NovelToon NovelToon
Tergoda Paman Tunanganku

Tergoda Paman Tunanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Terlarang
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

💗 Dijodohkan dengan keponakannya malah tergoda dengan pamannya.

------------- 💫

‎Viona dijodohkan dengan anak dari sahabat mendiang ayahnya yang bernama Farel. Awalnya Viona menyetujui, namun kehadiran Arsen yang merupakan paman dari Farel menggoyahkan hatinya.

‎Bukan sekedar ingin ikut menjaga, tapi sikap yang Arsen tunjukkan lebih dari itu. Kedekatan yang terjalin diantara keduanya membawa mereka pada hubungan yang tak seharusnya.

‎"Jatuhnya begitu alami. Ataukah, kamu memang sengaja ingin menggodaku?" - Arsen.

‎Ketika rahasia hubungan mereka mulai terbongkar, ketegangan melanda keluarga besar. Viona harus memilih antara memenuhi harapan mendiang ayahnya dengan menikahi Farel, atau mengikuti hatinya yang menginginkan Arsen.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35 : Malam yang direncanakan.

‎Arsen menarik diri dengan cepat, menjauh dari sentuhan bibir Viona yang membuat seluruh tubuhnya gemetar. Matanya yang biasanya tenang kini penuh dengan konflik yang mendalam, antara rasa ingin yang membakar dan kesadaran akan batasan yang tidak boleh dilanggar.

‎‎ "Viona, ini sudah terlalu larut. Aku antar kamu ke kamarmu sekarang," ucapnya dengan suara yang masih serak, tangannya menggenggam bahu gadis itu dengan lembut. "Besok kamu harus bangun pagi dan berangkat ke kantor. Atau... kamu sengaja ingin datang terlambat, supaya aku bisa memberimu hukuman?"

‎‎Viona memaksakan sebuah senyuman tipis diwajahnya. "Aku tidak akan datang terlambat, Paman." dia menghela napas pelan, "Baiklah. Paman tidak perlu mengantarku, aku akan keluar sendiri,"

‎‎Viona menurunkan pandangannya, langkahnya terasa berat saat dia akan meninggalkan ruangan itu. Sebenarnya dia sudah menunggu Arsen sejak lebih dari satu jam yang lalu di kamar pria itu, menyusun ulang buku-buku yang selalu rapi di rak sebagai alasan untuk tetap bisa berada disana.

Hingga saat mendengar suara mesin mobil Arsen pulang, hatinya berdebar kencang saat itu dan dia segera keluar dari kamar, berniat turun ke lantai dasar untuk menyambutnya dan menanyakan apa saja yang terjadi diperjalanan saat mengantar Clara pulang. Namun sebelum sempat menuruni tangga pertama, suara keras paman Bima yang memanggil nama Arsen terdengar jelas, membuat Viona mengurungkan niatnya untuk menemui Arsen.

‎‎Arsen tidak bisa menahannya lagi. Sebelum tangan gadis itu sempat menyentuh pegangan pintu, dia melangkah cepat dan menahan lengan Viona, menariknya mendekat ke arah dirinya.

‎‎Matanya yang penuh konflik kini hanya terpaku pada bibir Viona yang sedikit pucat. Tanpa satu katapun keluar dari mulutnya, dia membungkuk dan langsung mencium bibir gadis itu dengan sedikit tergesa.

‎‎Viona terkejut, tapi dia tidak menolak ciuman itu. Matanya terpejam dan kedua tangannya menggenggam lengan Arsen dengan erat, seolah ingin menjaga agar sentuhan itu tidak segera berlalu. Ciuman itu penuh dengan emosi, rasa cinta yang hangat, kerinduan yang mendalam, dan sedikit rasa takut akan apa yang akan terjadi selanjutnya.

‎‎Saat bibir mereka terpisah, keduanya hanya bisa saling menatap, napas mereka masih terengah-engah akibat kejutan dan emosi yang meluap. Arsen menangkup wajah Viona, matanya kini penuh dengan kesedihan dan keputusasaan.

‎‎"Aku mencintaimu, Viona," ucapnya dengan suara yang serak, "Maaf aku tidak bisa menghalangi Farel untuk mengajakmu pergi nanti. Tapi aku janji, aku akan selalu berada di dekatmu untuk menjagamu."

‎‎Viona menggelengkan kepalanya perlahan, air mata mulai menetes di pipinya. Dia meraih tangan Arsen yang menangkup wajahnya, menyentuhnya dengan lembut.

‎‎"Paman tidak perlu merasa bersalah tentang itu," bisiknya, suara penuh kehangatan meskipun sedikit bergetar. "Aku tahu Paman sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melindungiku. Dan aku tidak ingin melihat Paman bertengkar dengan paman Bima hanya gara-gara aku."

‎‎Arsen menarik napas dalam, dia menyeka air mata di pipi Viona dengan ibu jarinya. "Kamu tidak perlu merasa bersalah, ada tidak ada kamu juga kami sudah biasa bertengkar."

‎‎Arsen mendekatkan diri dan berbisik ditelinga gadis itu, "Jadi mau tetap disini dan tidur denganku atau---"

‎‎Viona menjauhkan wajahnya cepat saat menyadari bisikan Arsen yang sedang menggodanya, tangannya yang menyentuh dada pria itu terkepal dan memukulnya lembut.

‎‎"Paman...!" wajahnya merona karena malu, dia mengulum senyum. "Aku menunggu Paman sebenarnya untuk mendengar penjelasan. Aku ingin tahu apa yang terjadi saat Paman mengantar Clara pulang tadi,"

‎‎Arsen tersenyum dan mengusap lembut kepala Viona, "Tidak terjadi apapun. Lebih baik sekarang kamu tidur karena ini sudah hampir jam satu pagi,"

‎‎Viona mengangguk meskipun sebenarnya dia masih ingin bertanya lebih banyak. "Baiklah, Paman, kalau begitu selamat beristirahat."

‎Arsen memberikan senyuman hangat, setelah Viona keluar dari kamarnya dan pintu kembali tertutup, dia menghela napas panjang. Napasnya keluar dengan berat seolah membawa seluruh beban yang ada di dalam dadanya.

‎‎Dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan mencari kontak asistennya, Ferry. Setelah beberapa detik, panggilan berhasil terhubung.

‎"Ferry, aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku."

-

-

-

‎‎Akhir pekan tiba lebih cepat dari yang diharapkan oleh Viona. Setelah berpamitan pada keluarga, dia pergi bersama dengan Farel menuju ke villa. Mobil melaju dengan kecepatan sedang di jalan raya yang mengarah ke pegunungan. Udara di dalam mobil bahkan terasa sedikit panas meskipun AC sudah dinyalakan.

‎‎Beberapa kali Farel menoleh ke arah Viona yang hanya duduk diam disampingnya.

‎‎"Sayang, apa kamu kepanasan?" tanyanya dengan nada yang mencoba terdengar perhatian, padahal pikirannya sudah terbuai dengan rencana jahat yang telah dirancangnya. "Nanti setelah sampai di villa udaranya akan lebih sejuk kok. Kita bisa bersantai bersama teman-temanku, mereka sudah menunggu kita disana."

‎‎Viona hanya mengangguk sebagai jawaban. Saat mobil masuk ke jalan kecil yang menuju villa, pemandangan mulai berubah menjadi lebih hijau dengan pepohonan yang rimbun di kedua sisi jalan. Udara menjadi lebih segar, tapi ketegangan di dalam hati Viona semakin meningkat. Ingin sekali dia menghubungi Arsen, tapi dia tidak bisa melakukannya karena takut Farel memergokinya.

‎‎"Besok aku akan membawamu melihat matahari terbit dari tepi danau, sayang. Aku sudah siapkan segala sesuatunya." ucap Farel.

"Ya, Rel," angguk Viona singkat.

Farel tahu Viona merasa tidak nyaman, tapi dia sama sekali tidak peduli. ‎‎Dia sudah mulai menghitung waktu didalam hatinya. Rencananya adalah memasukkan obat perangsang yang dia bawa kedalam minuman Viona, setelah itu dia akan menyuruh teman-temannya pergi meninggalkan villa dan menyuruh mereka menginap di hotel yang sudah dia siapkan sebelumnya.

‎"Aku hanya ingin kamu benar-benar menjadi milikku saja, Vio," bisik Farel dalam hati, menoleh sebentar ke arah Viona sebelum kembali fokus pada jalan. "Setelah malam ini, kamu tidak akan pernah bisa berpaling dariku lagi."

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
drama perpisahan di depan mata noh paman Bima🤧🤧
Zuri
mna bisa begitu... cobranya udah dapet sarang yg enak mana mau dilepas.. ehh/Silent//Silent/
Zuri
jujur lebih baik ya Vio
Zuri
mana bisa bgituu... yg jebol gawang Arsen loh/Slight//Slight/
Zuri
Farel itu ngamuknya gegara gagal unboxing🤣🤣
Zuri
disidang🤧🤧
zee
wah tambah seru nih
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak masih setia menyimak 🙏😁
total 1 replies
Zuri
salah sendiri punya pikiran kotor🤧🤧
🔥Violetta🔥: Nggak kotor nggak anuuun🤣🤣
total 1 replies
Zuri
sadar kali kak, bukan dasar/Silent/
🔥Violetta🔥: Efek mabok tulisan 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zuri
tenang saja vio.. pamanmu akan melindungimu🤭🤭
🔥Violetta🔥: Melindungi sampai kedalam-dalam 😅😅
total 1 replies
Mita Paramita
Arsen dan viona udh ga bisa dipisahkan ini🤣 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Sudah menyatu seakar-akarnya, Kak🤭🤣🤣
total 1 replies
Zuri
mereka lagi main bareng🤣
🔥Violetta🔥: Main bola /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zuri
sedia payung sebelum hujan🤣🤣
🔥Violetta🔥: Udah nahan dia dari lama 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
jebol juga akhirnya kalo godaannya gini
🔥Violetta🔥: Mana tahan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zuri
mau nerkam apa gimana dirimu Arsen😏😏
🔥Violetta🔥: Sudah tidak tahan dia 🤭🤭🤭
total 1 replies
Zuri
dirimu kn emang gak bisa jaga Vio. mau ngrusak iya/Smug/
Zuri
udah di bawa kabur🤣🤣
Zuri
rencanamu mau unboxing gagal total rell🤣
Zuri
mendadak jadi maling/Facepalm//Facepalm/
🔥Violetta🔥: Maling cinta 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
bukannya eemang itu ya yang kamu harapkan? hayoo ngakuu😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!