal tinggi menatap langit dengan alis berkerut.

"Ada seseorang yang ingin mendapatkan pengakuan petir, tapi caranya sekasar ini?" Gumam salah satu Jenderal paling tinggi di DGA.

"Siapa orangnya?" Jenderal itu melihat Reyhan mengeluarkan petir dari tubuhnya. "Dia? Petirnya tipe emosi, aku takutnya gadis itu tidak bisa menahannya" Jenderal itu membuka jendela ruangan lalu melesat pergi.

Reyhan berusaha sekuat tenaga menarik semua petir di langit untuk mendapatkan pengakuan maka Reyhan harus di sambar terlebih dahulu.

"Ahk!!" Reyhan memasukan semua energi petir ke dirinya.

Jedar!, petir yang ganas menyambar tubuh Reyhan. Reyhan merasakan perbedaan saat ingin memamahi perasaan petir ke 3.

Reyhan merasakan panas dan emosi dendam dari petir itu. "S-sial aku tidak tahan lagi" Reyhan mengeluarkan ramuan penyembuhan tinggi dan meminumnya.

Segera lukanya sembuh dan Reyhan berhasil melewati pengakuan ke-3.

Reyhan jatuh berlutut dengan terengah-engah. "Itu sangat sakit"

Namun tidak ada jeda waktu bagi Reyhan, petir ke-empat segera menyambar Reyhan namun petir itu bewarna merah.

"Akh!!" Reyhan merasa tubuhnya kesemutan tak bisa bergerak dan rasa sakit luar biasa menyerang organnya.

Asuna melihat kondisi Reyhan tidak kuat lagi dengan segera ia hendak menghentikan petir itu.

Namun Jenderal tinggi DGA baru tiba dan berdiri di depan Asuna. "Jangan mendekatinya, atau kau juga akan terkena petir itu"

Asuna tersentak. "Tapi dia tuan saya! Jika saya tidak membantunya maka dia akan kehilangan nyawanya!"

Jenderal itu menggeleng lalu melihat petir merah itu masuk ke dalam tubuh Reyhan. "Petir merah adalah kebencian dan haus darah, aku takutnya dia akan di kuasai petir merah"

Asuna menggeleng tak paham. "Maaf saya tetap harus membantunya" Asuna berlari melewatinya.

Namun tiba-tiba ledakan elektromagnetik, serta mampu menciptakan gelombang suara untuk pemanggilan Iblis meledak dari tubuh Reyhan.

Bom!!

Ledakan keras itu membuat Asuna dan Exorcist yang sangat jauh terhempas ke berbagai tempat.

Bahkan alarm darurat DGA berbunyi karena gelombang suara SOS untuk iblis muncul dari pengakuan petir ke-4.

Asuna terhempas menabrak tembok hingga retak, dia berlutut memuntahkan darah. Tangannya gemetar karena petir yang mengenai organnya membuatnya lumpuh.

"T-tuan..." Asuna melihat Reyhan berdiri dengan petir merah menyelimuti tubuhnya dan mata Reyhan memunculkan petir merah seperti kerasukan.

Wiuu!!

"Perhatian seluruh personel DGA dan Exorcist, Gate iblis level 3-5 terbuka di 6 titik! ini bukan latihan segera persiapkan diri kalian karena Gate muncul di lapangan latihan!"

"Saya ulangi Gate level 3-5 telah muncul di lapangan latihan! Ini bukan latihan segera datang untuk menutup Gate!"

Jenderal tertinggi DGA menghela nafas mendengarnya, di depannya saja sudah berdiri Reyhan yang di kuasai petir Iblis dan Iblis-iblis mematuhinya.

"Seorang pemuda yang ingin di akui petir ke-4 justru di akui petir iblis. Itu hal baru d dunia Exorcist" Jenderal tinggi melangkahkan kakinya.

Wush!, angin kencang tercipta dari langkah kaki itu. Para Iblis sedikit mundur tapi Reyhan tak bergeming.

"Namaku adalah Andika Pratama Jenderal tinggi DGA dengan kemampuan hukum tak terbatas, yaitu ruang" Andika melangkah lagi.

Duar!, ratusan iblis tertekan ke tanah bahkan beberapa sampai jadi remuk, namun Reyhan sama sekali tak bergeming seolah-olah tekanan ruang Andika bukan masalah baginya.

Andika sedikit terkejut tapi dia tidak panik, Andika melangkah lebih dekat dan tekanan semakin berat.

Asuna serta Exorcist dan tentara DGA yang baru tiba untuk bertempur langsung terkejut karena kemunculan Gate di sebabkan satu murid!.

Apalagi murid itu tidak tertekan sama sekali oleh energi Jenderal tinggi DGA.

"Pemuda itu benar-benar Iblis" ucap salah satu Exorcist yang tak terima dan marah.

Asuna yang tak sengaja mendengar nya memukul tanah lalu menguatkan dirinya untuk berdiri. "Tuan!" Teriaknya.

Namun Reyhan tak menatapnya sebaliknya dia menatap Andika yang semakin dekat.

Reyhan menunjuk Andika dengan satu jari, hukum petir berkumpul di satu titik dengan energi mengerikan.

Andika yang merasakan energi itu dia langsung menghindar dengan gerakan cepat.

Akan tetapi Reyhan menatap gerakan acak Andika langsung mengejarnya.

"Hah!" Reyhan memukul tanah dengan gelombang listrik yang kuat.

Markas DGA seketika lumpuh dan gerakan Andika terbatasi karena gelap.

"Sial aku sama sekali tak bisa melihat" Andika terus berlari acak tapi di depannya siulet petir merah terlihat dari jauh.

Namun siluet itu tanpa dia sadari di depannya dan memukul wajah Andika.

Dom!, pukulan keras Reyhan menyebabkan distorsi kuat dan Andika terlempar ke langit.

"Tch! Dia setara iblis level 14!" Jenderal Andika mengusap darah di bibirnya menyatukan tangannya membentuk simbol kotak.

"Kelangan ruang!"

Reyhan yang terbang ke langit menuju Andika justru terhenti karena seperti ada penjara di ruangnya.

Andika menarik nafas lalu mengangkat tangannya ke langit. "Roh ruang datanglah!"

Seluruh tempat di DGA tiba-tiba menjadi berhenti termasuk angin, petir dan gerakan awan.

Semua orang menatap kekuatan roh ruang terkuat milik Jenderal tinggi dengan takjub.

Asuna menatap sekitarnya dengan terkejut. "K-kenapa aku begitu lemah saat tuan membutuhkan ku" matanya berkaca-kaca melihat Reyhan di rasuki petir iblis.

Zahra yang baru tiba bersama ketiga temannya menatap Reyhan dengan tak percaya. "Asuna, apa itu Reyhan?"

Asuna mengangguk lemah, dia jatuh kembali berlutut. "Aku sama sekali tak berguna karena tak bisa membantu tuan" isaknya.

Zahra mengepal erat kedua tangan nya. "Itu aura iblis yang kuat, apa jangan-jangan petir yang mengakuinya ke-4 adalah petir iblis?"

Ram menjawah. "Menurut catatan kuno, petir merah berarti petir darah yang tumbuh dari ribuan kebencian. Itu menjawab kenapa dia menjadi kuat dan membuat Gate"

Julius mendesis. "Benar-benar kekuatan jahat"

Bom!, tiba-tiba satu anggota Exorcist terlempar dan tewas tertusuk besi karena di lempar Iblis.

Zahra mengeluarkan tombak apinya dan kuda api. "Iblis level 4-5! Jumlah ratusan, serang!"

Ketiganya mengangguk lalu berlari menyerang, tentara DGA dapat perintah menyerang juga dan murid serta Exorcist lainnya membantu sebisa mereka.

Asuna dari pojok melihat pertarungan ini dengan wajah sedih. "Tuan... Apa sebenarnya yang ada di diri tuan... Kenapa petir iblis tertarik pada tuan"

....

Jika Alisa dan Flower ada disini mereka akan membantu namun keduanya berada di Chengdu untuk melakukan misi pertahanan.

Alisa mungkin bisa membantu Reyhan dengan cepat berbeda dengan Andika yang kerepotan.

Roh ruang berwujud manusia yaitu lelaki dengan baju kuno orang suci muncul di sebelah Andika.

"Andika kali ini ada apa?"

"Roh ruang, musuh di depan adalah iblis yang kuat. Apa dia di rasuki?" Tanya Andika dengan waspada.

Roh ruang menatap Reyhan yang mencoba menghancurkan kekangan ruang sampai ledakan distorsi terus-menerus muncul.

Sontak mata roh ruang terbelakak. "Tidak, dia tidak di rasuki iblis dan itu bukan petir iblis"

Andika mengerutkan keningnya. "Lalu kenapa dia bisa memanggil Gate?"

Roh ruang mengerahkan tangannya ke depan dan mengunci gerakan Reyhan dengan sekuat tenaga.

Akan tetapi Reyhan berteriak namun yang berteriak adalah suara wanita. Reyhan meledakan energi petir merah hingga kekangan roh ruang gagal.

Sosok roh wanita tercipta dari petir menatap Andika dan roh ruang dengan penuh kebencian.

"Berani sekali kalian melawan tubuh yang aku pilih! Putri Petir!" Teriaknya marah dan langit bewarna merah pekat dan menyambar markas termasuk Andika dengan petir merah besar.

Instruktur dan Jenderal lainnya serta wakil komandan berdiri di sebelah Andika dengan serius.

"Dia masalah serius" ucap Kurama, dia mengeluarkan pedangnya. "Kita harus kerja sama jika ingin membunuhnya"

Namun tiba-tiba ledakan petir lainnya membuat mereka lebih terkejut lagi.

"Apa katamu? Berani sekali kau mau membunuh penerus yang aku pilih" Avatar Naga petir muncul dari ledakan petir.

Putri Petir menatap Naga petir dengan mata menyipit. "Apa maksudmu penerus, dia tubuh yang aku pilih!"

"Grahh!!" Naga petir meraung keras hingga air laut sampai menciptakan gelombang arus kuat.

"Jangan mengatakan hal membuatku jijik! Dia menyimpan pedang berisi diriku, dan tanpa dia cari rohnya aku tetap bisa menjadi rohnya!"

Andika dan semua yang hadir tertegun, sosok Naga petir mengakui Reyhan sebagai pemiliknya?

Apalagi itu Naga, naga adalah ras puncak roh di antara lainnya.

Putri Petir tertawa lalu masuk ke dalam tubuh Reyhan. "Lawan aku, buktikan itu"

Naga petir meraung keras lalu bergerak secepat kilat menghancurkan ruang ciptaan Andika.

Reyhan memegang kepala Naga petir itu tapi naga petir mendorong nya masuk ke dalam awan.

Pertarungan pun terjadi di atas awan gelap, guntur terus menerus terdengar keras dan menakutkan di tambah suara Naga.

Andika menggeleng kepala agar sadar dari lamunannya. "Semuanya bantu yang lainnya menutup Gate!"

Semuanya mengangguk lalu melesat ke lapangan latihan untuk menutup Gate sebelum korban lebih banyak lagi.

Andika melihat teman gadis Reyhan pingsan di pojok, dia segera mengangkatnya ke tempat medis untuk di rawat.

Zahra menatap pertarungan sengit naga petir dengan Reyhan secara khawatir. "Kenapa itu terjadi pada Reyhan?"

Ram saja tak percaya kalau Naga petir sampai ikut campur. "Seberbahaya apa dia ini?"

Semua orang di bawah tak menyangka Reyhan akan membuat Naga petir mengurus nya.

Akan tetapi ada juga yang semakin benci padanya yaitu Seung-ho yang tidak berbuat apa-apa selain memerhatikan dari ruangan.

....

1
Anime aikō-kā
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!