NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Axlyn menatap isi kulkas dengan ekspresi bingung. “Hanya apel ini yang bisa aku makan. Jujur saja, aku tidak pandai memasak apapun. Jangankan makanan, masak air saja kadang gosong karena suka lupa.”

Kay tersenyum. “Baiklah. Aku akan buat sesuatu untuk kita.”

“Kita?” Axlyn menyipitkan mata.

“Iya. Aku datang ke dapur juga karena kelaparan. Ditambah aku melewatkan makan malam,” jawabnya ringan.

Beberapa menit kemudian, dapur yang tadinya mencekam berubah hangat. Kay sibuk membuat roti panggang isi keju dan cokelat, sementara Axlyn duduk di kursi sambil mengunyah sisa apelnya dengan bahagia.

“Sayang, apa kalian berdua melihatnya? Papah sedang memasakkan sesuatu untuk kita. Apakah kalian senang? Meski Papah kalian tidak mengetahui bahwa kalian ada di dalam perut Mamah saat ini, setidaknya dia masih perhatian kepada kita, bukan?”

Cahaya lampu kini menyala terang, mengusir semua bayangan menyeramkan. Kay melirik Axlyn yang tengah makan dengan wajah puas. Ada perasaan hangat yang tidak bisa Kay jelaskan, jika berada di dekat Axlyn.

“Lagi? Perasaan ini muncul lagi setiap aku berada di dekatnya. Perasaan nyaman dan hangat yang tak bisa aku dapatkan belakangan ini. Sepertinya aku benar-benar harus mencari tahu semua tentangmu, Axlyn!” Kecurigaan Kay kini semakin kuat.

“Untuk lain kali,” kata Kay santai, “kalau nanti kamu berdiri lagi tengah malam pakai baju putih, tolong sisir rambut dulu. Jangan sampai seisi Mansion ini menganggapmu sebagai sosok penampakan setan.”

Axlyn mencebik. “Kalau kau teriak lagi, maka seisi Mansion ini akan tahu bahwa Tuan Kayvaran adalah seorang penakut.”

Kay kembali tertawa, ia tidak menyangka akan senyaman ini setiap berada di dekat Axlyn. Pusing kepalanya, mual dan bahkan nafsu makan yang belakangan ini hilang seolah kembali begitu saja. Untuk sekian lamanya, Kay akhirnya bisa menikmati lagi makanannya.

Dan di tengah malam yang awalnya menegangkan itu, dapur tersebut dipenuhi suara cekikikan kecil, aroma roti panggang, dan rasa hangat yang tak mungkin dimiliki makhluk halus mana pun. Karena yang benar-benar hadir di sana bukanlah hantu. Melainkan seorang calon ibu yang sangat lapar dan seorang calon ayah yang sedikit penakut, tapi sepenuh hati perhatian meski kenyataan itu masih menjadi rahasia yang Axlyn simpan dengan rapat.

Selesai dengan makanan masing-masing, baik Kay maupun Axlyn pun memutuskan untuk kembali ke kamar mereka. Kay bahkan bersikeras mengantarnya sampai di depan pintu kamar, seolah ia tidak ingin melepas kebersamaan ini meski hanya sedikit lebih lama.

“Terima kasih sudah mengantarku, meski sebenarnya kau tidak perlu melakukannya,” kata Axlyn dengan hati berbunga-bunga.

“Tidak masalah, tidurlah yang nyenyak. Selamat malam, Axlyn.” Ucap Kay sebelum berbalik pergi menuju ke kamarnya sendiri.

“Mmm, selamat malam juga untukmu… Kay!” balas Axlyn, meski nama pada kalimat itu hampir tidak terdengar.

...****************...

Pagi itu datang dengan cahaya yang terlalu tenang. Langit membentang biru pucat di atas kota, burung-burung melintas rendah, dan rumah megah keluarga itu kembali dipenuhi rutinitas seperti biasanya seolah apa yang terjadi semalam hanyalah mimpi yang sengaja dikubur dalam diam.

Di ruang makan, Kay sudah duduk rapi dengan setelan jas hitamnya. Wajahnya tenang, nyaris dingin, tak menyisakan jejak gejolak yang sempat menggetarkan udara di antara mereka beberapa jam lalu. Disisinya sudah ada Hezly, sedangkan di hadapannya ada Spencer dan Noah untuk sarapan bersama.

Meja makan panjang telah dipenuhi hidangan terbaik seperti roti panggang mentega impor, telur setengah matang dengan taburan truffle, sup krim hangat, hingga jus segar yang biasanya selalu menjadi pilihannya. Semuanya tersusun sempurna, seperti disiplin yang selama ini ia pegang dalam hidupnya.

Namun begitu aroma makanan itu mencapai inderanya… perutnya langsung bergejolak. Kay menegang di kursinya. Rahangnya mengeras. Tangan yang memegang cangkir kopi berhenti di udara. Aroma mentega terasa terlalu tajam. Telur itu… amis. Sup krim… membuat tenggorokannya naik turun menahan mual.

“Sial! Lagi-lagi morning sickness ini. Sampai kapan aku harus mengalaminya, baru semalam sudah sedikit membaik. Kenapa sekarang mulai lagi ‘sih?” umpat Kay dalam hati.

“Pelayan,” suaranya terdengar lebih berat dari biasanya.

“Ya, Tuan?”

“Ganti.”

“Yang mana, Tuan?”

“…Semua.”

Pelayan itu berkedip tak percaya. Jarang sekali ia melihat Kay menolak makanan. Apalagi semuanya sekaligus. Tidak hanya para pelayan, Spencer dan Hezlyn pun kini menatapnya dengan tatapan bingung. Berbeda dengan Noah yang sudah terbiasa menghadapi gejala kehamilan yang Kay alami karena kehamilan wanita itu yang sekarang entah berada dimana.

Kejadian itu pun tidak luput dari perhatian Axlyn yang duduk di meja lain bersama rekan pengawalnya. Sebab Axlyn tahu bahwa Kay tidak pernah pilih-pilih soal makanan, tidak juga ada alergi apapun. Namun, Axlyn tetap memilih diam dan mengamati apa yang terjadi selanjutnya.

“Apa dia sedang sakit? Padahal semalam dia terlihat baik-baik saja. Makannya pun sangat lahap?” Axlyn sendiri hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya.

Belum sempat perintah dijalankan, Kay tiba-tiba menutup mulutnya dan berdiri cepat. Kursinya bergeser tajam di atas lantai marmer. Semua orang di ruang makan utama terdiam. Kay memalingkan wajah, napasnya berat. Sensasi mual itu begitu kuat hingga untuk sesaat ia merasa dunia berputar.

“Ada apa?” tanya Spencer sedikit panik dengan kondisi Kay yang seperti itu, pasalnya ia baru pertama kali melihatnya seperti itu.

“Sudah biasa… morning sicknessnya kembali bekerja. Sudah sejak kembali dari Praha dia seperti itu.”

Bukan Kay yang menjawab, melainkan Noah yang sudah terbiasa melihat keadaan Kay belakangan ini. Ia bahkan masih lanjut menikmati sarapannya, seolah tidak terganggu sama sekali dengan mual yang dialami Kay.

“Papah cakit?” tanya Hezlyn polos pada Spencer.

Spencer mengabaikan sikap santai Noah dan beralih kembali menatap Kay. Sebab ia merasa bertanggung jawab dengan kondisi Kay selama di tempatnya. “Kay, apakah perlu memanggil dokter?”

Kay mengangkat tangan, memberi isyarat agar tidak mendekat. Lagi-lagi Kay membenci dan bahkan merasa semain mual dengan gaya rambut Spencer yang masih saja tiodak berubah seperti permintaannya terakhir kali.

Pandangan Kay tanpa sengaja beralih ke sisi lain ruangan. Meja lebih kecil di dekat jendela, tempat para pengawal biasanya makan secara terpisah. Di sana, Axlyn tengah duduk bersama dua rekannya. Ia tidak menyentuh hidangan mewah yang sama. Di hadapannya hanya ada semangkuk bubur hangat sederhana dengan irisan jahe tipis dan sedikit acar segar di sampingnya. Uap tipis naik perlahan.

Bersambung….

1
Lisa Halik
rumit2..huhuhuhu
Sri Yatun
pikiran yg blm pasti memang menakut kan tp g tau kedepannya sprt apa, pusing pusing mikirin masa lalu dan masa depan ternyata wanita satu yg d pikir kan,yg JD pertanyaan spancer adalah musuh dan dalang lupa ingatan mu Kay,bukan kecelakaan mobil,tp bersabar pelan pelan dengan bertarung kembali mungkin akan mengingat memori yg hilang,dan merencanakan strategi pun mungkin akan perlahan mengingat sedikit sedikit, semangat dan bersabar y calon ayah
Rani R.I
apa harus menunggu anak yg ada di dalam kandungan Axlyn baru mereka menyadari dan menyesal..knp seperti pada egois semua...kay tersiksa,, apa lg Axlyn....
Lisa Halik: makin rumit....kelamaan tahunya...huhuhuh
total 2 replies
Shee_👚
jangan sampai salah oranh
Shee_👚
tenang aja g perlu milih noah, karena orang yang kalian cari dan bicarakan orang yang sama
Shee_👚
orang bingung menjelaskan nya kay, kalau mereka bercerita otomatis dispenser juga ke bawa, dan mereka g mau kalian saling bermusuhan lagi.
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Lisa Halik: nah sama kita mbak kesel sangat sama axlyn...buat badmood..huhuhu
total 1 replies
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!