NovelToon NovelToon
Suami Mafiaku

Suami Mafiaku

Status: tamat
Genre:CEO / Action / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: AinaAsila

Jennie Ruby Jane (29) mengakhiri hidupnya dengan penyesalan terdalam. Di kehidupan pertamanya, ia dibutakan oleh cinta semu Choi Reynard, pemuda licik yang membuatnya mengkhianati suaminya yang perkasa, Limario Thomas Vincentius, dan menelantarkan putri kecil mereka, Kenzhi. Puncaknya, Jennie secara tragis menyebabkan kematian ibu mertua yang sangat menyayanginya.

Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Jennie terbangun di masa lalu, tepat di saat ia masih menjadi "Ratu" di rumah megah keluarga Vincentius. Kini, dengan ingatan masa depan, Jennie bersumpah tidak akan menjadi domba yang tersesat lagi. Ia akan memanjakan suami mafianya yang dingin namun bucin, melindungi putrinya, dan menjaga ibu mertuanya. Sambil membangun kembali kebahagiaan keluarganya, Jennie merajut jaring balas dendam untuk menghancurkan Choi Reynard hingga ke akarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AinaAsila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. School for the elite

Lima Tahun Kemudian.

Pegunungan Alpen yang diselimuti salju abadi menjadi latar belakang megah bagi Institut Le Rosey, sekolah paling eksklusif di dunia. Di sini, anak-anak raja, taipan, dan pemimpin dunia dididik untuk menguasai masa depan. Namun, tahun ini, atmosfer sekolah tersebut berubah dengan kedatangan dua bersaudara dari keluarga Vincentius.

Kedatangan Sang Ratu Perak dan Pangeran Hutan

Sebuah limusin hitam berhenti di depan gerbang utama. Kenzhi Ruby Vincentius (14 tahun) turun terlebih dahulu. Ia telah tumbuh menjadi gadis dengan kecantikan yang dingin dan mengintimidasi. Rambut hitamnya dibiarkan terurai, kontras dengan seragam sekolahnya yang rapi. Di pergelangan tangannya, jam tangan mewah bermerek khusus menutupi garis perak yang terkadang masih berpendar jika ia merasakan bahaya.

Di belakangnya, Arkano (9 tahun) melangkah keluar. Ia tidak lagi tampak seperti balita polos. Tatapan matanya tenang namun tajam, seolah ia bisa melihat menembus jiwa siapa pun yang menatapnya. Di bahunya, seekor burung elang pegunungan kecil hinggap dengan tenang—hewan peliharaan yang secara ajaib diizinkan oleh pihak sekolah setelah "negosiasi" khusus dari Limario.

"Ingat tujuan kita di sini, Arka," bisik Kenzhi tanpa menoleh. "Mummy mengira kita di sini untuk belajar diplomasi, tapi Daddy tahu kita di sini untuk berburu."

Arkano mengelus bulu elangnya. "Elang ini bilang ada banyak kamera tersembunyi di asrama putra. Tapi tidak ada yang secepat penglihatannya. Aku akan tahu di mana 'Sang Arsitek' bersembunyi."

Reputasi "The Silver Queen"

Baru satu minggu berada di sekolah, Kenzhi sudah mendapatkan julukan "The Silver Queen". Dalam kelas Strategi Ekonomi, ia berhasil memprediksi keruntuhan pasar komoditas simulasi hanya dalam waktu sepuluh menit, membuat profesornya terpaku.

Bukan karena ia pintar—meskipun ia memang jenius—tapi karena ia bisa "melihat" probabilitas masa depan lima detik lebih cepat dari kenyataan.

Di kafetaria, sekelompok siswa senior mencoba mengintimidasi mereka. "Vincentius? Kudengar ayahmu hanyalah seorang mafia yang beruntung," ejek seorang remaja laki-laki, anak dari seorang menteri di Eropa.

Kenzhi bahkan tidak mendongak dari bukunya. "Dalam lima detik, kau akan tersedak minumanmu sendiri, dan dalam sepuluh detik, kau akan menerima pesan singkat bahwa ayahmu baru saja kehilangan jabatannya karena skandal pencucian uang yang ditemukan oleh tim audit ayahku pagi ini."

Uhuk! Remaja itu tiba-tiba tersedak. Detik berikutnya, ponselnya bergetar. Wajahnya pucat pasi saat membaca pesan tersebut. Ia mundur dengan ketakutan, menatap Kenzhi seolah gadis itu adalah iblis.

Sementara itu, Arkano mulai membangun jaringan intelijennya sendiri. Melalui burung-burung, tikus-tikus di dinding asrama, hingga anjing penjaga sekolah, Arkano mengumpulkan bisikan-bisikan rahasia dari para petinggi sekolah.

Malam itu, Arkano menyelinap ke asrama Kenzhi melalui balkon. "Kak, burung hantu di hutan belakang melihat seseorang masuk ke gudang bawah tanah setiap jam dua pagi. Pria itu tidak menggunakan kartu akses, tapi menggunakan sidik jari yang identik dengan... milik Daddy."

Kenzhi menghentikan aktivitasnya. "Identik dengan Daddy? Itu tidak mungkin. Daddy ada di Indonesia bersama Mummy."

"Bukan Daddy kita," lanjut Arkano dengan nada serius. "Tapi pria bertopeng dari Swiss itu. Subjek pertama yang kau bilang seharusnya sudah mati."

Pertemuan Pertama dengan Sang Arsitek

Kenzhi dan Arkano memutuskan untuk menyelidiki gudang bawah tanah malam itu juga. Dengan kemampuan Kenzhi menghindari sensor dan kemampuan Arkano membungkam anjing penjaga, mereka berhasil mencapai ruang rahasia di bawah akademi.

Di sana, mereka menemukan sebuah laboratorium yang sangat mirip dengan Proyek Chronos di Macau, namun lebih kecil dan lebih stabil. Di tengah ruangan, seorang pria berdiri membelakangi mereka.

"Aku sudah menanti kalian, anak-anak Vincentius," ucap pria itu. Ia berbalik, dan Kenzhi terkesiap. Pria itu memang mirip Limario, namun wajahnya hancur oleh bekas luka dan matanya berwarna perak pucat—efek samping dari perjalanan waktu yang terlalu sering.

"Kau... pria dari Zurich," desis Kenzhi.

"Panggil aku Arsitek," ucap pria itu. "Aku adalah Limario dari masa depan yang gagal. Aku tidak ingin menyakiti kalian. Aku justru ingin memperingatkan kalian.

Jennie... ibumu... dia tidak benar-benar kehilangan ingatannya. Dia menyembunyikannya dari kalian agar kalian tetap memiliki motivasi untuk menjadi kuat."

Kenzhi membeku. "Mummy... pura-pura lupa?"

Tiba-tiba, alarm sekolah berbunyi. Di layar monitor, terlihat Limario dan Jennie yang asli baru saja mendarat di helipad sekolah dengan wajah penuh amarah.

"Sepertinya orang tuamu tidak suka aku menghubungi kalian," Sang Arsitek tersenyum tipis. "Permainan yang sesungguhnya dimulai sekarang. Selamat datang di perang antar waktu."

Labirin Kebohongan

Suasana di dalam laboratorium bawah tanah itu mendadak menjadi sangat dingin. Udara terasa statis, membuat bulu kuduk Kenzhi berdiri. Di depannya, pria yang menyebut dirinya Sang Arsitek menatapnya dengan kesedihan yang tersembunyi di balik mata peraknya yang pucat.

"Mummy... pura-pura lupa?" Kenzhi mengulang kalimat itu dengan suara yang bergetar. Selama lima tahun, ia memikul beban sebagai pelindung keluarga agar ibunya bisa hidup tenang. Jika semua itu hanya sandiwara, maka untuk apa ia mengorbankan masa kecilnya di medan latihan?

"Jennie Ruby Jane adalah seorang pejuang, Kenzhi," ujar Sang Arsitek sambil berjalan mendekati tabung energi di tengah ruangan. "Dia tahu jika dia menunjukkan bahwa dia ingat, musuh-musuh dari masa depan tidak akan pernah berhenti mengejar. Dia memilih menjadi 'lemah' agar kau dan Arkano tumbuh menjadi 'kuat'. Dan lihatlah kalian sekarang... kalian adalah mahakarya dari sebuah garis waktu yang seharusnya tidak ada."

Di luar laboratorium, di lorong-lorong sempit bawah tanah, Arkano tiba-tiba memegangi telinganya. "Kak Kenzhi! Berhenti bicara! Tikus-tikus di sini... mereka semua lari!"

Arkano merasakan getaran frekuensi rendah yang tidak bisa didengar manusia biasa. "Ada sesuatu yang besar sedang memanas di bawah kaki kita. Sekolah ini... sekolah ini bukan bangunan biasa!"

Kenzhi segera mengaktifkan kemampuan penglihatannya. Garis perak di lengannya bersinar terang. Dalam penglihatan lima detiknya, ia melihat lantai laboratorium retak dan semburan energi biru menghancurkan segalanya.

"Lari, Arka!" Kenzhi menarik tangan adiknya.

Namun, Sang Arsitek menghalangi jalan mereka. "Jangan lari ke atas. Ayah dan ibumu sedang menuju ke sini, dan mereka masuk ke dalam jebakan. Sekolah ini adalah sebuah stasis chamber. Jika diaktifkan, waktu di dalam area ini akan membeku selamanya. Kalian akan menjadi koleksi abadi dalam sejarah."

Konfrontasi di Helipad

Di atas permukaan, di helipad mewah Institut Le Rosey, Limario dan Jennie melangkah turun dari helikopter dengan langkah seribu. Limario memegang senjata taktisnya, sementara Jennie tampak sangat tenang—terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja mengetahui anak-anaknya dalam bahaya.

"Lim, mereka di bawah sektor C," ucap Jennie dengan nada dingin.

Limario menoleh pada istrinya. "Bagaimana kau tahu? Hans bahkan belum selesai meretas denahnya."

Jennie berhenti melangkah. Ia menatap suaminya, dan untuk pertama kalinya dalam lima tahun, sorot mata "Ratu Masa Depan" itu kembali. "Karena aku yang mendesain prototipe tempat ini di kehidupan pertamaku, Limario. Aku sudah bilang, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh anak-anakku lagi."

Limario tertegun. "Kau... kau ingat segalanya?"

"Aku tidak pernah lupa, Lim. Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menghabisi siapa pun yang tersisa dari Proyek Chronos," jawab Jennie sambil mengeluarkan sebuah alat pemicu dari balik gaunnya. "Dan hari ini, sekolah ini akan menjadi kuburan bagi Sang Arsitek."

Pertemuan Dua Generasi

Pintu lift bawah tanah terbuka dengan dentuman keras. Kenzhi dan Arkano berlari keluar, hanya untuk bertemu dengan orang tua mereka di lorong utama yang remang-remang.

Kenzhi berhenti mendadak. Ia menatap ibunya dengan tatapan yang penuh luka dan kemarahan. "Mummy... kenapa?"

Jennie mendekat, mencoba menyentuh pipi Kenzhi, namun Kenzhi mundur selangkah.

"Kau membiarkanku merasa sendirian memikul semua ini selama lima tahun, Mum," bisik Kenzhi. "Kau membiarkan aku menjadi monster agar kau bisa tersenyum?"

Sebelum Jennie bisa menjawab, suara tawa Sang Arsitek bergema melalui pengeras suara di seluruh koridor. "Drama keluarga yang indah. Tapi sayangnya, kalian lupa satu hal: mesin ini sudah mulai menghitung mundur. Dalam tiga menit, pegunungan Alpen akan menghilang dari peta, dan kalian akan terjebak dalam detik yang sama selamanya."

Tanah mulai berguncang hebat. Arkano melihat melalui jendela kaca kecil ke arah hutan; hewan-hewan liar di luar sana membeku di tempat, seolah waktu sudah mulai berhenti di pinggiran sekolah.

1
Gustinur Arofah
sangat menakjubkan ceritanya, syukaa🤗🤗🤗🤗
Ratna Wati
Ini Ceritanya Masih Lanjut Ngga?
Rubyred
ceritanya menarik aku suka lanjut
Rubyred
cerita yang menarik dan bagus penuh intrik dan misterius
Umi Zein
mummy Kya mayat yg di awetkan. /Shy//Shy/mommy lebih baik panggilan nya/Chuckle//Smile/
Umi Zein
looh kan udh balik dr RS. kok Ruang VIP RS?!😂😂
Umi Zein
Kaka judulnya bisa bahasa Indonesia aja gak?!😭😭 soalnya aku syediih karna gak ngerti🤣🤣🤣
Gustinur Arofah
ceritanya sangat menarik dan alurnya tidak bertele-tele, penulisan rapi jd enak bacanya🤗🤗🤗🤗
Gustinur Arofah
ceritanya sangat menarik dan satset tanpa bertele-tele, jd setiap baca slalu deh degan dan tidak mudah di tebak alurnya🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!