Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.
Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.
Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.
Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.
Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.
Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.
Karena di dalam dunia Kekaisaran~
Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16: Konflik!
***
Lin Yue merasakan ada aura asing yang sedang mengintainya, membuat dirinya selalu waspada.
"Fang'er ... Ayo, kita lanjutkan perjalanan! Aku masih belum dapat Beast soalnya, ditambah kita belum dapat satu buruan pun. Kita harus mencari 'GOA' yang tepat untuk tinggal selama di dalam hutan ini ..." ajak Lin Yue kepada Mei Fang.
"Oh, oke Yue! Ayo, jalan!"
Mereka pun berlalu dari sana dengan wajah ceria, dituntun oleh si Chichi di depan mereka.
--
Kabut tipis masih menyelimuti Hutan Shesan, namun suasana tenang yang mereka rasakan tidak bertahan lama.
Tidak jauh dari tempat awal mereka berada sebelumnya, terdengar suara derap langkah kaki yang datang dari arah sebelah kanan mereka.
Drap! Drap! Drap!
Chichi menegakkan telinganya, lalu dia melompat cepat ke arah Mei Fang.
Hop!
Mei Fang langsung menangkapnya dengan cepat, sementara Lin Yue langsung memasang sikap waspada.
Feelingnya merasa tidak enak, pasti yang datang ini akan membawa masalah untuknya dan Mei Fang.
"Sepertinya ada kelompok lain yang datang ..." ujarnya pelan.
"Apakah itu musuh yang lainnya?" tanya Mei Fang dengan sikap waspada.
"Bukan. Namun sepertinya, yang datang sekarang lebih menyebalkan daripada pembunuh bayaran itu!" sahut Lin Yue dengan nada santai.
Ucapan Lin Yue ternyata benar!
Dari balik pepohonan besar, muncullah sekelompok gadis bangsawan dari Kekaisaran lain dengan memakai pakaian berburu yang mewah.
Kelompok itu dipimpin oleh seorang gadis cantik dengan sikap angkuh, menandakan bahwa dia adalah anak seorang bangsawan terkenal di wilayahnya.
"Cih! Ternyata hanya dua orang Selir Kaisar yang berasal dari desa kecil! Aku kira binatang buruan tingkat tinggi!" ujar gadis itu dalam hatinya.
Lin Yue yang dapat mendengar suara hati seseorang itu langsung mengerutkan keningnya, ketika dia mendengar nada meremehkan dari gadis tersebut.
Tango sudah memberikan informasi tentang mereka di dalam benak Lin Yue, sehingga Lin Yue tidak terlalu penasaran dengan identitas mereka.
Lagipula ini adalah acara perburuan, kan?
Maka tindakan dia akan dianggap sah, jika melukai lawan yang ingin mencelakai dirinya dan Mei Fang.
Sebuah pedang panjang tergenggam erat ditanan gadis itu, sementara Lin Yue sudah mengeluarkan kipas ajaibnya.
"Hahahaha! Akhirnya kita bertemu juga di dalam hutan ini ..." ujar gadis itu sambil tertawa angkuh.
Lin Yue melihat mereka sambil memiringkan kepalanya.
"Memangnya kamu siapa?" tanya Lin Yue dengan wajah polos.
Wajah gadis itu langsung mengeras, saat dua gadis didepannya itu tidak mengenalnya.
"Kalian benar-benar tidak mengenalku?!" tanya gadis itu dengan nada dingin.
"Hoaaamzz! Haruskah kami mengenal gadis angkuh seperti Anda? Sepenting apakah dirimu, sampai kami diharuskan untuk mengenalmu?" ujar Lin Yue sambil menguap malas.
"Jika tidak ada sesuatu yang penting untuk disampaikan, kami akan permisi dulu. Aku masih harus mencari buruanku sendiri ..." lanjut Lin Yue dengan gaya anggun.
Gadis itu langsung menggeretakkan giginya dengan geram, melihat mereka ingin berlalu dari hadapannya.
"Hey, berhenti!!! Aku ini adalah Putri Jenderal Kekaisaran Elang Perak! Namaku Shen Lirou! Berani-beraninya kalian tidak menaruh hormat kepadaku! Dasar udik! Ja-lang desa!" bentaknya dengan wajah emosi.
Gluk!
Mei Fang menelan salivanya dengan gugup, saat mendengar ucapan gadis itu.
"Yue-Yue ... Ternyata dia anak Jenderal ..." bisik Mei Fang.
Sementara Lin Yue, dia hanya menanggapinya dengan malas.
"Oh, begitu ..."
Wajah Shen Lirou langsung memerah karena emosi, saat melihat sikap kedua gadis cantik di depannya itu.
"K-Kamu berani meremehkanku?!" geramnya kepada Lin Yue.
Lin Yue melirik gadis angkuh it sambil menyeringai tipis.
"Aku hanya tidak tertarik dengan semua itu, apakah salah, hm? Lagipula ... jabatan itu untuk ayahmu, bukan dirimu. Posisi aku jauh diatas ayahmu, walaupun aku hanyalah seorang gadis desa di dalam Istana Kekaisaran Naga Hitam ..." jawab Lin Yue dengan nada malas.
Aura disekitar mereka langsung menegang, saat Shen Lirou menghunuskan pedang kearah Lin Yue.
Sring!
"Berani-berani kamu merendahkanku! Dasar ja-lang sia-lan!" teriaknya histeris.
Namun, sebelum dia menyerang ke arah Lin Yue, tiba-tiba seekor kadal besar tingkat menengah langsung keluar dari balik semak-semak, dan berniat untuk menyerang mereka.
Brugh!
Groaarh!
Sisiknya ditubuhnya terlihat cukup keras, mata merahnya sangat tajam, dan auranya terasa sangat kuat.
"Beast Kadal Iblis tingkat menengah ..." gumam Lin Yue pelan.
"Sepertinya binatang itu sangat kuat dan galak, Yue ..." ujar Mei Fang sambil memeluk erat Chichi.
"Cicicici ..." sahut Chichi sambil menganggukkan kepalanya.
Mata Shen Lirou langsung berbinar, saat melihat kedatangan Beast Kadal tersebut.
"Kalian menyingkirlah! Beast ini adalah target buruanku!" teriaknya dengan nada angkuh.
Wusssh!
Dia langsung melesat cepat dengan pedang terhunus ke arah Beast Kadal itu, namun dia kalah cepat dengan Lin Yue.
Lin Yue melesat lebih dulu dengan kipas andalannya, dan~
Slash!
Dalam satu kali tebasan kipasnya, Beast Kadal itu langsung roboh dengan luka menganga di bagian vitalnya.
Gabrugh!
Suasana langsung hening seketika, ketika mereka melihat gerakan anggun dan cepat Lin Yue.
Shen Lirou terpaku, dia tidak percaya dengan pemandangan yang dia lihat di depannya itu.
Siapa yang bilang, jika Selir baru Kaisar itu lemah kemarin?
Hal tersebut membuat Shen Lirou emosi tingkat Dewa, karena dia merasa ditipu mentah-mentah oleh rumor sia-lan yang didengarnya.
"K-Kamu berani mencurinya dariku, hah?! Dasar ja-lang! Aku sudah bilang dari awal, jika binatang ini adalah targetku, sia-lan!!!" teriaknya murka.
Lin Yue hanya menanggapi emosi gadis itu dengan santai, sambil menutup kipasnya dengan anggun.
Srak!
"Siapa cepat, dia dapat. Binatang di dalam hutan ini milik siapa saja yang membunuhnya dengan cepat, bukan milik Kekaisaranmu!" sahut Lin Yue dengan nada provokasi.
"Tapi itu adalah buruanku!" teriak Shen Lirou.
"Apakah hutan ini milik keluargamu, hm?" sahut Lin Yue dengan tatapan mengejek.
"KAMUUU ...!!!"
Blam!
Aura membunuh pekat langsung meledak dari dalam tubuh Shen Lirou.
"Bagus! Beraninya kamu menantangku, ja-lang! Kalau begitu ... Aku akan mengalahkanmu dan mengambil kembali buruanku itu!"
"Yue'er ... sepertinya dia serius marah!" ujar Mei Fang dengan wajah panik.
"Mundurlah sampai jarak aman, Fang'er. Biar aku meladeni gadis angkuh itu ..." sahut Lin Yue dengan seringai kejam diwajahnya.
Srak! Trap! Srak! Trap!
Lin Yue memainkan kipas ajaibnya dengan lihai, matanya menatap lurus ke arah Shen Lirou.
Tap!
Swoosh!
Shen Lirou langsung menyerang ke arah Lin yue dengan kecepatan tinggi, dengan pedang yang langsung mengarah ke lehernya.
Lin Yue langsung menutup kipasnya, dan menahan serangan itu dengan mudah.
Clang!
"Cih! Ternyata hanya segini saja kekuatanmu, gadis angkuh?!" ujar Lin Yue dengan nada provokasi.
"JANGAN MEREMEHKANKU, JA-LANG SIA-LAN!" teriak Shen Lirou, murka.
Serangan demi serangan dilancarkan oleh Shen Lirou, namun semuanya dengan mudah ditangkis oleh Lin Yue.
Clang! Clang! Clang!
Mulut Mei Fang terbuka lebar melihatnya, dia terkejut saat melihat Lin Yue menangkis serangan-serangan itu tanpa bergerak dari tempatnya.
"Hebat sekali! Yue'er bahkan tidak bergerak banyak dari tempatnya berdiri!" gumamnya pelan.
"Haaaah! Apakah sudah selesai menyerangku?" tanya Lin Yue dengan nada malas.
Bagi Lin Yue, serangan-serangan itu adalah sebuah serangan acak dari orang yang sedang emosi ... tidak ada manfaatnya, hanya membuang waktu jika terus meladeninya.
Shen Lirou semakin murka, karena dia merasa sangat-sangat diremehkan!
"Jangan banyak bicara! Aku belum~"
Wusssh!
Sebelum Shen Lirou menyelesaikan ucapannya, Lin Yue sudah menghilang dari hadapannya, dan dalam sekejap dia sudah berada di belakang gadis itu.
Pluk!
Lin Yue menepuk bahu gadis itu dengan ujung kipasnya.
"Fokusmu sangat-sangat ... lambat!" ujarnya dengan nada rendah.
Tuk! Tuk! Tuk!
Lin Yue langsung mengetuk titik akupuntur di sekitar pundaknya, membuat Shen Lirou membeku.
Tidak berapa lama kemudian, kakinya tiba-tiba melemas ...
Dan~
Brugh!
Dia langsung jatuh berlutut di depan semua orang.
"Ah! B-Bagaimana ... mungkin ..." gumamnya pelan.
"Semuanya menjadi mungkin, jika kamu terlalu percaya diri ..." sahut Lin Yue dengan nada dingin.
"Kamu terlalu meremehkan dan merendahkan diriku, tanpa kamu tahu siapa aku. Itulah kelemahanmu, yang terbungkus oleh sifat sombongmu ..." lanjutnya dengan wajah datar.
Shen Lirou menggeretakkan giginya, dia malu dikalahkan oleh seorang gadis desa yang tidak mempunyai dukungan kuat dibelakangnya.
"Jangan bangga dulu, sia-lan! Aku tidak akan melupakan kekalahanku hari ini!" teriaknya penuh dendam.
Lin Yue hanya tersenyum tipis mendengarnya.
"Tidak masalah. Tapi lain kali ... pastikan kamu kembali dengan kekuatan yang setara denganku, agar aku tidak membuang-buang tenaga untuk melawanmu!" sahut Lin Yue dengan wajah datar.
"Ugh!"
Shen Lirou berdiri dipapah oleh rekan-rekannya dengan susah payah, dan dia menatap Lin Yue penuh dendam dan kebencian.
"Tunggu saja aku kembali, ja-lang! Saat aku kembali nanti ... aku akan menghancurkanmu hingga berkeping-keping!" ujarnya dengan nada penuh ancaman.
"Aku akan menunggumu ... Bye-bye ...!" sahut Lin Yue sambil melambaikan tangannya.
Setelah rombongan itu menghilang dari hadapanya, Mei Fang langsung menghampiri Lin Yue dengan wajah lega.
"Haisssh! Mengerikan sekali!" ujarnya sambil menepuk-nepuk dadanya pelan.
"Kenapa kamu malah menantangnya, Yue? Apakah kamu tidak takut dia akan melukaimu nanti?" tanya Mei Fang dengan wajah khawatir.
Lin Yue terkekeh, saat melihat wajah penuh kekhawatiran sahabatnya itu.
"Tenang saja, Fang'er ... mereka tidak akan bisa menandingi diriku di masa depan. Aku adalah gadis pilihan langit, mana mungkin kalah dengan mereka? Hehehehe ..." jawab Lin yue dengan nada santai.
"Ayo, lanjutkan perjalanan!" ajak Lin Yue.
"Ayo!"
Saat Mei Fang berjalan di depan, Lin Yue dengan cepat memasukkan Beast Kadal itu ke dalam ruang dimensinya.
Slab!
--
Ditengah perjalanan mereka yang santai dan nyaman, Lin Yue berkomunikasi dengan sistemnya.
"Tango ..."
[Saya disini, Host!]
"Apakah aku boleh memperlihatkan ruang dimensiku dan identitasku kepada Mei Fang?" tanya Lin Yue dalam benaknya.
[Silahkan saja, Host! Tango sudah memastikan, jika Mei Fang adalah gadis setia dan tidak akan mengungkapkan rahasia Host kepada orang lain, termasuk kepada keluarganya.]
[Tapi agar lebih aman, nanti di dalam ruang dimensi, Tango akan memasukkan chip kesetiaan ke dalam tubuhnya, agar saat dia ingin membuka rahasia Host, suaranya akan menghilang.]
"Baiklah kalau begitu ... Terima kasih, Tango!"
[Sama-sama, Host!]
Setelah itu, Lin Yue menoleh ke arah Mei Fang.
"Fang'er ... aku ingin mengungkapkan sebuah rahasia kepadamu ..." ujar Lin Yue.
Mei Fang menoleh ke arah Lin Yue dengan wajah penuh tanda tanya.
"Rahasia apa itu, Yue?" tanyanya.
"Rahasiaku ... tapi, kamu harus berjanji dulu kepadaku ..." ujar Lin Yue sambil tersenyum misterius.
"Janji apa?" tanya Mei Fang.
"Berjanjilah agar tidak membuka rahasia ini kepada siapapun itu, apakah kamu sanggup?" ujar Lin Yue.
Mei Fang langsung menganggukkan kepalanya tanpa ragu.
"Aku janji ..." ujar Mei Fang.
Lin Yue langsung memegang tangan Mei Fang, dan membawanya masuk ke dalam ruang dimensi miliknya.
Slab!
Dalam sekejap, duani dihadapan Mei Fang langsung berubah.
Mei Fang membeliakkan matanya karena terkejut, lalu dia menatap Lin Yue dengan wajah bodohnya.
"I-Ini ... dimana, Yue?" tanya Mei Fang.
Mereka sudah berada di dalam ruang dimensi milik Lin Yue, dimana udaranya terasa lebih segar karena banyak pohon buah spiritual disana.
"Ini adalah dunia kecil milikku, Fang'er ..." jawab Lin Yue sambil tersenyum.
Mei Fang terkejut mendengarnya, karena dunia kecil seperti itu hanyalah sebuah dongeng yang pernah dia dengar dari para sesepuh desa, dimana yang bisa memilikinya hanyalah seseorang yang punya kekuatan Dewa/Dewi.
"Siapa sebenarnya kamu, Yue?" tanya Mei Fang.
"Aku adalah sahabatmu ..." jawab Lin Yue.
"Sahabatmu yang dipilih oleh Dewa untuk menjaga dunia ini dari keserakahan manusia ..." lanjut Lin Yue menjelaskan.
Mei Fang menatap Lin Yue sedikit lebih lama, lalu dia tersenyum dengan tulus.
"Terima kasih sudah mempercayaiku, Yue'er ... Kalau begitu, aku akan menjaga semua rahasiamu ini, asalkan kamu jangan pelit-pelit kepadaku! Hahahaha!" ujar Mei Fang sambil berlari menjauh dengan gembira.
Lin Yue hanya tersenyum melihatnya, sekarang dia bebas mengeluarkan apapun itu untuk membantu Mei Fang agar lebih kuat lagi.
Dia yakin ... Mei Fang adalah sosok yang tepat untuk menjadi asistennya di dunia ini.
"Fang'er! Kemari sebentar! Aku akan memberimu semua ketrampilan khusus, agar tidak diremehkan lagi di dunia ini!" panggilnya dengan suara kencang.
"Baiklah! Aku akan kesana!"
Sesampainya di depan Lin yue, dia meminta Mei Fang bermeditasi di depan kolam air ajaib yang sudah meluas, sambil menutup matanya.
"Apapaun yang kamu rasakan nanti, tahan ... jangan sampai pingsan, oke?" ujar Lin Yue memberitahu.
"Oke! Aku siap sekarang!"
Saat mata Mei Fang sudah terpejam, Lin Yue meminta Tango untuk mentransfer semua yang telah dipilihnya di atas layar ke Mei Fang, agar dia menjadi gadis yang pemberani.
"Masukkan semua yang sudah aku pilih ke tubuh Mei Fang, sekalian masukkan chip kesetiaan itu ..." perintah Lin Yue dalam benaknya.
[Proses transfer berjalan ...]
[10% ... 50% ... 75% ... 100% ...]
[Transfer selesai! Poin kontribusi terpotong sebesar satu juta poin dan chip kesetiaan telah sukses tertanam!]
"Bagus! Terima kasih, Tango!"
[Sama-sama, Host!]
"Arrrgh! Sakit sekali!" teriak Mei Fang sambil menggeliat.
"Tahan sampai selesai, Fang'er! Setelah selesai, kita bisa berkomunikasi melalui telepati, agar pembicaraan rahasia tetap aman!" ujar Lin Yue menyemangati sahabatnya.
"Baik, Yue'er!"
--
Sementara itu di Istana Naga Hitam, para utusan Selir yang sedang sakit berkumpul di area Paviliun Naga Perak, dimana itu adalah tempat tinggal Selir Kehormatan Lan.
Mereka membawa berita terbaru dari wilayah Hutan Shesan, dimana berita itu akan menjadi bencana bagi para Selir Istana.
"Bagaimana situasi di Hutan Shesan?" tanya salah satu Selir yang menutup erat seluruh tubuhnya.
Salah satu utusan itu maju ke depan untuk menjawabnya.
"Menjawab Nyonya Selir ... Selir Lin menjadi sorotan utama disana ..." jawabnya dengan kepala tertunduk dalam.
"Apa maksudmu?" tanya Selir itu.
"Dia telah berhasil menyelamatkan nyawa Yang Mulia dari para pembunuh elit Kekaisaran lain, dan dia sekarang sudah mendapatkan gelar 'Selir Kehormatan Tingkat Satu'. Dia mendapatkan kuasa untuk mengatur Hareem dan menjadi pendamping Yang Mulia di setiap acara ..." jawab utusan itu dengan nada lugas.
JEDDEER!
Berita itu bagaikan sebuah petir yang menyambar mereka di siang bolong, sehingga membuat mereka lemas tidak berdaya.
"M-Mustahil!!"
"Bukan hanya itu, Nyonya Selir ... Selain dia ditempatkan di Paviliun Phoenix Emas saat pulang nanti, dia juga sudah mengalahkan seorang Putri Jenderal dari Kekaisaran Elang Perak dengan telak!" lanjut utusan itu dengan suara yang semakin pelan.
Wajah para Selir itu langsung berubah pias mendengarnya, terutama Selir Lan yang ada di balik sebuah tirai penyekat.
"APAAAA?!" teriak Selir Lan histeris.
Tubuhnya gemetar hebat, dan tangannya yang sdang memegang cangkir teh langsung lemas, saat dia mendengar semua itu.
Prang!
"Itu semua tidak mungkin terjadi ... TIDAK MUNGKIIIN!!!!"
"Berita ini benar adanya, Yang Mulia Selir ..." ujar utusan itu dengan nada bergetar ketakutan.
Selir Lan memegang dadanya yang terasa sakit, membuat Akiew dan Peiyu semakin khawatir.
"tenangkan diri Anda, Yang Mulia ... Jangan terlalu emosi ..." ujar Peiyu dengan nada pelan.
"D-Dia ... Dia telah merebut segalanya dariku ..." ujarnya dengan napas yang semakin memberat.
"N-Namun ... aku ... tidak ... akan ... kalah ..." lanjutnya dengan mata yang sudah berkunang-kunang.
Tidak lama kemudian, Selir Lan langsung jatuh pingsan.
Brugh!
"YANG MULIA SELIR LAN!!!"
"Cepat, panggil Tabib Istana!!"
--
Paviliun Naga Perak dalam keadaan heboh, karena Selir Lan yang pingsan mendadak.
Hal berbeda terjadi di dalam Paviliun Teratai Hitam milik Selir Zheng.
Dia juga mendengar kabar yang sama, membuat dirinya langsung emosi tingkat Dewa.
"Dia malah naik status semudah itu, ya?" gumamnya pelan.
Lalu, wajahnya berubah gelap.
"Dan dia berhasil ... mengalahkan Putri Jenderal Kekaisaran lain?! Hah! Hahahahaha ..." lanjutnya sambil tertawa marah.
Tangannya gemetar, pertanda dia benar-benar murka.
"Jadi ... SEMUA YANG AKU RENCANAKAN ITU ... GAGAL?!!"
"Arrrrgh! AKU TIDAK MENERIMANYA!!"
Prang! Prang! Prang!
Setelah melempar semua barang yang ada di atas mejanya, dia berdiri dengan angkuh dari kursinya.
Namun, tidak lama kemudian ...
Tubuhnya tiba-tiba kaku mendadak, dan setengah wajahnya mulai mati rasa.
"Ugghh!"
"Nyonya Selir ... apakah Anda baik-baik saja?" tanya pelayan disampingnya dengan ragu-ragu.
"T-Tidaaak ... mungkin ..."
Brugh!
Tubuh kakunya langsung jatuh dengan keras ke atas lantai, membuat para pelayannya langsung berteriak panik.
"Aaaah!"
"Panggil Tabib! Selir Zheng terkena STROKE!!!"
--
Mari kita kembali ke hutan Shesan, selagi Istana Naga Hitam kacau-balau.
Lin Yue dan Mei Fang masih berada di dalam ruang dimensi, dan terlihat sedang bersantai sambil memakan berbagai macam buah-buahan spiritual yang ada disana.
Sementara Chichi entah kemana, yang pasti dia senang berada di dalam ruang dimensi itu.
Lin Yue berdiri dari duduknya, lalu dia berjalan perlahan ke arah danau teratai darah miliknya.
Dia menatap langit dimensinya sambil tersenyum.
"Satu-persatu musuh mulai tumbang ..." gumamnya pelan.
Mei Fang mendekat kearahnya dengan aura yang berbeda sekarang.
Dia sudah memiliki semua ketrampilan yang dimiliki Lin Yue, dan berjanji akan selalu setia dibawah komandonya.
"Apakah ada masalah, Yue?" tanya Mei Fang.
"Ah, tidak ada apa-apa ..."
"Hanya saja ... besok kita sudah mulai berburu para Beast diluar sana ..."
"Dan kali ini ..."
"Aku akan menunjukkan ... siapa 'Predator' yang sesungguhnya ..."
Mei Fang tersenyum ke arahnya.
"Dan aku akan selalu bersamamu, Yue'er ..."
⚛⚛⚛
jadi semangat dalam menjalani niat yang mulia itu, terutama untuk kucing² manis itu..
pokoknya semangat ya 🥰
ditunggu yaa kelanjutannya author🤭
pokoknya semangat ee author
ditunggu yaa kelanjutannya author🥰
makin seru makin penasaran aja
pokoknya ditunggu yaa kelanjutannya author🥰🥰