NovelToon NovelToon
Hiraeth

Hiraeth

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:86k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di sebuah mansion megah di perbukitan Bel-Air, nama Leonor Kaia hanyalah sebuah bisikan yang memudar, sebuah kesalahan statistik dalam silsilah keluarga Gonzales yang terobsesi dengan Anak Laki-laki.

"Kau lihat dia, Leonor?" suara dingin itu menghentikan langkah Leonor di bordes tangga.
Sang Ayah, David Gonzales berdiri di sana, menyesap wiskinya. Pria itu adalah pengusaha terkaya nomor empat di Los Angeles, namun di mata Leonor, dia hanyalah pria tua yang jiwanya telah membusuk oleh patriarki.

"Ethan adalah masa depan perusahaan. Dia adalah apa yang seharusnya kau jadikan cermin."

David Gonzales tidak pernah memanggilnya putriku. Baginya, Leonor adalah pengingat akan kegagalan kedua. Setelah istri pertamanya hanya memberikan seorang anak perempuan, David mengira menikahi "gadis miskin yang dia pungut" begitu istilah kejam keluarga besarnya, akan memberinya keberuntungan berbeda. Namun, Leonor lahir. Seorang bayi perempuan dengan mata yang terlalu mirip ibunya, lembut, namun tajam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#2

Pagi itu, langit Los Angeles tampak cerah, namun bagi Leonor Kaia, udara selalu terasa berat setiap kali ia menginjakkan kaki di universitas. Ia turun dari bus kota—sangat kontras dengan mahasiswa lain yang membawa kendaraan mewah—lalu mulai berjalan menuju gerbang besar kampus dengan tas sketsa besar di bahunya.

Leonor mengenakan blazer krem rancangannya sendiri yang dipadukan dengan rok plisket anggun. Rambut panjangnya terurai, berkilau di bawah sinar matahari. Ia tampak seperti perwujudan kelembutan, hingga sebuah deru mesin yang memekakkan telinga merobek ketenangan pagi itu.

Vroom!

Sebuah Lamborghini Revuelto hitam pekat melaju kencang, membelah genangan sisa hujan semalam tepat di samping trotoar.

Splas!

Cairan cokelat kotor menghantam sisi kanan tubuh Leonor. Cairan itu meresap ke serat blazer buatannya, mengotori roknya, bahkan memercik ke helai rambut hitamnya. Leonor mematung. Matanya menatap noda itu dengan napas tertahan. Itu bukan sekadar baju; itu adalah prototipe desain yang ia kerjakan selama dua minggu tanpa tidur.

Mobil itu berhenti mendadak beberapa meter di depan gerbang utama. Pintu scissor-nya terangkat ke atas dengan angkuh. Leonor tahu siapa pemiliknya. Di kampus ini, hanya ada satu orang yang berani mengemudi seolah jalanan adalah sirkuit pribadinya: Edgar Castiel Martinez.

Jika David Gonzales adalah orang terkaya nomor lima, maka keluarga Martinez adalah pemegang takhta nomor satu. MTZ Group bukan sekadar perusahaan; itu adalah kekaisaran teknologi dan kedirgantaraan. Dan Edgar adalah pewaris tunggalnya.

Edgar keluar dari mobil, menurunkan kacamata hitamnya, lalu menatap Leonor dari ujung kaki hingga kepala. Tatapannya tidak mengandung penyesalan, melainkan penghinaan dingin.

"Hei!" teriak Leonor.

"Trotoar itu lebar. Kau yang berdiri terlalu dekat dengan jalan," ucap Edgar datar sebelum Leonor sempat memprotes.

"Aku berdiri di jalur pejalan kaki! Kau yang mengebut seperti orang gila!" balas Leonor, suaranya bergetar.

"Kau tahu berapa lama aku mengerjakan ini? Kau pikir uang bisa mengganti waktu dan dedikasi?"

Edgar mendengus sinis. Ia merogoh saku, mengeluarkan dompet kulit buaya, dan menarik selembar cek yang sudah ditandatangani tanpa nominal. Ia menyodorkannya dengan dua jari.

"Tulis berapa pun yang kau mau. Beli baju baru, tas baru, atau beli mobil agar kau tidak perlu berjalan kaki lagi," ucapnya dingin. "Jangan membuang waktuku hanya untuk masalah kain kotor."

Leonor menatap cek itu, lalu beralih pada Edgar dengan kebencian murni. Pria ini adalah versi lebih muda dari ayahnya: sombong, memuja materi, dan menganggap manusia lain sebagai gangguan yang bisa diselesaikan dengan uang.

"Simpan uangmu, Martinez," Leonor menepis tangan Edgar hingga cek itu jatuh ke aspal basah. "Tidak semua hal bisa kau beli dengan kesombonganmu. Kau pintar, kau kaya, tapi kau tidak punya kelas."

Mahasiswa di sekitar mulai berbisik. Tidak ada yang pernah berani bicara seperti itu pada Edgar. Bahkan Ethan pun selalu menjilat agar bisa masuk ke lingkaran pergaulan pria itu.

Mata Edgar menyipit. Ada kilat ketertarikan yang gelap di sana. "Kau... gadis yang tidak punya marga itu, kan? Anak David Gonzales dari istri simpanannya?"

Kata-kata itu menghujam jantung Leonor. Rahasia keluarganya ternyata sudah menjadi konsumsi publik.

"Namaku Leonor Kaia," ucapnya tegas, meski matanya mulai berkaca-kaca. "Dan setidaknya aku tahu cara menghargai orang lain, sesuatu yang tidak diajarkan di kelas bisnismu yang mahal itu."

Leonor berbalik, berlari menuju toilet gedung desain untuk membersihkan noda itu bersama air matanya yang mulai jatuh. Di sana, ia bertemu Aurora yang baru saja selesai kelas akting.

"Ya Tuhan, Leo! Apa yang terjadi?" Aurora segera membantu kakaknya.

"Martinez," jawab Leonor singkat dengan suara serak.

"Pria itu memang iblis," Aurora menghela napas. "Dia berteman baik dengan Ethan. Tadi pagi mereka tertawa di kantin, membicarakan proyek besar dari ayah. Ethan sangat bangga bisa bekerja sama dengan Edgar."

Leonor mengepalkan tangan. "Dunia ini memang tidak adil. Orang-orang seperti mereka selalu mendapatkan karpet merah, sementara kita harus berjuang hanya untuk tidak terinjak."

Siangnya, di kelas desain, dosen Leonor mengumumkan kolaborasi besar.

"Tahun ini, Fakultas Bisnis akan mengelola aspek komersial dari proyek kelulusan Fakultas Desain. Investor utamanya adalah MTZ Group," jelas sang dosen. Jantung Leonor seolah berhenti berdetak. "Karena nilaimu yang tertinggi, Leonor, kau akan bekerja sama dengan perwakilan utama MTZ Group."

Pintu ruang kelas terbuka. Edgar Castiel Martinez masuk dengan gaya angkuhnya, diikuti Ethan yang tersenyum lebar.

"Leonor," panggil dosen itu. "Kau akan bekerja sama dengan Mr. Edgar Martinez untuk proyek akhirmu."

Edgar memberikan senyum tipis yang penuh kemenangan. Seolah dunia kembali menegaskan bahwa uang dan kekuasaan selalu menemukan jalan untuk mengendalikan apa pun—termasuk Leonor.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍

1
YuWie
tiba2 sdh perjaka ajantuh bayik
YuWie
Liam jadi Lane..ada lazarus san
YuWie
Luar biasa
Mamah Brenda
🤣🤣🤣
YuWie
yakin Le
YuWie
emosimu terlalu mengebu2 leo..padahal dirmh sdh di gojlog dg diabaikan tapi kok diluar blm taff ya..hmmm gojlogannya krg menyakitkan po
YuWie
kenapa gak tinggal sendiri aja... LA lho ini dan sdh 22th
Bang Fay
❤❤❤
Bang Fay
🥰🥰
Bang Fay
❤❤❤
Bang Fay
🥰🥰🥰
Bang Fay
😄😄😄🥰🥰🥰
ros 🍂: ini ujian kak🙏🤣
total 1 replies
Bang Fay
❤❤❤
Bang Fay
🤣🤣🤣🤭❤❤❤
Bang Fay
🥰🥰
Bang Fay
❤❤❤
Bang Fay
💪💪💪
Bang Fay
🥰🥰🥰
Bang Fay
seru ....alur cerita yg sangat baik....lanjut thor...
Bang Fay
hati hati leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!