NovelToon NovelToon
Kisah Aisha

Kisah Aisha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:513
Nilai: 5
Nama Author: Mia Putry

Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kantor polisi

" apa maksud dari semua ini Dela, Juwita?" Tanya Fuad

" Ais tidak dibebaskan begitu saja . Karena saya sudah meminta kakak sepupu untuk menghukum Ais dengan hukuman berat. Agar kamu tidak bisa hidup bersama dengan Ais. " Juwita menjawab pertanyaan nya dengan seringai liciknya

Alex dan Fuad pun tercengang mendengar itu

" jadi kamu sengaja melakukan hal itu Juwita,, ckckck" Alex hanya berdecak jengkel.

Melihat tanggapan Alex seperti itu Juwita jadi geram.

Juwita pun mendekat kearah Alex dengan tatapan genit.

" ayolah Alex,, saya tahu pasti kamu kesepian kan , apalagi setelah Ais ditahan polisi. Apalagi sudah terbiasa dengan ranjang hangat menemani mu setiap malam. Aku rela menggantikan peran Ais dan melayani mu , bahkan aku akan lebih memuaskan mu dari pada Ais " ucapnya sambil tersenyum manis pada Alex.

Alex Langsung menepis tangan Juwita dengan kasar. Dengan nada dingin Alex berkata

" Dasar tidak tau malu. Ais adalah segalanya bagi ku. Dan asal kamu tau, jika kamu berharap saya akan memberikan apa yang kamu mau , maka kamu salah besar. Ais tetap akan Bebas, tapi tidak harus menjadikan wanita gila seperti kamu untuk menjadi istriku. Lebih baik saya tidak menyentuh wanita seumur hidup. Dari pada harus menyentuh kamu. Menjijikkan" Ucap Alex lalu menarik tanga Fuad

" ayo kak, kita pulang. Menghadapi orang seperti ini harus dengan kepala dingin. Jika kita terpancing maka kita akan kalah dengan nya. " Ucapnya lalu pergi begitu saja tanpa peduli dengan Juwita dan ibunya.

*********

Sampai nya di kantor polisi Ais masih menggunakan makeup tebal. Karena dia hanya sempat mengganti gaun pengantin tapi tidak sempat menghapus makeup nya.

" silahkan duduk saudara Ais. Kita mulai dengan pertanyaan pertama " ucap polisi itu

Interogasi pun berjalan sedikit alot.

Ternyata orang yang menangkap Ais itu adalah sepupu Juwita sendiri.

Namun Ais biasa biasa saja menghadapi mereka.

Selama tiga jam Ais di beri pertanyaan pertanyaan yang menjebak. Namun Ais dengan tegas menyatakan bahwa itu adalah kebohongan.

Kini sudah pukul sepuluh malam tapi interogasi Ais masih berlangsung.

Ais jadi kelaparan.

Ais bertanya kepada polisi itu.

.

' x

"Apakah saya tidak di beri makanan untuk malam ini?" Tanyanya pada mereka.

" akui semuanya baru kami akan memberikan kamu makan. " ucap polisi itu . Sebenarnya dia sudah mulai jengkel dengan Ais.

Dari tadi setiap di beri pertanyaan maka Ais akan menjawab dengan tegas dan tenang tanpa rasa takut.

" apa yang harus saya akui pak. Kesalahannya apa yang saya perbuat hingga saya berada disini. Dari tadi saya juga heran, kalian mengatakan saya salah . Tapi tanpa menunjukkan bukti. Dan lagi kalian mengatakan bahwa ada saksi. Lho mana saksinya.  " lalu Ais mendekati polisi itu serta berbisik. " apa karena Juwita sepupu mu ,? " lalu Ais duduk kembali dengan tenang.

Sontak polisi itu kaget. Demi menutupi rasa gugupnya dia pun menggebrak meja.

Brakkkkk

" akui semuanya, jangan banyak bicara. Atau aku akan menyiksa kamu hingga babak belur.. ,," ancamannya dengan tatapan tajam.

Ais hanya tersenyum melihat tingkah polisi itu.

" ckckckck,,,"

Ais hanya berdecak jengkel dengan kelakuan polisi tersebut.

Tanpa banyak bicara Ais pun mendekat ke arah nya.

Dan dia membisikkan sesuatu

Mendengar bisikan Ais dia jadi gugup sekaligus kaget.

Dari mana Ais tahu Pikirnya.

" jangan macam-macam kamu,, " ucapnya setelah sadar dari keterkejutan nya" bukti apa yang kamu miliki hingga berani mengancam saya seperti itu ,?" Ucapnya dengan nada rendah.

.

Takut akan diketahui oleh orang-orang di sekitar.

Apalagi itu adalah hal yang  harus dia tutupi dari pihak berwajib.

Ais tersenyum miring melihat itu

" jangan kau fikir saya hanya orang awam tidak tahu apa apa. " Ucapnya sambil melihat polisi itu." Dan saya juga tahu jika Juwita itu sepupu mu ,, " Ais mendekati polisi itu lalu berbisik " sepupu yang sudah di pupuk dengan hubungan ranjang hangat setiap ada kesempatan, tanpa ketahuan istri,, asyik juga " lalu Ais duduk kembali dengan tenang seakan tidak terjadi apapun.

" kamu,,,, apa yang kamu inginkan?" Tanyanya kemudian

" yahh cukup bebaskan saya dan jangan pernah usik lagi hidup ku. Oh ya soal Juwita katakanlah padanya kalau kebebasan ku Memang saya tidak terbukti bersalah, simple kan?" Tanya Ais santai.

" baiklah,, kebetulan juga kasus ini pun belum saya masukkan berkas nya. Jadi kamu boleh pulang sekarang.  Setelah ini jangan katakan pada siapapun tentang yang kamu tau" ucap polisi itu

" oke deal,, urus Juwita, kalau dia masih mengusik sedikit saja keluarga ku.. kek" ucap Ais sambil meletakkan tangannya di leher dan memperagakannya.

" Baiklah,, "

Ais langsung di bebaskan malam itu juga.

Ais pulang diantar oleh salah satu staf polisi yang kebetulan bertugas malam itu.

******

.

Dirumah pak Ramli

Pak Ramli dan Husna begitu gelisah menunggu kedatangan Ais. Sesekali mereka melihat keara pintu untuk melihat apakah Ais sudah kembali atau belum.

Sedangkan Raditya hanya saja tak melakukan apa-apa.

Jangan tanyakan Adiba dan Alya. Karena Ais di Tangkap polisi Mereke berdua langsung pulang sore itu juga

Fuad dan Alex mereka sedang berunding bagaimana caranya agar Ais di bebaskan.

Bahkan Alex sudah menelpon orang suruhan nya agar dikirim kan uang untuk membebaskan Ais...

Tepat pukul sebelas malam. Ais akhirnya sampai dirumah.

Tok tok tok tok

" Asalamualaikum ayah,, "

Ais mengucapkan salam ketika sampai

Husna dan pak Ramli saling pandang lalu bergegas membuka pintu.

" Aisha,, akhirnya kamu pulang juga nak.  Ayah begitu khawatir kalau-kalau Ais akan di penjara*ucap pak Ramli saymb memeluk Ais dengan erat

" Ais baik baik saja ayah,, lihat Ais pulang kan ?" Ucap Ais lalu bergegas masuk.

" Alex , Fuad Ais sudah pulang.. " ucap Husna.

" Alhamdulillah,"seru Mereka bersamaan.

" Ais mau mandi dulu,, badan Ais lengket, dan makeup Ais pun belum terhapus.. " ucapnya lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

.

" apa saya bilang tadi,, Ais pasti pulang. Ayah seperti tidak mengenal Ais saja. " kini Raditya yang berbicara. ..

" walau bagaimanapun ayah tetap khawatir Raditya,, adikmu itu masih kecil " kata pak Ramli.

" kecil apanya ayah ? Ais sudah menikah tuh suami nya." Kata Raditya lalu menunjuk Alex yang berdiri di sebelah nya.

" ah iya,,, ayah sampai lupa kalau ada menantu ayah disini.. maafkan ayah Alex,, ayah terlalu khawatir sehingga tidak memikirkan Alex hari ini. " Ucap pak Ramli dengan penuh penyesalan

" Tidak apa-apa ayah. Alex mengerti,, lagi pula masih ada kak Fuad yang menemani ku sejat tadi. *" ucap Alex lalu merangkul Fuad .

Keluarga pak Ramli sangat lega setelah Ais pulang dari kantor polisi.

***

Sedangkan Juwita Begitu murka setelah mengetahui jikalau Ais telah dibebaskan oleh sepupunya itu.

Juwita semakin geram ketika mengetahui jika Ais bebas kerena mengancam polisi yang sudah Juwita perintah kan.

Sialnya lagi rahasia yang di tutupi dengan rapi malah Ais tahu semua.

,

" ahkkkkk, gagal semua rencana ku .. semua gara gara kamu Ais. Argggg" teriaknya frustasi.

" bagaimana pun caranya Alex harus menikah denganku.. " ucapnya sambil tersenyum menyeringai.

" awas saja kalian. Akan ku buat kalian menyesal.. " lagi lagi Juwita mengumpat Ais.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!