NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:183.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uang Jajan

Malam itu suasana ruang makan keluarga Atlas terasa hangat dan tenang, hidangan penutup masih tersaji rapi di meja. Terlihat para pelayan berdiri berjejer rapi.

Naomi duduk di antara Max dan Nyonya Arumi, perutnya kenyang, hatinya pun terasa jauh lebih penuh dibandingkan setahun terakhir yang ia lalui.

Nyonya Arumi mengelap bibirnya dengan tisu, lalu menoleh ke arah Naomi dengan senyum penuh kasih.

“Naomi,” katanya lembut, “ini untukmu.” Ia menyodorkan sebuah kartu hitam mengilap.

Naomi berkedip, menatap kartu itu sejenak. “Ma … ini apa?”

“Kartu tanpa batas,” jawab Nyonya Arumi santai, seolah itu hanya kartu belanja biasa. “Mama ingin kamu pakai sesukamu. Anggap saja ini, pengganti semua yang tidak pernah kamu dapatkan selama setahun belakangan ini.”

Ya, semenjak Naomi masuk ke kediaman Eliois, ia menolak uang dari keluarga Atlas dan bodohmya Naomi seperti orang miskin di sana.

Naomi terlihat terdiam sepersekian detik, lalu matanya langsung berbinar terang. Tanpa ragu, ia menerima kartu itu dengan kedua tangan.

“Terima kasih, Ma,” katanya tulus. “Aku janji tidak akan boros … eh tidak terlalu boros.”

Nyonya Arumi tertawa kecil.

Belum sempat Naomi menyimpan kartu itu, Tuan Bastian ikut menyelipkan satu kartu lain ke hadapannya.

“Ini dari Papa,” katanya sambil tersenyum bangga. “Uang jajan putri Papa.”

Naomi menatap kartu kedua itu, lalu mendongak dengan ekspresi nyaris tidak percaya. “Papa serius?”

“Tentu saja,” jawab Tuan Bastian. “Putri Papa pulang ke rumah. Masa uang jajannya kalah dari orang luar?”

Naomi langsung tertawa kecil, wajahnya berseri-seri. “Terima kasih, Pa!”

Naomi laalu menoleh ke samping ke arah Max.

Dengan santai, Naomi menadahkan tangannya ke depan Max, telapak tangannya terbuka lebar.

Max menatap tangan itu, lalu menatap wajah Naomi dengan alis berkerut.

“Apa?” tanyanya dingin.

Naomi berdecak kesal. “Kak Max, masa uang jajan dari Mama dan Papa sudah ada, dari Kak Max belum?”

Tuan Bastian dan Nyonya Arumi langsung saling pandang, lalu terkekeh kecil.

Max menyilangkan lengannya. “Kamu mau apa?”

Naomi menyeringai. Belum sempat ia menjawab, Max melanjutkan dengan nada datar,

“Saham? Mall? Perusahaan? Mobil baru? Atau pulau?”

Mata Naomi langsung berbinar semakin terang. Ia mencondongkan tubuh sedikit ke arah Max, senyumnya berubah jahil. “Kalau boleh … aku mau semuanya.”

Tanpa ragu sedikit pun, Max mengangguk. “Baik.”

Max langsung mengambil ponselnya dan menekan nomor asistennya.

Naomi langsung panik. “Eh—tunggu! Kak Max!” Ia buru-buru meraih tangan Max, menahan ponsel itu. “Aku bercanda!”

Max menoleh, menatapnya datar. “Sudah terlanjur.”

Naomi membeku. “Terlanjur … apa?”

“Perintahnya sudah jalan, dan tidak boleh dibatalkan lagi,” jawab Max singkat.

Mata Naomi membulat sempurna. Jantungnya berdetak kencang. Dalam hati ia benar-benar kacau, ia memang membutuhkan uang, bahkan sangat banyak, untuk misi dan persiapan menghadapi badai salju itu. Naomi berencana akan membeli bahan pangan dan lainnya dengan uang itu. Tapi bukan seperti ini. Bukan tanpa perlawanan. Bukan tanpa alasan yang masuk akal.

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu berkata cepat dengan wajah serius, “Tidak perlu, Kak. Sungguh. Aku cuma bercanda.”

Max menatapnya, ekspresinya tak berubah. “Kenapa?”

Naomi terdiam sejenak, lalu berkata pelan, “Nanti, apa yang Kakak mau jadikan mahar untuk calon istri Kakak, kalau semuanya kakak berikan padaku?”

Ucapan itu membuat Max terdiam. Untuk pertama kalinya sejak malam itu, ekspresi Max benar-benar berhenti.

Ia menatap Naomi lama. Kamu calon istriku.

Kalimat itu hanya terucap di dalam hatinya, tapi tidak keluar dari bibirnya.

Tuan Bastian melirik istrinya, lalu tersenyum kecil. “Naomi,” katanya santai, “terima saja. Biar Max yang pusing cari uang lagi.”

“Iya,” sambung Nyonya Arumi. “Dia memang begitu. Kalau sudah niat memberi, tidak pernah setengah-setengah.”

Naomi menghela napas panjang. Akhirnya, ia menurut. Dengan wajah cemberut, ia meletakkan dagunya di atas meja, pipinya sedikit mengembang.

“Kenapa rasanya aku malah seperti orang yang dipaksa kaya, sih?” gumamnya pelan.

Max melirik sekilas ke arahnya. “Biasakan saja,” katanya dingin. “Kamu anak keluarga Atlas dan juga nyonya keluarga Atlas.”

Perkataan terakhir Max hanya tentu ia berani ucapkan dalam hatinya.

Naomi mendengus kecil, tapi sudut bibirnya tak bisa menahan senyum tipis.

*

Pagi itu udara di sekitar Universitas Volkov terasa sejuk. Bangunan-bangunan megah bergaya klasik berdiri anggun, dipenuhi mahasiswa yang berlalu-lalang. Mobil hitam yang ditumpangi Naomi berhenti tepat di area drop-off khusus.

Naomi turun sambil menyampirkan tas di bahunya. Ia menatap gerbang universitas itu sejenak, bibirnya melengkung tipis.

“Akhirnya,” gumamnya.

Begitu melangkah masuk, dari kejauhan ia sudah melihat tiga sosok yang sangat dikenalnya. Yura dengan rambut pendeknya yang terlihat sporty, Sonya yang anggun dengan senyum lembut, dan Timmy yang berdiri sambil melambaikan tangan dengan penuh semangat.

“Naomi!” seru Timmy lantang tanpa memedulikan tatapan mahasiswa lain.

Yura dan Sonya turut melambaikan tangan.

Naomi segera menghampiri mereka. Namun, alih-alih tersenyum, wajahnya justru tampak cemberut.

“Kalian tahu tidak, aku pulang ke kediaman keluarga Atlas kemarin,” oceh Naomi begitu berdiri di hadapan mereka.

Yura mengangguk singkat. “Kami tahu.”

“Tapi kenpa tidak satu pun dari kalian datang menjemputku,” lanjut Naomi sambil menyilangkan tangan di depan dada. “Sebagai sahabat, apakah kalian tidak merasa bersalah?”

Timmy refleks mengangkat kedua tangannya. “Tunggu sebentar. Jangan langsung menuduh seperti itu.”

Sonya tersenyum canggung. “Naomi, sebenarnya kami—”

“Kalian memiliki urusan mendadak,” potong Yura

Naomi sambil menghela napas kecil. “Alasan yang sangat klasik.”

Ketiganya saling berpandangan.

Sonya akhirnya berbicara. “Benar. Kami memiliki keperluan mendadak.”

Timmy mengangguk cepat. “Ya, sangat mendadak.”

Naomi menyipitkan mata, menatap mereka satu per satu. “Kenapa jawaban kalian terdengar sangat kompak?”

Sonya terkekeh pelan. “Itu hanya kebetulan.”

Dalam hati, ketiganya terdiam bersamaan.

Bagaimana mungkin mereka mengatakan yang sebenarnya? Bahwa Max Atlas kakak angkat Naomi yang terkenal dingin dan memiliki aura menekan secara tidak langsung membuat Timmy tidak diizinkan mendekat. Tatapan Max kemarin saja sudah cukup membuat Timmy merasa terintimidasi.

Naomi akhirnya mendengus kecil. “Baiklah. Kali ini aku akan percaya kalian.”

Timmy menghela napas lega. “Syukurlah.”

Yura menepuk bahu Naomi dengan ringan. “Yang terpenting, kamu sudah kembali ke rumah Atlas. Kamu terlihat lebih hidup.”

Sonya mengangguk setuju. “Benar. Wajahmu tampak berbeda.”

Naomi terdiam sejenak, lalu tersenyum kecil. “Aku juga merasakannya.”

“Mari kita masuk,” ujar Yura. “Jika terlambat lagi, dosen bisa sangat tidak bersahabat.”

Timmy meringis. “Itu bukan kemungkinan. Itu kepastian.”

Keempatnya berjalan berdampingan menuju gedung Fakultas Bisnis. Beberapa mahasiswa melirik Naomi, sebagian berbisik pelan. Nama Atlas memang bukan nama yang asing di kampus itu.

Naomi berpura-pura tidak menyadarinya.

Di dalam kelas, mereka segera menempati tempat duduk yang biasa dua bangku panjang di bagian tengah.

.

1
vj'z tri
akhir nyaaaaaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kenapa gak jatuh beneran sih biar akoh senang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
selesai masalah di tangan max /Angry//Angry//Angry//Angry/
vj'z tri
sabar max sabar /Determined//Determined//Determined//Determined/
Nor Azlin
kenyataan itu pahit untuk di dengarkan yah ...bodoh amat tidak sedikit pun curiga sama sekali ni orang...Coba untuk sekali ini kamu lihat & dengar mengenai nya apa salah nya ayo Max tunjukkan bukti pada nya pasti kamu punya tu kannn😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
sifat asli seseorang itu akan terlihat masa dewasa nya yah kerana itu adalah sifat yang di turunkan oleh keluarga asli nya ...Vivian bukan dibesarkan sedari bayi tapi sudah belita kerana orang tua nya kemalangan mobil maka mereka mati di rumah sakit sebelum mati dia menyuruh kedua suami isteri Elios untuk menjaga nya yah...nah pada kemana kerabat keluarga nya si Vivian pasti ada kan ...mustahil banget kalau satu pun keluarga nya tidak ada sama sekali yah CK CK CK pasti ada koperasi di dalam nya kan ...kemungkinan orang tua Vivian sudah merencanakan itu yah atau sebalik nya aku pun penasaran ni bagai mana cerita nya deh😂😂 lanjutkan thor
Cindy
lanjut
syh 03
di kira seorang max ga bisa mukul perempuan..klo perempuanya kya ular betina viviane..emang pantas di gampar ampai keok 😆
Nor Azlin
aku rasa di maafkan aja tapi tidak dengan Vivian nya ...walau bagai mana pun mereka orang tua yang melahirkan nya ...namun dengan itu jangan memaafkan mereka demi kedua kakek nenek nya Naumi ...perkara yang menakutkan orang adalah dimaafkan tapi tidak diakui oleh anak sendiri itu lebih menyakiti nya itu bagi hukuman yang pantas ...buat Vivian biar keluarga Elios yang membuangkan nya kalau mereka memilih nya maka mereka tidak mendapat tempat di kalangan orang-orang yang ingin selamat yah...tapi bagi aku biarkan aja keluarga nya membusuk deh kalau masih membawa anak angkat nya itu ...bagi aja kakek nenek mu tempat biar mereka hidup bahagia bersama dengan mu 😂😂😂itu pendapat aku yah peribadi ...lanjutkan thor
Arbaati
kapokmu kapan
Kusii Yaati
nah kan kena gampar sama max, terlalu kepedean sih... tubuh max itu terlalu mahal untuk di sentuh sama yang murahan kayak elo... sakit nggak seberapa tapi malunya luar biasa, udah di tolak di depan umum kena gampar pula 🤣🤣🤣🤣
Atalia
mampus kau vivian 😂😂😂
Silla Okta
babang max emang the best,,, gak mungkin tergoda sama ulet keket,,,,, 🤣🤣🤣🤣🤣 next Thor
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tumaan 🤣🤣 dipuskn berpa pri tuh 😤
Eka Haslinda
babang Max Seraaamm 👍👍👍
Hary Nengsih
salah sasaran y 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Si Zane ini sensi banget dah 🤣
Nor Azlin
Rasakan lah anak orang lain yang kalian jaga & anggap anak sendiri malah menikam kalian dari belakang🤣🤣🤣🤣ini lah karma yang kalian cari sendiri ...buat yang kayak nyonya sama tuan Elios ini berpada2 lah mau menjaga anak orang yang kehilangan kedua orang tua nya kerana ini sangat berbahaya akibat nya mereka membuang anak sendiri kedesa namun meranti kan anak orang lain menjadi puteri mereka...sesuatu kebenaran sangat menyakitkan di saat semua nya terbongkar dengan sendiri disaat kalian di ambang kehancuran bukan bisa menolong malah membinasakan masa depan kalian semua yah 😂😂😂semoga ini titik pelajaran buat kalian para manusia busuk darah daging sendiri dituduh2 Mulu dasar orang tua bodoh percaya dengan orang luar berbanding anak yang di kandung kan nya sendiri ...ini lah contoh orang tua bodoh sudah ada anak sendiri masih mau ambil lagi beban yang akan membinasakan diri mereka sendiri deh...lanjutkan thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mantap Max walau menurut saya kurang tp tak apa itu sebagai perkenalan sama Viviane 😉😏😅
Passolle
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!